NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Kemunafikan Tuan Muda

Angin senja berembus di atas arena. Bau darah masih memenuhi udara, sementara di tengah Batu Besi Hitam yang retak, Lei Xiao terbaring tak berdaya. Napasnya lemah dan sebagian besar meridiannya telah hancur.

Satu tebasan pedang kayu telah mengakhiri pertarungan.

Tetua yang bertugas sebagai wasit menelan ludah. Ia sempat melirik ke arah tribun utama, tetapi Jian Nantian hanya duduk dengan wajah dingin tanpa memberikan perintah apa pun.

Tetua itu akhirnya menarik napas dan mengangkat tangannya.

"Pemenang babak final sekaligus Juara Utama Ujian Sekte Luar... Shen Luo!"

Suaranya menggema ke seluruh arena.

Namun tidak ada sorakan.

Puluhan ribu murid hanya terdiam. Mereka masih sulit menerima kenyataan bahwa pemuda yang sebulan lalu dianggap sebagai sampah dengan Sembilan Akar Spiritual itu kini telah mengalahkan seluruh lawannya tanpa mengalami luka berarti.

Bahkan seorang ahli Pembentukan Fondasi Menengah seperti Lei Xiao pun tumbang hanya dalam satu tebasan.

Ketika keheningan masih menyelimuti arena, tekanan dahsyat tiba-tiba turun dari langit.

Boom!

Cahaya keemasan meledak dari tribun utama.

Tekanan seorang ahli Pembentukan Fondasi Puncak menyapu seluruh arena. Para murid yang berada di barisan depan langsung pucat dan beberapa di antaranya bahkan jatuh berlutut.

Sesosok pemuda berjubah putih melompat turun dan mendarat di tengah arena.

Jian Chen.

Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi amarah. Pedang Naga Hijau sudah berada di tangannya dan memancarkan aura tajam yang membuat udara di sekitarnya bergetar.

Ia menatap Shen Luo.

"Luar biasa."

Nada suaranya terdengar tenang, tetapi niat membunuh di matanya sama sekali tidak tersembunyi.

"Sebagai Kakak Senior, aku tentu harus memberi selamat kepada Saudara Muda atas kemenanganmu."

Jian Chen mengangkat pedangnya.

"Namun karena Tetua Su telah memilihmu sebagai calon pendamping Mu Qingxue, aku ingin melihat sendiri seberapa kuat Hati Dao-mu."

Ia mengarahkan ujung pedangnya kepada Shen Luo.

"Cabut pedangmu."

Suasana arena langsung berubah.

Semua orang tahu Jian Chen adalah kultivator Pembentukan Fondasi Puncak, sedangkan Shen Luo baru berada di Pengumpulan Qi Tingkat Keenam.

Ini bukan lagi pertukaran Teknik.

Jika Jian Chen benar-benar menyerang, pertarungan itu tidak berbeda dengan pembantaian.

Di tribun, Su Yuhan langsung berdiri.

"Jian Chen! Turun dari arena!"

Niat Pedangnya meledak, tetapi sebelum ia sempat bergerak, sebuah tekanan kuat menahannya.

Jian Nantian masih duduk di tempatnya.

"Duduklah, Tetua Su."

Suaranya tetap tenang.

"Chen'er hanya ingin bertukar teknik dengan murid luar. Sebagai seorang tetua, tidak pantas jika kita ikut campur."

"Pertukaran Teknik?"

Su Yuhan menggertakkan gigi.

"Kau menyuruh seorang ahli Pembentukan Fondasi Puncak yang hampir setengah langkah lagi menuju inti emas melawan murid Pengumpulan Qi dan masih berani menyebutnya pertukaran teknik?"

Jian Nantian tidak menjawab.

Tekanan yang menahan Su Yuhan justru semakin kuat.

Sementara itu, Shen Luo tetap berdiri di arena.

Jubah abu-abunya berkibar diterpa tekanan Jian Chen, tetapi tubuhnya tidak bergeser sedikit pun.

Ia memandang Jian Chen sejenak sebelum berkata,

"Kau ingin mengujiku?"

"Benar."

Shen Luo mengamati aura Jian Chen dengan tenang. Beberapa saat kemudian, ia menggelengkan kepalanya.

"Qi-mu tidak stabil."

Wajah Jian Chen berubah.

Shen Luo melanjutkan,

"Niat Pedangmu juga tidak murni. Terlalu banyak amarah."

Tatapannya kemudian jatuh pada Pedang Naga Hijau di tangan Jian Chen.

"Kalau Hati Dao-mu goyah hanya karena kalah dari seseorang yang lebih muda, setinggi apa pun kultivasimu, pedangmu tetap tidak akan mencapai puncak."

Wajah Jian Chen semakin gelap.

Shen Luo tidak memperdulikannya. Ia berbalik dan mulai meninggalkan arena tanpa mencabut pedangnya.

"Kau tidak layak membuatku menghunus pedang untuk kedua kalinya."

Seluruh arena langsung sunyi.

Jian Chen berdiri kaku.

Wajahnya memerah karena marah dan malu. Tangannya menggenggam Pedang Naga Hijau semakin erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Berhenti!"

Shen Luo terus berjalan.

"Kau pikir kau siapa?!"

Kemarahan akhirnya menguasai Jian Chen.

"Mati!"

Wussh!

Pedang Naga Hijau menebas dari belakang.

Tebasan seorang ahli Pembentukan Fondasi Puncak melesat menuju punggung Shen Luo tanpa peringatan.

Mata Shen Luo langsung berubah dingin. Qi Darah Iblis di dalam tubuhnya mulai bergerak.

Namun sebelum ia sempat berbalik...

Kraaak!

Dinding es tiba-tiba muncul di hadapannya.

Pedang Naga Hijau menghantam dinding tersebut dengan kekuatan dahsyat.

Boom!

Es pecah menjadi serpihan yang beterbangan ke segala arah.

Di antara Shen Luo dan Jian Chen kini berdiri seorang wanita berjubah putih dengan Pedang Kristal Es di tangannya.

Mu Qingxue.

Jian Chen membeku. "Qingxue?"

Mu Qingxue tidak menoleh kepada Shen Luo. Matanya tetap tertuju pada Jian Chen dan tatapannya sedingin es di sekelilingnya.

"Menyerang seseorang yang membelakangimu."

Suaranya tenang, tetapi setiap katanya mengandung tekanan.

"Apakah itu yang kau sebut Jalan Pedang?"

Jian Chen menggertakkan gigi.

"Qingxue, kau tidak mengerti."

"Kalau begitu jelaskan."

Jian Chen terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata, "Dia mempermalukanku di depan seluruh sekte!"

Mu Qingxue menatapnya lama. "Dia tidak mempermalukanmu."

Jian Chen mengepalkan tangannya. "Kaulah yang menghancurkan harga dirimu sendiri."

Wajah Jian Chen memucat. "Kau..."

"Kalau ingin menang, kalahkan dia dengan pedang."

Mu Qingxue mengangkat Pedang Kristal Es sedikit.

"Jangan menyerang dari belakang. Kalau kau terus bertindak seperti ini, jangan lagi mengaku sebagai murid Sekte Bintang Jatuh."

Kata-kata itu membuat Jian Chen terdiam.

Tidak jauh di belakangnya, Shen Luo akhirnya menoleh. Ia memandang Jian Chen dan Mu Qingxue sekilas, lalu menghela napas.

"Ribut sekali."

Mu Qingxue sedikit terkejut.

Shen Luo kembali dan berjalan melewatinya.

"Shen Luo." Mu Qingxue memanggilnya.

Shen Luo berhenti sebentar dan menoleh. "Terima kasih."

Mu Qingxue menatapnya sekilas.

"Kau tidak perlu berterima kasih."

"Aku hanya tidak suka orang menyerang dari belakang."

Shen Luo melanjutkan langkahnya, dan ia langsung meninggalkan arena.

Kerumunan murid secara otomatis membuka jalan. Tidak ada seorang pun yang berani menghentikannya.

Jian Chen masih berdiri di tempat dengan wajah pucat. Pedang Naga Hijau tetap berada di tangannya, tetapi genggamannya telah melemah.

Mu Qingxue memandang punggung Shen Luo yang semakin jauh.

Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa Jian Chen yang selama ini ia kagumi jauh lebih sulit dipahami daripada yang ia kira.

Sementara itu, Shen Luo sama sekali tidak memikirkan semua itu.

Baginya, pertarungan tadi hanyalah gangguan kecil.

Yang ia inginkan hanyalah kembali ke Puncak Hantu Kesunyian dan melanjutkan kultivasinya.

Namun jika Sekte Bintang Jatuh terus menghalangi jalannya, cepat atau lambat ia akan meninggalkan tempat ini.

Dan ketika hari itu tiba, tidak ada seorang pun yang bisa memaksanya untuk tetap tinggal.

1
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos pooolll lanjut terus Thor
Celestial Quill
Hallo Pembaca, Jangan jadi silent reader ya!

Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.

Terimakasih👍
kute
keren abis enak d bacanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Celestial Quill: Siap👍
total 1 replies
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
Neng Surya
jangan ada percintaan atau asmara thor... klo udah knl cinta ujungnya" ga fokus...kan MC nya jadi serba salah... oke thor jauhi yg namanya wanita ga seru jadinya klo sudah ada wadon😄😄😄😄
Neng Surya: ditunggu slalu cerita" nya
total 2 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!