Jika aku bisa aku bisa memilih aku lebih baik hidup sederhana bersama suami dan kedua anakku.Setelah usaha yang kami jalani begitu sukses ternyata rumah tanggaku malah di uji dengan berbagai masalah bahkan aku tidak pernah menyangka suami yang begitu mencintaiku selama ini tega ingin menyingkirkan ku demi selingkuhannya.
Ikuti kisah cerita ini jangan lupa dukung dan subscribe dan tinggalkan jejak makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 ~ Baguslah ~
Vito hannya diam mendengar kata-kata Melisa,dia sedikit tersinggung saat Melisa mengatakan Naura wanita pintar.Setelah mengantar Melisa kerumahnya dia tidak mau singgah lagi karena malam sudah mulai larut dan moodnya kurang bagus malam ini.
Melisa masuk ke dalam rumahnya,dia duduk di sopa dengan perasaan yang tidak menentu,sebenarnya dia sudah senang tinggal di rumah Vito apalagi dia tipe wanita yang tidak suka dengan kesepian.
" Itu semua karena wanita sialan itu,aku harus mencari cara untuk mengetahui rahasia itu,kalau aku tidak bertindak itu artinya aku tidak akan di nikahi Vito,aku tidak mau menjadi simpanan untuk selamanya." Ucapnya dalam hati.Dia menatap sekelilingnya rasanya dia sangat membenci keadaan ini.
Sesampainya di rumah,Vito melihat Naura keluar dari kamarnya,pria itu mengikuti Naura ke dapur karena sejak tadi dia sudah menahan kesal kepada Naura.
"Apa kamu sudah mengusir wanita benalu itu,dia memang wanita tidak tau malu,bagaimana bisa seorang wanita bertahan di rumah orang lain hannya menumpang makan dan minum!!" Naura mengomel kepada Vito yang saat itu sedang berdiri di belakangnya.
"Naura...Bisa tidak kamu menjaga sikapmu!! semakin lama kamu semakin keterlaluan ya,ibuku itu juga ibumu,kalau kamu menciantai aku kamu juga harus mencintai ibuku,bagaimana bisa kamu tega mengusir ibuku dari rumah ini!!"
Naura tertawa kecil mendengar ucapan suaminya,dia membalikkan badannya lalu menatap wajah suaminya dengan saksama dia tau pria itu sudah menyimpan amarah yang begitu dalam untuknya.Dia tidak tau kenapa wajah suaminya begitu marah,entah itu karena dia yang menyinggung mertuanya tadi atau karena dia memaksanya untuk mengusir wanita yang tidak tau malu itu.
" kamu tersinggung mas? kamu lupa dengan apa yang kamu lakukan kepada orang tuaku beberapa bulan yang lalu,saat mereka datang dari kampung,adakah kamu menghargai ibuku,adakah kamu memberi uang ibuku,sementara kamu memberi kemewahan kepada orang tuamu,apa kamu pikir aku tidak sakit hati mas atas sikap mu itu?"
Setiap kali Naura mengutarakan rasa kecewa di hatinya Vito selalu menghindar sama seperti apa yang dia lakukan malam itu,Naura belum selesai mengungkapkan rasa kesal yang sudah dia simpan selama ini Vito langsung pergi begitu saja.
" Kamu selalu saja menghindar kalau aku berbicara dengan mu." Teriak Naura dari dapur karena Vito sudah pergi menuju kamarnya dan mengabaikan semua kata-katanya.
Keesokan paginya Naura terlambat bangun,kedua anaknya sudah berangkat sekolah bahkan mertua dan adik iparnya juga sudah pergi begitu juga dengan suaminya.
"Bi...Semua orang sudah pergi ya?" Tanya Naura dengan suara khas baru bangun tidur.Baru kali ini dia bangun terlambat bahkan sampai semua orang sudah pergi termasuk anak-anaknya.
"Sudah bu,sudah dari jam delapan tadi,tapi kalau bapak jam setengah tujuh dia sudah pergi." Jawab Marni yang kebetulan mau ke kamar utama mereka.
"Jadi bibi mau kemana,ke kamar? biar aku saja yang masuk lebih dulu." Ucapnya lalu dia langsung meninggalkan Marni yang kebetulan sedang membersihkan sampah yang ada di meja.
Naura masuk ke dalam kamarnya dan suaminya,sudah jarang sekali dia masuk ke kamar ini karena hubungannya dengan suaminya yang kurang baik beberapa bulan ini.
Naura duduk di pinggiran ranjang yang berantakan,kamar itu sangat berantakan bahkan tissue berserakan di mana-mana entah sejak kapan Marni tidak membersihkan kamar mereka.
"Kenapa begitu banyak tissue,apa yang di lakukan mas Vito di kamar ini?" Tanya dalam hati dan saat itu matanya tertuju pada tempat sampah yang di penuhi tissue bekas dan bahkan dia menemukan bungkus kontrasepsi.
" Apa ini? ******...Untuk mas Vito memakai ini,apa yang dia lakukan di kamar ini?" Ucapnya dalam hati jantungnya mulai berdegup lebih kencang darahnya seakan mengalir sangat deras dan pikirannya melayang jauh memikirkan sesuatu.
" Tidak mungkin,...Ini tidak mungkin bagaimana mungkin mas Vito melakukan hal yang begitu hina di rumah ini,bahkan di kamar ini." Ucapnya kembali tidak bisa terima dengan apa yang terjadi saat ini.
Naura memasukkan semua sampah ke dalam plastik,lalu dia letakkan di lantai lalu dia mulai mengelilingi kamar itu dan kali ini dia semakin kaget saat menemukan pakaian dalam wanita yang begitu seksi.Jantung Naura semakin berdetak kencang bahkan mulutnya tidak bisa lagi berkata-kata dia memungut pakaian itu lalu dia masukkan ke dalam kantong plastik tempat dimana dia mengumpulkan alat kontrasepsi dan tissue bekas.
"Kamu akan menyesali semua perbuatan mu mas ,kalau sampai kamu selingkuh di belakang ku,kamu tega mengkhianati pernikahan yang sudah kita jalani beberapa tahun ini kamu melupakan semua janji mu saat kita masih miskin." Ucapnya.Air matanya mulai membasahi wajahnya,Naura menyeka air matanya lalu dia mulai mencari sesuatu bukti perselingkuhan suaminya karena dia takut suaminya akan mengelak kalau dia tanya nanti.
Naura membuka laci lemari milik suaminya,dia tidak menemukan apa pun disana kecuali struk makan di sebuah restoran mewah yang menghabiskan uang hampir lima jutaan.
" Dia makan enak bersama wanita lain di restoran mewah,dia memanjakan wanita lain memakai uang hasil keringat ku sendiri bagus mas...Nikmati saja sampai pada akhirnya nanti kamu menyesal." Ucapnya penuh kebencian lalu dia membawa sampah itu dari dalam kamar dia ingin bertanya langsung kepada Vito dia ingin tau apa jawaban dari pria itu.
Sesampainya di kamarnya tiba-tiba Antoni mengajaknya untuk bertemu,Naura langsung buru-buru menuju sebuah cafe di tengah kota menemui Antoni.
Sesampainya di cafe,Naura memasuki tempat itu,dia melihat Antony melambaikan tangan ke arahnya dia sedikit jauh ke pojokan dan tempat itu lumayan sepi jadi dia merasa nyaman.
" Kamu mengajak ku bertemu itu artinya kamu sudah mendapat informasi yang ku suruh?" Tanya Naura saat dia baru sampai di depan Antoni.
" Duduk dulu Bu,kenapa tidak sabaran,kalau wanita ini selingkuhan dari suamiku kamu,aku pastikan perempuan ini hannya ingin harta dari suamimu tidak lebih." Jawab pria itu membuat perasan Naura semakin sakit.
Naura menemani suaminya dari nol,dari titik paling rendah,dia tidak menyangka setelah mereka sukses dia mengundang wanita lain hadir diantara mereka.
" Dia hannya wanita pengganguran yang tidak punya apa-apa,dia juga hannya lulusan SMA dan keluarganya di kampung hannya petani dia merantau ke kota ini dan menggoda suami mu,mungkin karena suamimu banyak harta." Ucap pria itu yang membuat Naura semakin terluka.
" Tapi aku tidak tau rumah yang dia tempati rumah suamimu atau rumahnya yang jelas dia tinggal di rumah mewah dan juga mobil mewah bahkan dia sering menghabiskan uang ratusan juta untuk belanja." Tambah pria itu lagi.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
udah tau suaminya pake uang gak jelas juga bukan di ambil tabungan nya atau di umpetin msh jaa di biarin..
masak gak peka suami selingkuh 😡