NovelToon NovelToon
Soraya Dan Aldrian

Soraya Dan Aldrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:383
Nilai: 5
Nama Author: MayRedN

Soraya anak bungsu dari tiga bersaudara, ceria, mudah bergaul dan sedikit pintar. Keluarganya berkecukupan tapi sederhana. Hari Pertama SMA kelas 10 bertemu Aldrian yang kelas 12, Aldrian orang yang pendiam, perhatianya tidak diucapkan. Soraya dan Aldrian memiliki hari hari yang canggung disekolah. Banyak interaksi tak pernah terjalin komunikasi. Soraya akhirnya harus terpisah dengan Aldrian. Aldrian yang sudah lebih dulu lulus pergi tanpa kata tanpa berpamitan, membuat hari hari Soraya disekolah selalu mengingat Aldrian.

Setelah 2 tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali. Aldrian mempunyai keberanian untuk menemui Soraya dirumahnya.

Soraya dan Aldrian dari keluarga yang sangat berbeda, keyakinan yang berbeda membuat mereka mempunyai banyak cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MayRedN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir semua mata melihat ke arah kami

Matanya menghindar saat bertemu mataku. Gerak geriknya seperti canggung. Berusaha tetap tenang tapi ada keragu raguan dan sedikit terbata bata dalam ucapan. Senyumnya kaku seperti menahan sesuatu yang akan diucapkan. Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu tapi dapat terbaca olehku.

Aku terus menatapnya dengan sedikit senyum tipis, Arya masih saja berusaha menjawab dengan senyum yang kaku.

"Berarti kamu nggak sempet liat wajahnya??? Padahal lumayan panjang loh dia ngomongnya ke kamu?? Begitu Arya??? Tanyaku dengan menelisik mata Arya.

"I.. ya. Kan tadi aku lagi sibuk parkirin motor jadi aku cuma jawab iya iya aja" jawab Arya dengan terbata bata.

"Kenapa yang dititip in kamu, kenapa bukan yang lain?? Kan berarti karna dia kenal sama kamu atau dia tau kamu kenal sama aku berarti temen kamu!! Kalau temen aku pasti udah dikasihkan sendiri ke aku, nggak lewat kamu!!!" Aku masih saja dengan nada emosi ke Arya.

"Aku nggak tau Ay... tadi tuh aku bener bener lagi sibuk, aku nggak ngeh suerr... Kalau nggak.percaya sana tanya sendiri sama yang nitipin?!!" Arya kaget matanya membulat ke arahku. Mungkin dia merasa hampir saja keceplosan.

"Oke aku tanya ke yang nitipin ke kamu, kamu tinggal jawab aja siapa orangnya!!! Buruan nggak usah bertele tele Arya!!!!! Jangan bikin penasaran!! Akukan perlu ngucapin terimakasih ke yang nemui jaketku, betul kan Put??"

"Iya ih kak Arya tinggal jawab aja apa susahnya sih" Putri ikutan gemes sengan jawaban muter muternya Arya

"Pada nggak percaya amat sih, beneran tadi orangnya cuma nitipin aku nggak ngeh siapa" Arya menghela nafas panjang

"Orangnya berarti kenal kamu, dari suaranya masak nggak hafal sih,, coba diinget inget deh Ar!!! Kataku sambil kunaikan sedikit oktaf agar kelihatan agak tinggi.

Putri ikutan kesel "Udahlah biarin aja apa kata kak Arya, udah Ya kita kekelas aja biarin aja kak Arya mau rahasia rahasiaan"

"Iyalah yuk ke kelas aja Put!!! biarin tuh Arya kalau mau maen rahasia, terserahhhh" aku sambil menggandeng tangan Putri berjalan lewat tangga belakang melewati lorong laboratorium tanpa mempedulikan Arya yang terap saja masih mengekor dibelakang.

Arya masih aja terus ngikutin kami dari belakang seperti anak kecil yang merengek "Ya Allah aku salah apasih.. susah amat nih urusan sama ibu ibu. Marahnya ke aku, trus aku marah kesiapa... akukan udah bantu nemui jaket yang tadi dicari cari nggak ketemu, udah ku kasihkan juga dalam kondisi yang bagus, Ay.... Dengerin aku nggak sih??"

Selama perjalan Arya masih saja ribut, bujuk bujuk supaya aku nggak marah, tapi aku dan Putri tetep aja nggak peduliin dia. Kami belok kekiri dideretan balkon kelas 10 dan Arya masih saja ngikutin dari belakang. Harusnya dia masih lurus baru belok kiri keseberang dideretan kelas 12 IPA.

Kami melewati keramaian di balkon depan kelas kelas. Aku memandangi sekeliling, didepan seberang kelas Arya terlihat sudah ramai begitu pula kelas kami. Setelah kami sampai depan kelas 10.5 aku berhenti didepan kelas menghadap ke Arya lalu menghalau Arya yang akan ikut masuk ke kelas, sedangkan Putri sudah masuk duluan duduk didepan Tamiya.

Arya terdiam didepan pintu kelas tidak mengucapkan sepatah katapun. Aku berdiri tegak didepannya mengangkat tangan kananku setinggi dada, telapak tangan menghadap keluar lalu dengan gerakan lamban ku kebaskan telapakku dan menahan didepan dadanya.

"STOP!!! nggak boleh ikut masuk, ini bukan kelasmu!!! Mataku sambil membulat memandang mata Arya.

Arya menghembuskan nafas pelan lalu berjalan pasrah pergi dari depan kelas.

Kulihat sekeliling hampir semua mata melihat ke arah kami, menatap dengan kecurigaan, seolah olah kami ini seperti sepasang kekasih yang sedang dalam situasi tidak baik.

Dengan wajah sesikit kesal dan malu aku masuk kekelas duduk disebelah Putri, menaruh tas dikursi lalu minum dari tumbler dari tas.

Putri dengan tawa gelinya "Liat nggak sih Ya?? Pada ngeliatin kalian tau, hehe... pasti orang orang mengira kalian pacaran lagi bertengkar"

Aku dan Putri menengok kebelakang, ada Tamiya mencolek bahu kami.

"Lagi maen drama apaan sih, kayaknya seru banget adegannya sampai jadi pusat perhatian hehehe" Tamiya sambil tertawa meledek

Akhirnya aku menceritakan kejadian diparkiran tadi kepada Tamiya, dari muter muter nyari jaket ilang, bikin sayembara dijalan, sampai jaketnya dibalikin Arya yang katanya dititipin orang. Tamiya mendengarkan dengan serius dan ekspresi yang sama persis seperti Putri tadi, Tamiya ikutan gemes ke Arya.

"Ihhh ngarang banget masa iya sampai nggak tau wajahnya orang sempet ngobrol gitu tadi ya" Tamiya sambil melirik ke arah seberang yang terlihat dari jendela kami disamping

"Jangan jangan... yang nemui kak Aldrian trus nggak boleh dibilangin kalau kak Aldrian yang nemu, diakan nggak suka interaksi makanya kak Arya disuruh jaga rahasia??? kalian sering berangkat beriring iringankan kalau pagikan??" Putri ikut memandang kelas seberang menelisik satu persatu orang orang yang ada.

Akupun ikut penasaran apa yang dilihat Putri dan Tamiya, aku langsung saja ikutan menoleh keseberang, melihat ke jendela. Mataku mencari orang orang yang sekiranya mencurigakan seperti Arya.

Didalam kelas seberang terlihat Arya berdiri didepan Aldrian sepertinya mereka membicarakan sesuatu, tapi sayangnya gerak bibir mereka nggak terlihat jelas.

Pandanganku udah intens, kelopak mata sedikit merapat untuk memfokuskan menatap dan menilai situasi secara lebih tajam. Tetap saja nggak bisa menerka nerka apa yang mereka bicarakan.

Beberapa detik kemudian Arya melihat kearah kami, tak berselang lama Aldrian juga melihat kearah kami, kami juga dalam posisi melihat mereka, mencurigai setiap gerak geriknya.

"Tenang tenang gaes, bales aja dengan tatapan menantang dan jangan menunjukkan kegugupan yang tidak perlu" kataku pelan pelan sambil tetap melihat ke arah Arya dan kak Aldrian.

Kami bertiga menantang pandangan kak Aldrian yang tanpa ekspresi dan tatapan Arya yang semakin menantang.

Duaarrr.....

Kaget lah kita bertiga... tiba tiba didepan jendela kelas 12 IPA 1 pandangan terhalang oleh kak Firuly yang berdiri menghadap ke kelas kami dengan senyuman.

Gagal sudah rencana peperangan melawan Arya dan kak Aldrian. Kami bertiga membalas senyuman kak Firuly lalu aku perlahan menjauhkan pandangan dari kelas seberang, Sementara Putri dan Tamiya masih menghadap ke jendela tetapi tatapan matanya kearahku.

Hufffff....

Helaan nafas panjang keluar dari dadaku seperti mewakili perasaanku yang kecewa.

"Ya.... sayang sekali kak Firuly datang disaat yang teramat sangat tidak tepat"

Tamiya dengan matanya yang terkadang melirik keseberang "Tadi hampir saja terbongkar semuanya, coba saja kalau nggak ada penghalang. Kayaknya nih ya... dari penelusuranku tadi mereka lagi ngomongin soal jaket, kemungkinan besar kak Aldrian deh yang nemuin jaket kamu"

"Setuju banget Tam... soalnya tadi kak Arya dateng langsung nyamperin kak Aldrian dikelas, biasanyakan dia santai santai dulu didepan" kata Putri yang sangat meyakinkan sambil mengerutkan alisnya.

"Bisa jadi sih, wajah Arya tadi kayak gimana gitukan ya waktu sama kak Aldrian, Arya cari masalah nih, kenapa coba nggak bilang aja kalau dia yang nemuin jaket diparkiran atau digerbang atau dimana gitu kan aman ya, kita nggak penasaran kayak gini" aku menjawab sambil menganggukan kepala.

Putri memegang tanganku menggoyang goyangkanya seperti panik "Tapi ini ada hikmahnya, Allah dengerin doa kamu tadi dijalan Aya... Ya Allah beneran baik banget... Nggak pakai lama langsung dikabulin doamu Ya, kamu punya amalan sih Aya??? sayembara tadi kalau yang nemu syukur syukur cowok jomblo cakep mau kamu jadiin pacar... Ih mau banget jadi pacar kak Aldrian"

Tamiya "Ihhhh iya bener lagi... Yang nemuin cakep banget... tadi kamu udah ngomong loh Ya, udah disaksiin malaikat"

"Apaan sih, jangan lebay gitu ah... orang tadi cuma becandaan doang, masak iya kak Aldrian yang nemu jaketnya trus aku jadiin pacar!!! Liat sendirikan orangnya kayak gimana.... diem aja kayak patung" jawabku dengan sewot.

Kenapa juga masih saja tentang Aldrian, Ya Allah tuhanku... bukankan sudah cukup sebulan ini berlalu begitu saja.

Masih dengan tatapanya yang tak ada kata. Aku sudah pernah berjanji pada diriku jika dia tetap diam tak akan mungkin lagi ada di fikiranku. Akan kubuang semua bimbang yang memenuhi seluruh isi kepalaku. Aku sudah berusaha untuk membuangnya jauh jauh.

Saat ini dia hanya bisa dipandang dari balik jendela. Seperti kata yang tak pernah terucap. Diamnya bak patung yang hanya bisa dipandang namun tak tersentuh. Meski aku berusaha lupa, kenapa juga bayangnya masih terikat denganku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!