NovelToon NovelToon
Goresan Takdir

Goresan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:46.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Ketegasan Raden Daksa

Sembari menunggu Sasmaya mandi sore bersama Astri, Raden Daksa duduk dengan calon ayah mertuanya di pendopo itu. Keduanya mengobrol santai sambil menikmati hembusan angin sore yang terasa sejuk.

Raden Daksa dan Raden Tedjo Kartawidjaja mengobrol banyak mengenai bisnis dan politik. Raden Daksa yang memang memiliki pengetahuan mumpuni mengenai hal itu, bisa dengan mudah mengimbangi obrolan dari calon ayah mertua sekaligus Paman jauhnya itu.

Maski Kartawidjaja dan Soeradiningrat selalu bersaing dalam hal bisnis dan politik, namun mereka tetaplah saudara. Keduanya tetap menjaga hubungan kekerabatan dengan baik diluar persaingan bisnis dan politik.

"Bagaimana kabar Kakekmu, Raden Daksa? Apa beliau baik-baik saja?" Tanya Raden Tedjo.

"Kakek baik-baik saja, Pak. Walaupun kondisinya sempat menurun setelah kejadian malam itu, tapi sekarang sudah jauh lebih baik dan sudah beraktifitas seperti biasa." Jawab Raden Daksa.

"Syukurlah." Ucap Raden Tedjo yang nampak lega setelah mendengar kabar itu.

Bagaimanapun, tetua dari Trah Soeradiningrat itu selalu bersikap baik dan bijak. Para tetua itulah yang terus menjaga hubungan baik dan menularkan hal itu pada anak dan cucunya.

"Bapak titipkan Astri padamu, Raden Daksa." Ujar Raden Tedjo pada calon menantunya itu.

"Kamu tau benar bagaimana para wanita di keluarga kita yang sulit akur. Bapak tidak ingin keberadaan Astri disana nantinya menjadi sebuah bahan gunjingan hingga membuat hati Astri sakit." Kata Raden Tedjo.

Meskipun ia sudah merestui hubungan putrinya dengan salah satu keturunan Trah Soeradiningrat itu, namun tetap saja masih ada kerisauan di hatinya.

"Bapak jangan khawatir. Daksa pasti akan menjaga Astri dengan baik." Jawab Raden Daksa yang berusaha meyakinkan.

Raden Tedjo pun mengangguk. Ia mengerti betul bagaimana sikap calon menantunya ini. Raden Daksa adalah orang yang lembut, namun memiliki ketegasan yang jelas. Ia adalah satu-satunya keturunan Trah Soeradiningrat yang berani melepaskan diri dari rumah utama Soeradiningrat hanya demi kenyamanan putrinya.

Flash Back.

"Kenapa kamu membohongi kami, Siwi?" Suara Marini terdengar melengking di pendopo wanita saat itu.

"Ngapunten, Ibu. Siwi ndak bermaksud menutupinya. Siwi takut jika pernikahan ini batal, akan menyebabkan huru-hara antara Trah Soeradiningrat dan Trah Adikusumo." Jawab Hanggasiwi Adikusumo (Istri Raden Daksa yang menikah karena perjodohan).

"Tetapi, akhirnya kamu menyusahkan kami, Siwi. Dengan penyakitmu itu, kamu pasti tidak bisa memberikan pewaris untuk Trah Soeradiningrat." Ujar Marini dengan ketus.

Dulu, ia sangat menyayangi dan menyanjung menantunya. Tetapi, setelah mengetahui tentang kebohongan yang ditutupi oleh menantunya, Marini menjadi sangat murka.

"Siwi janji pasti akan memberikan keturunan untuk Trah Soeradiningrat, Ibu." Lirih Siwi dengan suara bergetar. Air matanya pun sudah luruh sedari tadi.

"Buktikan! Jangan hanya omonganmu saja yang terdengar manis." Sahut Marini.

"Jangan sampai Raden Daksa tau tentang penyakitmu ini. Dia pasti tak akan membiarkanmu hamil jika tau kalau kamu memiliki penyakit ini. Simpan sendiri penyakitmu itu, anggap tak ada yang mengetahui hal ini." Ujar Marini sebelum meninggalkan menantunya yang masih duduk simpuh di tengah pendopo.

Penyakit syndrom antifosfolipid yang ia tutupi selama ini, pada akhirnya harus terbongkar karena obat-obatan yang tak sengaja ditemukan oleh suaminya.

Raden Daksa pun terkejut bukan main setelah mengetahui mengenai penyakit sang istri yang cukup berbahaya itu. Istrinya, bahkan harus meminum obat pengencer darah agar tak terjadi pembekuan darah yang bisa menyebabkan terjadinya sumbatan.

Usaha Siwi untuk menutupi penyakitnya dari Raden Daksa, seperti perintah dari ibu mertuanya itu pun gagal. Namun, ada hal lain yang membuat Siwi sedikit merasa bahagia di bawah tekanan sang mertua.

"Kamu tidak boleh hamil, Siwi." Ujar Raden Daksa. Meskipun ia tak mencintai istrinya, namun ia masih punya hati untul tak membuat Siwi kenapa-napa karena kehamilan.

"Terlambat, Mas. Aku sudah hamil." Jawab Siwi yang membuat Raden Daksa semakin terkejut.

"Apa kamu gila, Siwi? Bagaimana bisa kamu hamil dengan kondisimu yang seperti itu? Kehamilan itu membahayakanmu dan bayi dalam kandunganmu." Kata Raden Daksa.

"Aku akan menjaga anak kita dengan baik, Mas. Sebagai istri dari pewaris Trah Soeradiningrat, sudah menjadi tanggung jawabku untuk melahirkan penerus keluarga ini." Jawab Siwi.

Meskipun Siwi sudah membuktikan kalau ia bisa hamil, hal itu tetap saja tak membuat Marini puas. Rasa kecewanya seolah sudah menggelapkan mata. Ia masih saja menyindir dan menjelek-jelekkan menantunya di depan keluarga Trah Soeradiningrat yang lain, hingga membuat Siwi semakin tertekan.

"Kita pindah dari sini." Ajak Raden Daksa karena kondisi Siwi yang kian memburuk dikehamilannya. Ia langsung bertindak setelah mengetahui hal apa yang menyebabkan istrinya menjadi semakin tertekan.

"Jangan, Mas. Kamu harus tetap disini. Kamu adalah pewaris Trah Soeradiningrat dan pewaris harus tetap berada di rumah utama." Tolak Siwi.

"Aku tidak perduli lagi dengan tahta di keluarga ini. Aku masih bisa hidup dan mencukupi kebutuhan keluargaku meskipun tak lagi memiliki status sebagai pewaris." Jawab Raden Daksa.

Keputusan Raden Daksa itu, tentu membuat heboh keluarga besar Trah Soeradiningrat, terutama sang ibu, Marini. Ia tentu menolak dengan tegas keputusan dari putranya itu. Namun, Raden Daksa masih terus berusaha untuk membawa istrinya keluar dari sana.

Sayangnya, usaha Raden Daksa itu tak mudah. Keributan yang terjadi setiap hari, justru membuat kondisi Siwi semakin memburuk, hingga pada akhirnya ia meninggal karena komplikasi pre eklampsia yang ia derita di kehamilan tujuh bulannya.

Kepergian Siwi, menjadi pukulan telak untuk Raden Daksa. Terlebih, saat ini ia harus mengurus putrinya yang terlahir prematur dan berada di NICU.

"Langkahkan kakimu selangkah lagi, makaakan kucabut hakmu sebagai pewaris Trah Soeradingrat, Raden Daksa." Ancam Soebroto Soeradiningrat.

"Aku sama sekali tak keberatan jika hal itu yang harus terjadi, Bapak. Aku lepaskan statusku sebagai pewaris dan akan ku serahkan pada Dwipa." Ujar Raden Daksa dengan tegas.

Ia memutuskan keluar dari kediaman megah milik Trah Soeradiningrat itu. Tentu demi menjaga putrinya agar tak mendapat tekanan seperti apa yang dialami mendiang istrinya.

"Mas-" Lirih Dwipa.

"Ambilah statusku, Dwipa. Kamu harus bisa mengemban tanggung jawab berat sebagai pewaris Trah Soeradiningrat." Ujar Raden Daksa sambil memegang bahu adiknya. Raden Daksa kemudian meninggalkan pendopo utama.

Raden Dwipa yang memang menginginkan status itu, tentu langsung setuju. Ia justru terlihat sedikit senang setelah menerima status yang diserahkan oleh Kakaknya.

1
Santi Seminar
panas membara
Fisca vis vis
novel ini bnyak adegan mantap2nya 🤣, mngkin karna raden daksa pak duda sndiri di bnding tokoh novel yg lain jdi dibuat beda 🤣🤣🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
novel yang ini lebih byk adetan mantap2nya dr yang sebelum nya. pasangan hp mereka.
Rahmawati
hareudang hareudang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ealah, kenapa gini terus adrgannya
This Is Me
Jadi kepikiran, apakah Yg dikandung istrinya itu anak Dwipa?
🤔🤔
ika
Peh ...
othor kie...🤣😄
Sukarti Wijaya
cuaca sudah panas tambah panas...🤭😄🤣
Intan Nurwulan
Hareudang gini ka othor,,jdi pengen honeymoon lg😂😍
citraalief
fanasss oeyyyy.... fanasss...🤣🤣🤣 maternuwun Kak sampun up seng puanass... puanassss🥰🙏
Reni Setia
hot hot haredang 😄😄
citraalief
😘 Semangat Up Kakk👍🙏💪
Nur Wakidah
pasangan teruwuuuuu😍😍😍😄😄😄
Rahmawati
itulah rasa iri timbul karna ketidakadilan, , tambah lope lope deh sama raden daksa
This Is Me
Astri & Daksa pasti jadi pasangan ortu idaman 🩷🩷
Rahmawati
astri. harus rajin olahraga biar bisa ngimbangi raden Daksa yg sll on fire😂
This Is Me
Terlalu lama puasa nih🤣
Reni Setia
raden Daksa lagi maruk,,, maklum duda lama 😄😄
🟢Rafifah
bsk sblm honeymoon terakhir mantap2 ny di kolam renang nich pasti seru
ika
wadowwww🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!