NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:502
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: JEJAK MENDIANG IBU

Dua hari setelah insiden kunci yang dilempar Arsen, kesempatan yang ditunggu-tunggu Clara akhirnya tiba. Sore itu, Arsen kembali terikat dalam rapat mendadak di luar kota bersama jajaran direksi Baskara Group—sebuah pertemuan bisnis penting yang disengaja oleh Baskara untuk memisahkan Arsen dari pergerakan di mansion.

Dengan kewaspadaan tinggi, Clara memanfaatkan momen saat para pengawal baru berganti jam jaga. Mengendap-endap di lorong barat yang temaram, Clara berlutut di depan lemari pajangan tua. Jemari gemetarnya meraba-raba celah gelap di bagian bawah lemari hingga ujung jarinya menyentuh dinginnya logam kuningan.

Kunci kecil itu berhasil ia dapatkan kembali.

Dengan napas yang tertahan di tenggorokan, Clara berlari kecil menuju pintu berantai. Jemarinya yang bergetar hebat memasukkan kunci ke lubang gembok, memutarnya perlahan hingga suara kliik halus terdengar. Rantai besi terlepas dari gagang kayu.

Sreeek...

Daun pintu jati yang berat itu terdorong ke dalam, menyemburkan aroma debu pekat, kayu tua, dan kelembapan yang terkunci belasan tahun. Clara menyelinap masuk lalu menutup pintu rapat-rapat dari dalam, membiarkan ruangan itu hanya diterangi oleh cahaya remang sore yang menembus celah ventilasi.

Kamar tersegel itu luas, namun dipenuhi nuansa penderitaan yang membeku. Meja rias berpenerangan kusam, tempat tidur berseprai putih yang sudah menguning, serta cermin besar yang retak di sudut ruangan.

Clara melangkah tertatih, meraba permukaan meja rias berdebu. Di sana tergeletak sebuah kotak kayu ukir berukuran sedang yang engselnya sudah sedikit rusak. Ketika Clara membuka tutupnya, dadanya seketika berdesir hebat.

Di dalam kotak itu tersimpan barang-barang pribadi milik almarhumah ibunya, Ratna: sebuah jepit rambut mutiara sederhana, cermin saku, dan beberapa lembar foto hitam-putih. Foto itu memperlihatkan sosok senyum wanita yang sangat mirip dengan dirinya—Ratna muda—bersama Arsen yang saat itu masih balita, serta foto Ratna yang berdiri berdampingan secara profesional dengan seorang pria berjas rapi yang menjadi asisten pribadi kepercayaan Baskara kala itu.

Namun, di dasar kotak, Clara menemukan lipatan berkas rahasia tua yang sudah menguning dan selembar surat catatan dokter yang terobek di bagian pinggirnya.

Clara membukanya dengan jemari yang makin bergetar.

Surat itu adalah laporan medis rahasia belasan tahun lalu dari laboratorium pribadi Baskara. Di dalamnya tertulis fitnah dan kejanggalan perhitungan usia kehamilan kedua Ratna. Karena perselisihan rumah tangga dan kedekatan kerja Ratna dengan sang asisten pribadi saat melahirkan Arsen dulu, Baskara dihinggapi paranoia gila. Baskara menuduh kehamilan anak kedua ini sebagai hasil perselingkuhan haram, yang disertai catatan instruksi tegas dari Baskara: Tindakan terminasi kehamilan (aborsi) anak kedua wajib dilaksanakan.

Namun, terlampir di belakang lembaran itu, ada coretan tangan terburu-buru dengan tinta hitam yang memudar—tulisan tangan ibunya sendiri:

"Baskara sudah gila oleh rasa curiganya sendiri. Dia menuduh kehamilan keduaku ini bukan darah dagingnya, padahal bayi di dalam kandunganku ini adalah adik kandung Arsen—darah murni Baskara. Aku harus membawa Arsen kecil dan melarikan diri sebelum jarum suntik dokter itu membunuh adik dari anakku..."

Air mata Clara menetes tanpa sanggup dibendung lagi, membasahi kertas kusam di tangannya.

Rasa sakit dan kebenaran yang mengerikan itu kini terpampang nyata di hadapannya. Ibunya bukanlah wanita pezina seperti tuduhan fitnah Baskara, dan dirinya bukan anak haram dari rakyat biasa. Ia adalah anak kedua—bayi di dalam kandungan yang berhasil diselamatkan dari ancaman aborsi itu.

Artinya... aku adalah adik kandung Arsen?

Kesadaran dahsyat itu menghantam dada Clara hingga napasnya terasa berhenti seketika. Pertalian darah yang sama, ikatan terlarang yang selama ini dikuncinya dalam kegilaan posesif—Arsen tahu segalanya sejak awal!

Saat Clara masih terpaku membeku dalam kekagetannya, suara langkah kaki berat mendadak berhenti tepat di luar pintu kamar yang tersegel.

Brak!

Gagang pintu kayu itu terguncang keras dari luar, disusul suara besi beradu yang menandakan ada seseorang yang menyadari gembok di luar telah terbuka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!