Judul : Paman Yoo
Author : Mamak_A
Sinopsis :
"Mika itu anak kecil, dan gue bukan pedofil. Jujur, gue memang sayang Mika, karena dia anak asuh gue" - Yohan Erlangga.
Mika (10thn) anak malang yang sering bantu-bantu di yayasan Panti sosial itu, saat ini hanya tinggal berdua dengan ibunya yang bekerja sebagai penjual kue keliling. Suatu hari, ibunya mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan tulang pergelangan kakinya bergeser. Hal itu mengakibatkan ibunya tidak dapat lagi berkeliling untuk menjajakan kue dagangannya. Mika pun terancam tidak bisa melanjutkan pendidikannya.
Pimpinan yayasan sosial tempat Mika bekerja pun, mendaftarkan Mika untuk mencari orang tua asuh, yang dapat membiayai pendidikan anak itu hingga lulus SMA.
***
Yohan Erlangga (25 tahun), seorang pengusaha muda, sukses dan dermawan. Suatu hari mendapatkan sebuah surat elektronik, yang memintanya untuk menjadi orang tua asuh, seorang anak yang berusia 10 tahun.
Yohan pun mendatangi yayasan sosial itu, dan mendaftarkan diri untuk menjadi orang tua asuh Mika. Di sanalah pertama kali mereka bertemu.
© 2020, Maya Asviana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 20 - Pernyataan Cinta Andrew
Siang itu di pendopo sekolah ....
Seperti biasa, Andrew makan siang berdua dengan Mikayla. Kalau biasanya, Andrew suka bertanya tentang apa saja kepada Mikayla, ketika mereka sedang makan, tapi, kali ini Andrew hanya diam saja. Mikayla pun menjadi heran melihat sikap tak biasa dari rekan makan siangnya.
"Kak, tumben Kak Andrew diam saja. Lapar banget ya?" ucap Mikayla yang sedari tadi merasa bingung dengan perubahan sikap Andrew.
"Mika, Kamu makannya buruan ya. Sehabis makan, aku mau membicarakan sesuatu," ucap Andrew tersenyum.
"Oh.. Iya Kak," jawab Mikayla. Gadis itu pun mempercepat tempo makannya.
.
Selesai mereka makan siang..
"Mika, bisa lihat ke aku sebentar tidak," ujar Andrew.
Mikayla menganggukkan kepalanya dan memutar arah duduknya hingga menghadap ke arah Andrew.
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Andrew sambil memegang kedua tangan Mikayla.
Pertanyaan dari Andrew membuat Mikayla tersentak kaget. Terlebih Andrew menanyakannya sembari menggenggam jemarinya.
"Ti -tidak ada, Kak," jawab Mikayla terbata-bata
"Kalau jadi pacar aku, Kamu mau?" tanya Andrew.
"Hah!"
Hanya itu yang bisa terlontar dari bibir Mikayla karena gadis itu merasa sangat terkejut dengan pertanyaan Andrew.
"Dari awal melihat Kamu, aku sudah jatuh cinta. Kamu yang berpenampilan polos tanpa make up, Kamu yang sederhana, Kamu yang sangat baik," jelas Andrew tersenyum.
"Bagaimana Mika?" tanya Andrew.
"Hah! Apa Kak?" jawab Mikayla. Gadis itu benar-benar merasa tegang, karena ini adalah kali pertama tangannya digenggam oleh pria. Ini juga kali pertama ada yang menyatakan cinta padanya.
"Kamu terkejut ya karena tiba-tiba aku berbicara seperti ini?" ucap Andrew lembut sambil tersenyum. Mikayla pun mengangguk kecil, "mmm.. Iya Kak," jawab gadis berkuncir dua itu.
"Kamu mau tidak jadi pacarku? Kamu tidak harus menjawab sekarang kok. Aku—”
Belum selesai Andrew bicara Mikayla pun menjawabnya.
"Maaf Kak, Mika belum mau pacaran," jawab Mikayla.
"Mika mau fokus sekolah dulu. Mika kan dibiayai sampai lulus SMK. Jadi, Mika mau fokus sekolah dulu, sekolah yang benar dulu. Mika tidak mau memikirkan hal yang lain," jelas Mikayla.
Andrew tertunduk lemas.
"Yasudah tidak k apa-apa," jawab Andrew dengan tangan yang masih menggenggam erat kedua tangan Mikayla.
"Kakak tidak marah kan?" tanya Mikayla.
"Tidak kok. Aku tidak mungkin marahlah. Kamu juga jangan menghindari aku ya setelah ini. Kita berteman seperti biasanya saja. Kamu masih mau kan makan siang bareng aku?" tanya Andrew. Pria itu pun mulai melepaskan genggaman pada jemari Mikayla.
"Iya Kak!" jawab Mikayla tersenyum.
"Yasudah, yuk bereskan lunch box kita. Biar langsung masuk kelas saja," ucap Andrew. Mikayla mengangguk cepat. Berlama-lama duduk di sana pasti akan membuat mereka berdua menjadi canggung. Pikir Mikayla.
Dan, ketika selesai membereskan sisa makannya. Andrew dan Mikayla pun masuk ke kelas masing-masing.
***
Sepulang sekolah, Andrew pun langsung menunggu Gea di rumah gadis itu.
"Lah, lu ke sini? Kalau tau lu main ke sini, gue nebeng saja tadi. Jadi gue tidak minta diantar Indri!" ucap Gea.
Andrew cuma diam, tidak membalas ucapan Gea.
"Kusut banget lu, seperti orang lagi putus cinta saja!" ucap Gea.
"Memang iya! Mika nolak gue," jawab Andrew lesu.
"Gara-gara gue ikutin saran dari lu, nih!" ucap Andrew kesal.
"Kenapa jadi salah gue?" tanya Gea heran.
"Coba kalau gue mengungkapkan perasaan gue di tepi pantai, Mika pasti terharu dan mau menerima gue jadi kekasihnya!" kata Andrew kesal.
"Memangnya, apa alasan Mika menolak lu?" tanya Gea.
"Katanya, dia mau fokus sekolah dulu, dia tidak enak hati kalau berpacaran, karena sekolahnya masih dibiayai Yohan, jadi dia mau fokus dulu, sekolah yang benar!" jawab Andrew ketus.
"Ya bener dong dia. Dia pasti mau balas budi ke Yohan karena udah dibiayai sekolahnya. Sekolah mahal lagi. Bayangin kalau nilai-nilai di sekolahnya jelek, Yohan pasti kecewa! Nanti tidak mau membiayai sekolah Mika lagi deh. Terus, kalau gara-gara itu, Mika tidak dibiayai lagi, sekolahnya bagaimana! Lu mau dia putus sekolah?!" ucap Gea. Andrew menggelengkan kepalanya. Pria itu terlihat menghela napas berat.
"Haaah ... Setelah ini, Mika pasti canggung banget deh kalau bertemu sama gue. Gue takut dia tidak mau bertemu gue lagi, tidak mau makan bareng lagi. Bagaimana dong Ge?" ujar Andrew resah.
"Nanti gue bantu jelaskan ke Mika, kalau seandainya dia menjauhi lu," ucap Gea
"Tapi sepertinya Mika tidak akan seperti itu deh," ucap Gea lagi.
"Iya ... Mudah-mudahan Ge," ucap Andrew.
"Gue sih tidak apa-apa walaupun Mika punya pacar atau apa, asal dia jangan menjauhi gue," ucap Andrew pasrah.
"Tapi, untung juga lu menyatakan perasaan lu di hari Jum'at begini. Jadi, kan, ada jeda dua hari tuh buat bertemu Mika lagi. Jadi, kalian tidak akan terlalu canggung saat makan bareng lagi," ucap Gea.
Andrew tidak membalas perkataan Gea, dia hanya diam sambil mengingat ekspresi Mikayla sewaktu tangannya dipegang Andrew.
"Ngapain lu senyum-senyum sendiri? Wah sudah tidak waras nih anak karena di tolak Mika!" ledek Gea.
Bukannya marah, Andrew malah cengengesan menanggapi ocehan Gea. Gea pun cuma bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan kakak sepupunya itu.
"Gue balik ya Ge", ucap Andrew sambil hendak meninggalkan rumah Gea.
Terimakasih sudah membaca
Jangan lupa Like, coment dan vote yaaaa 😘