Dor...
Suara tembakan terus mengalun dari beberapa musuh Juan Rayen.
"Serang mereka, jangan sampai mereka lolos!" seru Juan Rayen.
Dor..
Dor..
"Bunuh pria itu!!" seru beberapa mafia yang menyerang Juan Rayen dan kelompoknya.
Di tempat lain..
"Kau sudah selesai operasi?" tanya Harold.
"Aku baru selesai." jawab Samantha Violet.
"Apakah kau seorang Dokter?" tanya seorang pria yang tiba-tiba datang di depan Samantha dan Harold.
Samantha, seorang Dokter muda dengan kehebatan di dua bidang. sebagai seorang Dokter juga seorang desainer.
Sedangkan Juan adalah seorang yang peng usaha yang selalu menjadi incaran para mafia.
"Iya," jawab Samantha.
"Bawa dia!" seru Juan yang kemudian menyuruh para anak buahnya untuk menculik Samantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memesan baju di butik Samantha
Sehari kemudian
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Samantha kepada Juan.
"Aku mau membeli pakaian, tapi aku mau kau yang mendesain sendiri." jawab Juan.
"Heh... Memangnya rencana apalagi yang kau jalankan? Apakah kau mau berbaik hati padaku setelah itu mencuri semua dokumen butikku atau kau ingin menjatuhkan ku dengan sesuatu?" tanya Samantha dengan tatapan mata yang penuh selidik.
"Tenang saja, aku tidak akan menggunakan cara licik seperti itu." jawab Juan.
"Benarkah?" tanya Samantha.
"Walaupun aku memang menginginkan butik milikmu dan gudang yang sekarang menjadi tempatmu beroperasi..tapi aku tidak akan menggunakan cara licik untuk mengambil barang orang lain." jawab Johan.
"Lalu kau mau apa ke sini?" tanya Samantha.
"Aku kan sudah bilang, aku akan membeli pakaian di tempatmu. jadi aku ingin kau mengukur pakaian yang ingin aku beli." jawab Juan.
"Diluar banyak sekali pakaian, lalu Mengapa kau tidak memilihnya sendiri." ucap Samantha.
"Aku ingin pakaianku bukan ukuran orang lain, Aku ingin kau mengukur pakaianku dengan ukuran tubuhku." jawab Juan dengan menunjukkan senyumnya yang begitu menggoda.
"Kalau kau menggoda wanita lain..mungkin dengan senyummu atau kekayaan mu akan bisa, namun jika kau merayu aku itu hanya sia-sia." jawab Samantha yang kemudian duduk di atas meja kerjanya.
"Kenapa kau malah duduk, sekarang kau ukur tubuhku karena aku ingin pakaianku kau yang membuatnya, mendesain nya dan mengaturnya untukku." ucap Juan yang membuat Samantha nampak mengangkat salah satu alisnya.
"Tidak ada alasan lain kah?" tanya Samantha.
"Mungkin aku memang masih menginginkan butik tempatmu, tapi aku akan menunggu kapan kau akan menjualnya padaku. tapi untuk Sekarang aku benar-benar ingin membeli pakaian yang kau desain sendiri khusus untuk ku." jawab Juan yang kemudian membuka jas yang dia pakai.
"Kamu apa?" tanya Samantha.
"Tentu saja aku akan membuka jas yang aku pakai, karena kau harus mengukur tubuhku." jawab Juan.
Akhirnya Samantha mengukur tubuh Juan, wanita itu dengan cekatan mengambil alat pengukur buku dan bolpoin.
"Sudah, Semuanya sudah aku ukur. sekarang kau pulanglah." ucap Samanta.
"Aku tidak mau pulang. aku akan menunggu pakaianku hari ini, walaupun sehari Akan kutunggu karena aku akan memakainya besok untuk rapat." ucap Juan yang membuat Samantha langsung melotot.
"Itu namanya kau ingin membunuhku, kau ingin memesan.. lalu hari ini harus jadi, kau kira pegawai ku tidak punya pekerjaan lain!!" seru Samantha.
"Kalau kau tidak mau ya sudah, aku akan menginap di sini agar kau mau menjahit pakaian itu!!" seru Juan yang membuat Samantha nampak memijit dahinya. belum juga reda dengan pening di kepalanya gara-gara ulah Juan..
Seorang pria sudah terlihat berada ada di kantor Samantha, dia adalah Yujin.
"Selamat siang Dokter!" seru Yujin kepada Samantha.
"Kau mau apa juga, kalian berdua ini mengganggu sekali!!" seru Samantha yang sudah menunjuk Yujin yang baru memasuki kantor Samantha.
"Apa maksudmu Dokter, Aku kesini mau bertemu denganmu dan berterima kasih karena kau telah merawatku dengan begitu baik." ucap Yujin yang kemudian duduk di kursi yang ada di ruangan Samantha.
"Segera ke sini!" seru Samantha yang sudah menelepon bawahannya tersebut.
"Ada apa, Nona?" tanya Joya yang sudah memasuki kantor Samantha.
"Bawa kedua pria pengganggu ini ke ruangan sebelah, aku ingin fokus dengan Semua pesanan desain kita!!" seru Samantha yang meminta Juan dan Yujin untuk pergi ke ruangan sebelah yang ada di butik Samantha.
"Aku tidak mau, kalau kau tidak membuatkan....." perkataan Juan yang belum selesai, terlihat Samantha langsung menatap pria itu.
"Kau pergilah terlebih dahulu, nanti aku akan menyelesaikan pakaianmu. aku akan memotong desain pakaian itu sendiri, aku ingin sendirian karena aku tidak fokus kalau ada orang lain!" seru Samantha yang membuat Juan langsung bersandar di tempat itu.
"Siapa kau?" tanya Juan kepada Yujin.
"Seharusnya aku yang bertanya, siapa kau..mengapa kau ada di butik Dokter Samantha?" tanya Yujin kau tidak usah tanya siapa aku karena aku tidak mau menjawabnya jawab Yujin.
"Sebaiknya kau pulang saja, nanti aku akan mengantarkan pakaian itu sendiri ke tempat mu." ucap Samantha.
"Benarkah?" tanya Juan.
"Iya, aku akan mengantarkan pakaian itu sendiri. lagian aku mau mengambil motorku." jawab Samantha.
Akhirnya Juan memutuskan untuk kembali ke perusahaannya, Sedangkan Yujin terlihat pria itu juga di usir oleh Samantha.
Ketika malam telah tiba.. terlihat Samantha sudah di jemput oleh salah satu supir pribadi Juan.
"Nona, ada supir pribadi dari tuan Juan." lapor Joya.
"Memangnya ada apa pria itu kemari?" tanya Samantha.
"Katanya mau mengambil pakaian dan menjemputmu." jawab Joya.
"Oya, aku lupa..tapi tadi aku bilang kalau aku akan kesana sendiri, lalu kenapa dia malah menjemputku?" ucap Samantha yang kemudian menemui supir pribadi Juan.
"Mari, Nona." ucap supir pribadi Juan yang sudah membuka pintu mobil tersebut.
Saat melihat Samantha... nampak supir pribadi Juan tersenyum.
"Pantas Tuan sangat tergila-gila pada wanita ini." ucap supir pribadi Juan.
"Oya, pak..jangan terlalu ngebut. nanti malah membuatku mual, dari tadi aku belum makan gara-gara Bosmu itu." ucap Samantha.
"Apakah karena pakaian itu, Nona?" tanya supir pribadi Juan.
"Tepat." jawab Samantha.
Akhirnya hari itu Samantha pergi ke tempat Juan, apalagi dia juga harus mengambil motor yang belum di kembalikan oleh Juan.
** bersambung **