Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
"Maafkan jika aku memaksamu." Ucap Luxy yang merasa dirinya bersalah hingga Karina harus berkorban untuk itu semuanya.Luxy menangis dipelukan Karina mengeluarkan semua rasa penyesalannya.
"Sudahlah, jangan menyalahkan dirimu." Karina mencoba menenangkan hati Luxy.
Tak lama kemudian beberapa penata rias datang menghampiri Karina.
"Nona,mari ikut kami." Ajak salah satu penata perias itu.
Karina pergi mengikuti orang itu dan meninggalkan Luxy di tempat itu.
Satu jam kemudian
Karina berdiri di depan cermin dengan gaun pengantin putih yang nampak indah.Jantungnya berdebar-debar,apalagi ini momen pertama sekali seumur hidup yang pernah ia lakukan.Apa lagi Karina belum mengenal betul siapa Leo,sampai dirinya menerima tawaran itu.
Pintu ruang rias terbuka dan Leo masuk melihat sosok wanita cantik berdiri tepat didepan cermin.
"Ada apa?" Tanya Karina pada Leo,yang tiba-tiba saja masuk diruangan itu.
"Kamu sangat cantik." Puji Leo yang diam-diam terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Karina.
Karina tak menyangka jika pria itu akan mengucapkan hal itu,Leo datang mendekati Karina.
"Ayo kita berangkat sekarang." Leo segera menarik tangan Karina ,dan menuju lokasi mereka berdua.
Beberapa menit kemudian
Pintu ballroom terbuka, dan musik kembali dimainkan. Karina berjalan perlahan di atas karpet merah, beberapa kamu berbisik-bisik.
"Siapa dia?"
"Cantik sekali."ucap para tamu yang menatap kehadiran Karina berjalan di atas karpet merah.
Di ujung altar, Leo berdiri tegak menunggunya. Pria itu menatap lurus ke depan hingga pria itu mengulurkan tangannya.
"Pegang tanganku."perintah pria itu yang langsung mengulurkan tangannya ke arah karena.
Prosesi pernikahan pun dimulai, setelah selesai pemberkatan akhirnya keduanya sah menjadi suami istri, tanpa Karina sadari senyuman tipis pun langsung muncul dari bibir Leo.
Suara tepuk tangan sekilas menggema memenuhi ballroom, tiba-tiba saja Leo membisikan sesuatu di telinga Karina,"kau sangat cantik."ucap Leo yang tak henti-hentinya memuji kecantikan dari istrinya itu.
Kini status mereka berdua sudah suami istri.Karina menjadi istri dari tuan Leo Alexander, orang pembisnis yang terkaya di kota J.
Suara riuh para tamu bercampur tepuk tangan memenuhi ballroom, Karina melihat cincin berlian yang melingkar di jari manisnya terasa begitu Dari arah samping Luxy berlari mendekat menghampiri Karina.
"Ya Tuhan,kau resmi menjadi tanteku." Karina datang langsung memeluk Karina.
"Jangan menggoda dengan ucapan itu."ucap Karina dengan ekspresi datar, karena terlihat begitu kesal dengan niat datangnya sebagai tamu tapi pahit menjadi pengantin di acara itu.
"Kamu itu sangat cocok dengan Om-ku."bisik Luxy sembari tersenyum.
Leo yang berdiri di samping mereka melirik sekilas, bersamaan dengan itu seorang fotografer mendekat sambil tersenyum.
"Tuan, Nyonya,bisa melihat kearah kamera?" Fotografer itu dengan sopan meminta pada mereka.
Tiba-tiba saja tangan Leo melingkar di pinggang Karina,"Tersenyum." Bisik lirih Leo tepat ditelinga Karina.
Kilatan kamera terus menyala,hingga Leo masih memegang pinggang Karina lebih erat.
"Bisa tidak jangan terlalu erat memelukku." Protes Karina yang merasa risih.
"Lebih baik diam, turuti apa perintahku. Sebelum orang lain mencurigai kita."ucap lirih Leo.
Karina pun terpaksa memasang senyuman tipis,"Itu lebih bagus."ucap Leo dengan pelan.
"Jangan pernah menolak, kamu sudah menjadi istriku."sekali lagi Leo mencoba mengingatkan Karina jika status Mereka berdua adalah suami istri.
Karina langsung terdiam, mendengar Apa yang diucapkan oleh pria itu, beberapa tamu mulai berdatangan memberikan selamat.
"Selamat, Tuan."ucap salah satu tamu di acara itu.
"Tuan sangat beruntung memiliki istri yang begitu sangat cantik."ucap salah satu tamu yang begitu memuji kecantikan dari istri Tuan Leo.
Karina yang mendengarnya hanya membalas dengan senyuman sesekali menunduk dengan sopan. Setelah menikmati pesta, akhirnya acara selesai di pukul sebelas malam.
"Sepertinya aku harus pulang sekarang."pamit Luxy yang sedari tadi melihat jam tangan di tangan kirinya.
"Kalau ada apa-apa kabari aku lagi ya."ucap Luxy dengan senyuman ke arah Karina dan Om-nya.
"Iya."jawab singkat Karina yang masih terlihat kesal dengan ulah temannya.
Rasanya tubuh Karina terasa remuk karena saking lelahnya menyambut tamu,saat keluar dari ballroom diluar sudah banyak wartawan menyerbu mereka memfoto mereka berdua.
Leo menarik Karina masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menunggu mereka.Karina langsung menghela nafas panjang.
"Akhirnya selesai juga."ucap Karina yang merasa lega.
"Belum selesai."jawab Leo, Karina langsung menulis kearah Leo dengan tatapan tajam.
"Kita pulang ke rumahku sekarang."ucap Leo yang langsung memutuskan untuk segera pulang ke rumah pria itu.
"Kenapa Om begitu tenang,kenapa tidak ada rasa ketakutan jika nantinya rahasia ini akan terbongkar dan akan menjadi konsumsi publik tentang pernikahan palsu ini?"pertanyaan itu masih menghantui pikiran Karina, Kenapa pria di sampingnya begitu tenang menanggapi kejadian itu.
"Jangan terlalu panik, tidak akan ada orang lain yang tahu tentang ini. Cukup kita berdua Dan Luxy, apa yang terjadi malam ini adalah rencana Luxy sendiri."jawab Leo dengan santai.
Karina masih tak percaya, pria di sampingnya terlihat begitu tenang tanpa ada rasa ketakutan jika nantinya pernikahan mereka hanyalah palsu.
Karina duduk di samping suaminya dengan arah pandang memandang keluar di jendela mobil. Sesekali ia memejamkan mata, seperti ada sesuatu yang menghantam kepalanya.
"Kenapa nasibku seperti ini."batin Karina yang merasa hidupnya penuh dengan masalah dan kini dia harus menjadi pengantin palsu dan harus menikah dengan seseorang yang belum dia kenali.
Mobil akhirnya memasuki sebuah kawasan elit yang dijaga tetap oleh pria berbadan kekar. Gerbang besar terbuka perlahan-lahan dan mobil berhenti tepat di depan Mansion megah bergaya Eropa klasik.
"Ini bukan rumah, tapi lebih mirip dengan istana."batin Karina yang melihat rumah mewah begitu besar dengan halaman yang begitu luas nampak memperlihatkan kemewahan Mansion.
Mereka berdua langsung keluar dari mobil dan didepan pintu utama mereka sudah disambut oleh beberapa pelayan.
"Selamat datang Tuan Leo."sapa para pelayan yang dari mereka membungkukkan badannya.
"Selamat datang Nyonya."sapa salah satu pelayan itu dengan senyuman.
Reaksi Karina hanya menganggukkan kepala dengan memberikan senyuman kepada mereka.
"Apa semua sudah siap?"tanya Leo kepada mereka.
"Sudah tuan, kami sudah siapkan kamar sebelah untuk Nyonya."jawab salah satu dari mereka.
"Kamar sebelah."batin Karina yang nampak kebingungan dengan apa yang mereka katakan.
Leo langsung lirik ke arah istrinya,"Ikut aku ke ruang kerja."Leo akhirnya pergi menuju ruang kerjanya bersama istrinya, keduanya tampak duduk santai di sofa dekat meja kerjanya.
Leo duduk didekatnya,hingga membuat aroma parfum makin terasa.
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif