NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Reinkarnasi Jendral Sains Di Kultus Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:173
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Mikyail Ilham

Sinopsis:
Ethan Vance—Panglima Tertinggi Pasukan Gabungan Bumi dan jenius biomekanika—tewas mengenaskan akibat sabotase reaktor fusi. Namun, bukannya masuk neraka, jiwanya justru terlempar ke dunia Murim dan lahir kembali sebagai Cheon Ryeon, bayi dari klan paling bawah di Kultus Iblis.
​Keluarga Cheon yang dulunya berjaya kini hanya dianggap sampah dan terus ditindas oleh klan-klan utama lainnya. Tidak punya pil energi mahal atau kitab pusaka? Tidak masalah. Bagi seorang mantan jenderal, Dantian manusia tidak ada bedanya dengan reaktor mikro, dan jurus pedang tak lebih dari kalkulasi arah dan sudut jatuh!
​Bersama sahabat-sahabat senasib yang tak kalah aneh—mulai dari anak buangan ahli racun yang matre, gadis perkasa bertulang tebal, sampai pembunuh jalanan yang sinis—Ryeon mulai membangun kekuatannya dari nol.
​"Dunia ini bertarung pakai takdir dan mistis? Lucu sekali. Mari kuajarkan cara bertarung menggunakan logika dan sains!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Mikyail Ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Deklarasi Ordo Roda Bintang

​Kemenangan telak atas Baek Mu-Jin dan kelompok elit Klan Baek menjadi titik balik terbesar bagi seluruh penghuni Lembah Bawah. Rasa takut yang selama berpuluh-puluh tahun membentengi jiwa para murid kelas bawah mendadak runtuh, berganti dengan percikan harapan yang membara.

​Pagi harinya, halaman Asrama Bangsal tidak lagi dipenuhi oleh anak-anak yang duduk meringkuk ketakutan. Dua puluh lima murid kelas bawah—terdiri dari anak-anak klan terendah, anak haram, dan mantan tawanan perang—berbaris rapi di tengah halaman.

​Di depan mereka, Cheon Ryeon berdiri tegap. Di sisi kirinya, Tang Jin-Bao memegang beberapa gulungan kertas pendaftaran misi, sementara di sisi kanannya, Gong Son-mi berdiri gagah mengempit palu besinya.

​"Mulai hari ini," suara Ryeon bergema tenang namun dipenuhi wibawa alami seorang jenderal, "kita bukan lagi sekadar kelompok anak-anak terbuang yang bertahan hidup di barak busuk ini. Kalau kita mau bertahan di Akademi ini sampai akhir, kita butuh panji yang membuat mereka tidak berani lagi menganggap kita sebagai mangsa."

​Ryeon membentangkan sebuah bendera kain hitam yang baru ditempa. Di tengah kain tersebut, terukir sulaman benang perak berbentuk Roda Gigi bertakik delapan dengan Bintang bersudut empat di pusatnya.

​"Nama kelompok kita adalah Ordo Roda Bintang (Star-Gear Order)," lanjut Ryeon. "Roda melambangkan pergerakan hukum sains dan takdir yang tak tertahankan, sementara Bintang adalah penunjuk arah di tengah kegelapan dunia Murim ini."

​Anak-anak di halaman menatap bendera itu dengan mata berbinar-binar. Untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, mereka merasa memiliki wadah dan rumah yang siap melindungi kehormatan mereka.

​"Bos!" seru salah satu anak baru berusia sembilan tahun sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Apa syarat buat bergabung secara resmi dengan Ordo Roda Bintang?!"

​Ryeon menyunggingkan senyum tipis. "Syaratnya cuma dua: kesetiaan mutlak pada kelompok, dan kemauan buat melatih fisik dan otak kalian melampaui batas yang ditetapkan dunia ini."

​Ryeon melirik Jin-Bao. "Jin-Bao, bagikan metode pernapasan dasar dan modul latihan biomekanika tahap pertama ke mereka semua."

​"Siap, Bos!" seru Jin-Bao dengan cengiran lebar, langsung membagikan lembaran-lembaran kertas yang sudah ditulis ulang berisi panduan sirkulasi Ki terkompresi dan analisis titik tumpu saraf.

​Sore harinya, di Balai Misi Utama Akademi.

​Balai Misi adalah tempat di mana seluruh murid Akademi—dari kelas atas hingga kelas bawah—mengambil tugas untuk mendapatkan Poin Kontribusi dan Bahan Baku Energi. Gedung raksasa berlantai tiga itu biasanya didominasi oleh murid-murid elit dari Klan Ma, Klan Baek, dan Klan Lu yang memonopoli misi-misi berhadiah besar.

​Namun sore itu, suasana di dalam Balai Misi mendadak hening begitu pintu kayu raksasanya didorong terbuka.

​Ryeon melangkah masuk memimpin empat puluh anggota Ordo Roda Bintang. Semuanya mengenakan jubah hitam polos dengan pin kecil berbentuk Roda Bintang bertengger di dada kiri mereka. Langkah kaki mereka serempak, memancarkan aura disiplin militer yang kental dan sangat teratur.

​Murid-murid elit dari klan atas yang sedang memilih papan misi langsung menepi secara refleks. Tatapan mereka dipenuhi campuran rasa tidak percaya, benci, dan ketakutan setelah mendengar rumor tentang tumbangnya Baek Mu-Jin kemarin malam.

​"Siapa anak-anak jubah hitam itu?" bisik salah satu murid kelas menengah.

​"Kau tidak tahu?!" bisik temannya ketakutan. "Itu Cheon Ryeon dari Klan Cheon! Dialah yang membantai kelompok Klan Baek di Lembah Bawah kemarin! Mereka menyebut diri mereka Ordo Roda Bintang!"

​Ryeon berjalan lurus menuju meja pendaftaran utama yang dijaga oleh seorang instruktur tua. Tanpa keragu-raguan, Ryeon menunjuk sebuah papan misi berwarna merah menyala yang tergantung di dinding paling atas—misi berbahaya tingkat tinggi yang biasanya hanya berani diambil oleh murid-murid elit semester akhir.

​[Misi Tingkat Tinggi: Pembersihan Sarang Serangga Besi dan Pengawalan Jalur Logistik Lembah Barat]

​Instruktur tua di balik meja terbelalak, mengamati papan kayu merah itu lalu menatap Ryeon dari atas ke bawah.

​"Bocah," kata instruktur tua itu dengan suara serak, "Misi ini membutuhkan kerja sama tim yang sangat presisi dan ketahanan fisik tingkat tinggi. Jalur Barat itu dipenuhi gas asam dan kawanan monster serangga. Kelompok murid elit Klan Lu saja gagal tiga hari yang lalu!"

​Ryeon meletakkan token kepemimpinan Ordo Roda Bintang di atas meja dengan suara klak yang jernih.

​"Kami mengambil misi ini," ucap Ryeon datar tanpa ada keraguan di matanya. "Dan kami akan menyelesaikannya dalam waktu tiga hari."

​Seluruh ruangan Balai Misi gempar!

​"Tiga hari?!" cemooh seorang murid elit dari Klan Lu yang berdiri di sudut ruangan. "Bocah klan bawah sok jagoan! Kelompok kami yang berisi sepuluh murid Ranah Pembentukan saja hampir mati di sana! Kalian mau menyerahkan nyawa massal?!"

​Ryeon bahkan tidak sudi menoleh ke arah murid Klan Lu tersebut. Dia mengambil lembaran kontrak misi dari tangan instruktur yang masih melamun, lalu berbalik menatap seluruh anggotanya.

​"Ordo Roda Bintang, bergerak," perintah Ryeon dingin.

​"SIAP, BOS!" seru empat puluh anggota Ordo Roda Bintang secara bersamaan dengan suara yang menggelegar memenuhi seluruh aula balai misi, membuat para murid elit klan atas gemetaran melihat tingkat kedisiplinan dan keberanian kelompok kelas bawah ini.

​Dua hari kemudian, di Jalur Logistik Lembah Barat.

​Jalur ini adalah urat nadi perdagangan bahan bakar dan logam untuk Akademi Kultus Iblis. Namun, selama seminggu terakhir, jalur ini terputus total akibat munculnya Ratu Serangga Besi (Iron-Beetle Queen) yang bersarang di dalam gua perbatasan.

​Di dalam ngarai batu yang pengap dan berbau racun, puluhan monster serangga besi merayap liar.

​Namun, pertempuran yang terjadi hari itu sama sekali tidak seperti pembantaian biasa.

​Di bawah komando Ryeon, anggota Ordo Roda Bintang tidak bertarung secara liar atau mengadu kekuatan Ki mentah. Mereka bertarung menggunakan Formasi Taktis Militer Modern:"Barisan depan, tahan sudut empat puluh lima derajat!" teriak Son-mi tegas, menghentakkan perisai kompositnya ke tanah.

​BOOM!

​Hantaman puluhan serangga besi menabrak barisan perisai Son-mi, namun benturan itu terserap sempurna oleh lapisan zirah komposit buatan Ryeon.

​"Tim tengah, lepaskan jarum pemicu saraf sekarang!" komando Ryeon dari atas tebing batu.

​JEK! JEK! JEK!

​Ratusan jarum tipis berbahan baja mikro-karbon meluncur kilat bagaikan hujan perak, menancap presisi di celah cangkang persendian leher para serangga!

​Semburan cairan kimia penetral dari tim Jin-Bao langsung memadamkan racun asam monster-monster tersebut dalam hitungan detik!

​Hanya butuh waktu dua jam. Sarang monster yang ditakuti seluruh Akademi dan menghancurkan tim-tim elit sebelumnya... dibantai habis oleh Ordo Roda Bintang tanpa ada satu pun korban jiwa dari pihak mereka!

​KREEEEK!

​Ratu Serangga Besi berukuran sebesar rumah rubah roboh bersimbah cairan biru di depan kaki Ryeon.

​Dengan sangat cekatan, Jin-Bao dan anggota timnya langsung memotong cangkang keras dan mengambil Kristal Inti Energi Ratu Serangga tersebut—bahan baku berharga tinggi yang bernilai jutaan koin perak di pasar gelap.

​"Bos! Kita dapat sepuluh ton bijih besi kualitas tinggi dan Inti Energi Ratu!" seru Jin-Bao dengan mata berbinar-binar gembira.

​Ryeon berdiri di atas bangkai Ratu Serangga, memandangi seluruh anggotanya yang bersorak-sorak gembira sambil saling berangkulan.

​Di mata anak-anak kelas bawah ini, Ryeon bukan lagi sekadar pemimpin... dia adalah Sosok Penyelamat yang mengubah takdir hidup mereka dari sampah menjadi para ksatria yang ditakuti.

​Hari ketiga, di pintu masuk Balai Misi Utama Akademi.

​Ratusan murid dari berbagai klan sedang berkumpul di depan balai, berbisik-bisik menunggu kegagalan atau kabar kematian dari kelompok Ordo Roda Bintang.

​"Sudah tiga hari! Mereka pasti sudah jadi bangkai di Lembah Barat!" cemooh salah satu murid elit Klan Baek.

​Namun, sebelum kalimatnya selesai, derap langkah kaki yang teratur bergema dari arah tangga bawah bukit.

​Seluruh kerumunan mendadak bungkam.

​Di sana, Cheon Ryeon melangkah mantap memimpin empat puluh anggota Ordo Roda Bintang. Tidak ada satu pun dari mereka yang terluka parah. Di belakang mereka, sepuluh gerobak kayu raksasa yang ditarik secara teratur mengangkut puluhan ton bijih besi murni dan kepala Ratu Serangga Besi sebagai bukti penuntasan misi!

​Instruktur Utama Dokgo yang berdiri di balkon balai misi sampai menumpahkan cangkir tehnya akibat terkejut setengah mati.

​Ryeon melemparkan Inti Energi Ratu Serangga ke atas meja pendaftaran dengan suara dentuman mantap.

​"Misi Pembersihan Lembah Barat... tuntas," kata Ryeon dengan suara tenang yang bergema memenuhi seluruh aula.

​Keheningan luar biasa melingkupi seluruh Balai Misi. Murid-murid elit dari Klan Ma, Klan Baek, dan klan-klan atas lainnya menatap Ryeon dan Ordo Roda Bintang dengan wajah pucat pasi dan rasa cemas yang amat sangat.

​Hari itu, seluruh Akademi Kultus Iblis akhirnya menyadari satu hal: Era penindasan klan-klan elit telah berakhir.

​Di bawah kepemimpinan Cheon Ryeon dan panji Ordo Roda Bintang, kekuatan baru yang akan mengguncang seluruh benua Murim... resmi bangkit dari dasar lembah terbuang!

1
Scorpy
mencoba baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!