NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dosen Panjat Sosial...

​Suasana kantin pusat Universitas Tokyo jam satu siang sedang berada di puncak keramaian. Suara denting piring, tawa mahasiswa, dan deru pendingin udara berbaur jadi satu.

​Di salah satu meja sudut yang agak teduh, Yoona dan Lisa duduk berhadapan.

​Di depan Lisa bertengger segelas iced americano, sementara Yoona sibuk menyedot minuman favoritnya lewat sedotan. Bisik-bisik ketus dari meja sebelah terdengar cukup jelas di telinga mereka.

​"Sumpah ya, si Bu Mahira itu kesurupan apa sih hari ini?" cerceh seorang mahasiswi dari fakultas sebelah dengan muka cemberut. "Masa tugas kelompok kita disabet habis-habisan cuma gara-gara format margin beda tipis? Mana komentarnya nyindir-nyindir status sosial lagi!"

​"Iya anjir, sok paling bener dan paling terpelajar se-kampus!" sahut temannya kesal. "Semua mahasiswa dibikin gedeg sama kelakuannya."

​Lisa yang mendengar rumpian itu cuma bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum miring. "Tuh kan, Na... baru juga berapa minggu mengajar, seisi kampus udah pada emosi jiwa sama tuh dosen pick-me."

​Yoona merapikan posisi kacamata hitam yang bertengger di kepalanya, menyeruput minumannya santai khas Ice Queen.

​"Biarin aja, Lis," sahut Yoona tenang. "Orang yang sukanya nyari panggung dengan cara ngerendahin orang lain itu biasanya cuma menutupi rasa mindernya sendiri. Selama dia kagak nyenggol kita, biarin dia puas babat anak-anak lain dulu."

​"Iya sih, tapi geli aja ngeliat gayanya yang sok iye di depan dekan," dengus Lisa.

​Tak berselang lama, sosok Sasuke melangkah masuk ke area kantin.

​Biasanya, si kadal gurun ini bakal melangkah dengan gaya tebar pesona paling jemawa, tebar kedipan mata kiri-kanan ke arah gerombolan fansnya. Tapi siang ini, komuk Sasuke kelihatan rada layu dan kagak cerewet kayak biasanya.

​"Napa lu, Sas? Muka lu kusam amat kayak kanebo kering," tegur Lisa begitu Sasuke mendaratkan bokongnya di kursi sebelah Yoona.

​Sasuke mendengus sebal, menyambar es batu dari gelas Yoona tanpa izin. "Gara-gara si dosen baru sok kecantikan itu tuh!"

​Yoona menaikkan sebelah alisnya. "Mahira?"

​"Siapa lagi?!" rancak Sasuke kesal. "Masa tadi pas gue lagi ngobrol santai di lorong sama temen-temen, dia lewat terus nyemprot gue? Katanya suara tawa gue ganggu ketenangan akademis, terus nyindir-nyindir mobil Bugatti gue yang dibilang 'pamer kekayaan tidak berpendidikan'. Lah, bapak gue yang beliin, kenapa dia yang pusing?!"

​Yoona dan Lisa seketika meledak tertawa kompak di depan muka Sasuke.

​"AHAHAHA! Kena semprot dosen kan lu!" gelak Lisa puas.

​"Lagian lu ngelayanin omongan dia. Biarin aja napa."

​"Ya kesel lah, Na! Baru kali ini ada orang yang berani mengkritik gaya hidup gue!" gerutu Sasuke sambil mengacak rambut spiky-nya sebal.

​Sementara itu, di lantai tiga gedung fakultas bisnis, suasana ruang dosen tamu sedang sangat sepi karena jam istirahat makan siang.

​Shisui duduk sendirian di balik meja kerjanya. Pria itu memanfaatkan kelengangan ruangan untuk menjalankan peran aslinya sebagai Kepala Operasional dan Intelijen Yakuza Uchiha.

​Dengan gerakan jemari yang sangat cepat dan presisi, Shisui menghubungkan perangkat enkripsi seluler pribadinya ke dalam lalu lintas jaringan Wi-Fi internal kampus. Layar mikro di tangannya menampilkan ribuan baris kode lalu lintas data.

​"Hmm... rapi sekali," gumam Shisui pelan dengan tatapan mata yang mendadak sangat dingin dan tajam.

​Shisui mencoba meretas jejak digital dan log masuk server yang sempat mencurigakan kemarin. Tapi hacker yang bersembunyi di balik nama Mahira atau jaringan kampus ini rupanya cukup cerdik. Petunjuk yang didapat Shisui hanya keluar dikit-dikit—sebuah jejak enkripsi dinamis yang sengaja dipasang berlapis-lapis agar sulit dilacak dalam waktu singkat.

​"Nggak bisa terburu-buru," batin Shisui sambil menyunggingkan senyum tipisnya. "Klan musuh sengaja main ulur waktu. Kalau gitu, gue layani permainan mereka."

​SZZZT.

​Pintu ruang dosen terkuak. Mahira melangkah masuk dengan gaun kerja kaku dan tas jinjingnya. Begitu melihat Shisui sedang duduk sendirian, raut wajah Mahira yang tadinya cemberut langsung berubah cerah benderang. Topeng pick-me-nya seketika terpasang sempurna.

​"Wah, Shisui-san belum makan siang?" sapa Mahira dengan nada suara yang dibuat-buat sehalus dan semanis mungkin.

​Shisui dengan cepat menutup layar enkripsinya, lalu memutar tubuhnya menghadap Mahira dengan mengukir senyuman ter-green flag dan ter-hangatnya.

​"Belum, Mahira-san. Baru selesai merapikan draf kuliah," sahut Shisui ramah dengan suara beratnya yang menenangkan.

​"Kebetulan sekali!" puji Mahira tebar pesona, membetulkan tatanan rambutnya. "Saya juga mau ke kantin utama. Bagaimana kalau kita makan siang bareng? Sekalian saya mau cerita-cerita tentang ekosistem dosen di sini."

​Di dalam hatinya, Shisui tertawa geli. Umpannya langsung dimakan tanpa curiga.

​"Dengan senang hati, Mahira-san. Mari," jawab Shisui sangat halus, berdiri dari kursinya dan berjalan berdampingan dengan Mahira menuju kantin.

​Sepanjang jalan dan selama duduk di kantin, Shisui membiarkan Mahira mengobrol panjang lebar—mulai dari memamerkan latar belakang akademisnya, menyindir mahasiswa yang dianggapnya "manja dan kaya raya", sampai usaha-usaha halus Mahira buat mendekati kehidupan pribadi Shisui. Shisui hanya mendengarkan dengan raut wajah penuh perhatian, sesekali mengangguk dan memberikan senyuman manis yang makin bikin Mahira keplak-keplak panjat sosial.

​Shisui sengaja membiarkan cewek ini merasa di atas angin, sambil pelan-pelan mengumpulkan setiap detail informasi dari celotehan Mahira.

​Malam harinya di kediaman utama klan Uchiha...

​Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kedamaian dan keheningan musim gugur sepenuhnya menyelimuti pelataran rumah kayu tradisional tersebut. Cahaya lampion jalanan memancarkan pendar keemasan yang hangat di atas jalanan setapak berkerikil.

​Yoona baru saja selesai mandi dan mengganti pakaian kampusnya dengan setelan santai malam hari yang amat sangat modis.

​Yoona mengenakan Balenciaga Oversized BB T-shirt warna putih polos berukuran besar yang longgar dan nyaman. Bawahannya dipadukan dengan rok mini UNIF Becca Skirt warna hitam berhiaskan aksen renda tipis di bagian bawahnya yang memamerkan kaki jenjang mulusnya. Kacamata hitam Gentle Monster x Jennie Onyx BK dengan rantai hitam tebal disampirkan manis di lehernya sebagai aksesori.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​Di tangan kanan Yoona, bertengger tumbler Stanley pastel kapasitas satu liter yang terisi penuh oleh iced matcha latte dengan es batu yang gemerincing.

​Yoona melangkah keluar ke pelataran samping rumah. Di sana, Hatake Kakashi sudah menunggu.

​Penampilan Kakashi malam ini benar-benar jauh dari kesan pengawal Yakuza yang kaku. Pria itu tampil sangat kasual: mengenakan kemeja kain tipis warna abu-abu gelap yang kancing atasnya dibiarkan terbuka santai, celana pendek santai warna hitam di atas lutut, serta sandal rumahan. Masker kain hitamnya ditarik turun melingkar di lehernya, memamerkan wajah tampan matang, rahang tegas, serta tato naga (Irezumi) yang mengintip dari balik kerah kemeja dan pergelangan kakinya.

​Melihat Yoona melangkah mendekat sambil nenteng tumbler jumbo-nya, mata Kakashi berbinar hangat.

​"Mau jalan-jalan malam, Nuna?" tanya Kakashi dengan suara serak beratnya yang sangat lembut.

​"Iya, kenyang banget habis makan malam," gumam Yoona polos, menyedot matcha ice-nya lewat sedotan. "Temenin jalan muterin kompleks rumah yuk, Kakashi."

​"Tentu," sahut Kakashi halus.

​Kedua insan itu berjalan berdampingan menyusuri jalanan setapak berkerikil di area dalam kompleks kediaman Uchiha yang luas dan sepi. Suara gemersik dedaunan gugur yang tertiup angin malam menemani langkah santai mereka.

​"Hari ini di kampus gimana, Nuna? Tuan Muda Sasuke bikin ulah lagi?" tanya Kakashi santai, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana pendeknya.

​Yoona terkekeh pelan. "Si Sasuke tadi siang mukanya sepet banget, Kakashi! Dia disemprot sama dosen baru gara-gara pamer Bugatti Chiron-nya. Lucu banget ngeliat dia kicep."

​Kakashi ikut mengulum senyum terhibur.

​"Tapi dosennya emang rada aneh sih," lanjut Yoona, mengayunkan tangannya santai. "Gaya omongannya sok paling bener se-dunia"

​Kakashi menghentikan langkahnya sejenak. Pria matang itu menoleh pada Yoona, menatap wajah cantik gadisnya di bawah pendaran cahaya lampion malam. Tatapan mata Kakashi berubah sangat protektif namun dipenuhi rasa sayang yang mendalam.

​"Apapun yang terjadi di kampus, Nuna nggak usah pusing," bisik Kakashi lembut, menjangkau tangan kiri Yoona dan menggenggam jemari lentiknya dengan erat dan hangat.

​Yoona menghentikan langkahnya, menatap Kakashi yang berdiri begitu dekat dengannya. Pipi Yoona merona merah halus.

​"Nih, mau coba matcha-ku kagak? Enak tahu, manisnya pas."

​Kakashi menaikkan sebelah alisnya terhibur. Tanpa melepas genggaman tangannya, Kakashi merundukkan tubuh tinggi tegapnya, mendekatkan bibirnya ke sedotan tumbler Yoona, lalu menyesap sedikit matcha dingin tersebut.

​"Mmm... manis," ujar Kakashi pelan setelah menyesapnya. Tapi pandangan mata kelamnya tidak menatap tumbler, melainkan menatap lurus ke dalam mata Yoona. "Tapi masih kalah manis sama yang punya tumblernya."

​DEG.

​Pipi Yoona seketika terbakar merah padam sampai ke telinga!

​"K-KAKASHI! GOMBAL BANGET ANJIR!" jerit Yoona malu setengah mati, langsung memukul lengan berotot Kakashi pelan pakai tangan satunya.

​Kakashi terkekeh rendah—sebuah tawa hangat yang amat sangat seksi dan merdu di tengah heningnya malam. Pria veteran Yakuza itu makin mempererat genggaman tangannya di jemari Yoona, lalu kembali menuntun sang putri berjalan santai menembus sejuknya angin malam Tokyo.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!