NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Aris langsung memberikan kode isyarat dengan kepalanya ke arah dua pengawal bertubuh kekar di belakangnya.

"Patahkan kedua kaki dan tangan gembel ini lalu lemparkan dia ke tempat sampah di belakang gedung!" perintah Aris dengan kejam.

Kedua pengawal bayaran itu langsung menyeringai sadis dan melangkah maju secara bersamaan untuk menangkap tubuh Bara.

"Bara awas!" teriak Nadhira panik memperingatkan.

Namun Bara sama sekali tidak mundur selangkah pun, matanya menatap gerakan kedua pengawal itu dengan sangat bosan.

"Pergerakan kalian terlalu lambat dan penuh celah," ucap Bara dengan nada berbisik.

Sistem tungku yang sudah memberinya pil pemulihan dan teknik langkah bayangan kini akan menunjukkan hasil aslinya.

Wush!

Tubuh Bara tiba-tiba menghilang dari pandangan kedua pengawal itu layaknya hantu yang berteleportasi.

Langkah kaki Bara begitu cepat hingga meninggalkan bayangan ilusi sesaat di tempatnya berdiri semula.

Sebelum kedua pengawal itu menyadari ke mana perginya target mereka, Bara sudah muncul tepat di belakang punggung mereka berdua.

Bugh! Bugh!

Bara melayangkan dua pukulan beruntun ke arah tengkuk belakang leher kedua pengawal tersebut.

Hanya dengan menggunakan tiga puluh persen dari kekuatan aslinya, pukulan itu sudah cukup untuk membuat mata kedua pria berbadan besar itu langsung memutih.

Bruk! Bruk!

Tubuh kedua pengawal sewaan Aris itu langsung ambruk ke lantai seperti karung beras yang dijatuhkan dan pingsan seketika tanpa sempat menjerit.

Seluruh kejadian itu berlangsung sangat cepat, tidak lebih dari dua detik sejak Aris memberikan perintah menyerang.

Suasana di dalam ruangan direktur itu mendadak menjadi sangat hening dan mencekam.

Aris menelan ludahnya dengan susah payah, wajahnya kini pucat pasi seperti mayat melihat kedua pengawal terbaiknya tumbang hanya dalam satu kedipan mata.

"B-bagaimana mungkin... apa yang baru saja kau lakukan?!" teriak Aris dengan suara bergetar panik.

Aris melangkah mundur ketakutan saat melihat Bara perlahan membalikkan badan dan berjalan mendekatinya.

Aura intimidasi dan niat membunuh yang memancar dari sepasang mata Bara membuat nafas Aris terasa sangat sesak seolah sedang dicekik.

Tap! Tap! Tap!

Setiap langkah kaki Bara terasa seperti ketukan palu godam yang menghantam mental Aris hingga hancur lebur.

"Kemarin siang kau memukul perutku saat aku belum siap, kan Aris?" tanya Bara dengan suara yang sangat rendah dan mematikan.

Bara langsung mengulurkan tangan kanannya dan mencengkeram kerah jas mahal Aris dengan sangat kuat.

Dia mengangkat tubuh Aris yang lumayan berat itu menggunakan satu tangan hingga kedua kaki Aris sedikit terangkat dari lantai.

"L-lepaskan aku brengsek! Kalau kau berani menyentuhku, keluargaku pasti akan membunuhmu!" ancam Aris dengan suara yang sudah berubah melengking seperti wanita ketakutan.

"Aku paling benci dengan anjing yang hanya bisa menggonggong berlindung di balik nama keluarganya," desis Bara dengan tatapan merendahkan.

Tanpa membuang waktu lagi, Bara langsung mengayunkan kepalan tangan kirinya tepat ke arah ulu hati Aris.

Bugh!

Pukulan Bara mendarat sangat keras di perut Aris, menghasilkan suara benturan daging yang sangat mengerikan.

"Ughh!"

Mata Aris langsung melotot lebar mau keluar, seluruh wajahnya berubah menjadi ungu menahan rasa sakit yang luar biasa dahsyat.

Bara langsung melepaskan cengkeramannya dari kerah jas Aris.

Tubuh pria sombong itu langsung jatuh berlutut di atas lantai sambil memegangi perutnya dengan kedua tangan yang gemetar hebat.

"Uhuk! Uhuk! Bwekk!"

Aris terbatuk dengan sangat keras hingga memuntahkan isi sarapan paginya tepat di atas lantai marmer ruangan tersebut.

Rasa sakit di ulu hatinya terasa seperti organ dalamnya baru saja diaduk-aduk menggunakan mesin blender.

"Pukulan barusan adalah pengembalian hutang untuk kejadian kemarin di rumah kontrakanku," ucap Bara sambil berjongkok menyamakan tinggi wajahnya dengan Aris.

Bara lalu menampar pelan pipi Aris yang sedang menangis menahan sakit beberapa kali sebagai bentuk penghinaan mutlak.

"Dengar baik-baik Aris, permainannya baru saja dimulai hari ini."

"Aku tidak hanya akan merebut semua pasar bisnis keluargamu, tapi aku akan memastikan keluargamu hancur lebur menjadi pengemis di jalanan kota ini."

Bara berdiri kembali dan menatap Aris dengan tatapan seperti sedang melihat tumpukan kotoran yang menjijikkan.

"Bawa dua anjing penjagamu ini dan merangkak lah keluar dari ruangan ini sekarang juga sebelum aku benar-benar mematahkan lehermu."

Ancaman Bara terdengar sangat nyata dan Aris sama sekali tidak memiliki keberanian lagi untuk membantah.

Dengan nafas yang masih tersengal-sengal menahan sakit, Aris menendang tubuh kedua pengawalnya yang pingsan agar segera bangun.

Kedua pengawal yang masih setengah sadar itu buru-buru memapah tubuh bos mereka yang sudah lemas tak bertenaga.

Mereka bertiga berjalan terhuyung-huyung keluar dari ruangan Nadhira dengan wajah penuh ketakutan dan rasa malu yang luar biasa besar.

Setelah pintu ruangan tertutup kembali, Bara mengambil tisu dari atas meja untuk mengelap tangannya dengan santai.

"Maaf Nadhira, mereka sedikit mengotori lantai ruanganmu dengan bau muntahan," ucap Bara memecah keheningan dengan nada bercanda.

Nadhira masih berdiri mematung menatap punggung tegap Bara dengan jantung yang berdebar sangat kencang.

Cara Bara menangani masalah dan melindungi dirinya barusan membuat pesona karisma pria itu terasa sangat menawan di mata Nadhira.

"Bara... kamu... kamu benar-benar pria yang sangat gila," ucap Nadhira perlahan sambil tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Tapi aku harus akui, melihat pria brengsek itu muntah ketakutan barusan adalah tontonan paling memuaskan sepanjang hidupku."

Nadhira kemudian berjalan mendekati meja kerjanya dan langsung menandatangani kertas kontrak kerja sama di atas meja itu tanpa ragu sedikit pun.

"Mulai hari ini kita adalah mitra bisnis resmi Bara, mari kita hancurkan keluarga Aristha itu bersama-sama," ucap Nadhira sambil mengulurkan tangannya pada Bara.

Bara menyambut uluran tangan wanita cantik itu dengan genggaman yang mantap dan senyum percaya diri.

"Tentu saja Nona Nadhira, kita akan membuat mereka menyadari siapa pemegang kekuasaan yang sesungguhnya di kota ini."

Deklarasi perang secara terbuka telah resmi dikibarkan oleh Bara hari ini.

Aris pasti akan segera mengadu pada keluarganya dan menggunakan segala cara kotor untuk membalas dendam, tapi Bara sudah sangat siap untuk melayani semua permainan mereka.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!