Pernikahan Kenan dan Calista selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan masa lalu Kenan pada Olivia, adik kandung Calista. Kenan yang beberapa bulan sebelum menikah dengan Calista salah memasuki kamar Olivia dan menyangka wanita yang tidur adalah Calista yang akhirnya membuat Olivia hamil. Lima tahun kemudian Kenan akhirnya bercerai dengan Calista, lalu menikah dengan Olivia. Calista yang dendam pada Olivia lalu menikah dengan Leo, tunangan Olivia yang dia rebut. Namun perjalanan rumah tangga Calista tidaklah mudah dan selalu dibayangi oleh dosa masa lalu yang telah mereka lakukan. Bahkan Calista juga dimadu dengan sekretaris Leo yang bernama Giselle meskipun akhirnya Leo dan Giselle bercerai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vansh adalah Putraku
Sudah tiga bulan lamanya Olivia menghindari Kenan. Meski masih berada dalam satu rumah. Olivia selalu bisa menghindar darinya, terutama saat akan berangkat dan pulang dari kantor. Apalagi kini Olivia telah menjalin hubungan dengan Leo, dia juga telah membeli mobil pribadi, sehingga sangat sulit bagi Kenan untuk membuat alasan agar bisa berduaan dengan Olivia.
Saat ini, Vansh juga lebih sering menghabiskan waktunya dengan Gisa, baru ketika akhir pekan dia pulang ke rumah Herman dan menghabiskan waktunya dengan Olivia dan Leo. Leo juga tampak menyayangi Vansh, dan dia memanggilnya dengan sebutan Daddy.
Kenan yang melihat kedekatan mereka lebih memilih pulang ke rumahnya saat akhir pekan dan berkeluh kesah dengan Gisa, karena saat ini Alena telah pulang ke Australia.
"Sabar sayang, jika Olivia memang jodohmu, maka dia akan kembali padamu. Namun jika bukan, ikhlaskan dia Nak, dan biarkan semua mengalir sesuai rencana Tuhan."
"Iya Ma." kata Kenan dengan begitu lemas.
Kenan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Herman. Calista yang kini sudah mulai bisa berjalan pun menghampirinya.
"Kau darimana Kenan?"
"Dari rumah mama."
Dia lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Calista dan Herman. Calista lalu ikut menghampirinya ke dalam kamar, kemudian memeluk Kenan dari belakang.
"Sayang, berikan aku kesempatan. Aku ingin hubungan kita kembali lagi seperti dulu, ayo kita memulai semuanya dari awal Kenan." kata Calista sambil memeluk dan menciumi punggung Kenan.
"Lepaskan aku Calista."
"Apa kesalahanku begitu besar padamu Kenan sehingga kau tega berbuat seperti ini padaku? Kemana rasa cintamu dulu? Kemana Kenan yang dulu kukenal begitu mencintaiku?"
"Rasa cintaku untukmu sudah mati Calista, dan ingat aku tetap akan menceraikanmu, aku sudah memasukkan gugatan ceraiku sejak dua bulan yang lalu."
"Kenapa kau begitu kejam padaku Kenan?"
"Kau yang membuatku berbuat seperti ini."
"Paapaaaaaa." kata Vansh sambil membuka pintu kamar Calista.
"Vansh kau sudah pulang? Hari ini kamu sepertinya begitu bahagia sayang." kata Kenan.
"Tentu Pa, Mommy dan Daddy sudah mengajak Vansh berjalan-jalan kemanapun yang Vansh inginkan."
"Bagus Vansh." kata Kenan sambil menahan rasa sakit di hatinya yang membayangkan Olivia berkencan dengan Leo.
"Tapi ada sesuatu yang kurang Papa."
"Apa itu sayang?"
"Vansh kangen sama Papa." kata Vansh sambil memeluk Kenan.
"Papa juga kangen sama Vansh." jawab Kenan sambil membelai rambut Vansh. Calista yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa mencibir.
"Papa, bolehkah malam ini Vansh tidur dengan Papa?"
"Tentu boleh Nak."
"TIDAKKKK." Jawab Calista.
"Apa-apaan ini Calista, Vansh hanya ingin tidur denganku dan kau menolaknya."
"Tapi tempat tidur kita hanya cukup untuk dua orang Kenan."
"Ya sudah kita tidur di kamar Papa di rumah Oma Gisa saja." kata Kenan sambil menggandeng tangan Vansh untuk keluar dari dalam kamar, dan melewati Herman yang sedang duduk sambil membaca koran.
Calista lalu menyusul Kenan dan Vansh keluar dari dalam kamar, dan mencegat tangannya untuk tidak pergi.
"Tetap di sini Kenan."
"Maafkan aku Calista, tapi malam ini aku ingin tidur bersama Vansh."
"Kenan, kenapa kau lebih memilih anak itu dan meninggalkanku begitu saja! Apa istimewanya anak itu? Dia hanyalah anak haram milik Olivia, kita bahkan tidak tahu siapa Ayahnya, dan kau mau saja dibodohi untuk menutupi aib Olivia."
Kenan lalu menyuruh Vansh untuk pergi ke rumah Gisa terlebih dahulu karena dia tidak ingin Vansh melihat pertengkaran antara dirinya dan Calista.
"Calista jaga bicaramu, Olivia tidak seperti yang kau bicarakan!!" kata Kenan.
Herman hanya bisa diam melihat pertengkaran di depan matanya. Sejak mendengar kata-kata Gisa, dia sudah tidak mau ikut campur lagi masalah rumah tangga anaknya, karena dia tidak ingin menyakiti salah satu pihak.
"Memang kenyataannya seperti itu! VANSH ADALAH ANAK HARAM DARI OLIVIA."
"CALISTA JAGA BICARAMU!!! VANSH ADALAH ANAK KANDUNGKU, DENGARKAN BAIK-BAIK. VANSH ADALAH ANAK KANDUNGKU, DARAH DAGINGKU!!! AKU YANG TELAH MEME*KOSA OLIVIA DULU!!!"
Kenan berteriak dengan begitu menggebu-gebu. Herman begitu terkejut mendengar kata-kata Kenan, sedangkan Calista tubuhnya terhempas jatuh ke lantai.
"Tidak mungkin." kata Calista lemas.
"Maafkan aku Calista, tapi inilah kenyataannya. Aku yang telah memer*osa Calista, malam itu saat ulang tahunmu, aku mengendap-endap masuk ke kamarmu, namun ternyata aku salah masuk ke dalam kamar Olivia. Saat itu aku mabuk karena dalam pengaruh magic mushroom, dan aku tak dapat mengendalikan tubuhku, lalu musibah itu pun terjadi. Aku sudah memeko*a Olivia." kata Kenan dengan lemas. Olivia yang kini ada di dalam ruangan itu pun menangis sambil bersimpuh di lantai.
"Perlu kamu tahu Calista, Olivia telah banyak berkorban untuk kita, dia bahkan sudah menanggung semua kepahitan dalam hidupnya sendirian. Jadi kamu tidak pantas untuk menghina Olivia maupun Vansh." kata Kenan sambil berjalan ke arah Herman lalu bersujud di kakinya.
"Maafkan Kenan Pa, Maafkan Kenan telah menghancurkan masa depan Olivia." kata Kenan. Wajah Herman begitu dipenuhi kemarahan, matanya menatap tajam ke arah Kenan yang kini bersimpuh di depannya. Dia lalu mulai melayangkan tangannya pada Kenan, namun ayunan tangannya terhenti.
"Olive." kata Herman saat melihat Olivia memegang tangannya.
"Jangan Pa, ini juga kesalahan Olive, bukan hanya Kenan."
"Apa maksudmu Olivia?"
"Maafkan Olive Pa, malam itu Olive juga melayani naf*u bejad Kenan karena pada saat itu Olive sudah jatuh cinta pada Kenan, jadi ini semua bukanlah kesalahan Kenan semata. Tapi Olivia juga ikut bersalah." kata Olivia sambil ikut mengiba dan bersimpuh di depan Herman. Tubuh Herman pun mematung, dia begitu bingung dengan kenyataan yang dihadapi saat ini. Lalu akhirnya dia pergi masuk ke dalam kamar meninggalkan Olivia dan Kenan yang masih bersimpuh di depannya.
"Dasar wanita ja*ang." kata Calista sambil menjambak rambut Olivia.
"Hentikan Calista, jangan sakiti Olivia!!!" kata Kenan sambil melepaskan tangan Calista di rambut Olivia.
"Mau apalagi kamu Kenan? Jadi selama ini kalian sudah bermain di belakangku?"
"Tidak Calista, kami tidak pernah berselingkuh! Memang saat ini aku mencintai Olivia, itupun setelah tahu jika dialah yang membalas surat cintaku untukmu!"
"Oooh pantas saja kau begitu dingin padaku Kenan, ternyata kau telah jatuh cinta pada adikku. Kalian berdua sungguh luar biasa. Licik dan berbisa!!!"
"Terserah kau Calista, katakan apa yang kau mau, tapi jangan coba-coba untuk menyakiti Olivia dan Vansh. Atau kau akan kubuat menyesal jika berani menyakiti mereka berdua." kata Kenan sambil menunjuk wajah Calista.
"Kau ternyata juga bodoh Kenan, bisa saja Olivia berbohong padamu dan mengaku-ngaku jika Vansh adalah darah dagingmu? Bagaimana jika Vansh adalah hasil hubungan gelap antara Olivia dengan laki-laki lain? Lihat saja baru beberapa bulan tinggal di sini dia sudah memiliki seorang kekasih." kata Calista sambil melirik ke arah Olivia yang masih menangis di samping Kenan.
"Sudah kukatakan jangan menyakiti hati Olivia."
"Cobalah berfikir dengan jernih Kenan, jangan mau dibodohi oleh Olivia. Bagaimana jika Vansh bukan darah dagingmu." kata Calista sambil menyunggingkan senyum liciknya.
"Calista jaga bicaramu, jangan pernah menghina Vansh karena aku memiliki ini sebagai bukti jika Vansh adalah darah daging Kenan." kata Gisa sambil masuk ke dalam rumah dan menghampiri Calista.
ta vote Thor ✌️
bagus Thor perubahan karakter nya dari sangat jahat tidak selamanya menjadi penjahat 👍🌹
aku suka itu.....
jadi kesal