Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.
Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?
Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa
Selamat membaca~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat Curiga
"Demi apa? Bisa-bisanya semalam malah ciuman brutal sama Kyle? Aduuuh"
Marsya menunduk, ingatan tentang kejadian semalam mendadak muncul saat dia mengoles pelembab pada bibirnya. Bibir ini, bibir yang dilahap suaminya itu tidak bisa menghindar, bibir ini menerimanya dengan senang hati. Dasar bibir murahan, pikir Marsya, entah bagaimana dia akan menghadapi Kyle nanti, laki-laki itu pasti akan mengejek dan menggodanya.
Selesai merias diri, Marsya bersiap turun dan bergabung untuk sarapan. Belum sempat meninggalkan kamar, Kyle yang baru saja selesai mandi, buru-buru menahan Marsya dengan menyudutkan kearah pintu.
Deg, detak jantung Marsya mendadak cepat. Kyle, dengan handuk yang melilit pinggang dan bertelanjang dada, mampu membuat Marsya gugup dan salah tingkah. Tetesan air yang meluncur di dada bidangnya, membuat Kyle terlihat menggoda, tentu didukung dengan wajahnya yang sangat tampan.
"Mau kemana? Gue mau lanjutin yang semalam" Bisikan lembut Kyle membuat Marsya mengalihkan tatapannya. Mengingat kejadian semalam saja membuat Marsya malu, bagaimana bisa Kyle menginginkannya lagi? Dengan keberanian, perlahan Marsya mendorong Kyle untuk menjauh, namun Kyle justru semakin merapatkan tubuhnya,
"Hey" Kyle meraih wajah Marsya, ditatapnya wajah Marsya yang memerah karena tersipu malu,
"Boleh dicium, nggak?"
"Enggak" Marsya menutupi bibirnya, namun Kyle, dia justru menyingkirkan tangannya.
"Kalau bukan suaminya, siapa lagi yang boleh cium istri secantik ini?"
Wajah Kyle kian mendekat, membuat hembusan nafas yang hangat bisa saling mereka rasakan. Marsya tidak bisa menghindar lagi, bibir Kyle hampir mendarat sempurna dibibirnya.
Tok
Tok
Tok
Marsya tersentak, pintu dibelakangnya diketuk berulang kali oleh seseorang dari luar. Telapak tangan Kyle yang ada disamping kepalanya, terlihat mengepal saat mendengar suara laki-laki yang memanggil namanya. Ya, Kyle mengenal laki-laki pemilik suara itu, siapa lagi kalau bukan Leo. Sahabatnya itu terus memanggil namanya. Entah apa yang membawanya kesini di pagi hari, yang jelas, Kyle mendadak kesal karena Leo sudah dua kali mengganggu waktunya dengan Marsya. Dan, bagaimana bisa makhluk ini berhasil lolos dan naik sampai ke lantai atas? Kyle bertanya-tanya. Apakah tidak ada keluarga yang menahannya dibawah?
"Itu Leo. Kalau dia masuk gimana?" Marsya berbisik, dia menyingkir dari pintu dan bersembunyi didalam kamar mandi. Pilihan yang tepat, jika tidak, Leo pasti sudah melihatnya karena laki-laki itu menerobos masuk tanpa permisi dan langsung duduk di kursi.
"Lo ngapain kesini?" Tanya Kyle tanpa basa-basi sambil dia tinggalkan Leo untuk berpakaian.
"Hehe, gue mau ngajak lo sama Erik sarapan bubur ayam di tempat Om gue, baru buka" Jawaban Leo membuat Kyle berpikir, apa dia tidak salah dengar? Erik? Apa Erik juga ada disini?
"Lo sama Erik?"
"Iya, tuh, dia ada dibawah, lagi ngobrol sama Oma lo"
Mendengar jawaban Leo, Kyle sedikit terkejut. Namun tidak dengan Marsya, obrolan Kyle dan Leo yang terdengar sampai kamar mandi, membuat Marsya panik. Kekasihnya berada disini? Jangan sampai baik Erik atau pun Leo melihatnya. Kyle harus melakukan sesuatu, dia harus mengeluarkan Leo dari kamar dan membuat kedua orang itu untuk segera pergi dari sini, pikir Marsya.
"Lo tunggu diluar"
"Lah, kenapa?"
"Mau liat gue telanjang?"
"Dih, stress, gue normal" Erik bangun dari kursi yang dia duduki. Dan tunggu, seketika dia menyadari sesuatu, kursi yang dia duduki ini adalah kursi dari meja rias yang tadi dia punggungi. Sebuah meja rias dengan cermin, dengan satu vas bunga kecil dan berbagai macam riasan dan perfume yang di diatasnya, semua itu adalah milik Marsya, dan Leo mencurigainya. Tentu saja, beberapa kali masuk kedalam kamar Kyle, Leo tidak pernah melihat meja itu sebelumnya, jelas meja itu memang disediakan untuk Marsya.
"Sejak kapan dikamar lo ada meja ini? Banyak barang-barang cewek lagi"
"Ck, kepo" Kyle langsung mendorong Leo keluar dari kamarnya, lega rasanya. Buru-buru dia menghampiri Marsya yang masih ada didalam kamar mandi, dia usap wajahnya dengan lembut, menjelaskan pada Marsya bahwa semua akan baik-baik saja.
"Kamu berangkat sama mereka aja, aku diantar Pak Bayu" Ucapan Marsya diangguki Kyle dengan setuju, biar lah untuk hari ini supir mereka yang mengantar Marsya ke kampus. Dan Kyle, dia akan mengurus kedua sahabatnya itu.
Kyle, Erik dan Leo, mereka bertiga berangkat bersama menuju tempat tujuan. Leo menyetir, Kyle duduk disebelahnya dan Erik duduk dibelakang mereka. Seperti biasa perjalanan mereka selalu ramai, memang seperti ini. Mereka bisa membahas segala hal secara random, membahas bagaimana cara dunia bekerja, obrolan laki-laki memang seseru itu. Tetapi, ada kalanya juga mereka membahas perihal perempuan. Seperti sekarang, saat Erik memberi saran kepada Kyle dan Leo untuk segera memiliki pasangan.
Kyle tersenyum tipis, begitu bahagianya Erik bercerita tentang keberuntungannya memiliki kekasih seperti Marsya. Erik puja-puja Marsya dengan penuh rasa kagum tanpa tahu perempuan yang dimaksud itu sudah menjadi istri sahnya. Kyle biarkan Erik bercerita meski hatinya terbakar api cemburu.
Tiba di warung makan tujuan, ketiganya duduk pada kursi yang sudah dipesan Leo sebelumnya. Sambil menunggu makanan tiba, mereka melanjutkan obrolan, pembahasan Marsya masih menjadi topik seru mereka sampai saat ini. Dimana Erik, dengan antusias mengatakan dia akan bertunangan dengan Marsya dihari jadi mereka yang ketiga nanti, yaitu satu bulan mendatang. Perkataan Erik tidak membuat Kyle terkejut, toh, hal itu tidak akan pernah terjadi.
Kyle dengarkan dengan seksama obrolan antara Erik dan Leo tentang acara pertunangan itu. Leo yang mendukung penuh rencana Erik, bersedia membantu dengan mengurus persiapan dan dekorasi acaranya, sungguh sahabat sejati, batin Kyle sambil tersenyum tipis.
"Oh, wait!" Mendadak Leo terkesiap, dia meraih tangan kanan Kyle tanpa aba-aba. Tangan kurus dengan jari-jari lentik itu dilayangkan ke udara oleh Leo
"Lo ngapain sih, Le?" Tanya Kyle heran,
"Damn! Sejak kapan lo pakai cincin?" Pertanyaan Leo membuat Kyle menarik tangannya. Erik yang duduk dihadapannya, turut memperhatikan sebuah cincin yang melingkar dijari manis Kyle, membuat rasa penasarannya juga muncul mengingat Kyle tidak suka memakai cincin, paling-paling hanya kalung rantai dan anting tindik yang selalu Kyle kenakan.
"Setau gue lo nggak suka pakai cincin?" Leo bertanya lagi. Sungguh, ada saja hal yang membuat makhluk ini curiga, batin Kyle. Ingin rasanya Kyle membius Leo agar tidak banyak bicara dan bertanya, menyebalkan.
"Mirip cincin nikah?" Tanya Erik yang diangguki Leo, "Iya, benar!"
"Ck, cuma cincin biasa, nggak usah heboh"
"Ya, tapi-"
"Ngomong lagi gue hajar ya lo" Ucap Kyle dengan tatapan tajam, hampir rasanya kehilangan kesabaran karena sahabatnya ini
***
Beberapa jam telah berlalu, ketiga sahabat itu sudah menyelesaikan kelas mereka. Leo pamit lebih dulu karena harus melanjutkan kerja paruh waktu, meninggalkan Kyle dan Erik yang berjalan bersama menuju parkiran mobil. Di perjalanan itu, Erik bercerita bahwa hari ini sikap Marsya sedikit berubah, sejak tadi pagi gadis itu tidak membalas pesan dan tidak mengangkat telfonnya. Dan saat mereka bertemu di kantin, Marsya seakan acuh tak memperdulikannya. Cerita Erik itu membuat Kyle berpikir, apakah Marsya sedang menjauhi Erik secara perlahan? Mengingat kemarin dia sudah melarang Marsya untuk menemui Erik dan Marsya mematuhinya.
"Tadi gue ke kelasnya, Bella bilang Marsya pulang duluan karena nggak enak badan, dia kenapa, ya?" Erik bertanya-tanya sendiri, sambil memikirkan apa yang terjadi dengan kekasihnya itu,
"Perasaan tadi pagi baik-baik aja?" Batin Kyle, mendadak rasa khawatir muncul, mungkinkah benar Marsya tidak baik-baik saja?
"Kyle, gue duluan, ya. Gue tau harus ngapain" Ucap Erik sebelum berlari menghampiri mobilnya. Kepergian Erik itu membuat Kyle mengernyit, apa yang akan dilakukan Erik setelah mendengar Marsya tidak enak badan? Kepergiannya pun terkesan terburu-buru.
Kyle membuang nafas panjang, mendengar Marsya sudah pulang lebih dulu, membuatnya juga harus pulang dengan cepat. Kyle cemas, dia takut sesuatu terjadi dengan istrinya itu. Tetapi, belum sempat memasuki mobilnya, suara kecil seperti bisikan terdengar dari balik tembok dibelakangnya, suara yang berulang kali memanggil namanya.
"Marsya?"
Kyle celingukan, dia memastikan mobil Erik sudah pergi meninggalkan parkiran kampus, baru setelah itu dia hampiri Marsya ditempatnya.
"Katanya pulang duluan? Sakit?" Tanya Kyle sambil memeriksa dahi Marsya dengan telapak tangannya,
"I'm fine. Aku suruh Bella bohongin Erik, sebenarnya aku ngumpet, hehehe"
"Dasar. Ya udah, ayo pulang" Kyle menarik tangan Marsya, namun gadis itu menahan langkahnya,
"Tunggu dulu, aku...aku tembus" Ucap Marsya dengan senyum getir, tatapan matanya meminta Kyle untuk melirik sesuatu di bagian bokongnya. Bercak darah yang cukup banyak terlihat jelas di rok berwarna kuning yang Marsya gunakan. Dan sekarang Kyle paham, "tamu bulanan" istrinya baru saja tiba.
"Nggak pakai softex?"
"Tadi sebelum masuk kelas aku udah pakai, tapi malah tembus begini, aku malu, makanya aku ngumpet"
"Astaga" Kyle segera melepas jaketnya, bagian lengannya dia ikatkan pada pinggang Marsya. Dan sekarang, jaket berukuran besar itu berhasil menutupi bercak darah tersebut.
"Emangnya nggak apa-apa? Nanti jaket kamu kotor"
"Kan tinggal dicuci, Sya. Ayo" Kyle meraih tangan Marsya, dia bawa istrinya itu menuju mobilnya. Mendapat perlakuan manis seperti ini, membuat Marsya tersenyum sambil menatap Kyle, perhatian kecil ini membuatnya senang.
"Kyle?"
"Hm?"
"Makasih, ya"
"Cium gue"
"Ish! Kamu"
...••••...
To be continued😝🥰🥰🥰
hay guysss gimana bab kali ini?komen dibawah yaaaa
dukung terus biar gak ketinggalan cerita yang makin seruuuuu ..thank you💕💕💕