NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Terpaksa Menikah Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tianse Prln

TERPAKSA MENIKAH DENGAN MANTAN—BALIK LAGI! SKUY BACA!

~•••~

Bagi Risa, Juna adalah pria yang tidak seharusnya ada di bumi ini. Selama sisa hidupnya, Risa berharap tidak pernah bertemu dengan Juna lagi.

Tapi, apalah daya Risa ketika takdir berkata lain. Ternyata ayah Risa dan ayah Juna adalah teman dekat, kedua pria paruh baya itu membuat sebuah perjanjian yang teramat kuno di jaman modern ini.

Sebuah perjanjian yang menjadikan Risa sebagai korban perjodohan.

Perjodohan, dimana Risa harus menikah dengan mantan pacar yang sangat di bencinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tianse Prln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Kita (bagian dua)

Pagi itu, Risa terlihat bangun lebih dulu. Gadis itu bangun sejak subuh tadi. Sudah menjadi kebiasaan bagi Risa untuk bangun pagi-pagi sekali.

Dengan senyum hangatnya, sehangat mentari pagi yang masih baru saja keluar dari tempat persembunyiannya.

Risa tampak melangkahkan kakinya menuju dapur rumah barunya. Sebuah ruangan yang akan menjadi tempat favorit bagi Risa.

Sesampainya disana, Risa terlihat berdiri sejenak, ia mulai merenggangkan tubuhnya, lalu kemudian melangkah mendekati kulkas dan membukanya.

“Wah, kulkas juga udah di isi penuh. Aku pikir masih kosong.” ucap Risa, matanya tampak berbinar bahagia melihat banyaknya bahan makanan yang telah ibunya siapkan di lemari es itu.

“Buat sarapan apa ya?” gumam Risa. “Omelette aja lah, sama fried rice.” ucap Risa menggunakan bahasa chef-nya.

“Juna suka makan telur enggak ya? Ah masa bodoh deh sama dia, kalau enggak suka ya udah suruh masak aja sendiri atau beli makan diluar.” kata Risa sembari mengeluarkan bahan-bahan yang akan ia masak menjadi omelette dan fried rice.

Setelah meletakkan bahan-bahannya ke atas meja, Risa pun meraih appron yang tersimpan di dalam lemari kecil dapur tersebut.

Dengan lihainya, Risa mulai mengupas, memotong dan mengiris bahan-bahan masakannya. Lalu setelah itu, ia mulai memasaknya satu-persatu.

Beberapa menit ia berkutat dengan bahan-bahan masakan dan alat-alat dapur, Risa pun akhirnya menyelesaikan masakannya dengan sempurna.

Setelah matang semua, Risa segera memindahkan masakannya ke dalam piring, lalu menatanya di atas meja.

Sebagai istri yang baik, Risa pun juga menata piring untuk suaminya yang tampaknya masil belum bangun juga. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh delapan menit.

“Selesai.” ucap Risa sembari melepaskan appronnya dan meletakkannya di dekat tempat cucian piring.

“Juna mana sih? Belum bangun juga ya? Ck, dasar pria, bangunnya lama banget. Jangan pikir aku mau masuk ke kamarnya buat bangunin dia.” gumam Risa.

Kemudian, Risa pun duduk di salah satu kursi makan, lalu mulai memakan sarapannya dengan tenang.

Selesai memakan makanannya, Risa terlihat menatap ke arah lantai dua, tempat dimana kamarnya dan kamar Juna berada.

“Sampai sekarang belum bangun juga? Dia itu emang beneran mirip kucing, kalo udah nempelin kepalanya di tempat nyaman, tidur berjam-jam pun berasa semenit doang.” ujar Risa sembari merapikan piringnya dan membawanya ke arah wastafel, lalu mulai mencucinya

“Pagi istriku.” sapa sebuah suara dari arah tangga yang terhubung ke lantai dua. “Wah, kamu jadi istri lumayan berguna juga ya, pagi-pagi aku udah nyium bau makanan.” katanya sembari mendekati meja makan dan mulai duduk di kursi meja makan tersebut.

Risa yang sedang mencuci piringnya, ia pun menoleh sekilas, terlihat Juna sudah berpakaian rapi dan tampak fresh, sepertinya pria itu sudah mandi dan berniat untuk pergi.

“Bangun juga kamu, aku pikir kamu bakal tidur abadi.” ucap Risa.

“Kamu itu seharusnya jadi istri bangunin suaminya, aku hampir aja bangun terlambat. Semalam juga lupa hidupin alarm.” kata Juna.

“Ngapain juga aku harus bangunin kamu, males banget.” ujar Risa sembari mengelap kering piring-piring dan peralatan masak yang telah ia cuci.

“Emangnya kamu mau pergi kemana sampai bilang hampir terlambat?” tanya Risa.

“Kerjalah. Kalau aku enggak kerja gimana mau nafkahin istri aku.” ujar Juna.

“Bukannya kamu udah ijin permintaan libur? Kok masih kerja?”

Juna yang tampak sedang sibuk memakan sarapannya, ia pun menatap ke arah Risa sejenak.

“Aku lupa kasih tau kamu. Aku ijin libur cuma dua hari. Hari ini udah kerja lagi. Kamu jangan kecewa ya.” ujar Juna.

“Kecewa jidat kamu itu. Ngapain juga aku kecewa. Lagian aku udah enggak heran lagi sama orang yang profesinya di bidang kesehatan. Apalagi dokter, sibuknya sepanjang masa.” kata Risa sembari mengelap tangannya yang sudah selesai mencuci piring.

“Ya pokoknya jangan kecewa karena baru nikah udah ditinggal kerja. Jangan ngadu sama ayah, papa, dan mama kamu juga.” ujar Juna.

“Udah aku bilang, aku mana mungkin kecewa. Enggak penting tau kecewa sama kamu, cuma bikin lelah hati aja. Aku juga bukannya orang yang suka ngadu. Tapi kalau nanti ayah mertua tau, juga jangan salahin aku, bisa aja di tau dari rekan-rekan kerja kamu. Secara kan kamu kerja di bawah pimpinan ayah kamu sendiri.” kata Risa.

“Kalau itu gampang, nanti kalau ketahuannya dari rekan kerja yang lain, aku bisa buat alasan. Asal kamu enggak ngadu, alasan aku pasti bisa diterima sama ayah.” ujar Juna sembari menggeser piringnya yang telah kosong.

“Ck, pasti mau bohong ke ayah.” ucap Risa yang kemudian melangkah pergi dari hadapan Juna.

“Eh, kamu mau kemana?” tanya Juna.

“Ke kamar aku lah.” jawab Risa sembari terus melangkah menjauhi ruang makan yang berada di dekat tangga.

“Kamu jangan pergi dulu, nanti aja ke kamarnya, bersihin dulu piring kotor bekas makan aku ini.” ujar Juna.

“Itukan piring bekas kamu makan, ya bersihin sendiri lah. Enak banget hidup kamu, udah dimasakin, tinggal makan, masih juga minta di cuciin piringnya, otak kamu itu yang nantinya malah aku cuci.” kata Risa yang telah menaiki tangga.

“Pokoknya kamu harus cuci piring kamu sendiri, itu salah satu aturan kita tinggal seatap. Kalau sampai enggak kamu cuci terus enggak kamu rapiin itu meja makan. Aku enggak akan kasih kamu makan masakan aku lagi.” ujar Risa yang kemudian menghilang dari balik tangga.

“Ck, dasar perhitungan banget sih rubah betina itu.” keluh Juna.

Pria itu pun kemudian berdiri dan membawa piring bekas makannya ke wastafel, Juna dengan terpaksa mencuci sendiri piring bekas ia makan itu.

•••

“Pa, Risa sama Juna apa enggak ada rencana honeymoon?” tanya Aro yang kemudian tampak menelan makanannya.

“Eh, kenapa kamu tiba-tiba nanya gitu? Mau kasih mereka tiket buat honeymoon ya?” tanya Dewi, ibunya.

“Papa sama mama belum ada rencana sih buat nyuruh mereka honeymoon, tapi kalau kamu mau inisiatif kasih mereka tiket gratis ya enggak masalah.” ujar Fero, sang ayah.

“Bukan gitu, Aro mana ada cukup banyak uang buat beliin tiket mereka. Bukannya pelit, tapi emang lagi fokus nabung buat Aro nikah nanti.” kata Aro.

“Terus kamu tanya tentang honeymoon mereka kenapa?” tanya Dewi.

Aro meletakkan sendoknya ke atas piringnya yang telah kosong, pria itu kemudian menggeser piring itu menjauh dari hadapannya.

“Cuma tanya aja. Soalnya semalam waktu Aro nganter pasien ke ruang ICU, enggak sengaja pas lewat bagian OK ada nama Juna di daftar dokter yang punya jadwal operasi hari ini. Bukannya dia seharusnya masih ijin permintaan libur?” kata Aro.

“Eh? Beneran? Kamu serius? Yakin enggak salah lihat? Kok Juna bisa tega sih ninggalin Risa sendirian di rumah padahal mereka kan pengantin baru, aduh sayang banget deh.” ujar Dewi.

Fero yang baru saja meletakkan gelas air mineralnya, ia pun kemudian menatap istrinya.

“Kenapa harus kecewa gitu? Seharusnya kamu maklum aja, namanya juga dokter apalagi bagian ahli bedah toraks kardiovaskular, sudah semestinya sibuk banget. Enggak bisa nentuin waktu libur sesuka hatinya. Lagian Risa juga enggak ada ngadu atau ngeluh apa-apa.” ujar Fero.

“Ya walaupun Risa enggak ngeluh, tapi kan sayang banget gitu, baru nikah bukannya seneng-seneng dulu malah udah kerja lagi.” kata Dewi.

“Ck, kamu enggak inget waktu pernikahan kita dulu? Paginya kita nikah, malemnya aku sudah harus pergi ke rumah sakit karena ada pasien yang tiba-tiba butuh operasi mendadak. Kalau kamu bisa maklumi aku, kenapa sama menantu sendiri enggak bisa? Lagian udah resiko kita pilih menantu di bidang itu. Kalau kamu enggak suka ya tinggal cari yang lain aja.” ujar Fero yang langsung membuat Dewi menatapnya tajam.

“Sembarangan aja kalau bicara, Juna itu menantu yang udah lama aku idamkan, gimana bisa diganti sama orang lain gitu aja.” ucap Dewi.

Aro tampak tertawa kecil mendengar perdebatan ibu dan ayahnya itu. Aro rasa, ayahnya memang selalu pandai membuat ibunya langsung skakmat dan tidak dapat mengelak lagi.

“Makanya mama harus bisa paham sama Juna. Biar enggak perlu ganti menantu.” canda Aro yang dibalas pukulan lembut dari ibunya.

💥thanks for reading this novel. don't forget to favorite, like, comment and vote.💥

✍ Cerita ini hanya fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada persamaan nama tokoh, karakter, tempat kejadian ataupun peristiwa yang terjadi.✍

1
Evi Lusiana
dgr tuh kt² yoga jun,playboy suatu saat jg psti ngrasain sakit ati,karma
LaVoiser
kakak author ini kemana??? sudah lama ga kembali lagi🥺
Uswstun Chasanah
lanjut
Uswstun Chasanah
lanjut author
Haslinda
thor bab selanjutnya nyangkut di mna
Chosiah Cholil
mana lanjutan x
LaVoiser
lanjutin lg thor
LaVoiser
lanjutin thor
LaVoiser
kpan lanjut lagi thor
LaVoiser
kpn lanjut thor
Diana Susantie
udah 2022 ni Thor😭 kok gak pernah up lg
Yulia Mulyana
Risa nya terlalu gimana gitu ya...padahal Juna baik 🙄
cinta suci
soswweeeeettttt
cinta suci
Juna
cinta suci
semangat kk
Nenden Nuranisa
kaa di lanjut lagi kaa pleaseeeeee ❤❤❤🧡🧡🧡🧡
Nur Ridqa
Thorrr
Sri Wahyuni Iwwiee
q kcwa thor ending ny gini,q fikir tu risa hamil trus mlahir lan,aro dpat psgan,dan si chef mnikah gt thor

dr awal crita ny bgus bnget smpe part ini pun ttp bgus...yah apa emag crita ny dibikin gntung gni kli ya
Miftahul Alawiyah
suka bgt sama sikap Risa.. setelah marah2 pasti dia minta maaf tanpa melihat siapa yang salah duluan.
Haslinda
thor gak di isolasi di RSkan,,,masih dirumah ajakan,aman2 ajakan kok ampe 1 thn gak ad kabar kt para pembaca paniklah,paniklah,paniklah masa enggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!