NovelToon NovelToon
Me Before You

Me Before You

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:339.7k
Nilai: 5
Nama Author: RisFauzi

Tidak mudah bagi Alya untuk membuka hatinya untuk Daffa, seorang CEO muda yang memimpin perusahaan keluarga Pratama Group. Setelah pengkhianatan yang dilakukan mantan kekasihnya. Namun takdir berkata lain, sebuah kecelakaan menimpa Daffa akibat kelalaian Alya.

Alya dihadapkan pada sebuah keputusan yang akan menentukan hidup dan masa depannya.

Akan kah tumbuh cinta di hati Alya? Atau sebaliknya Daffa membenci Alya, dan menyalahkan keadaannya kepada Alya?

Penasaran? Yuk simak kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisFauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Petak umpet

Pagi-pagi sekali setelah membuka mata dan terbangun dari tidurnya, Alya mendapati kamar yang ditempatinya bersama Ola di villa bu Dhesita dalam keadaan gelap gulita.

   Rupanya sedang ada pemadaman listrik bergilir, entah sejak pukul berapa mati listrik. Yang jelas, setelah pesta berakhir jam sembilan malam, Alya bersama Ola dan rekan-rekannya yang lain langsung membereskan sisa-sisa pesta dan setelahnya langsung beristirahat. Mereka semua menginap disana sampai keesokan harinya, dan akan kembali lagi pada sore hari dengan bis yang sama.

   Masih berusaha mengumpulkan nyawanya dan dengan mata setengah terpejam, Alya meraba meja kecil yang berada di sisi kanannya mencari ponselnya yang semalam diletakkannya disana.

   Setelah berhasil menemukan ponselnya, Alya kemudian menghidupkannya. Cahaya yang keluar dari benda pipih persegi itu setidaknya mampu membuat ruangan di dalam kamarnya terlihat. Alya tersenyum masam saat menyadari kaki kiri Ola berada di atas kakinya, selimut yang menutupi tubuhnya pun sudah jatuh entah kemana.

   Syukurlah tak berapa lama kemudian, listrik kembali menyala. Dilihatnya jam dinding yang berada tepat di atas pintu kamar, kurang lebih dua puluh menit lagi masuk waktu subuh. Perlahan Alya menyingkirkan kaki Ola lalu turun dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, kemudian melaksanakan kewajiban dua rakaat.

   "La, bangun eh! Subuh." Alya menggoyang kaki Ola, menyuruhnya untuk segera bangun.

   "Hemm, masih ngantuk Ay." Ola menarik guling yang berada di bawah kakinya dan memeluknya erat.

   "Eyy, ayo bangun. Nanti subuhnya lewat  loh!" Alya mengingatkan.

   "Jam berapa sih, Ay," Ola memicingkan matanya sambil menguap lebar.

   "Ishh, kalau nguap ditutup eh." Alya menutup hidungnya sambil mengibaskan tangannya ke udara.

   Ola nyengir sambil mengusap lengannya berulang, "Tangan Gue pegel, Ay. Sekali-kali pijitin napa?"

   "Sama, tangan Gue juga pegel. Ayo, buruan bangun!" Alya memutar bola matanya ke atas. "Langsung mandi biar segar!" perintah Alya lagi.

   "Iya, iya neng. Nggak sabaran banget sih jadi orang," Ola turun dari tempat tidur masih dengan memeluk gulingnya.

   "Ngapain mandi bawa guling segala!"

   "Eh iya lupa, ngapain Gue bawa nih guling ya? Tangkap Ay!" seru Ola sambil melempar guling dari tangannya ke arah Alya, terkekeh geli lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi.

   "Astaga ini anak ya," Alya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ola, setelah membereskan tempat tidur Alya berjalan keluar kamar.

   Pagi yang cerah, suasana di halaman belakang rumah tampak ramai dengan celoteh teman-teman Alya yang tengah sibuk menyiapkan makanan buat sarapan mereka semua pagi itu. Alya tersenyum senang melihatnya, lelahnya karena pesta semalam jadi hilang seketika melihat keakraban yang terjalin di antara mereka semua. Tawa canda riang mewarnai pagi itu, semua terlihat gembira.

   "Pagi Ay," suara bariton lelaki menyapanya pagi itu. Alya menoleh pada lelaki yang kini sudah berdiri sejajar di sampingnya itu.

  "Pagi, Pak." Alya membalas sapaan Daffa sambil tersenyum kecil.

  "Arrgghh!" Daffa tiba-tiba saja memegang dada kirinya sambil meringis seperti menahan sakit, dan Alya yang melihatnya seperti itu menjadi khawatir.

   "Bapak sakit?" Alya bertanya dan spontan tangannya ikutan memegang dada kiri Daffa.

   "Melihat senyum Kamu pagi ini, tiba-tiba saja jantung Aku jadi dag dig dug." Daffa tersenyum lebar sambil menggenggam erat tangan Alya.

   "Modus!" Alya menarik tangannya cepat, lalu melangkah lebar dengan wajah kesal meninggalkan Daffa di belakangnya.

   "Ay, tunggu!" teriak Daffa lagi.

   Alya berjalan cepat dan segera bergabung dengan yang lainnya. Tak dihiraukannya panggilan Daffa padanya dan tatapan menggoda teman-temannya yang tertuju padanya. Bukan rahasia lagi kalau bos mereka di kantor menaruh hati pada Alya.

   "Pagi-pagi sudah main kejar-kejaran aja, neng," goda Ardi tersenyum simpul sambil memegang cangkir kopi di tangannya. "Ngopi dulu, Bos!" katanya lagi sambil mengangkat cangkir kopinya ke arah Daffa.

   "Boleh," Daffa mengiyakan ajakan Ardi dan memilih duduk di bangku berhadapan dengannya.

   "Ay! Tolong kopinya satu lagi dong. Bos mau juga nih," teriaknya pada Alya.

   Alya menatap horor pada Ardi, tapi laki-laki itu cuek saja tetap asik dengan kopinya. Sementara Daffa terus saja memandang ke arah Alya hingga membuat wanita itu jadi salah tingkah.

   Setelah selesai menyajikan kopi untuk Daffa, Alya memilih untuk kembali bergabung dengan yang lainnya memasak ayam bakar. Kesibukan pagi itu sedikit banyak membuat Alya melupakan kehadiran Daffa di dekatnya.

   Alex salah satu rekan Alya, mengusulkan sebuah permainan untuk meramaikan hari itu. Petak umpet! Permainan cari dan sembunyi. Semua setuju lalu permainan dimulai.

   Alya yang kena duluan, ia mulai menghitung mundur sambil menutup mata di pohon mangga yang ada di taman belakang. Sementara yang lainnya berhambur mencari tempat persembunyian.

   Setelah selesai menghitung, Alya langsung  mencari rekannya yang bersembunyi. Saat dilihatnya Ola yang bersembunyi di balik meja, Alya langsung mengejarnya. Ola yang ketahuan langsung berlari menghindar sambil berteriak dan tertawa keras.

   Alya yang terlalu bersemangat mengejar Ola tiba-tiba saja terpeleset dan hilang keseimbangan. Tapi sebelum ia terjatuh, ada tangan kuat yang menyambut tubuhnya.

   Alya memutar tubuhnya dan melepaskan diri, lalu melihat orang itu. Alya tersentak kaget, matanya membulat sempurna saat melihat sosok yang berdiri di depannya memandangnya tak kalah terkejut sama seperti dirinya. Kedua kakinya mendadak gemetar, lidahnya kelu saat mengucap satu nama yang selama ini berusaha dilupakannya.

   "Rey!"

🌹🌹🌹

  

   

  

  

  

  

1
kidung mesra
nyicil dulu tor... Lik n pav nya sudah..
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘
🦢 DARAH BIRU
😘
🦢 DARAH BIRU
😘😘
🦢 DARAH BIRU
keren
🦢 DARAH BIRU
Miss you thor
RINDU ⭕
NEXT THOR
🤗🤗🤗♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
RINDU ⭕
Like 👍👍👍👍👍👍
RINDU ⭕
Love 💜💜💜💜💜💜💜
RINDU ⭕
Alya
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
🦢 DARAH BIRU
😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!