NovelToon NovelToon
Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di balik tatapan tajam dan profesi akademiknya, Zain dikenal sebagai profesor dingin dan kejam di kampus. Namun, tak ada yang tahu ia terperangkap dalam pernikahan dingin selama hampir empat tahun bersama Mara. Ikatan itu lahir dari kesalahan masa lalu saat SMA, ketika malam yang dikuasai alkohol memaksa Zain menikahi Mara. Bagi Mara, setiap hari adalah siksaan karena Zain selalu bersikap dingin dan terkesan jijik padanya.

​Hingga sebuah tragedi pada malam penerimaan mahasiswa baru mengubah segalanya. Malam itu tak hanya membuat Mara hamil, tetapi juga memberinya kemampuan misterius, Mara bisa mendengar setiap suara hati Zain.

​Di balik topeng es dan sikap kejam yang ditunjukkan Zain, ternyata tersimpan rahasia besar yang selama ini tersembunyi rapat dalam batinnya. Di antara jeritan hati Zain yang kini bisa ia dengar dan benih kehidupan yang tumbuh di rahimnya, mampukah Mara menyingkap tabir masa lalu dan menyelamatkan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DELAPAN

...Area Nakal......

...Harus cukup umur🤣🤣🤣...

...----------------...

Cup... Cup... Cup...

Bibir Amara mendarat tanpa arah, mencium pipi kanan dan kiri Zain bergantian, sebelum akhirnya menempel pasrah pada bibir tipis pria itu. Akal sehat Amara telah habis terkikis oleh cairan asing yang mengalir di pembuluh darahnya. Matanya sayu, meredup oleh kabut gairah yang membakar jiwanya dari dalam.

Zain melirik cepat ke sudut-sudut koridor sepi di belakang panggung. Jantungnya berdegup kencang oleh gelombang panik dan dorongan liar yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Terlalu berbahaya jika mereka berlama-lama di tempat terbuka seperti ini. Siapa saja bisa melintas dan memergoki mereka seperti pasangan yang sedang dimabuk mesum.

Zain menggendong Amara lebih tinggi, tetapi Amara justru melingkarkan kedua tangannya di leher Zain begitu erat. Wajahnya terbenam di leher pria itu, sesekali mencium pipi dan ceruk leher Zain tanpa kendali.

’Tuhan... bantu aku mengendalikan diri. Sentuhan ini... kenapa harus terasa sesulit ini untuk ditolak?’

Zain menggerutu dalam batinnya. Sia-sia saja dia menjaga diri selama ini

"Uuh... Panas! Gerah banget!" racau Amara gusar. Nafasnya terengah-engah di samping telinga Zain. "Tidak suka... Aku mau buka baju!"

Jemari Amara yang gemetar berusaha keras menanggalkan jas tebal yang membungkus tubuhnya, menyingkap kain itu hingga kancing gaunnya yang terakhir terlepas.

"Amara, diamlah!" bentak Zain rendah, mengencangkan langkah kakinya menyusuri lorong keluar.

"Ih, kamu berisik!" balas Amara merajuk, meremas bahu Zain yang tegap. "Biasanya juga kamu itu diam seperti patung Liberty! Jangan banyak protes! Dasar penguasa gudang es batu!"

Zain berusaha menangkap kedua tangan Amara dengan satu tangannya, tetapi istrinya itu justru menggeliat hebat seperti cacing kepanasan. Dengan susah payah, Zain berhasil membawa Amara keluar menuju parkiran khusus dan memasukannya ke dalam kursi penumpang depan mobilnya.

Namun, baru saja mobil melaju sekitar sepuluh meter meninggalkan area kampus, Amara sudah benar-benar tak terkontrol. Bagian atas gaunnya terlepas dari bahu, memperlihatkan kulit mulus dada bagian atas yang hanya dilindungi oleh pelindung gunung kembar berwarna hitam.

Zain menepuk wajahnya dengan kasar di balik kemudi. Napasnya memburu. Kali ini ia benar-benar bisa berada dalam masalah besar. Bisa-bisa sebelum mereka sampai di rumah, Amara sudah bertelanjang bulat di dalam mobilnya.

Zain menyadarkan diri bahwa ia tidak akan sempat membawa Amara sampai ke rumah mereka yang berjarak cukup jauh. Pria itu harus segera menemukan penginapan sementara dan merendam wanita itu dengan air dingin untuk memulihkan kesadarannya.

Setengah menit kemudian, Zain membelokkan kemudinya masuk ke halaman sebuah penginapan sederhana yang sepi. Tanpa membuang waktu, ia membungkus kembali tubuh Amara dengan jas tebalnya, lalu menggendong gadis itu keluar dari mobil.

Tiba di meja resepsionis yang remang, Zain mengetuk meja dengan tergesa. "Saya pesan satu kamar. Ini kartu identitas kami. Kami suami istri, dan istri saya sedang sakit keras, butuh istirahat malam ini."

Begitu mendapatkan kunci kamar, Zain menyusuri lorong dengan langkah lebar. Begitu pintu kamar terbuka dan tertutup rapat, Zain melempar tubuh Amara dengan hati-hati ke atas kasur empuk.

Pria itu berbalik, berniat melepaskan kancing lengan kemejanya bersiap membopong Amara ke kamar mandi. Namun, entah sejak kapan Amara berhasil meloloskan dirinya dari balutan jas. Secara mendadak, Amara melompat dari atas kasur dan memeluk Zain erat-erat dari arah belakang.

Zain menegang seketika. Seluruh sarafnya seolah membeku saat merasakan dada hangat Amara menempel rapat di punggungnya.

"Kak Zain... Kamu jahat banget sih," bisik Amara parau, menyandarkan pipinya yang panas ke kain kemeja Zain. "Kenapa selalu bersikap dingin pada Mara? Apa Kak Zain tidak suka Mara? Benci Mara? Atau jijik pada Amara?"

Zain menarik napas dalam-dalam, memutar tubuhnya perlahan hingga mereka berhadapan. Ia menatap dalam-dalam wajah sendu Amara yang merona merah. Mata gadis itu basah oleh air mata gairah yang menyiksa.

'Ya Tuhan... Ya.. Tuhan.. Bagaimana ini?' rutuk Zain dalam hati.

Amara langsung menyusupkan tubuhnya, memeluk leher Zain kembali. Sentuhan langsung itu membuat Zain mampu merasakan lekuk tubuh istrinya tanpa penghalang berarti.

Cup.

Amara menempelkan bibirnya kembali di bibir Zain.

"Kenapa Kak Zain tidak suka menciumiku seperti waktu itu?" bisik Amara lirih di depan bibir Zain. "Kenapa...?"

Zain menyentuh bibirnya sendiri yang baru saja disapu rasa manis dan hangat itu. Tangannya bergetar hebat.

"Amara... Jangan melewati batasan!" bisik Zain dengan suara yang amat sangat dalam dan serak.

"Batasan apa, Kak Zain?" racau Amara tertawa tipis, menatap mata Zain dengan pandangan berkabut. "Batas kota? Batas RT, RW? Atau batasan antara pria dan wanita? Tapi kita ini adalah suami istri... Aku... Aku..."

Tubuh Zain semakin menegang. Darah di dalam pembuluh darahnya terasa mendidih mendadak. Wajahnya kini memerah sempurna, dan jantungnya berdegup liar menghantam rongga dada. Terutama bagian dadanya yang jelas merasakan kenyalan dari bagian tubuh Amara yang makin merapat padanya.

’Aku tidak bisa menahannya lagi... Tuhan, aku tidak sanggup lagi membohongi diriku sendiri!’

"Amara, kamu sudah terlalu jauh!" gertak Zain rendah.

Zain mencengkeram lembut belakang leher Amara, menyapu jarak di antara mereka, lalu mencium bibir gadis itu secara memburu.

Suara kecupan basah yang penuh pelepasan gairah bergema di seluruh kamar penginapan yang hening. Hawa dingin dari AC tidak lagi mampu menopang gejolak panas di antara mereka. Keringat dingin membasahi pelipis dan wajah Zain. Pria itu bertindak layaknya sebuah sumur kering yang sudah bertahun-tahun tidak terisi air, kini menenggak setiap tetes kesegaran tanpa sisa.

Zain melepaskan ciumannya sejenak, melepas paksa kancing kemejanya sendiri hingga kemeja itu terlepas melantai, memperlihatkan dada bidangnya yang kekar dan tegap. Jemari lembut Amara langsung menyapu permukaan kulit dada Zain, memberikan sentuhan yang memicu getaran liar di seluruh tubuh pria itu.

"Amara..." Zain mengungkung tubuh Amara di atas ranjang, menatap gadis itu dengan tatapan mata yang gelap oleh rasa lapar yang terpendam selama empat tahun. "Kamu tahu apa yang akan terjadi?"

"Kamu..." Amara mengerjap lemah, jemarinya membelai rahang tegas Zain. "Kamu adalah Zain... Suamiku yang tidak pernah menyentuhku..."

"Setelah ini jangan pernah menyesali apa pun, Amara," bisik Zain tepat di depan bibir Amara, suaranya dipenuhi amarah dan gairah yang menyatu. "Kamu yang telah memancingku keluar dari kurungan ini."

Euuuh...

Zain menundukkan kepalanya, mendaratkan ciuman panas di sepanjang leher jenjang Amara yang putih dan mulus. Tubuh bagian atas Amara kini telah terbuka penuh, hanya menyisakan pelindung gunung kembar berwarna hitam yang membingkai indahnya lekuk tubuh gadis itu.

Pertama dan terakhir kalinya, empat tahun lalu Zain pernah menyentuh Amara dalam kondisi setengah sadar akibat alkohol di masa SMA. Namun kali ini, Zain berada dalam kondisi sadar sepenuhnya. Ia bisa menikmati dan mengagumi keindahan tubuh istrinya tanpa ada sekat penyesalan. Biarlah setelah malam ini, Amara menganggapnya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Klik.

Kait pelindung hitam itu terbuka. Tangan Zain yang bergetar lembut mulai meraba dan memberikan pijatan hangat pada area terlarang tersebut.

"Eeuuhh... Terus... Lakukan dengan lembut, Kak... Aahhh..." desah Amara tertahan, kepalanya mendongak pasrah saat gelombang sensasi asing menghantam kesadarannya.

"Diam, jangan bersuara, Amara!" perintah Zain serak, namun bibirnya langsung membungkam mulut Amara dengan ciuman yang lebih dalam dan mengikat.

1
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
wkwkwkw kalo begitu kau cium saja itu suamimu tiap hari biar bisa mendengar suara hati Zain kan lumayanlah tuh🤔🤭🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
lahhhh kok ternyata kakak Amara sendiri yang merencanakannya kejadian empat tahun yang lalu itu 😱🤔
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
kali ini zain menang banyak wkwkw
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
si zain main sosor aja 😭
gak liat situasi apa gimana dah, istri abis sakit malah membrutal wkwkwkwk
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
owalah Zain kau itu benar benar menggemaskan sekaligus ngeselin banget cobalah sekali kali bicara yang jelas dan pikirkan perasaan Amara yang merasa dirinya tak cukup pantas berada disisimu🤔
Muft Smoker
gengsi di gedein zaiiin ,, zaiiin ,,
gmn yx kalo zain tau Amara bisa dgr suara hati ny🤭🤭🤭😂😂😂
Muft Smoker: waah dtggu banget tuh kak dew ,, penasaran ma ekspresi ny si zain ,,
muka doank dingin ,, tp curahan hati ny sangat2 berbahaya 🤭🤭😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
zain peka dikit jd suami ,, sebelum semua terlambat
Muft Smoker
ni dosen kyak ny pake jalur instan nih ,, gx da adab ny
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
apakah ini ciri ciri amara mau pisah?
plot twist nya pas mau pisah malah hamidun miss 🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
Zain tidak bisakah kau turunkan egomu itu jika Amara sudah memasuki fase lelah padamu yang ada kalian akan bubar 🤔🥹
SENJA
mantabs pak wanto 🤣
SENJA
sok tau lo 🤣
SENJA
yeeeeeey huuuu ga tau malu🤣🤣🤣
SENJA
laaaah siapa elu 🤣🤣
SENJA
lu dosen ga ada adab woeee
SENJA
jangan2 zain bisa juga 😳🤣
SENJA
laaah kok timbul tenggelam gitu suara bathinnya🤣
SENJA
perbuatan laki lu 🤣
SENJA
ishh isssh ketagihan🤣
SENJA
kejem amat ihhh ama bini 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!