Kita tak pernah tau dengan putaran waktu saat ini Aku tergila-gila padamu, bahkan sanggup menyingkirkan siapapun yang mendekati mu.
Tapi dimasa depan bisa jadi kamu yang selalu ingin berada dalam rotasi ku dan saat itu terjadi kau akan temukan Aku bukan lagi seorang wanita yang memikirkan tentang cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.i.s_desj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Aku Menemukan Mu...
..."Menemukan dirimu, bagai menghirup udara segar kembali setelah sekian lama nafas ku terasa sesak"...
............
"Aluna.." Ucap Raka pelan
Pak Karyo berlari tergopoh-gopoh memasuki ruangan "Maaf pak, saya ketua tim pemasaran disini, tolong maaf kan divisi kami yang tidak ada diruangan saat bapak berkunjung" nafas pak karyo tersenggal-senggal saat berbicara.
melihat Raka yang hanya diam, gluukkk pak Karyo menelan ludah nya dengan susah, ketakutan sudah menyelimuti hati nya, apakah surat pemecatan akan ada di meja kerja nya besok?
"Pak mohon maaf kan kami, tapi sungguh kami tidak keluar tanpa alasan, kami melakukan survey ke suplayer kita, kalau bapak tidak percaya..."
Raka mengangkat tangan nya tanda bahwa ia ingin pak Karyo berhenti berbicara.
"tapi pak sungguh ini bukan alasan saya saja ini.."
"Apa kau tak mengerti isyarat untuk diam" bentak Raka menghentikan perkataan pak karyo.
Bagi Raka suara pak Karyo mengganggu nya untuk merespon apa yang ada di hadapan nya saat ini.
"maaf kan saya pak" ucap pak karyo dengan menundukkan kepala nya.
"keluar... semuanya keluar dari ruangan ini" Raka mengatakan nya dengan nada dingin serta tatapan tajam menatap ke arah Aluna yang kembali menunduk.
tak ingin bom nya ini kembali murka satu persatu mereka meninggal kan ruangan.
Begitu pun dengan Aluna ia juga melangkah pelan menuju pintu keluar.
"Siapa yang menyuruh mu untuk keluar.... ALUNA" ucap Raka dengan penekanan kata pada namanya.
degggg Aluna berhenti melangkah, ia kembali berbalik dan menundukkan kepala, ini lah akhir nya apa hari ini juga Raka akan memecat ku, bagaimana nasib ku sekarang.
"Maaf pak saya ketua divisi disini, izin kan saya yang menjelas kan" pak karyo masih berusaha bernegosiasi dengan Raka.
"Keluar..." ucap Raka penuh penekanan.
Dengan berat hati dan tatapan meminta maaf pada Aluna pak Karyo juga akhirnya memelih keluar bergabung dengan karyawan lain nya.
Rasa nya Aluna ingin menangis saat ini juga, apa sebegitu dendam nya Raka pada nya hingga hanya dia yang dipermalukan seperti ini, apa ia akan dipecat.
Tidak dia tidak bisa memecat ku begitu saja, yang memperjakan aku disini adalah ayah nya, dia tidak berhak memecat ku.
Ayo Aluna berbicara dengan nada sopan pada Raka, iya benar aku akan meyakin kan dirinya, Aku bukan seperti dulu yang akan mengganggu nya.
"Pak.. saya.. " Aluna tidak mampu meneruskan ucapan nya saat Raka menatap nya dengan tatapan yang Aluna tak mengerti, tapi itu bukan tatapan marah atau pun benci tatapan ini sama saat terakhir mereka bertemu, yang sampai sekarang Aluna tak tahu itu artinya apa.
*****
Di luar ruangan Nola meremas telapak tangan, cemas akan nasib sahabat nya di dalam.
"Pak Karyo kenapa cuman Aluna aja yang ditahan" tanya Nola pada pak Karyo yang saat ini menyandarkan tubuh nya di dinding.
"diam lah Nola pikirkan nasib mu sendiri, kita berdua ini juga berada di ambang akan dipecat" jawab pak karyo lesu.
"tapi kita kan gak salah, tim pemasaran memang seperti itu tidak bisa hanya duduk diam di dalam kantor, apa orang itu tidak paham" kesal Nola yang mulai mengeluarkan uneg-uneg nya.
"sutttsss.. mulut mu ini benar-benar, bagaimana jika ada yang mendengar perkataan mu dan mengadukan pada pak Raka" ucap pak Karyo dengan menaruh jari nya di depan mulut.
"salah kita adalah kenapa ruangan divisi pemasaran benar-benar kosong, itu salah kita harus nya ada yang menunggu ruangan, aisshhh ini memang salah ku" keluh pak Karyo yang mengacak rambut nya dengan prustasi.
"loh itu kan salah bapak, kita hanya menuruti perintah" sambung Nola lagi.
"diam lah Nola, lebih baik kau berpikir mencari solusi nya" kini pak karyo telah mengubah posisi nya menjadi duduk.
Rupa nya Nola tak mendengarkan permintaan pak Karyo yang ada di otak nya hanya bagaimana keadaan Aluna sekarang, mengingat wajah Raka tadi seperti ingin menerkam orang.
"Lun kamu gak papa kan" ucap Nola pada diri nya sendiri dengan sesekali mengintip melalui celah kunci, meski yang terlihat hanya belakang tubuh Aluna.
****
Sementara di dalam Ruangan langkah Raka perlahan melangkah mendekat ke arah Aluna.
Tuk... tuk... tuk suara dari sepatu Raka bagai melodi menakut kan di telinga Aluna.
memejamkan matanya sebentar Aluna kembali berbicara dengan berusaha mengumpulkan sisa-sisai kepercayaan diri nya.
"Pak Raka saya hari ini tidak salah, sungguh saya dan Nola baru saja kembali dari survey lapangan secata langsung, tadi saya hanya mampir sebentar untuk beli minuman" Aluna berusaha berbicara dengan nada biasa namun tetap saja suara nya terdengar bergetar.
Aluna masih saja beranggapan bahwa Raka masih membenci nya seperti dulu.
Tidak bukan hanya suara nya, kaki nya pun sudah mulai bergetar kalau saja ia tak menyenderkan sedikit tubuh nya ke meja mungkin saja ia telah ambruk ke lantai.
ucapan Aluna tak membuat langkah Raka berhenti.
Raut wajah nya yang dingin tanpa suara membuat Aluna merasa terpojok kan dalam ruangan ini.
ingin sekali Aluna berlari pergi dari Ruangan ini.
melihat langkah Raka yang semakin mendekat, tubuh Aluna merespon dengan mencari arah dimana dia bisa membuat jarak dengan Raka.
Namun rupanya Raka tak mau mengalah ia tetap mengikuti arah Aluna dan memperkecil jarak diantara mereka.
"Pak saya hanya menuruti perintah, bapak tidak bisa menghardik saya sendirian" ucap Aluna dengan berjalan mundur setiap Raka melangkah maju.
"bapak jangan maju-maju, saya bisa teriak, meski bapak adalah atasan saya" bodoh Aluna kenapa kamu malah mengancam dirinya, harus nya kamu memohon maaf dengan bersilat lidah.
"maaf pak saya tidak bermaksud seperti itu, maksud saya lebih baik bapak bicara dengan jarak tadi saya akan dengarkan pak sungguh" ucap Aluna yang semakin terpojok kan sebab sebentar lagi tubuh nya akan membentur dinding itu tandanya ia tak bisa lagi melangkah mundur sedangkan langkah Raka kian pasti mendekat.
Sementara Raka ia sama sekali tak merespon perkataan Aluna, saat ini dada nya bergemuruh jantung nya berdetak dengan cepat, ia masih tak percaya gadis yang selama ini dia cari bekerja di perusahaan nya sendiri.
Kini jarak antara Raka begitu dekat hembusan nafas Raka terasa menerpa wajah Aluna.
Aluna berusaha menahan tubuh Raka dengan tangan nya, namun sedetik kemudian Raka memegang tangan Aluna dan menurun kan nya.
Canggung dengan suasana Aluna menundukkan kepala, ia tak mengerti dengan sikap Rasa saat ini.
Masih heran dengan apa yang terjadi, Aluna kembali terhenyak saat tubuh nya di bawa ke dalam pelukan Raka.
Raka begitu erat memeluk tubuh nya dengan sesekali mengecup puncak kepala.
"Akhir nya Aku menemukan mu.... SAYANG"
Dwiernawati
Dwiernawati
Dwiernawati
di(no spasi) kata kerja/kata sifat > dimiliki, ditinggal, dlsb.
jangan bosan buat belajar dan terus belajar.semangat berkarya.
next novel perbaiki tanda baca dan penulisan untuk nama. masih ada beberapa nama yg ga pake awalan huruf besar.
semangat berkarya
ahh sudahlah,,,mari kita mengkece dulu😎