Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.
Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.
Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3 : Saat Takdir Memilihku
Devan sungguh tak menyangka bermimpi seperti ini.
"ini bukan mimpi tuan, kau sekarang berada di alam jiwa mu.." jelas Malea
"ayolah jangan mempermainkan ku hahahaha, bagaimana kau membuktikan bahwa ini bukan mimpi?.." jawab Devan yang masih saja tertawa..
Namun tiba-tiba..
Plakkkk!!!
Aauuuuu!
"kenapa sakit sekali" batin Devan memegangi pipi nya yang di tampar oleh yunsi
"benar bukan? ini bukan mimpi kan?" ucap Yunsi
"lalu siapa kalian sebenarnya ?!.." tanya Devan mulai khawatir dengan keanehan yang dia alami.
"sudah kami bilang kami budak mu tuan!..kau sekarang memiliki kami seutuhnya" timpal syafir
"memiliki mereka seutuh nya" batin Devan "maksud mu apa?!. " ucap Devan
"kau berhak menyuruh kami apapun, bahkan menyentuh tubuh kami.." timpal Malea..
"hahahaha sunguh?!.." jawab Devan
"yaa itu benar tuan Devan kau bahkan memiliki banyak selir, kami hanya sebagian, dan sebagian lagi dari kami ada di dalam istana yang berada disana.." ucap Malea
"dan ini untukmu tuan minumlah ini, ini dapat membuat tubuh mu berbeda dari manusia biasanya.." sambung Syafir sembari memberikan botol giok yang berisi cairan biru menyala.
Devan menyatukan kedua alis nya bingung dengan yang dia alami ini dia masih percaya tak percaya dengan apa yang dia alami "apa ini?!..membuat ku berbeda maksud mu apa?.." tanya Devan seraya memperhatikan botol giok berisi cairan biru itu..
"minumlah tuan akan tau sendiri manfaat dari cairan itu..", jelas Malea..
Setelah menimang-nimang pikiran nya Devan memberanikan diri meminum cairan itu..seketika tubuh nya terasa di aliri air es dingin membuat nya menggigil "Arrrrgghhh" Rintih Devan hingga membuat Gigi nya bergetar.
"apa ini!!!.." gumam Devan dengan mata mulai meredup membuat pandangan dia mengabur menatap ke arah tiga gadis itu...
Brugghhh!
Tubuh Devan terjatuh tak sadarkan diri, Devan terbangun di kamar nya setelah kejadian itu "astaga ternyata benar hanya mimpi tapi kenapa perasaan dingin itu terasa begitu nyata bahkan masih dapat ku rasakan!.." gumam Devan
Saat dia berdiri hendak ke kamar mandi melewati cermin dia terhenti karena ada perubahan pada tubuh nya, yang tadi nya dia kurus kering kini tubuh nya bagai seorang binaraga, berisi serta berotot bagai seorang aktor action. dia mematut dirinya di cermin dengan mata berbinar dia terus saja memperhatikan tubuh nya itu
"astaga jangan-jangan benar apa yang ku alami tadi..bagaimana mungkin tubuh ku bisa berubah, bahkan aku tak pernah berolah raga.." gumam Devan memandangi gelang nya itu yang berkedip dengan cahaya biru..
"Mungkin kah karena cairan itu, bahkan kini tubuh ku terasa ringan sekali" batin Devan Lalu dia lekas ke kamar mandi karena waktu sudah menunjukan pukul 05:30 pagi, Devan lekas mandi untuk bersiap pergi bekerja, Devan kini mematut kembali dirinya di cermin.
"hahaha hebat! akan kah Hilma suka dengan penampilan baru ku ini?.." gumam Devan seraya mengingat kekasih nya itu..
Devan lekas memakai baju namun kini baju yang dia kenakan hampir saja tak cukup. Kini baju yang di kenakan Devan terlihat lebih ketat..
"astaga bahkan baju ku hampir tak bisa aku gunakan.." gumam Devan
Namun sebuah suara mengagetkan Devan saat asik memandangi dirinya di cermin "tuan bukalah tasmu itu, gunakan untuk membeli apapun yang kau butuhkan" tiba tiba ada yang berbicara kepadanya
"Deugh!!" Devan memandangi sekitar kamar nya, namun tak ada seorangpun yang dia lihat. "siapa itu!." ucap Devan seraya memandangi sekeliling nya
"tenang saja tuan ini aku Malea! Suara ku berasal dari gelang yang kau kenakan"
Devan lalu menatap gelang nya lekat "ternyata itu bukan mimpi!" batin Devan
"apa kau memang bisa berkomunikasi dengan ku?.." gumam Devan
"yaa tentu, tapi kau tak perlu bersuara seperti itu tuan kau cukup berbicara lewat pikiran mu saja itu sudah cukup"
"hahahaha hebat!..ini sebuah telepati kah? Baiklah aku mengerti!" Ucap Devan
"hahahaha ini hebat!.." gumam Devan lekas membuka tas yang di maksud Malea, Alangkah terkejur nya dia ketika melihat gepokan uang berwarna merah dengan jumlah yang sangat banyak.
"apa maksudnya ini, banyak sekali dari mana ini" batin Devan
"Kau tak perlu banyak bertanya tuan, cukup kau gunakan saja itu untuk kepentingan mu, bukan kah ini yang kau butuhkan tuan"
"yaa tapi..sudahlah hahaha terimakasih Malea, tapi apakah yang lain juga bisa mendengar suaraku" tanya Devan
"Tentu tuan!" jawab para perempuan serempak yang hanya terdengar oleh Devan seorang, Devan bergegas menuju dapur karena sang ibu sudah menunggu nya, dengan membawa tas berisi uang yang sangat banyak sekali..
Namun Devan bingung alasan apa yang harus dia berikan pada ibu nya saat mengetahui dia membawa banyak uang, nanti yang ada bisa membuat ibu nya curiga dan berpikir macam.
"sudahlah nanti saja kupikirkan, kini akan ku bayar semua hutang ku dan ibu ku pada keluarga ibu...terutama tante Iriyana.." gumam Devan
Sungguh hari yang begitu berbunga bagi Devan bagaimana tidak, ada perubahan pada dirinya dan kini dia memiliki banyak uang, namun tentu uang yang dia miliki sekarang akan habis
"Uang ini akan habis, sebaik nya aku simpan baik" batin Devan tak sadar bahwa kini ada yang bisa mendengar Devan bahkan tanpa Devan bersuara
"tak perlu kau lakukan itu tuan! gunakan lah itu jika perlu habiskan!, kau masih bisa memiliki nya bahkan tanpa kau bekerja sekalipun!"
Jelas suara itu membuat Devan kembali terkejut ketika dia mengendarai motor nya menuju gudang tempat dia bekerja.