NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas / Penyesalan Keluarga / Balas Dendam
Popularitas:87k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.. Persiapan ikut tender

.

Suasana ruang makan kediaman Wijaya malam itu tampak lebih hidup dari biasanya. Darma duduk di kursinya dengan segelas kopi di tangan, sementara Marisa segera menyiapkan makan malam untuk putranya yang baru saja pulang dari kantor.

“Apa kau benar-benar sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk mengikuti tender dari perusahaan Tuan Daren?” tanya Darma, memastikan.

Arsen mengangguk sambil meletakkan jasnya di sandaran sofa. “Aku sudah menyuruh Mario untuk menyiapkan tim dan menyusun proposal. Proyek itu sangat besar dan jika kita bisa menang maka keuntungan perusahaan kita sangat besar.”

Wajah Darma langsung berseri mendengar itu. Ia meletakkan cangkir kopinya di atas meja, lalu mencondongkan tubuh dengan penuh antusias.

“Selama ini Tuan Daren selalu memberikan dukungan kepada Wijaya Group. Jadi peluang kita sangat besar. Aku yakin dia pasti akan mempertimbangkan hubungan bisnis yang sudah terjalin selama bertahun-tahun,” ujarnya penuh keyakinan.

Marisa yang duduk di samping suaminya ikut tersenyum lega. “Benar. Apalagi perusahaan kita sudah memiliki pengalaman menangani proyek besar. Seharusnya itu juga jadi pertimbangan tersendiri.”

Arsen tidak langsung menanggapi. Perusahaan ayahnya memang selalu mendapatkan banyak dukungan dari pihak Daren, tetapi sikap Daren belakangan dan KA Grup yang mulai menarik diri dari Wijaya sangat mengganggu pikirannya. Tapi ia tidak ingin terlihat ragu di hadapan kedua orang tuanya.

“Kita tetap harus mengajukan proposal terbaik. Aku tidak ingin bergantung sepenuhnya pada hubungan lama,” katanya tegas.

Darma mengangguk, meskipun keyakinannya belum berkurang. “Tentu saja. Tapi kan selama ini Tuan Daren selalu berpihak kepada kita? Aku yakin kali ini pun begitu.”

“Semoga saja,” jawab Arsen singkat lalu melanjutkan menyuapkan makanan ke dalam mulut.

Setelah selesai makan malam, mereka berbincang di ruang keluarga. Namun, percakapan mereka terhenti ketika Clarissa turun dari lantai atas dengan wajah masam.

Arsen sedikit termenung melihat kedatangan istrinya. Dulu biasanya keira yang melayani ketika dia makan. Tapi sekarang yang melakukan itu malah ibunya. Clarissa sama sekali tidak peduli dengan apa yang ia butuhkan.

Arsen pernah mengeluhkan itu pada ibunya, tapi dengan entengnya Marisa menjawab tentu saja wajar karena Clarissa adalah seorang nona kaya. Mana bisa dibandingkan dengan Keira yang memang mental babu. Apalagi sekarang memang seharusnya waktunya mereka bulan madu. Ya wajar saja kalau Clarissa merajuk. Akhirnya Arsen pun tak lagi mempermasalahkan. Mungkin ibunya benar.

Marisa segera menoleh kepada menantunya. “Clarissa, kemarilah, Sayang. Kami sedang membicarakan kabar baik dari perusahaan.”

Clarissa mendekat dengan langkah malas, lalu duduk di sofa yang berseberangan dengan Arsen. “Kabar baik apa? Apa perusahaan sudah tidak bermasalah lagi? Aku bisa pergi bulan madu?”

“Belum sepenuhnya,” jawab Arsen jujur. “Tapi ada peluang besar yang sedang kami kejar. Wijaya Group akan mengikuti tender proyek dari KA Grup. Kalau kita berhasil mendapatkannya, kondisi perusahaan bisa jauh lebih baik.”

Clarissa mengerucutkan bibir. “Jadi, karena proyek itu juga bulan madu kita harus terus ditunda?”

Marisa langsung meraih tangan menantunya. “Jangan begitu, Sayang. Kau harus mengerti keadaan Arsen. Dia sedang berusaha menjaga perusahaan agar kehidupan kalian nanti lebih terjamin.”

“Aku mengerti, Ma. Tapi kami baru menikah. Seharusnya sekarang kami bisa menikmati waktu bersama, bukan malah terus-menerus membicarakan pekerjaan.” Clarissa melirik suaminya dengan kesal. “Aku bahkan tidak tahu kapan kami berdua bisa pergi bulan madu.”

Arsen menghela napas, kemudian bergeser mendekati istrinya. “Aku tahu kau kecewa, Clarissa. Aku juga ingin segera pergi bersamamu. Tapi saat ini perusahaan sedang membutuhkan perhatian. Kalau keadaan semakin memburuk, bukan hanya rencana bulan madu yang akan terganggu. Tapi juga masa depan kita.”

Clarissa memalingkan wajah. “Kau selalu mengatakan hal yang sama.”

“Dengarkan aku dulu.” Arsen meraih tangan istrinya dan menggenggamnya lembut. “Jika kita berhasil mendapatkan proyek dari KA Grup, posisi Wijaya akan jauh lebih aman. Kita akan mendapat keuntungan yang sangat besar. Setelah semuanya berjalan lancar, aku akan mengatur waktu khusus untuk kita.”

Clarissa meliriknya, mulai tertarik dengan penjelasan tersebut.

“Bukan hanya bulan madu,” lanjut Arsen, berusaha melunakkan hati istrinya. “Setelah proyek itu berhasil, kau bisa meminta apa pun yang kau inginkan. Kita bisa pergi berlibur ke mana saja, membeli apa pun yang kau suka, atau melakukan hal-hal yang selama ini belum sempat kita lakukan.”

“Benarkah?” Clarissa akhirnya menatap suaminya.

Arsen tersenyum tipis. “Tentu saja. Aku akan membuatmu menikmati kehidupan sebagai istriku tanpa harus memikirkan masalah perusahaan.”

Mendengar janji itu, wajah Clarissa perlahan melunak. Ia memang menginginkan perhatian Arsen, tetapi kehidupan mewah dan segala kemudahan tentu saja lebih penting.

“Baiklah. Tapi kamu tidak boleh ingkar janji, ya,” katanya sambil menyandarkan kepala di bahu Arsen. “Aku tidak mau setelah proyek itu selesai, kau kembali sibuk dengan urusan lain.”

“Pasti,” jawab Arsen sambil mengusap punggung tangan istrinya.

Marisa tersenyum puas melihat keduanya mulai berbaikan. “Nah, begitu lebih baik. Kalian masih pengantin baru. Jangan sampai masalah pekerjaan membuat hubungan kalian menjadi tidak harmonis.”

Darma pun ikut tertawa kecil. “Arsen tahu apa yang harus dilakukannya. Sekarang yang terpenting adalah memenangkan tender itu.”

Arsen mengangguk. “Aku akan melakukan yang terbaik.”

*

Malam semakin larut ketika Darma dan Marisa memutuskan beristirahat. Arsen pun mengajak Clarissa kembali ke kamar mereka. Sepanjang perjalanan menuju lantai atas, Clarissa terus melingkarkan tangan di lengan suaminya.

Sesampainya di kamar, Clarissa langsung melepas perhiasan yang dikenakannya dan meletakkannya di atas meja rias. Arsen menggantung jasnya, kemudian melonggarkan dasi sebelum menghampiri istrinya yang sedang berdiri di depan cermin lalu memeluk wanita itu dari belakang.

“Kau masih marah kepadaku?” tanyanya sambil meletakkan dagu di pundak Clarissa.

Clarissa menggeleng kecil, lalu meraih tangan Arsen. “Aku hanya kesepian kalau kamu terus sibuk di perusahaan. Masa setelah menikah kita sama sekali tak punya waktu untuk bersama.”

Arsen menatap wajah istrinya dengan lembut. Beberapa hari terakhir dirinya memang terlalu sibuk memikirkan perusahaan hingga hampir tidak memperhatikan Clarissa. Tapi ia juga tidak bisa mengabaikan tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.

“Aku akan mencoba membagi waktuku dengan lebih baik,” janjinya.

Clarissa tersenyum, kemudian merangkul leher Arsen dan mendekatkan wajahnya. “Kalau begitu, malam ini jangan memikirkan pekerjaan lagi.”

Sebelum Arsen sempat menjawab, Clarissa telah mengecup bibirnya. Arsen yang beberapa hari ini cukup stress tentang perusahaan bagaikan mendapat hiburan. Pria itu pun membalas ciuman itu dan menarik istrinya lebih dekat. Clarissa menyambutnya dengan begitu mesra, memastikan perhatian suaminya malam itu hanya tertuju kepadanya.

Arsen benar-benar larut dalam kehangatan tersebut dan melupakan laporan keuangan yang menumpuk, penolakan Daren dan Elvano, serta ancaman yang membayangi perusahaan keluarganya. Bahkan bayangan Keira yang beberapa hari terakhir kerap muncul dalam pikirannya perlahan tersisih ketika Clarissa memeluknya erat.

1
Ilfa Yarni
jgn percaya tuan muda Santoso dia hanya ingin menjeratmu dgn taktik murahan itu
Yeni Astriani
Semoga Tuan Muda Santoso tidak terkena tipu daya Clarissa, lebih baik selidiki motif dan tujuan Clarissa mendekatimu dan kalau bisa hancurkan Clarissa beserta ortunya biar tidak banyak menipu para pengusaha muda nantinya☺☺☺
Aditya hp/ bunda Lia
senangnya hatiku lihat si Arsen bangkrut rasaiiinnn ... 👍
Muft Smoker
ni laa karma yg sedang km jalani dr perbuatan mu d masa lalu Arsen ,, masa gx sadar ke situu siih😒😒😒😒
Ilfa Yarni
semua ini terjadi adalah hasil dr perbuatan km sendiri yg telah jahat dan menipu keira dan jg hasil dr kesombonganmu skr nikmatilah semuanya
ryuka
nahh ini hasil dr kebohongan mu arsen
Noey Aprilia
Ingt dosa d msa lalu....spa yg udh nipu keira skian thn???bhkn smp mngkhianati ksh syng keira...skrng trima akibtnya....😡😡😡
Cicih Sophiana
dasar penipu orang yg menolong ngaku ngaku... tp kok si Arsen ada di rumah sakit kebetulan sekali...
Cicih Sophiana
nyelamatin apa sih...
Cicih Sophiana
emang Arsen penah nolong yah?... nolong apa?
Cicih Sophiana
dasar gak tau malu kamu Arsen udah di bilang gak di undang jg masih ngotot... biarpun kamu bisa masuk Keira belum tentu mau menerima kamu...
Cicih Sophiana
kan abis gelap terbitlah terang Key...😄
Cicih Sophiana
kluarga Santoso orang kaya dan pernah di tolak... nanti Clarissa paling akan membuat menantu nya jd babu gratisan. 😄😄😄
Cicih Sophiana
😄😄😄 saling mengharapkan dasar kedua nya matre...
Muft Smoker
terungkap juga rahasia masa lalu ,, bnr kn si arsenn cumaa ngaku2 aja
Aditya hp/ bunda Lia
hancur lebur sudah kalian orang2 gak tau diri
Ilfa Yarni
akhirnya terungkap Sudan semuanya mampis kau arsen tunggu kehancuranmu yg sebenarnya to Keira tau kan bahwa diculun yg menyelamatkan dia itu adalah elvano
Cicih Sophiana
hadeh Arsen kamu ini buta yah tdk tau peran istri begiru besar terhadap kluarga mu... kamu dan kluarga mu yg hidup dari Keira yg menggantungkan diri sama Keira...
Cicih Sophiana
gimana dgn mertua dan istri mu yg mama mu banggakan Arsen...
Cicih Sophiana
Arsen kamu minta dong sama istri mu... dia kan kata nya anak orang kaya.. lagian masa pak mertua lihat menantu nya kelimpungan cuma diam aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!