NovelToon NovelToon
Second Wife

Second Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Janda / Selingkuh / Aliansi Pernikahan / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: yulia puspitaningrum

Pernikahan yang bahagia selalu menjadi dambaan bagi setiap wanita didunia ini, namun terkadang takdir tidak berjalan sesuai apa yang kita harapkan.

Begitupun dengan apa yang dialami Alyssa, wanita cantik berusia 26 tahun itu harus menerima kenyataan pahit. Bahwa pernikahan yang selalu ia jaga hancur oleh penghianatan sang suami.

Rasa kecewa dan sakit yang ia rasakan membuat ia trauma dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi duri dalam rumah tangga orang lain. ia menutup dirinya rapat rapat namun semua itu tidak lantas mengubah prasangka buruk orang orang karena statusnya sebagai seorang janda.

Namun bagaimana jadinya jika takdir memintanya untuk menjadi istri kedua... akankah ia menolaknya mengingat janjinya. atau ia akan menerimanya karena keadaan yang begitu memaksa dirinya...
lalu sanggupkah ia menjalani kehidupannya.

penasaran intip kisahnya disini jangan lupa berikan kritik dan saran yang membangun...
terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. jodoh untuk anak ku

Malam turun perlahan membawa angin kelam yang berhembus pelan, bintang bintang bertaburan begitu indah seperti hiasan yang menyilaukan.

 Keindahan nya membuat orang orang terpana namun tidak dengan seorang laki laki yang kini tengah duduk di kursi rodanya, alih alih terpesona dengan keindahan malam ia justru tenggelam dalam luka yang tak kunjung menghilang.

Disana, didekat jendela kamarnya ia terus mengamati ponselnya berharap akan ada telepon ataupun sebuah pesan dari orang yang ia rindukan...

Sunyi, sepi tidak ada satupun pesan yang masuk. Ia kecewa, sedih dan frustasi dengan keras ia membanting ponselnya kedinding dan berlalu menuju sudut ruangan yang gelap.

Ia menangis meraung dan berteriak berharap kemarahannya akan reda namun yang terjadi justru sebaliknya ia merasa sesak dan mulai merusak barang barang disekitarnya.

"Sampai kapan dia akan seperti itu pa...." Lirih seorang perempuan yang sedari tadi memperhatikan laki laki itu dari ambang pintu kamarnya.

"Papa juga tidak tau ma, apa sebaiknya kita bawa saja dia kerumah sakit jiwa." Usul laki laki disebelahnya yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari lita.

"Anakku tidak gila... Dia hanya sedang bersedih dengan keadaannya."

"Papa tau, tapi akhir akhir ini dia tidak bisa mengontrol emosinya papa takut dia menyakiti orang orang disekitarnya ma. Jika kita tidak membawanya ke psikiater papa takut keadaannya akan semakin parah dan dia akan kehilangan jati dirinya."

Mata lita terpejam erat, apa yang suaminya katakan memang benar tapi apa tidak ada pilihan lain...

Pilihan yang mungkin bisa mengembalikan anaknya tanpa harus membawanya kerumah sakit jiwa.

"Mama tidak mau menghancurkan hidupnya pa, bagaimana tanggapan orang orang diluar sana kalau mereka sampai tau Brayen masuk kerumah sakit jiwa. Orang orang pasti akan membicarakannya atau bahkan menjauhinya."

"Lalu apa yang harus kita lakukan, apa kita hanya diam saja melihat keadaan Brayen seperti itu?" Tanya Lukas mulai kesal.

 Ia sebenarnya juga tidak tega melakukannya tapi Itu adalah satu satunya solusi yang mereka punya untuk saat ini.

"Entahlah mama juga bingung, pepatah mengatakan untuk mengobati hati yang terluka kita harus menghadirkan cinta dari dalam dirinya." Ucap lita tersenyum tipis kala sebuah ide muncul dalam benaknya.

"Apa maksud mama.... Tidak mungkin mama akan membawa Maudy kembali kan?" Tanya Lukas penasaran.

"Tidak... Sampai mati pun mama tidak akan pernah membawa wanita murahan itu kembali." Ucap Lita dengan nada berapi api.

 Rasa bencinya belum juga hilang meskipun mereka tidak pernah bertemu lagi.

 Kalau saja wanita itu ada didepannya mungkin ia sudah habis dengan dirinya.

"Lalu...?"

"Aku akan mencarikan jodoh yang lain untuk Brayen."

"Mama yakin... Bagaimana kalau Brayen tidak bisa menerimanya dan semakin marah. Itu hanya akan menyakiti orang yang mama carikan untuknya dan papa tidak menyukai itu."

Hati Lukas mulai gelisah membayangkan apa yang akan terjadi, ia hanya kasihan dengan orang yang akan bersanding dengan anaknya karena ia tau tidak mudah untuk meluluhkan hati Brayen karena hanya Maudy yang ada dihati anak laki lakinya itu.

"Dia tidak akan menolaknya jika mama memintanya. Meskipun Brayen seperti itu dia masih mau mendengarkan ibunya. Memang tidak mudah namun mama akan mencarikan wanita yang sanggup menghadapinya." Ucap Lita dengan optimis.

 Melihat ambisi istrinya Lukas hanya bisa pasrah seraya berdoa semoga rencana istrinya bisa berjalan dengan lancar seperti yang istrinya inginkan.

"Tapi siapa yang mau dengannya, mama tau sendiri bagaimana keadaan Brayen... Kalaupun ada yang mau dengannya mereka pasti hanya mengincar harta anak kita."

"Itu tantangan untuk mama pa, mama yakin mama bisa menemukan seseorang yang tulus dan mau menerima anak kita apa adanya terlepas apapun kondisinya."

Lukas hanya mengangguk mengiyakan apa yang istrinya katakan.

..

..

..

Ditempat yang jauh Alyssa termenung ditempatnya, sedari tadi ia tidak berniat menyantap makanan dihadapannya dan hanya diam menatap makanan itu.

 Manda sampai heran melihatnya, ia mengerti mungkin ada sesuatu yang sedang anaknya pikirkan.

"Makanan itu tidak akan masuk kedalam mulutmu jika kamu tidak mengambilnya Alyssa." Lamunan Alyssa seketika buyar ia beralih menatap sang ibu yang saat ini tengah menatapnya dalam.

"Maafkan aku Bu, aku akan segera menghabiskannya." Gegas Alyssa mengambil makanan itu dan mulai memasukkannya kedalam mulut.

"Apa kamu masih memikirkan Arya...."

 Alyssa menghentikan kunyahannya, mendengar nama sang suami disebutkan makanan yang ia makan menjadi hambar.

 Rasa sakit itu kembali datang masuk kedalam hati dan membuatnya sedikit tidak nyaman.

"Bicara apa ibu ini... Mana mungkin aku memikirkannya, kita sudah tidak ada hubungan lagi Bu."

Sanggah Alyssa kembali melanjutkan kunyahannya. Berharap ibunya mau berhenti dan tidak membahas tentang laki laki itu lagi.

"Bohong, ibu tau kamu masih memikirkannya. Memang tidak mudah melupakan seseorang yang pernah ada dalam hidup kita Alyssa namun tanpa mereka hidup kita tetap harus bahagia dan berjalan semestinya."

"Alyssa tau Bu, tapi terkadang rasa sakit itu kembali muncul dan mengingatkan Alyssa tentang dirinya. Alyssa butuh waktu untuk melupakan rasa sakitnya Bu, meskipun Alyssa tidak yakin bisa menghilangkan rasa sakit ini sepenuhnya."

"Perlahan saja nak, ibu tau kamu pasti bisa." Ucap Manda tersenyum tipis namun senyum itu tiba tiba hilang saat ia merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya.

Dadanya tiba tiba saja terasa sakit, ia sampai meringis menahan sakitnya. Tak ingin Alyssa khawatir ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan anaknya sendirian.

"Ibu mau kemana, kenapa ibu tidak menghabiskan makanan ibu?" Tanya Alyssa penasaran.

"Ibu lelah Alyssa, ibu mau beristirahat sebentar."

"Ya sudah ibu istirahat saja, biar Alyssa yang membereskan ini semua nanti." tunjuk Alisa pada masakan ibunya dengan dagunya.

Manda tidak menjawab, ia tidak memiliki tenaga untuk membuka mulut karena rasa sakit yang ia rasakan.

 Alyssa yang heran dengan ibunya hanya bisa menatap kepergian wanita paruh baya itu dengan dahi berkerut.

"Ada apa dengan ibu... Tidak biasanya dia seperti itu, semoga saja dia baik baik saja dan tidak menyembunyikan sesuatu dariku." Lirih Alyssa segera menghabiskan makanannya.

 Meskipun ia penasaran, ia tidak berniat bertanya pada ibunya. Karena ia pikir ibunya juga tidak ingin ia mengetahuinya oleh sebab itu ibunya memilih pergi alih alih mengatakannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!