Aturan Nomor 1: Jangan pernah jatuh cinta dengan dosen sendiri.
Aturan yang dibuat Kila sendiri, dan kemudian dia langgar di detik berikutnya.
Kehidupan kampus Kila yang tadinya membosankan, berubah total setelah dosen baru itu masuk.
Tiba-tiba penuh dengan hal-hal mendebarkan. Bimbingan yang bikin jantung mau copot, jemputan mobil hitam di gerbang kampus, sampai makan malam canggung di mana dia dipanggil "calon mantu".
Dosen baru itu adalah Pak Rhaegar. Dosen dingin kayak kulkas, dan... orang yang paling Kila hindari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ziziyuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Aturan nomor satu Kila di semester ini: jangan jatuh cinta sama dosen sendiri.
Aturan itu dia buat sepuluh detik setelah dosen itu masuk ke kelas.
Kelas gabungan itu awalnya riuh. Semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Kila juga, sibuk melawan rasa malas yang tidak pernah hilang setiap kali semester baru dimulai.
Lalu hening. Seketika.
"Selamat siang semuanya," katanya.
Suaranya santai. Pelan. Namun satu kalimat itu cukup untuk membuat seisi kelas lupa cara ramai.
Yang masuk adalah dosen baru. Masih muda. Tinggi dengan postur atletis, kulit kuning langsat yang bersih. Kacamatanya bertengger rapi dan membuatnya terlihat semakin cerdas, apalagi ketika ia tersenyum dan memperlihatkan gigi gingsul yang manisnya kebangetan.
_Wah, ini bener-bener tipe gue banget,_ batin Kila spontan.
Dan sepertinya bukan hanya dia yang berpikir begitu. Semua mahasiswi di ruangan itu langsung memasang mode siaga.
Tidak sampai lima menit, sesi interogasi dimulai. Pertanyaan berterbangan dari segala arah. Mulai dari "Tinggal di mana, Pak?", "Kegiatannya selain mengajar apa?", sampai pertanyaan puncak yang paling ditunggu-tunggu.
"Pak, sudah nikah?"
Ruangan menahan napas.
Dosen itu diam beberapa detik, seolah menimbang jawaban. Lalu sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum tipis.
"Masih lajang."
Kelas langsung riuh lagi. Kali ini riuh yang heboh dan penuh harapan.
Berbeda dengan mereka yang sibuk mencari perhatian, Kila justru sibuk bersembunyi. Di balik bukunya, ia terus mengulang mantra di dalam hati, _jangan jatuh hati, tolong. Nanti sakit hati sendiri._
Setelah sesi perkenalan yang lebih mirip sesi perjodohan itu selesai, ia mulai mengajar. Semua terlihat serius mencatat. Kila? Ia bersumpah sedang berusaha fokus.
Tapi bagaimana mau fokus kalau orang yang ada di depan terus-terusan tersenyum seperti itu?
Di tengah Kila yang lebih sibuk memperhatikan wajahnya daripada materi yang ia jelaskan, tatapan itu tiba-tiba berbelok. Mata mereka bertemu. Hanya sepersekian detik, singkat, tapi cukup.
Kila langsung menunduk. Wajahnya panas. Malu. Ketahuan.
Ia adalah Pak Rhaegar. Nama itu yang ia tulis sendiri di papan tulis di awal kelas dengan tulisan tangan yang rapi dan tegas. Pak Rhaegar.
Ia melanjutkan materi sampai selesai, lalu memberikan kuis dadakan. Katanya untuk mengecek pemahaman.
Pertanyaan demi pertanyaan ia lontarkan. Satu kelas panik. Di dalam kepala Kila, hanya satu doa yang berputar terus-menerus: _jangan aku, tolong jangan aku._
Tapi sepertinya doa dalam hati itu terdengar sampai ke depan.
Karena pada pertanyaan terakhir, tatapan Pak Rhaegar jatuh tepat ke arah bangkunya. Tepat ke arah Kila.
Itu pertanyaan milik Kila. Untungnya tidak terlalu sulit dan Kila masih bisa menjawabnya, meskipun tidak terlalu sempurna.
Pak Rhaegar tersenyum setelah mendengar jawabannya. Kila membalas dengan senyum yang dipaksakan, karena jantungnya rasanya mau melompat keluar dari tempatnya.
Itu adalah interaksi pertama mereka. Dan sialnya, sangat membekas bagi Kila.
Kelas selesai. Sebelum keluar, Pak Rhaegar berpesan bahwa minggu depan akan ada kelas praktik. Pertemuan ketiga nanti mereka akan mulai praktik di lapangan.
Kila yang tadi pagi malas sekali untuk masuk kelas, sekarang justru menghitung hari. Tidak sabar untuk minggu depan.
Padahal aturan nomor satunya baru saja ia buat: jangan jatuh cinta sama dosen sendiri.
Kila melanggar aturannya sendiri bahkan didetik yang sama saat dia membuat aturan itu.
ayok ada dibaca🤭