NovelToon NovelToon
After Yesterday

After Yesterday

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa / Tamat
Popularitas:94.5k
Nilai: 5
Nama Author: Xiie Lu

"Tidak semua wanita tidak perawan pandai bermain di atas ranjang, Sialan!"

"But, you still a b*tch," ucap sang lelaki dengan nada sinis, bibirnya menyeringai, mencengkram kuat dagu wanita yang berada di bawah tubuhnya.

Dia bukanlah wanita luar biasa. Tapi mampu menjerat seorang iblis tampan, dia masuk dalam jeratan dan habis dilahap si iblis yang berkedok sebagai bosnya di kelab malam.

Tidak ada senyum, hanya darah dan air mata yang menjadi saksi bagaimana dirinya menjadi santapan harian si iblis.

Karena masa lalunya yang kelam, benarkah si iblis akan melepaskannya atau malah mengikatnya dengan ikatan yang sulit dilepaskan?

---

- Disarankan membaca The Athlete terlebih dahulu.

- Slow update.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xiie Lu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

After Yesterday 18

Happy reading!

***

.

"Di mana lagi kau tempatkan selain di sini?"

William mengambil juga benda kecil yang dia temukan di atas lemari bajunya. Awal menyadari adanya kamera di sana tidak menimbulkan reaksi apapun pada William, namun menemukan lebih dari satu membuatnya tidak suka.

Dia menarik Lea, mendudukkan paksa wanita itu di atas ranjang. William mencekik leher Lea. Matanya sudah berkabut oleh amarah, tidak melihat air mata Lea yang bersikeras turun.

"Di mana lagi kau tempatkan yang lainnya, Jalaang? Katakan!"

William menghempas tubuh Lea di sana, lalu dia mengobrak-abrik seluruh kamar, mencari dan mencoba temukan benda yang membuatnya marah. Kemarahannya bukan karena tujuan Lea yang ingin merekam kegiatan intim mereka, tapi takut jika Lea memakainya untuk sesuatu yang bisa merugikan dia.

William masih ingat bagaimana Lea mengancamnya sehingga Lea bisa masuk ke apartemen dan menyetujui untuk dijadikan wanitanya.

Tidak menemukan apapun di sana, William mengusap wajah kasar. Dia menghampiri Lea yang meringkuk di kasur, menangis sesegukan dengan air mata yang membanjiri pipi. Seperti riasan, air mata tidak pernah jauh dari Lea. Mungkin sekarang, William berharap besok tidak ada lagi.

"Keluar! Atau ku pukul kau!"

William menarik Lea, tanpa peri kemanusiaan dia mendorong tubuh Lea keluar sampai wanita itu tersungkur di lantai, lalu dengan cepat menutup pintu kamar. William nampak frustrasi, ingin melampiaskan amarahnya pada Lea lagi.

Namun, mengingat iblis dalam dirinya yang tidak akan bisa berhenti ketika bangun, William memungut kembali jas serta kemeja yang teronggok di lantai. Dia bersiap-siap ke kantor.

Di depan pintu, William menghentikan langkah melihat Lea yang sedang sibuk mempersiapkan makanan di atas meja. Dia terkekeh mengejek lalu berlalu begitu saja. Rasa marahnya terlalu besar hanya untuk disuap dengan kebaikan Lea.

"Ummm ..., apa kau tidak sarapan dulu?" Lea hendak mengejar, tapi gerakan tangan William langsung menghentikan.

"Tidak perlu berpura-pura lagi, Jalaang! Aku sudah memberikanmu uang, kau sudah bisa pergi sekarang! Aku tidak membutuhkan jalaang lagi sekarang!"

"Tidak, aku tidak akan pergi. Kau pernah mengatakannya, aku bisa pergi setelah kau puas."

"Aku sudah bosan, Jalaang!"

"Itu karena kau sedang marah!" Lea berbalik dan pergi, tanpa menatap mata kelam William yang ingin menghancurkan dirinya.

Kesempatan Lea berada di tempat ini dan menjalankan rencananya hanyalah sekarang. Jika tidak, maka akan terhenti oleh kejadian yang tidak terduga. Selama pendiriannya masih teguh dan perasaannya belum goyah, tekad Lea tetap sama. Memutar balikkan kenyataan.

Lea pergi ke balkon. Dari sana dia menghirup udara pagi yang cukup menyejukkan, menetralkan suaranya yang bergetar karena ketakutan.

Tampak juga mobil William keluar dari parkiran, berlari cepat hingga ke jalan besar. Lea menghembuskan napas, merasa tenang juga lega melihat kepergian William.

Jujur saja, bersama William membuat Lea tidak leluasa. Untuk bergerak, Lea selalu berhati-hati. Hanya untuk menarik perhatian William. Membuat lelaki itu lengah dan dia mengetahui kelemahan William.

Teringat akan permintaan tersirat William yang sungguh menakutkan baginya, Lea menelan ludah kasar. Melahirkan anak? Yang benar saja, William menginginkan anak dari wanita yang dia anggap sampah dan benda yang diperjualbelikan?

Lea terkekeh miris, membayangkan apa jadinya dia jika bersama dengan lelaki iblis itu.

"Semuanya tidak akan terjadi sebelum aku membalaskan dendamku padamu," gumam Lea sembari mengepalkan tangan.

Dalam hati, Lea terus menguatkan diri, merapalkan doa pada Pemilik semesta, agar dia senantiasa baik-baik saja menghadapi William.

***

Rotasi bumi mengantarkan siang yang cerah menemui senja yang indah. Manik cokelat itu menatap lekat pada tubuh sempoyongan yang baru saja menekan password dan menerobos masuk.

Dari mata hitamnya yang berubah merah, tampak William sangat mabuk. Sepertinya. Namun, seringai iblis di bibirnya langsung terukir saat melihat Lea.

"Jalaang ...."

William terkekeh lalu menghampiri Lea yang berdiri mematung, hanya tersenyum kecil. Tidak berniat mendekatinya.

"Aku menggantikan ponselmu yang rusak itu." William melemparkan paper bag yang di tangannya dan mengenai wajah Lea. "Aku pikir kau sudah pergi, Jalaang," gumam William lagi sembari melangkah pergi.

Lea meringis, namun selanjutnya dia menyeringai kecil. Wajah cantik dan mungil itu tampak menakutkan. Aura dingin menghiasi mata cokelatnya.

Melirik ke dalam paper bag yang dilemparkan William, Lea mengambil ponsel baru itu. Memasukkan nomor orang yang dia hafal dan mengirimkan pesan pada Kenzie.

Tidak lama setelah pesan itu masuk ke Kenzie, Lea langsung mendapat telepon dan teriakan Kenzie memekakkan telinganya.

"Aku pikir kau sudah mati, Bodoh! Ke mana saja kau selama ini dan tidak menghubungiku?!"

Lea bercicit pelan, takut William mendengar suaranya. Lantas Lea pergi ke balkon. "Iblis itu menghancurkan ponselku."

"Oh, apa kau ketahuan?"

"Hampir," bisik Lea. Kepalanya melirik kiri kanan. "Tidak lama lagi aku akan pergi dari sini. Tolong persiapkan semuanya untukku."

"Baiklah, hati-hati. Tapi, apa kau membutuhkan dokter?"

Lea menggeleng meski Kenzie tidak melihat. Dia terkekeh pelan sehingga menimbulkan teriakan protes Kenzie lagi-lagi menulikan telinganya.

"Kau depresi? Aku bertanya serius!"

"Sepertinya aku memang membutuhkan dokter untuk menulikan telinga. Aku mendengar kalimat aneh setiap waktu aku tidur." Lea menyeringai kecil. Tangannya mengepal erat dan hembusan napasnya terasa berat. Penuh dendam dan kebencian terdalam.

"Kalimat aneh? Seperti apa?"

"Aku akan menceritakannya nanti." Terdiam sebentar Lea lalu berdehem, memastikan tidak ada yang menguping pembicaraannya. "Pastikan keberadaan dokter Leeroy tidak diketahui iblis itu. Tolong hapus juga riwayat kedatanganku ke sana."

"K-kau? Apa yang terjadi? Kau tidak berniat untuk itu 'kan?"

"Aku tidak bodoh. Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Lea menghembuskan napas kasar lalu segera menutup panggilan itu.

Dia berbalik, dan seketika menegang. Sepasang mata hitam legam memandangnya datar, sunggingan miring membangunkan bulu kuduk Lea. Lea meremang, mencengkeram kuat ponsel di tangannya. William bersandar di daun pintu.

"Apa lagi yang kau rencakan, Jalaang?" William berujar sinis, tangannya langsung memegang kuat dagu Lea.

"Aku ... temanku mengkhawatirkan aku."

"Bukan mantanmu?"

William terkekeh. Wajah tampannya yang baru selesai mandi dengan tetes air yang jatuh dari rambut menambah ketampanannya, juga sebias cahaya jingga yang menembus jendela. Meski begitu, di mata Lea, William adalah iblis, bukan lelaki tampan.

"Bukan."

William menukikan alis tajam apalagi saat Lea melewatinya begitu saja. Tidak terima dengan itu, William menarik Lea sehingga wanita itu menubruk dadanya.

"Jalangg!"

"Apa?" Lea juga tidak kalah tajam. Wajah datarnya kembali aktif, tidak ada lagi senyum paksa seperti kemarin. Dia menarik wajah dari dada William, tapi tangan William menahannya.

"Kau tidak ingin mengatakan apapun?"

Lea sejenak terdiam. Masih dengan wajah datar dan tanpa ekspresi Lea berucap, "Maaf ... dan terima kasih."

Dua kata yang tidak pernah ada dalam kamus kehidupan Lea dulu, kini harus dia munculkan demi memuluskan niatnya menghancurkan lelaki iblis ini.

"Jalaang pintar," sinis William. Tangannya menahan tubuh Lea, memerangkap badan yang hanya setengah tingginya, membiarkan angin senja membelai keduanya.

Hanya keheningan. Namun, debaran berbeda dari dada keduanya terdengar. William meringis pelan, tangannya makin mengeratkan pelukan di pinggang Lea dan menyerukkan kepalanya di leher Lea. Menghirup aroma memabukkan di sana.

"Siapa kau sebenarnya, Jalaang?"

.

***

1
Eviidolarr Eddo
welcome back author
akhirnya up juga
FeVey
huntet aja ya😍
Siti Ramlah
hamidun
Siti Ramlah
mara hunter😍
FeVey
emang ada ya kehidupan seperti ini... kalau pun ada, semoga penderitaannya segera di ganti dengan krbahagiaan...
semangat author...
Dewi Sariyanti
Apa lea hamil???
Rohma Wati Umam
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
thoor jangan lama2 up nya...makin penasaran apa Lea hamil...klo bisa crazy up ya ...hehehe
Dewi Sariyanti
Udah lupa ceritanya ini sampe mana, terakhir inget lea kabur dr william, trus gimana selanjutnya udah lupa, udah hampir 2 thn baru up lagi.
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
Jelita S
lanjutin dong kk
Minanu Suada
ini beneran udah end???
Parwati amiin Parwati
critanya serem
abu😻acii
kadang kesal karakter lea.. ngk tau diri ada yg baik bertahan dgn yg jahat
abu😻acii
lea kok aneh, di siksa masih bertahan
Lilis Ferdinan
apa tujuan lea sebenarnya,,,,, mau bals dendam, atw mau minta dibunuh, atw minta dilecehkan, atw minta disiksa,,,, haduhhhh,, kok ngakak smart yah,caranya lea, mngpa hrs mnyiksa diri dl,,,,,
Lilis Ferdinan
yang sebenarnya sakit jiwa tu wiliam kan,,,,
Veny Tria Kusumanita
klo aq suka lea william...soalnya dari awal pemeran utamanya kan mereka....
unt hunter diberi jodoh yg lebih baik aja kak....tp jodoh berada di tangan kak author😀😀😀😀😀
Imot Thea
sampai sini msh blm ngerti jln ceritanya 🤔😞
Ratna Galeh
ceritamu nggantung thor,aku pikir lea akan hamil trs akhirnya nikah sama willyam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!