NovelToon NovelToon
Heavenly Earth

Heavenly Earth

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

💞💞💞💞💞💞💞💞💞

jika kalian menikah nanti, Oppa ingin kalian tinggal disini, bagaimana?

Tak ada jawaban dari pasangan itu, hanya anggukan kepala dan senyum terbaik yang bisa mereka berikan sebagai jawaban dari permintaan pria baya itu.

Usai mengobrol banyak hal mulai dari yang tak penting sampai hal rumit sudah Oppa dan kahyangan bicarakan, kini saatnya mereka makan malam bersama.

Empat orang dari dua pasangan itu menyantap hidangan makan malam di selingi perbincangan ringan sampai tak terasa makanan pun tandas tak tersisa.

"Oppa, kami pamit ya" Ucap Bumi pada kedua orang tua papanya itu.

"Baiklah, hati-hati dijalan" pesan Oppa dan Omma.

Setelah berpamitan, Bumi langsung mengantar kekasihnya itu untuk pulang, ia tak biasa membawa Kahyangan hingga larut malam, pukul sepuluh adalah batas maksimal mereka bersama karna keduanya cukup sadar diri dengan kesibukan mereka esok paginya.

.

.

.

"Mampir dulu, sayang" tawar Kahyangan pada Bumi.

"Lain kali, aku langsung pulang aja ya" tolaknya halus.

"Ok, aku masuk dulu ya"

Bumi mengangguk, ia meminta gadisnya itu masuk kedalam dekapannya.

Tubuh merekapun kini saling memeluk sebelum akhirnya berpisah.

Di ciuminya pucuk kepala Kahyangan berkali-kali dengan begitu lembutnya.

"Langsung istirahat ya, jangan nonton drama terus" pesan Bumi

"Emang kenapa?" tanya Kahyangan

"Hubungan kita aja udah banyak drama, sayang" kekeh Bumi.

Keduanya tertawa masih di dalam mobil.

"Aku turun ya, kamu hati-hati dijalan" ucap gadis itu.

Setelah mencium kening dan dua pipi Yayang, akhirnnya mereka berpisah.

Bumi tak langsung pulang sebelum kahyangan benar-benar masuk kedalam rumahnya.

.

.

.

.

Mobil mewah Bumi kini membelah jalan raya ibu kota, jarak rumah kahyangan dengan apartemen orangtuanya memang cukup jauh, tapi jarak itu tak pernah menjadi penghalang untuk ia selalu datang menemui gadisnya karena jarak yang sesungguhnya jauh lebih melelahkan.

Hampir satu jam akhirnya kereta besi miliknya sudah terparkir di area apartemen, ia langsung melangkah kan kakinya menuju lift, kotak besi itulah yang akan membawanya pada tempat ia tinggal selama ini, tempat dimana ia begitu banyak menerima curahan kasih sayang yang berlimpah dari orang tua dan saudara kembarnya.

.

..

"Maaaah " Sapa Bumi saat melihat Melisa keluar dari dapur dengan nampan berisi satu cangkir diatasnya.

"Baru pulang sayang" balas Melisa setelah menerima ciuman dari si tengah tepat di pipi kanannya.

"Iya, segini juga aku gak mampir dulu kerumah Yayang, aku langsung pulang" kekeh Bumi

"Hem, udah hampir seharian dirumah Oppa emang belum puas?" goda Melisa.

"Mana ada puasnya mah, kalo bisa udah aku halalin deh biar bisa sama-sama terus"

"Amiin sayang" ucap Melisa.

Keduanya kini menaiki tangga menuju lantai dua setelah Melisa meminta anaknya itu untuk menemui Reza di ruang kerjanya seusai dengan permintaan pria itu pada sang istri tadi.

Bumi yang langsung merasakan tak enak hati sedikit ragu saat ingin membuka pintu.

"Gak apa apa, temuin dulu papa ya" ujar Melisa yang tahu kini Bumi mendadak resah.

CEKLEK...

Pintu terbuka lebar, di lihatnya Reza sedang berkutat dengan laptop di atas meja kerja kacanya.

"Pah" sapa Bumi.

Reza menoleh lalu membuka kacamatanya, ia tersenyum saat melihat anak dan istrinya sudah ada didalam ruang kerjanya.

"Udah pulang?" tanya Reza pada si tengah.

"Iya, Pah baru sampe, ada apa?" tanya Bumi langsung, ia tahu kebiasaan papanya yang tak mungkin meminta anak anaknya masuk kedalam ruangan ini jika tak ada hal yang penting untuk di bicarakan.

"Apa kabar Kahyangan?" tanya Reza.

"Baik, Pah" jawab Bumi, kini mereka bertiga sudah duduk di sofa Sling berhadapan

"Hubungan kalian?" tanya Reza lagi.

"Masih baik juga, gak ada masalah apapun"

Reza mengangguk paham, ia menghela nafasnya saat melirik KHUMAIRAHnya menunduk lesu.

" Belum capek, kak?" sindir Reza dengan tatapan sulit di artikan.

"Apa kakak harus jawab? sedang kakak rasa papa tau jawabannya" ucap Bumi.

"Masih nekat bertahan? atau mau sedikit demi sedikit mundur sesuai aturan?" tegas Reza.

"Pah..." lirih anak itu semakin resah dan takut.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Mama sama Papa mau nagih janji kamu sekarang, boleh?

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Wah.

Akan ada perdebatan beda pendapat antara Oppa singa sama papa gajah 😂😂😂😂

Siapa ya bakalan cebong turutin ya??

Kalian team mana 🤭🤭🤭

Like komen nya yuk ramai kan ❤️

1
Rista Awwalina
keren
mommy neng
aku baru mampir baca ini thor.. setelah baca judul lain2nyaa heehee
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
SNN 💠
/Good/
SNN 💠
Sombong...
Maritanias
😘
Desi Lestari
cerita Mitha dan Iqbal ada gak
Amelia suhartono
aku selalu suka karya mu,singkat, padat,suka suka pokok nya😊
Jumi Eko
Bagus
kalea rizuky
ne nanti ibunya samudera bukan sih
kalea rizuky
waduh yusuf murtad demi merlyn
Dewi Utami
asli buat nguras air mata saat baru baca.
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.
Hardiana Rahim
gila berjamaah ini mah😂😂😂
Hardiana Rahim
bahas apaa sih🤔😁
Sipora Ira
Luar biasa
Sipora Ira
Buruk
ibeth wati
ya Alloh kok bisa nangis ya AQ wlo ini hny cerita novel ada rasa haru dan bahagia
Lulu embul
Astaghfirullah mak othor 🫣🫣😂😂
Lulu embul
jiplakan bumi banget 🤪🤪🤪
Lulu embul
Ngalahin bapaknya Oey..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!