NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19

Mobil Rolls-Royce seri panthom berwarna hitam dogh, meluncur cepat di jalan raya. Plat bernomor R O MNV, bermanuver cantik di jalan raya tanpa pelanggaran lalulintas elektronik.

Kendaraan itu memasuki kawasan pertokoan. Nama pabrik roti Odega Bakery sangat terlihat mencolok karena atapnya didesign mirip roti tawar. Alis Alexander naik sebelah, matanya tiba-tiba berbinar. Otak berbisnisnya langsung bekerja sempurna.

Sebelum mendatangi tempat di mana istrinya bekerja. Alexander sudah membaca data dari pemilik perusahaan.

Seorang pria berusia empat puluh tahunan. Bertubuh gemuk, dengan pipi kemerahan. Matanya bersinar penuh jenaka dan ketulusan. Alexander sempat tak percaya dengan foto Nataniel di majalah digital yang mengangkat nama pria itu.

Bukan hanya wajah pria itu yang seperti setengah malaikat. Tetapi, keluarga itu sudah hidup di Montana selama empat generasi dan Nataniel adalah generasi ke empat.

Selain pabrik roti yang memproduksi roti. Keluarga Odego memiliki beberapa toko roti yang dimiliki seluruh keturunannya dan tersebar di pelbagai lokasi strategis di Kota Seradam.

"Tampaknya mereka memiliki banyak keturunan dan bisa membagi seluruh aset secara adil," gumamnya.

Kendaraan yang mirip kendaraan Batman itu masuk kawasan industri. Alexander harus turun untuk pergi ke pos jaga dan mengatakan keinginannya.

"Selamat Pagi Tuan!" sapa security ketika melihat kedatangannya.

"Hmmm ... aku mau bertemu bossmu!" ujar Alexander tanpa mau berbasa-basi.

"Maaf Tuan, jika Tuan ingin bertemu dengan Pak Odego. Tuan bisa pergi ke pertokoan di depan sana," jawab security sambil menunjuk satu bangunan yang berjarak lima ratus meter dari sana.

"Di sana?" tanya Alexander.

"Benar Tuan. Di sana. Apa perlu kami antar?"

"Tidak!" jawab Alexander tapi tak melangkahkan kakinya.

"Kalau ingin bertemu dengan Charoen....."

"Charoen?". security dengan nama Palace itu menatap Alex dengan tatapan menyelidik.

"Aku suaminya ...."

"Maaf Tuan. Selama jam kerja. Para karyawan dilarang bertemu dengan siapapun kecuali sangat penting dan berbahaya," sahut Palace tenang. Pria berusia sekitar lima puluh tahun itu tak gentar ditatap Alexander sedemikian rupa.

'Ck, nyali pria ini!' umpat Alex dalam hati salut akan keberanian Palace.

"Tapi saya suaminya ...."

"Tuan ... Nona Char sedang bekerja. Jika dia berhenti mengadon. Maka semua pembuatan roti akan gagal. Lalu dua ratus karyawan akan kena imbasnya ...."

Jawaban Palace membuat Alexander geram. Tangannya mengepal erat, rahangnya mengeras. Ia langsung melayangkan tatapan intimidasi pada sang penjaga tua itu.

Tetapi sekali lagi, Palace berdiri tenang. Ia tak gentar menatap manik kelabu yang menusuknya seakan ingin merobek seluruh dagingnya itu.

Gigi Alexander bergemeluk pelan. Baru kali ini, seorang penjaga pos berumur lima puluh tahun dengan pakaian seragam sederhana sanggup membuat penguasa Romanov yang paling ditakuti seluruh Kota Seradam itu tertahan di luar pagar!

Aura membunuh yang biasanya sanggup membuat para pebisnis kelas atas berlutut dan gemetar ketakutan, kini seolah membalas memantul tanpa bekas di hadapan ketenangan Palace. Pria tua itu tetap berdiri tegak dengan dagu terangkat, menjalankan tugasnya dengan keteguhan hati yang luar biasa.

"Satu roti buatan Nona Charoen yang gagal hari ini," ujar Palace lagi dengan nada yang luar biasa tenang namun lugas, "berarti ada puluhan anak sekolah dan pekerja yang kehilangan sarapan favorit mereka nanti sore. Apa hal penting yang ingin Tuan sampaikan pada istri Tuan hingga sanggup merusak kebahagiaan mereka?"

Alexander terdiam.

Tatapannya masih tertancap pada Palace. Pria tua itu sama sekali tidak bergeser dari tempatnya. Tidak menunduk.

Tidak gugup. Bahkan tubuhnya tegak sempurna, kokoh layak benteng beton tebal yang siap menghadang siapa saja.

"Kau tau siapa aku?" tanya Alexander mulai memakai gaya penekanan apa mafia.

"Ya!" jawab Palace tegas.

"Lalu kenapa amda berani ...."

"Anda datang sebagai suami Nona Charoen!" potong Palace membungkam telak Alexander.

"Aku bisa me ...."

"Tuan!" seru Palace mulai bersikap tegas. Malah matanya kini berbalik menantang Alexander.

"Anda datang ke sini untuk bertemu siapa? Dari tadi anda melakukan intimidasi pada seorang pekerja yang sedang melakukan tugasnya!" senggrangnya membuat mulut Alexander yang biasa tajam terkunci rapat.

Palace maju selangkah, entah kenapa, Alexander malah mundur. Pria itu terkejut atas respon tubuhnya, bukan hanya tubuhnya. Baru kali ini seluruh tekanan yang tadi ia lancarkan berbalik kepadanya.

Tiba-tiba seluruh memorinya masuk ke sebuah ingatan di suatu malam. Di sana, di depan pintu. Ayahnya masuk dalam keadaan mabuk dan dipapah oleh wanita yang beriasan tebal.

Alexander menatap ayahnya yang berciuman penuh hasrat di ruang tamu. Lalu ketika ibunya berteriak, pria yang ia panggil ayah malah meletuskan senjatanya dan membuat ibunya tewas dengan lubang peluru di kepalanya.

Milianno Rich Albertus Romanov, ayah Alexander masuk penjara dan dihukum seumur hidup. Mata kepanikannya terbaca Palace, security itu langsung memegangi bahu Alexander.

"Nak, kamu tidak apa-apa?" tanyanya khawatir.

Napas Alexander tersendat, ia merasa kepalanya berputar hebat. Darah yang mengalir dari kepala ibunya dan suara letusan yang menghentikan teriakan sang ibu lalu tubuh wanita yang melahirkannya roboh tanpa daya. Membuatnya panik luar biasa.

Palace langsung menangkap dan memeluk tubuh besar Alexander yang mendadak bergetar hebat.

Pandangan Alexander tiba-tiba gelap sempurna.

Entah berapa lama, matanya mengerjap. Wangi kamarnya tercium langsung menyadarkan dirinya.

"Tidak!" teriaknya.

"Sayang!" Char langsung memeluknya.

Alexander masih belum sadar sepenuhnya. Ia masih berusaha mengembalikan kesadarannya.

Deru napas Alexander masih terengah-engah, memburu cepat bagai baru saja berlari menembus badai. Keringat dingin membasahi pelipis dan keningnya. Manik kelabunya yang biasa memancarkan kegelapan dan intimidasi mutlak, kini bergerak liar, dipenuhi kecemasan dan trauma mendalam yang mendadak bangkit kembali.

Namun, dekapan hangat di dadanya serta aroma manis lavender yang begitu akrab seketika memutus mimpi buruk yang menghantuinya.

"Alex... tenang, Sayang... Ini aku, Charoen," bisik Charoen lembut. Lengan mungilnya melingkar makin erat di leher Alexander, mengusap punggung suaminya dengan penuh kasih sayang. "Kau ada di rumah... Kau aman di sini, Alex..."

Alexander memejamkan mata erat-erat. Sentuhan Charoen bagai jangkar yang menariknya kembali dari dasar jurang kelam masa lalu yang mengerikan. Dengan jemari gemetar, pria tegap itu membalas pelukan istrinya, menenggelamkan wajahnya di leher hangat Charoen dan menghirup dalam-dalam aromanya untuk menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar.

"Char... Dear..." suara Alexander terdengar begitu parau, amat rapuh—sisi lemah yang belum pernah dilihat oleh siapa pun di dunia ini selain wanita di dalam pelukannya.

"Iya, aku di sini," sahut Charoen pelan, mengecup pelipis suaminya bertubi-tubi.

Usai beberapa menit berada dalam keheningan yang tenang, napas Alexander perlahan mulai teratur. Pria itu sedikit merenggangkan pelukannya, menatap wajah Charoen yang dipenuhi rasa khawatir.

Ia menyapu pandangannya ke sekeliling. Ia sudah berada di dalam kamar utama Kastil Romanov.

"Bagaimana... bagaimana aku bisa ada di sini?" gumam Alexander bingung, berusaha mengingat apa yang terjadi setelah pandangannya mendadak gelap di pos jaga pabrik.

Charoen menghela napas panjang, menatap suaminya dengan campuran rasa iba dan sedikit gemas.

"Pak Palace yang menelpon pabrik," jawab Charoen lembut. "Beliau bilang kau mendadak pingsan di pos jaga setelah tiba-tiba shock. Pak Palace dan Pak Odego sendiri yang membantumu, lalu menyuruh Raphael membawa mobil dan memboyongmu pulang."

Alexander tertegun. Wajahnya seketika memerah menahan malu sekaligus terkejut. Pria yang paling ditakuti di kota ini, penguasa dingin dari keluarga Romanov... pingsan di pos penjagaan pabrik roti hanya karena digertak balik oleh seorang satpam tua!

"Pak Palace sangat mengkhawatirkanmu, Alex," lanjut Charoen seraya tersenyum tipis. "Beliau bahkan titip pesan padaku... katanya, 'Anak muda itu menyimpan luka yang sangat berat di dadanya. Jaga suamimu baik-baik, Nona Char.'"

Kalimat itu bagaikan tamparan tak kasat mata bagi Alexander. Pria tua yang tadi ia coba intimidasi dengan gaya mafia justru memeluknya saat ia tumbang dan mengkhawatirkan kondisinya dengan tulus.

"Raph... di mana Raph?" desis Alexander pelan, mencoba mengalihkan rasa malunya.

"Di luar kamar, menunggu perintahmu sejak tadi," sahut Charoen. "Tapi kau harus istirahat dulu, Alex. Kau membuatku sangat cemas..."

Alexander menatap mata jernih istrinya, lalu menarik Charoen kembali ke dalam pelukannya, menyandarkan dagunya di atas kepala sang istri.

"Maafkan aku membuatmu takut, Dear," bisik Alexander hangat.

"Tapi apa ada yang tahu kalau aku pingsan ...."

"Sayang!" Char gemas melihat suaminya masih ingin menjaga gengsi.

Tapi tatapan Alexander begitu menuntutnya. Char memanggil Raph, assiten suaminya.

"Nyonya!' pria dingin nan kaku itu membungkuk hormat.

"Katakan apa yang Pak Odego dan Pak Palace bilang tadi?" suruh Char.

"Mereka buta dan mereka bisu, Nyonya Romanov!" jawaban Raph membuat Alexander lega.

Bersambung.

Hadeh ... Alex ... Gengsinya dulu yang dipikirin.

Next?

1
Anita Barus
se tolol2nya manusia maka gorgio ini adalah se orang ayah dan manusia Ter tolol di muka bumi kerna dia masih melindungi org yg sudah memfitnah putri kandung nya sendiri sebenar nya putri kandung nya siapa sih segitu gigih nya dia melindungi si tukang fitnah itu
Eni Istiarsi
heran dengan orang tua modelan kayak gitu. anak sendiri dinistakan dan ditindas
Anita Barus
makin seru lanjut
Deyuni12
Waaah
semakin seru nh,gak sabar nunggu reaksi keluar char terutama ayahnya n si grace
Anita Barus
Grace KLO caper jgn menjatuh kan char lu kira omongan Lo digubris kagak lagi
Deyuni12
idikh
si Grace carmuk.banget
Anita Barus
🤣🤣🤣🤣
Deyuni12
lanjut
Anita Barus
Alex malu kalau berita tentang dirinya yg pingsan di depan pabrik roti tersebar di seantero kota bahkan dunia mungkin
Eni Istiarsi
Pak Palace mengingatkanku pada Mama Iya
Deyuni12
haha
gengsi Segede gunung
Deyuni12
bucin akut nh sang mafia
S.R ciplux
🤣🤣🤣🤣 udah kecintaan
Anita Barus
lanjut
Anita Barus
keluarga adik gorgio mulai dari bapak nya ibunya sampai kedua anak2 nya stres alias SGM sinting gila dan miring 🤣🤣🤣🤣🤣
S.R ciplux
orang tuamu jg terlalu percaya sama hasutannya grace char.
Deyuni12
next
Anita Barus
sang mafia sekarang rindu rumah teros nih ya
S.R ciplux
siapakah ibu raphael
Anita Barus
wah beneran jatuh cinta ni si Alexander
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!