Ini karya ku yang ke 4 ya sista... masih bergendre dewasa dan romantis..so Akan ada beberapa eps yang sedikit vulgar. Pembaca harap bijak memilih bacaan.. sesuaikan dengan gendre umur kalian.
Mengisahkan seorang gadis lulusan smu yang bekerja sebagai ob ...ia bernama Melodi, gadis polos nan riang.
Melodi bekerja di Perusahaan milik Samudra... seorang Duda berumur 35 tahun yang senantiasa berganti wanita karena ia tak suka berkomitmen.... Namun Ia tak pernah menyentuh pekerjanya apalagi kategori remaja... Ia menyukai wanita dewasa yang mengerti keinginannya dan bisa memuaskannya
Trauma karena di hianati oleh istrinya 3 tahun yang lalu membuat Samudra hanya memandang wanita sebagai alat pemuas hasrat belaka.
Namun keanehan terjadi pada Samudra... Saat ia semakin hari semakin memperhatikan Melody yang notabene bahkan tak pernah menatapnya Apalagi mengodanya seperti wanita2 lain... mengapa ia suka memperhatikan semua tingkah laku gadis remaja itu???
Apakah seorang Melody mampu menjamah hati seorang Samudra?
Baca kelanjutannya di novel aku yang ke 4 ini sista, kalian bisa baca juga 3 Karya aku sebelumnya
1. Akhir Pelarian
2. My Starla
3. Aku Tidak Mandul
Jangan lupa untuk like komen dan terutama memberi vote pada karya ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Bos selalu benar
" Kok lama Mel, ngak usah dibersihin dapurnya nanti besok pagi biar bibi yang kerjain " ucap Sinta
" Ngak papa bu.. santai aja "
" Sini Mel.. duduk sini, kita mulai pelajaran make up nya " Sinta menarik tangan Melody agar duduk didepan meja rias.
" Wahhh.... banyak sekali bu peralatannya, buat apa aja.... ya amplop pusing pala Mel.... " ucapnya dengan mata melotot
" Apaan sih Mel... kamu itu lho perempuan, masa liat beginian aja pusing " ucap Sinta
Dengan sabar Sinta memperkenalkan satu persatu nama peralatan make up beserta cara pengunaannya
" Gimana... sudah paham? " tanya Sinta
" Paham bu guru cantik he he "
" Nah sekarang kita praktek aja langsung ya..." Sinta pun memberi pelajaran dasar memakai make up sederhana dulu pada Melody
" Gimana... berubah wajahmu kan setelah di make up? " tanya Sinta... Melody memainkan matanya yang nampak membesar setelah di makeup
" wow... mata Mel terlihat lebih besar ya bu.. jadinya wajah Mel terlihat berbeda.. ohhh lucu.. kok bisa yah, ibu hebat " celotehnya tak henti sambil memainkan mimik wajahnya
" Nanti lama kelamaan kamu juga bisa Mel, nah berhubung sudah malam Mel pulang aja dulu, di antar sama supir ibu ya " ucap Sinta sambil melihat jam nya yang menunjukkan hampir jam 9 malam.
" Tapi suami ibu belum pulang, ibu ngak papa sendirian? " tanya Melody
" Mas Budi sudah otw pulang kok.. ini bawakan buat bapak sama ibu kamu ya.. sampaikan salam dari ibu buat mereka, ingat sabtu depan Mel temanin ibu lagi ya " ucap Sinta lalu menyerahkan sebuah paperbag berisi kue pada Melody
" Ok deh ibu... makasih ya muah muah " Melody pun pulang dengan riang... sebenarnya semenjak tadi sore HP nya terus bergetar.. chat2 bermasukan dari para pengemarnya mengajaknya malming... namun tak satupun yang di gubrisnya.
Melody membuka chat dari bos nya lalu membaca alamat yang di tuliskan Samudra
" Apartemen ***** Residen, lantai 25 nomor 2501 , ok ok bos Mel akan datang tepat waktu " ucapnya.
Keesokan paginya....
" Mel... bangun , habis sholat subuh kok tidur lagi.. nanti telat malah tambah banyak lho hukumanmu " panggil ibunya berulang kali
" Jam berapa memangnya bu... baru juga Mel tutup mata beberapa menit...??" tanyanya sambil meregangkan badannya
" Jam 7.30 sudah.... " sahut Imah sambil membuka jendela kamar Melody
" Apaaa...... gubrak.... Auuu sakittt " Melody yang terkejut berusaha langsung bangun malah terjatuh dari ranjangnya, untung ranjang Mell ngak tinggi ya sista.... Ia langsung berdiri sambil memencet pantatnya.. lalu berlari ke kamar mandi
" Mel telat.... celaka 12...😭😭😭 " 5 menit mandi ayam Melody pun selesai. Bergegas Melody memakai rok Jeans selutut dan kaos putihnya, rambutnya hanya di gelung lalu ditariknya tas ransel yang sudah disiapkan nya semalam
" Bapaak... anter Mel ya....please!! " teriaknya begitu keluar kamar membuat kaget kedua orang tuanya yang sedang sarapan
" Kamu ngak mandi Mel ? " tanya ibunya
" Mandi kok bu.. tapi mandi ayam he he " sahutnya sambil memakai sepatu cats nya
" Sarapan atuh Mel.. nanti kan di sana kerja, kalo ngak sarapan bisa pingsan nanti... " kejar Imah lalu memberikan sebuah tempat plastik yang berisi sarapan untuk Melody
" Iya.. nanti Mel sarapan di sana aja.. makasih bu... Assalamu alaikum... muahhh " jawabnya lalu mencium pipi ibunya sambil mengambil tempat makanannya
" Mel.. Mel... sudah kerja , tapi kelakuanmu masih aja kayak anak sekolahan " komentarnya sambil melihat suami dan anaknya yang meninggalkan rumah
" Pak... ngebut dong, nanti Mel telat.. bisa-bisa tambah lama jam lemburnya hua hua hua, Mel belum cuci baju Mel pak " pintanya dengan manja
" Udah tenang aja.. nanti kalau telat bapak antar sampai depan bos mu supaya ngak di marahin, lagian bajumu sudah di cucikan sama ibumu " ucap Iwan
" Yahh kok di cucikan pak... kasian kan ibu, itu baju Mel satu minggu kan banyak pak " protesnya
" Udah ngak papa, kan kamu pas repot.. lagian ibu seminggu ini kerjanya santai aja karena bos nya ibu sedang liburan " sahut Iwan
Sepanjang jalan Melody meminta bapaknya ngebut, ia takut sekali terlambat... dan akhirnya jam 8.45 Melody sampai di pelataran apartemen. Setelah salim Melody berlari ke lobby apartemen, ia mendatangi meja penjaga apartemen
" Selamat pagi pak.. saya mau ke lantai 25 lewat mana ya pak? " tanyanya bingung, karena seumur hidupnya baru kali ini Melody memasuki yang namanya apartemen besar dan mewah begini
" Mau ketemu siapa? sudah janji?? " tanya penjaga
" Sudah... Mau ketemu tuan bos, saya mau lembur " sahutnya membuat penjaga saling pandang
" Tuan bos nya punya nama kan neng?? " tanya nya lagi
" Oh iya.. namanya tuan Samudra he he " sahutnya cengegesan, kembali mereka saling pandang, mereka lalu memandangi Melody dari atas sampai bawah.....
" Maaf ada apa ya pak... kok Mel di pandangi begitu?? " tanya Melody
" Yakin kamu mau ke unitnya tuan Samudra, setau saya tuan ngak pernah menerima tamu perempuan di apartemennya " tanyanya sangsi... karena selama ini semenjak perceraiannya... Samudra tak pernah menerima tamu perempuan kecuali ibu dan adiknya, pembersih unitnya saja selalu laki-laki
" Kamu jangan bohong... tuan Samudra tidak pernah menerima tamu perempuan, kamu mau merayu tuan ya... jangan harap tuan Samudra akan terpikat dengan gadis lusuh sepertimu " komen sang penjaga
" Iss siapa juga yang mau merayu tuan bos yang pemarahan itu, Mel mau lembur.. " sahut Melody lagi
" Sudah pulang saja sana, tak mungkin tuan Samudra mau menemuimu " usir mereka
" Tapi benarkan tuan Samudra tinggal di sini di unit 2501?? " tanya Melody memastikan sambil melihat ke arah jam
" Tolong dong pak... nanti kalau Mel telat, dimarahin lagi sama tuan bos " rengek Melody
" Sebentar ya.. saya telfon dulu awas kalo kamu bohong , siapa namamu? " tanyanya
" Melody pak... " setelah menunggu beberapa saat panggilan pun di jawab
" Selamat pagi tuan Samudra, maaf menganggu istirahat anda.. di lobby ada tamu anda atas nama Melody, katanya sudah membuat janji... apakah benar tuan? " tanya penjaga tersebut
" Ya... suruh dia naik " sahut Samudra, membuat penjaga yang menelfonnya terdiam, ternyata gadis ini tidak berbohong ...ucapbya dalam hati
" Kamu naik lift itu... nanti sampai atas masuk ke lorong kanan " titahnya
" Terimakasih Pak.... " ucapnya sambil berlari ke lift
Tik tok tok tok.... jam terus berdetak...
Ting...akhirnya Melody sampai di lantai 25..ia berlari ke lorong kanan, matanya mencari pintu yang bernomor 2501....akhirnya Melody pun sampai di depan pintu apartemen Samudra
Sambil mengatur nafasnya.. Melody memencet bel... tak lama
Kletek.... pintu apartemen Samudra pun terbuka, nampak Samudra di depan pintu sambil melihat ke arah jam di tangannya
" Kau terlambat 3 menit, sebagai hukumannya jam lemburmu di tambah 3 jam " ucapnya sambil melotot
" Tapi.. tuan bos, menurut jamnya Melodi ini sekarang pas jam 09.00 , Mel tepat waktu " protesnya
" Ini di apartemen siapa?? " tanya Samudra
" Apartemen tuan bos " jawabnya
" Nah lihatlah jam di tanganku, di apartemenku jam ku yang berlaku... jam kamu... tidak berlaku, mengerti!! " ucap Samudra sambil memperlihatkan jam tangannya di depan wajah Melody
" What...... 😱😱😥😥😥 " Melody tak bisa berkata-kata lagi, karena bos selalu benar dan benar...
" Bapak.... ibu...... tolong Melody.... 😭😭😭 " cicitnya dalam hati, sedangkan Samudra tersenyum penuh kemenangan....
" Kau akan menyesal karena sudah berani menutup telfonku tadi malam bocah ha ha ha ha " Samudra tergelak puas dalam hatinya
Jiahhhh... hati hati Mel sepertinya kau masuk ke kandang macan ini.... thor doakan semoga kau selamat aja ya
Sampai disini dulu sista... kita sambung esok hari..
Jangan lupa untuknselalu memberikan like komen dan vote kalian untuk karyaku... 😘😘