NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari yang sibuk

𝙥𝙖𝙜𝙞 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙖𝙟𝙞

"bik, masak apa pagi ini?"

"nasi goreng tuan"

"buatkan aku sandwich, masukan di kotak bekal"

"ndak sarapan di rumah tuan?"

"ndak keburu bik, aku makan di mobil"

bik atik melaksanakan perintah majikannya itu, aji segera membersihkan badannya. hari itu aji pulang dari rumah sakit kesiangan, harus berangkat ke blitar untuk peresmian kantor cabang disana.

Setelah selesai, aji berangkat.

"bik.. tuan brangkat lagi?" tanya dwi

"iya wik, kamu sudah ketemu sama pemilik rumah ini?"

"belum bik, tadi waktu aku sampai, aku lihat mobil tuan di depan. aku lewat samping, pas aku masuk, tuan sdh berangkat"

"telat kamu wik, tadi aja kayaknya tuan terburu-buru"

"ndak sarapan? kok utuh?"

"sarapan, minta sandwich, makan sambil nyetir"

"apa ndak bahaya ya bik"

"semoga ndak ya wik, tuan aji orang baik. pasti dilindungi"

"aamiin" jawab dwi "bik. lukisan siapa itu?" ucap dwi sambil menunjuk lukisan besar di ruang makan aji

"ndak tau wik, aku juga ndak berani tanya, lukisan kok punggung orang"

"apa adiknya tuan?"

"bisa jadi. di kamar juga ada, sama persis seperti ini. cuma agak kecil, ndak sebesar ini"

"tapi aku kok ndak asing sama bentuk tubuh itu ya bik"

"lukisan punggung gitu? mana pakai baju SMA lagi"

Dwi menatap lama lukisan itu, lukisan punggung gadis berseragam sekolah, berjalan sambil membawa buku, mengenakan hijab putih

"sudah ayok kerja" ucap bik atik mengajak dwi kembali bekerja membersihkan rumah

"bik, hari ini aku ke kampus. bik atik berani di rumah sendiri"

"berani. tinggal gembok aja pagernya kan beres. jangan lama-lama ya. selesai langsung pulang"

"siap bik... hari ini pak yanto libur, istrinya melahirkan"

"iya, baik lho tuan kita ini. mobilnya bapak suruh bawa yanto buat bawa istrinya ke rumah sakit"

"baik banget bik. aku pingin ketemu dengan pemilik rumah ini, ini orang apa malaikat, baik banget"

"yang jelas orang... Sama-sama makan nasi seperti kita. sudah yuk kerja"

*****

Siang itu aji berangkat ke kota blitar untuk peresmian kantor cabang disana

"may... "

"ya pak"

"siapa nama anak itu?"

"yang mana pak?"

"yang pakai baju cream"

"oh... lucy. namanya lucy pak"

"ow.... "

"kenapa pak?"

"dari tadi curi-curi padang aja"

"mau di suruh ke kuburan juga pak?"

"boleh... " ucap aji sambil berlalu

Ponsel aji berbunyi

"ya Mel... nanti aku hubungi lagi ya. aku masih sibuk"

Tanpa menunggu jawaban dari Mela, aji memutuskan panggilan itu

"may, untuk kantor cabang di kediri dan tulungagung kapan peresmiannya?"

"dalam minggu ini pak"

"kalau bisa urutkan harinya, biar ndak bolak balik ke malang"

"baik Pak" maya mengatur ulang jadwalnya

Setelah semua urusannya selesai, aji kembali ke kota malang. setibanya di malang, aji langsung menuju rumah sakit dimana ajeng di rawat, ketika aji masuk kedalam kamar, kamar itu kosong, sudah bersih. aji meraih ponselnya

"Mel. kamu dimana?"

"aku sudah di rumah mas"

"ajeng?"

"ajeng sudah di perbolehkan pulang"

"oke aku langsung ke rumahmu"

aji keluar dari rumah sakit itu

"bik... minta tolong di kirim baju ke alamat yang saya kirim ya"

"baik tuan, berapa stel tuan?"

"satu stel untuk ke kantor dan satu stel untuk di rumah. jangan lupa dalamannya juga"

"baik tuan"

aji menelpon asisten rumah tangganya itu

"wik... tolong antar ini ke alamat ini ya" ucap bik atik setelah menyiapkan semua pesanan aji

"rumah siapa ini bik?"

"ndak tau, kirim aja"

"trus nanti kalau di tanya buat siapa?"

"aku kirim nomer tuan, kalau sudah sampai kamu telp saja"

"oke bik siap... " ucap dwi berangkat ke alamat yang di maksud

Setelah mancari alamat yang dimaksud, dwi berhenti di salah satu rumah. menelpon nomer tuannya.

"Mel... hpku bunyi. tolong di angkat" teriak aji dari dalam kamar mandi

"ndak ada namanya mas"

"angkat aja, mungkin itu kurir yang antar bajuku"

"halo..."

"iya mbak, apa benar ini nomernya bapak aji?"

"iya betul, ini siapa?"

"saya dwi mbak pembantu bapak, mau ngantar pakainya bapak"

"oww.. oke tunggu sebntar"

Mela keluar rumah, mendapati dwi berada di depan rumahnya

"mbak dwi ya?" ucap Mela

"iya mbk. ini mau ngantar pakaian tuan"

"masuk dulu wi"

"Terimakasih mbak, langsung pulang saja" dwi pamit undur diri

"siapa yang nelpon mel?" ucap aji keluar dari kamar mandi

"dwi mas, ini ngantar bajumu"

"mana dia? ndak kamu suruh masuk?"

"ndak mau, langsung pulang dia"

"oww... padahal aku juga mau ketemu dia"

"kenapa mas?"

"dia pembantu baru di rumah, mulai dari awal masuk sampai sekarang aku belum ketemu sama dia"

"owww... cantik"

"siapa?"

"dwi"

"masih cantik suci"

"emang yang namanya suci itu secantik apa sih? sampai membuat seorang aji pengusaha sukses ndak bisa melupakannya"

"cantik... cantiknya ada di sini dan di sini" ucap aji sambil memegang kepala dan dadanya

malam itu aji menepati janji untuk menginap di rumah Mela

"yah... nanti tidur sama aku ya" pinta ajeng

"boleh... tapi boleh kan satu ciuman untuk ayah"

"boleh lah... " ajeng mencium pipi aji

"mel, kamu masak apa? lapar"

"masak yang gampang aja ya mas, aku bikin orek tempe sama sayur asem"

"wah enak nih... lapar" ucap aji mengambil piring di atas meja makan

"makan dimana mas?" ucap Mela setelah melihat aji mengambil makanan dan pergi dari meja makan

"aku pingin makan sambil nonton TV. nah seperti ini"

Mela ikut dengan aji

"lha kenapa ikut juga"

"nemani kamu lah"

𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙖𝙟𝙞

"tadi ketemu tuan wik?"

"ndak bik. eh bik... tadi itu rumah siapa ya bik?"

"ndak tau wik, kenapa?"

"pas aku ngantar pakainya tuan, yang keluar perempuan cantik bik"

"masak wik, apa kamu ndak salah rumah? "

"endak. beneran bik. apa itu rumah istrinya tuan?"

"ndak mungkin lah wik, kalau tuan punya istri pasti di bawa kesini. istrinya tuan itu ada di jogja"

"jangan jangan.... " ucap dwi

"jangan jangan apa?"

"jangan jangan tuan punya istri lagi bik, makanya ndak di bawa ke rumah ini"

"huusss... jangan ngaco kamu. ndak mungkin tuan seperti itu"

"lantas siapa ya perempuan tadi?"

"bisa jadi rumah saudaranya?"

"bisa jadi ya bik, trus bik atik sudah pernah ketemu sama istrinya tuan?"

"pernah sekali, tahun kemarin"

"kerumah ini?"

"iya, itu pun di sini cuma sehari, trus ndak pernah datang lagi sampai sekarang"

"cantik ya bik.. putih, glowing gitu ya?"

"cantik lah. namanya juga istri orang kaya, kulitnya putih, putih banget. ndak kayak kita ini, burik" ucap bik atik sambil tertawa

Tiba-tiba HP bi atik berbunyi

"bik, tolong jangan kasih tau siapa-siapa alamat yang aku kirim tadi ya"

"baik tuan" ucap bik atik putuh

"nah betul kan apa dugaanku" ucap dwi

"ah masak tuan selingkuh?"

"jaman sekarang mana ada laki-laki yang setia bik bik... yang penghasilannya pas - pasan aja selingkuh. apa lagi seperti tuan, pengusaha sukses, wajarlah kalau punya selingkuhan atau istri lebih dari satu"

"masak iya ya?"

******

di rumah Mela

"kenapa kamu bilang seperti itu mas?"

"aku takut kalau wulan tiba-tiba kemalang dan tanya ke bik atik, trus di kasih tau rumah ini. bayangkan saja. pasti ribut"

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!