JANGAN LUPA DUKUNG KARYA INI YA!
🌸Setelah tiga tahun menikah, Arjuna mengomentari istrinya sangat membosankan, tapi orang yang membosankan inilah yang melemparkan perjanjian perceraian di wajahnya pada perayaan ulang tahun perusahaan di depan semua orang, yang membuatnya kehilangan muka.
tetapi siapa sangka, setelah berpisah, Arjuna malah merasa sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan istrinya, dan memulai mengejar cinta istrinya kembali.
Mampukah Arjuna kembali memperjuangkan kepercayaan dan cinta Luna kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Pertengkaran Luna dan Winda
"Oh ya, gimana kabar mu sekarang? Apakah kau sudah menikah lagi? Atau jangan-jangan hanya menjadi pel\*cur di jalanan" Winda kembali tertawa mengejek dengan duduk di sebuah kursi dan meminum begitu saja kopi yang di bawakan Luna tadi untuk sahabatnya, Dias.
Luna tidak menghiraukan perkataan Winda. Baginya, apapun yang keluar dari mulut Winda hanyalah sebuah omong kosong yang tidak berarti. Luna juga memberikan kode kepada Dias dengan mengangguk pelan seraya tersenyum manis, menandakan bahwa dirinya baik-baik saja. Luna bukannya tidak memperdulikan Winda, hanya saja dia sangat malas.
Namun semakin Luna bersikap biasa, Winda semakin memancing untuk membuat masalah bersama Luna.
"Apa kau bekerja disini juga? Ah tidak, kenapa aku bodoh sekali, kau bahkan wanita yang tidak berpendidikan, mana mungkin akan bisa bekerja disini" Sindir Winda lagi dengan senyuman mengejek.
Luna merasa tidak tahan, semakin dia diam, Winda semakin tidak mau berhenti, akhirnya ia memutuskan untuk tidak membiarkan Winda semakin menjadi, apalagi disana banyak sekali teman sekantor dengannya, mana mungkin Luna akan membiarkan Winda kembali mencemarkan nama baiknya lagi.
"Aku kira seorang wanita yang berpendidikan akan sangat mudah dalam membaca. Seharusnya kau lebih teliti, Apa kau tidak melihat? Nama penulis cerita ini siapa?" Luna balik bertanya. Membuat Winda menautkan kedua alisnya. Lalu membuka naskah yang dia pegang dan di sana tertera nama Luna Aspila. Setelah melihat, wajah Winda seketika masam.
Luna kembali melanjutkan, "film ini di tulis oleh ku. Itu artinya kau bekerja dan memainkan peran cerita yang aku buat"
"Oh ya. Sebagai sesama wanita, kamu tau kan apa artinya pel\*cur itu apa? Wanita penggoda yang selalu di nikmati lelaki tanpa ikatan pernikahan. Bukankah itu artinya kau membicarakan dirimu sendiri?" Luna balik membalas penghinaan Winda tadi kepadanya.
"Satu lagi. Aku ingin menegaskan bahwa yang memutuskan bercerai itu adalah aku. Dan bukan kakakmu. Bukan aku yang di tinggalkan tapi kakakmu yang aku tinggalkan" Tegas Luna.
Winda seketika menggeram. Wajahnya sudah sangat merah karena sangat marah.
Byurrrrr.
Luna tersentak. Winda melempar begitu saja kopi di tangannya ke wajah Luna. Yang membuat Luna basah karena air kopi itu. Dias yang melihat pun sangat marah dan hendak membalas. Namun du tahan oleh Luna.
"Jangan membalasnya. Kau adalah seorang artis, kau tidak boleh kehilangan kendali di depan umum. Aku tidak ingin namamu akan jelek di mata publik karena masalah ini" Kata Luna memperingati, yang membuat Dias langsung menghentikan niatnya.
"Tapi dia sudah keterlaluan Luna. Dia harus di beri pelajaran" Dias masih tidak terima. Hatinya sangat marah melihat Luna di permalukan seperti ini oleh Winda.
"Dias. Jangan! Aku baik-baik saja. Aku tidak ingin membuatmu dalam masalah. Jangan gegabah, karena seseorang sepeti dialah yang nantinya akan hancur. Biarkan aku mengatasi masalahku sendiri" Jelas Luna dengan suara yang pelan.
"Hahhaha. Hanya segitu kemapuan mu? Aku tau kau tidak akan bisa melawan mu Luna. Jika hanya dengan Sindiran itu tidak akan bearti apa-apa untuk ku" Winda kembali tertawa puas. Dia kenal siapa Luna. Dia adalah seorang wanita lemah yang tidak akan bisa melawan dirinya. Luna adalah wanita yang akan selalu ia tindas dimana pun dan sampai kapan pun. Karena Winda sangat membenci Luna.
Byurrrrrr.
Winda tiba-tiba kaget. Wajahnya langsung memerah ketika sebuah air mengguyur di wajahnya. Luna tersenyum sinis, ia sengaja menyiram air kopi panas itu ke wajah Winda agar wanita itu berhenti berbicara.
Melihat itu semua orang terkejut. Tidak ada yang berani berurusan bersama Winda. Namun melihat keberanian Luna, membuat mereka semua yang melihat mengagumi keberanian Luna.
"Oh ya gimana syutingnya, apakah berjalan lancar?"
Semua orang mengalihkan atensinya kepada Arjuna dan Sutradara yang baru datang. Termasuk Luna dan Winda yang juga mengalihkan pandangannya kepada Arjuna.
Sementara itu, Arjuna dan Sutradara juga menghentikan langkahnya. Mereka menatap heran, melihat Winda dan Luna yang terlihat sangat berantakan dengan wajah yang basah dan hitam karena air kopi.
.
.
.
.
Bersambung.
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
iyalah bknnya Luna udah sepantasnya gt krn klian udah bercerai Juna
😀😀😀😀😀😀😀