Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 — Jatuhnya Sang Ular
Dengan Sofia berhasil diselamatkan dan Yao berhasil melarikan diri dari gudang tanpa cedera berarti, mereka berkumpul kembali di lokasi aman yang telah disiapkan Marco sebelumnya — sebuah apartemen konspirasi di jantung Roma yang tidak terdaftar atas nama siapa pun yang bisa dilacak.
"Rekaman yang kita serahkan," kata Marco, memeriksa laptopnya dengan senyum puas, "berhasil terpasang sempurna sebelum penjaga Don Ricci sempat memeriksanya secara menyeluruh. Sekarang kita punya akses langsung untuk melacak setiap komunikasi dan pergerakannya."
Selama dua hari berikutnya, mereka merangkai setiap kepingan bukti menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dibantah — rekaman kalimat-kalimat Don Ricci yang penuh sindiran di restoran, dipadukan dengan bukti transfer dana ke rekening Swiss Enzo, foto lama yang mengaitkannya dengan Salvatore bertahun-tahun lalu, dan rekaman suara pria bawahannya di gudang yang secara tidak sengaja menyebut nama bosnya saat mengonfirmasi penculikan Sofia melalui telepon. Satu per satu bukti itu tidak cukup untuk menjatuhkan seorang kepala keluarga besar, tapi dirangkai bersama, mereka membentuk jerat yang tidak mungkin diloloskan siapa pun.
Ketika Aliansi Lima Keluarga Besar akhirnya berkumpul kembali dua minggu kemudian untuk memutuskan nasib keluarga Moretti, Gerald hadir dengan kepercayaan diri yang jauh berbeda dari pertemuan sebelumnya — kali ini, ia memegang senjata yang akan membalikkan seluruh persepsi terhadap krisis yang tengah dihadapi keluarganya.
"Sebelum Aliansi memutuskan nasib keluarga saya," katanya tegas di hadapan seluruh kepala keluarga besar yang berkumpul, "saya ingin mempersembahkan bukti bahwa skandal ini bukan sekadar dosa masa lalu ayah saya semata, melainkan bagian dari konspirasi yang lebih besar yang dirancang oleh salah satu dari kita sendiri."
Ia memutar rekaman-rekaman yang telah mereka kumpulkan dengan susah payah satu per satu, membiarkan setiap kepingan bukti membangun gambaran yang semakin jelas di hadapan seluruh kepala keluarga yang hadir — kalimat-kalimat Don Ricci di restoran, transaksi keuangan yang mencurigakan, dan akhirnya rekaman suara tangan kanannya sendiri di gudang yang, dalam kepanikan, menyebut nama bosnya secara langsung.
Don Ricci, yang duduk membeku mendengar bukti-bukti itu terangkai satu demi satu di hadapan rekan-rekannya sendiri, mencoba membela diri dengan panik. "Ini semua rekayasa! Potongan-potongan yang disusun ulang untuk menjatuhkanku!"
"Ada saksi hidup yang bisa mengonfirmasi penculikan yang Anda rencanakan," potong Yao tegas, melangkah maju dengan Sofia di sisinya sebagai bukti hidup dari kekejaman Don Ricci.
Kepala-kepala keluarga besar lainnya saling bertukar pandang penuh kemarahan, menyadari bahwa salah satu dari mereka telah mengkhianati kepercayaan dan aturan tidak tertulis dunia mereka demi ambisi pribadi.
"Don Ricci," kata Donna Alessandra dingin, "kau telah melanggar kode kehormatan paling mendasar dalam dunia kita — mengorbankan keluarga sesama demi keuntungan pribadi, dan menculik warga sipil tidak bersalah dalam prosesnya. Aliansi ini tidak bisa membiarkan pengkhianatan semacam ini tanpa konsekuensi."
Hari itu, di hadapan seluruh kekuatan mafia paling berpengaruh di Italia, kekuasaan Don Ricci runtuh sepenuhnya, digantikan oleh putrinya yang lebih muda dan lebih berintegritas, sementara nama keluarga Moretti — meski ternoda oleh dosa masa lalu Salvatore — dipulihkan sebagian berkat keberanian Gerald mengungkap kebenaran dan keadilan yang akhirnya ditegakkan.
Setelah pertemuan berakhir, Donna Alessandra mendekati Gerald dan Yao dengan sikap yang jauh lebih hangat dari sebelumnya. "Kalian berdua telah menunjukkan sesuatu yang jarang kami lihat di dunia ini," katanya. "Keberanian untuk menghadapi kebenaran, bahkan ketika kebenaran itu paling menyakitkan. Aliansi akan mengingat ini, Gerald Moretti."
"Terima kasih, Donna Alessandra," jawab Gerald, membungkuk hormat. "Aku hanya berharap bisa membangun kembali kepercayaan yang telah dirusak oleh generasi sebelum kami."
"Kau sudah memulainya hari ini," jawab wanita itu, tersenyum tipis sebelum berbalik pergi bersama kepala-kepala keluarga lainnya.