⚠️Dilarang Boom Like
Dari Cinta menjadi Benci, itu lah yang Ry rasakan terhadap kekasihnya. Ry begitu mencintai kekasihnya bahkan tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain bahwa kekasihnya selingkuh. Ry terlalu mempercayai kekasih hingga akhirnya kekasih nya memilih menikahi perempuan selingkuhnya.
Sejak saat itu Ry benar membenci kekasihnya yang sudah berstatus mantan kekasih.
Saat perayaan kelulusan nasib sial menimpa Ry dia terkena razia oleh seorang pak polisi, karena Ry belum memiliki SIM dan tidak memakai helem sehingga menyebabkan motor kesayangan di tahan oleh pak polisi. Dari situlah Ry membenci pak polisi tersebut.
Apakah Ry tahu arti kata Benci itu ialah Benar Cinta? Apakah perasaan Benci Ry akan berubah menjadi cinta terhadap Pakpol?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Kerja
"Bulan di tidak pernah pergi meski langit menjadi terang, ia hanya tak terlihat oleh mu, kau tahu? begitulah Ry."
"Makasih mbak, apa aku boleh minta lagi es krim lagi?" Ulfa mengambil es krim dari tangan Ry, lalu dia meminta di belikan lagi.
"Lah yang ini aja belum habis, kok adek minta lagi?" tanya Ry.
"Buat mbah, boleh kan mbak?" Ulfa menatap ke arah Ry dengan tatapan memelas.
"Boleh, mbah suka rasa apa?" tanya Ry.
"Rasa apa aja mbah suka mbak," jawab Ulfa.
Ulfa dan Ry sudah berdiri di kasir indomaret, semua barang belanja Ulfa dan Ry sudah berada berada di atas meja kasir. Ry menoleh ke arah pintu indomaret tetapi tidak melihat Kevin. Tanpa Ry sadari bahwa kasir indomaret sudah selesai menghitung belanjaan.
"Mbak bayar." Ulfa memegang tangan Ry.
"Eh iya, total semuanya berapa?" Ry menoleh ke arah kasir indomaret.
Kasir tersebut memberitahukan jumlah yang harus di bayar Ry. Setelah itu Ry mengeluarkan uang dari saku celana. Ry mengeluarkan selembar uang kertas berwarna merah dan berwarna biru, Ry memberikan kepada kasir.
"Ayo kita pulang mas!" Ulfa menghampiri Kevin yang sedang menerima panggil telpon, Ulfa menarik tangan Kevin berjalan ke arah parkir motor.
"Iya tunggu sebentar dek." Kevin memutuskan panggil telpon sambil berjalan mengikuti Ulfa.
Esokan Harinya.......
Malam harinya Ry sedang duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di dasbor.
Ceklek........ Ceklek
"Kamu lagi ngapain?" Setelah pintu terbuka Kevin berjalan masuk ke dalam kamarnya.
"Ry lagi duduk aja." Ry melihat ke arah Kevin yang sedang berjalan mendekat ke arah tempat tidur.
"Ada yang mau aku bicarakan ama kamu." Kevin naik ke atas tempat tidur lalu di duduk di atas tempat tidur dengan posisi berhadapan ama Ry.
"Mase mau bicara apa?" tanya Ry.
Deg......... Deg
Jantung Ry berdetak kencang karena saat Kevin mengatakan bahwa dia mau berbicara. Ry berharap Kevin akan mengungkapkan perasaannya kepada Ry bahwa dia memiliki perasaan suka terhadap Ry sehingga dia akan menikahi Ry secara resmi.
"Aku di pindah kerja di kapolsek simpang tiga PekanBaru." Kevin memberitahukan Ry bahwa dia di pindah kerja di kapolsek PekanBaru.
"Hei, kamu dengerin aku lagi ngomong gak sih?" Kevin yang melihat Ry dari tadi diam tidak merespon perkataan, sehingga dia berbicara dengan suara yang lantang.
"Mase ngomong apa?" Ry tersadar setelah. mendengarkan suara Kevin yang berbicara dengan lantang.
"Kamu dengerin baik-baik ya soalnya gak ada siaran ulang lagi, aku di pindah kerja di kapolsek simpang tiga Pekanbaru." Kevin mengulangi lagi perkataannya yang tadi kepada Ry.
"Bagus dong kalau Mase pindah kerja," kata Ry.
"Maksud kamu?" Kevin yang belum mengerti arah pembicaraan Ry.
"Berarti kita gak perlu Ldran, soalnya Ry juga akan kuliah di Universitas di kota P," jawab Ry.
"Jadi kamu mau ikut aku tinggal di Pekanbaru?" tanya Kevin.
"Iya Mase, kapan Mase pindah?" tanya Ry.
"Seminggu lagi aku pindah kerja di Pekanbaru," jawab Kevin.
"Yeyeye, akhirnya Ry bisa meninggalkan kota ini." Ry berdiri di atas tempat tidur sambil melompat di atas tempat tidur, Ry merasa senang karena akan pergi meninggalkan kota D. Ry ingin memcoba membuka lembaran baru di kota P.
"Hei kamu jangan lompat-lompat di atas tempat tidur entar tempat tidurnya roboh," kata Kevin.
"Ups, maaf Ry lupa Mase." Ry berhenti melompat di atas tempat tidur lalu dia kembali duduk di atas tempat tidur tersebut.
"Apa kamu bahagia mau tinggal di PekanBaru dengan aku?" Kevin mengelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah istri sirihnya yang kelihatan ke kanak-kanakan.
"Ry akan merasa bahagia asal bisa ikut bersama Mase." Ry berbicara sambil menatap Kevin.
"Benarkah itu?" Kevin yang merasa ragu dengan perkataan Ry.
"Insyaallah benar Mase," jawab Ry.
"Apakah kamu sanggup memulai dari nol hidup bersama aku? Kevin berbicara sambil menatap Ry.
"Insyaallah Ry sanggup Mase." Ry membalas tatapan Kevin dengan penuh keyakinan.
"Aku tinggal di perumahan yang Rss," kata Kevin.
"Rss itu apa Mase?" tanya Ry.
"Rumah Sangat Sederhana, hanya mempunyai dua kamar, dapur, kamar mandi, ruangan keluarga dan ruangan tamu." Kevin memberitahukan kepada Ry tentang rumahnya.
"Malah bagus kayak gitu, Ry jadi gak capek buat membersihkan rumah Mase natik." Ry malas merasa senang mendengarkan Kevin bercerita tentang rumahnya yang berukuran kecil.
"Kita natiknya tinggal bersama Bunda dan adek laki-laki aku," kata Kevin.
"Wah asik dong, nantik Ry tidak sendiri di rumah ada Bunda dan adek Mase." Ry terlihat senang saat mengetahui dia akan tinggal bersama Bunda dan adek Kevin.
Setelah selesai berbicara Kevin membaringkan badannya di atas tempat tidur. Kevin menatap langit-langit tempat tidurnya, dia sudah memutuskan setelah sampai di Pekanbaru dia akan menemui Asa. Dia berniat memutuskan hubungan dengan Asa. Kevin sudah mulai bisa menerima Ry sebagai istrinya.
Kevin sudah merasa lelah berhubungan 6 tahun dengan Asa, tetapi di antara mereka berdua tidak ada yang ingin berpindah keyakinan. Kevin yang tidak ingin menjadi murtad, kalau dia berpindah keyakinan. Begitu juga dengan Asa yang tidak ingin berpindah keyakinan.
Kevin merasa lelah dengan hubungan yang mereka jalanin walaupun mereka saling mencintai tapi mereka tidak bisa bersama. Mereka itu ibarat minyak dan air yang tidak akan pernah bisa menyatu karena perbedaan. Makanya keputusan Kevin sudah bulat ingin putus dengan Asa.
Kevin belum merasakan kantuk tetapi dia menutup ke dua matanya sambil memikirkan keputusan yang telah dia buat. Sebenarnya dia merasa tidak tega dengan keputusan yang di buat. Dia yakin Asa pasti akan tersakiti dengan keputusan yang dia ambil.
Kalau Kevin tidak memutuskan hubungan dengan Asa maka dia juga akan merasa bersalah dengan Ry yang sudah berstatus istri sirihnya. Walaupun Kevin hanya menikahi Ry secara sirih tetapi bagi Kevin itu tetap lah sebuah pernikahan yang tidak boleh di permainankan.
Ry mematikan lampu kamarnya, setelah itu Ry membaringkan badan di atas tempat tidur yang sama dengan Kevin. Ry membaca doa sebelum tidur lalu Ry menarik selimut sampai menutupi leher Ry. Setelah itu Ry memejamkan kedua mata Ry. Setelah mata Ry terpejam tetapi Ry belum juga tidur, Ry mencoba memiringkan badan kekanan.
Tetapi Ry belum juga tidur lalu Ry mencoba memiringkan badan ke kiri, masih saja Ry belum bisa tidur.
"Kamu kenapa sih dari tadi gerak terus badannya?" Kevin yang merasa tempat tidur terus bergoyang karena Ry dari tadi bergerak lalu dia membuka kedua matanya
"Ry gak bisa tidur." Ry membuka matanya.
"Apa kamu ingin meminta hak sebagai seorang istri?" tanya Kevin.
...~ Bersambung ~...