NovelToon NovelToon
Satu Arah

Satu Arah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Haiii, Ganteng. Lagi joging, ya?" sapa Agatha setelah berada di depan Elvano. Kepalanya mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Senyuman lebar tersungging di bibir manisnya.

Elvano berdecak malas. "Menurut lo? Udah tahu, masih aja nanya."

Selain dingin dan tidak pandai berekspresi, mulut Elvano juga sedikit tajam, membuat siapa pun yang mendengar ucapannya merasa sakit hati.

"Galak banget," cibir Agatha.

***

Ketika secercah cahaya datang menghangatkan hati yang telah lama membeku, akankah mereka dapat bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 - Pindah

Elisa menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah Elvano. Akhir-akhir ini pemuda itu sering sekali melamun. Selalu tidak fokus ketika diajak berbicara. Selalu diam ketika ditanya. Elisa benar-benar tidak mengerti ada apa dengan Elvano. Pemuda itu terlalu tertutup. Sangat sulit menebak apa yang ada di kepalanya itu.

Sama seperti saat ini. Mereka sedang berada di kelas. Suasana ramai karena jam kosong pun tidak membuat Elvano berhenti melamun. Pemuda itu menatap tajam pada bolpoin yang ada di genggamannya. Seolah-olah sedang melampiaskan perasaan lewat benda kecil tak bersalah itu.

"Van, Vano?" tidak ada jawaban meski Elisa memanggilnya beberapa kali. Karena kesal Elvano terus mengabaikannya, gadis itu mengguncang bahu Elvano dengan keras.

"Elvano!"

"Hm?" Elvano tersentak, seketika menatap Elisa dengan alis berkerut.

"Kenapa?" tanya Elvano.

"Kamu yang kenapa? Bengong aja dari tadi," tanya Elisa dengan lembut. Dia tahu Elvano menyembunyikan sesuatu.

"Enggak," jawab Elvano singkat. Wajahnya tetap datar seperti biasanya. Tatapannya tertuju pada papan tulis yang penuh dengan coretan teman-temannya.

"Aku perhatiin kamu tambah pendiem." Elvano memang pendiam, tetapi kali ini pemuda itu terlihat berbeda. Bahkan mungkin sangat jarang berbicara, terhitung sudah tiga hari Elvano seperti itu.

"Maksudnya?" Elvano mengerutkan keningnya, dia merasa tidak ada yang berbeda dari dirinya.

"Kamu berubah. Sering gak fokus, sering ngelamun sendiri." Elisa ingin sekali menjadi pendengar bagi Elvano. Gadis itu ingin Elvano sedikit terbuka padanya. Selama ini, pemuda itu selalu memendam perasaannya sendiri. Elisa hanya ingin menjadi sandaran bagi pemuda itu. Sama seperti ketika Elisa terluka, Elvano selalu ada untuknya.

"Perasaan kamu aja," ujar Elvano dingin.

"Enggak, itu kenyataannya. Kamu kenapa, sih?" Elisa lelah terus bertanya seperti ini. Namun, gadis itu tidak bisa melihat Elvano yang seperti ini. Seolah-olah tidak bersemangat untuk hidup.

"Gak ada apa-apa."

"Kalau ada apa-apa itu cerita. Jangan diem aja dong! Kan aku gak tau kamu kenapa tiba-tiba kaya gini!" Elisa menghela napas lelah.

"Gak ada apa-apa, Elis." Elvano mengusap kepala Elisa pelan, berusaha mengatakan pada gadis itu bahwa dia baik-baik saja.

"Yaudah, terserah. Aku capek ngomong sama kamu!" Elisa menyerah. Lagi-lagi dia gagal membuat Elvano terbuka.

"Gak usah ngomong."

"Tau, ah!"

Elvano diam, tidak ingin melanjutkan pembicaraan yang akan semakin membuat pikirannya berkecamuk.

...***...

Elvano sedang berada di rooftop saat ini. Dia butuh angin segar untuk menjernihkan pikirannya yang kacau. Pemuda itu berdiri menatap keramaian di bawah sana. Beberapa anak laki-laki sedang bermain basket di lapangan.

Beberapa saat kemudian ada seseorang yang datang. Lucky menepuk pundak Elvano dan berdiri di sebelahnya.

"Ternyata di sini. Ngapain, lo?" Elvano menghilang sejak bel istirahat berbunyi. Tidak biasanya pemuda itu pergi tanpa memberitahunya atau Farhan.

"Gak ada."

"Lagi galau ya?" Lucky terkekeh geli.

"Seorang Elvano yang terkenal sebagai makhluk sedingin es ternyata bisa galau," ledek Lucky. Puas sekali melihat Elvano seperti ini.

"Sembarangan, lo!" ketus Elvano.

"Jujur aja kali. Gue tau lo lagi mikirin Agatha," ujar Lucky. Pemuda itu merangkul bahu Elvano dengan erat. Sahabatnya itu memang sangat bodoh.

"Sok tau, lo!" Elvano masih mengelak. Dia belum menemukan jawaban yang tepat tentang perasaannya. Apakah dia benar-benar menyukai Agatha atau tidak.

"Gue emang tau. Kelihatan juga dari tingkah lo yang berubah karena gak ada Agatha." Tentu saja Lucky menyadarinya. Hampir tiga tahun mereka berteman, tentu Lucky sangat mengenal Elvano.

"Berubah gimana, hah?" tanya Elvano ketus. Tadi Elisa, sekarang Lucky. Ada apa dengan orang-orang disekitarnya itu?

"Lo lebih banyak diem, walaupun biasanya emang pendiem."

"Gue gak merasa gue berubah."

Lucky berdecak kesal, "Susah ya ngomong sama lo."

"Gak usah ngomong," ketus Elvano. Jika memang mereka lelah berbicara padanya mengapa tidak diam saja?

"Sebenernya gue cuma mau ngasih tau, Agatha gak masuk karena emang udah pindah ke Bandung." Lucky menyembunyikan senyumnya ketika melihat Elvano yang langsung menoleh menatapnya.

"Pindah? Kenapa?" tanya Elvano tanpa sadar. Jantungnya berdetak lebih kencang. Hatinya mengatakan bahwa Agatha tidak mungkin pergi meninggalkannya.

"Nah, kan! Ketahuan lo," ledek Lucky. Matanya berkilat jahil, ingin sekali menertawakan Elvano yang ternyata sangat bodoh.

"Diem!" ujar Elvano dingin.

"Gue gak tau kenapa Agatha pindah. Gue denger dari Chacha. Sekarang lo seneng kan gak ada yang gangguin lo?" tanya Lucky, senyuman miring tersungging di bibirnya.

"Seneng, lah!" ketus Elvano. Matanya menatap tajam murid-murid yang masih bermain basket di bawah. Jantungnya bergemuruh, otaknya hanya memikirkan Agatha dan Agatha. Dia terus bertanya-tanya dalam hati, benarkah Agatha pergi?

Lalu sekarang bagaimana? Disaat dia mulai yakin dengan perasaannya, tapi ternyata Agatha sudah pergi. Apa dia sudah terlambat?

"Yaudah gue pergi. Laper, mau ke kantin." Lucky menepuk pundak Elvano dua kali sebelum pergi meninggalkan pemuda itu dengan senyuman lebar.

Setelah kepergian Lucky, Elvano menatap langit dengan pandangan gelap. Perkataan Lucky terus berputar-putar di kepalanya. Seharusnya ini menjadi kabar baik untuknya, kan?

"Aarrgghhhh, lama-lama gue bisa gila!" teriak Elvano sembari mengacak-acak rambutnya frustrasi.

...***...

Suka banget lihat El frustrasi (◕ᴗ◕✿)

1
Dey Desuka
Alhamdulillah luar biasa bahagiaaa😄
Dey Desuka
woyy thorrr umurku tahun ini 38 tahun, tapi malem ini berasa balik lagi jadi 17 tahun karenamu..... nostalgia ku bayangin aku SMA si hantan🤣 gile gak tuh🤣🤣🤣
Ulfa Monalisa
Sandi
Ulfa Monalisa
jadi keinget sama nenekku🥹🥹
Ulfa Monalisa
👍👍👍👍
Ulfa Monalisa
Aku juga pengen 🤭🤭
Ulfa Monalisa
Oke guys...
daripada panjang2 bosan bacanya 🙏
Ulfa Monalisa
Awal yang kerennnn👍👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
udah tamat si tapi kok ngak sampai nikah 🙂
Aegis: kenapa gak sekalian sampe meninggal aja🥴
total 1 replies
Anna Andriani
cewe Bego, udah d tolak d kasih harepan malah Nerima aja
Anna Andriani
terlalu bertele bertele, cewe nya bego juga
Paon Nini
tim belajar yang bener biar g bego
Paon Nini
ya g tau wkwkwkw
lagian kamu beluk jadi pacarnya mau gimana lagi selain berenti. kamu mau diganggu terus sama cowok yang ngak kamu suka? cegil boleh berkelas harus 🥴
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕡𝕖𝕣𝕒𝕤𝕒𝕒𝕟 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕖𝕝𝕦𝕒𝕣𝕘𝕒 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕔𝕦𝕞𝕒 𝕞𝕒𝕞𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜𝕟𝕪𝕒𝕟𝕕𝕠𝕒𝕟𝕘 𝕘𝕒 𝕡𝕖𝕣𝕟𝕒𝕙 𝕒𝕕𝕒 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕙 𝕡𝕒𝕡𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕨𝕒𝕒𝕙𝕙 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕓𝕒𝕝𝕚𝕜 𝕓𝕖𝕟𝕔𝕚 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕥𝕖𝕣𝕟𝕪𝕒𝕥𝕒 𝕘𝕒 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕚𝕜 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕕𝕖𝕜𝕖𝕥𝕚𝕟 𝕒𝕘𝕒𝕥𝕙𝕒 𝕡𝕒𝕕𝕒𝕙𝕒𝕝 𝕚𝕓𝕝𝕚𝕤 𝕓𝕖𝕣𝕞𝕦𝕜𝕒 𝕕𝕦𝕒.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕠𝕨𝕙 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚 𝕞𝕖𝕝𝕒𝕥𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕚𝕟𝕘𝕖𝕥𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕦𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒/𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒 𝕥𝕖𝕞𝕖𝕟 𝕤𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕪𝕘 𝕜𝕒𝕥𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕔𝕒𝕟𝕥𝕚𝕜 𝕚𝕥𝕦 𝕨𝕒𝕜𝕥𝕦 𝕘𝕖𝕟𝕘𝕤 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕟𝕘𝕠𝕓𝕣𝕠𝕝 𝕕𝕚 𝕜𝕒𝕟𝕥𝕚𝕟, 𝕞𝕒𝕦 𝕟𝕪𝕖𝕓𝕦𝕥 𝕟𝕒𝕞𝕒 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕕𝕚𝕒 𝕒𝕛𝕒 𝕝𝕦𝕡𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕞𝕡𝕦𝕦𝕟.🤣🤣
𝕞𝕒𝕒𝕗 𝕪𝕒 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕛𝕕 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕜𝕖𝕥𝕦𝕕𝕦𝕙 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕜𝕦.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕓𝕖𝕟𝕖𝕣 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕥𝕣𝕤 𝕪𝕘 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒 𝕪𝕒... 𝕘𝕒 𝕞𝕦𝕟𝕘𝕜𝕚𝕟 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕜𝕒𝕟.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕒𝕟𝕖𝕙 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕟 𝕦𝕥𝕒𝕞𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕜𝕠𝕜 𝕞𝕚𝕟 𝕓𝕒𝕟𝕘𝕖𝕥 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕓𝕒𝕔𝕒, 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕡𝕖𝕣𝕖𝕞𝕡𝕦𝕒𝕟𝕟𝕪𝕒 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕔𝕠𝕨𝕠𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕡𝕒𝕤𝕣𝕒𝕙 𝕤𝕒𝕛𝕒.👎👎
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙨𝙖𝙣𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝?🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙩𝙝𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙩𝙧𝙨𝙗𝙮𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙗𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙙𝙪𝙧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!