Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Petunjuk
Menekan tombol lift, menuju apartemen milik dari Xavier. Suara mesin lift yang naik ke atas terdengar. Menggunakan sepatu olahraga bermerek dirinya memasuki apartemen tempat Xavier tinggal setelah menekan tombol akses.
Pemuda itu sudah ada di sana, duduk di sofa menatap ke arahnya. Apa Xavier selalu menatap ke arah pintu depan?
“Dari mana saja?” Pertanyaan bagaikan seorang suami yang mengintrogasi istrinya yang menghilang dari tadi.
“Aku tadi pulang ke rumah, Tentu saja aku tidak akan membiarkan harta hartaku menjadi milik dari para benalu itu.” Jawaban yang begitu tenang dari arabella, wanita yang tanpa malu sama sekali meraih cangkir teh milik Xavier. Walaupun itu bekas dari pria itu tetap meminumnya.
“Itu punyaku.” Xavier mengangkat sebelah alisnya.
“Dasar pelit.” Wanita yang bersungut-sungut kesal.
Tapi setelah Xavier meraih cangkir itu. Pria itu meminum tepat di tempat arabella minum. Bagaikan sebuah ciuman tidak langsung?
Entahlah Apa yang dipikirkan oleh pria berambut putih panjang terikat ke belakang ini. Penampilannya memang selalu rapi, tidak bisa diganggu gugat.
“Omong-ngomong, Kamu sudah tahu Kakek merencanakan perjodohan kita.” Hal yang membuat Xafier membulatkan matanya.
“Perjodohan?” Pria itu mengerutkan keningnya tidak mengerti.
“Benar perjodohan. Aku sempat bercerita kepada kakek, tentang apa yang terjadi. Aku ingin segera mendapatkan sertifikat rumah, agar mereka tidak bisa mengusirku sendiri dari rumah kakekku tercinta. Tapi kakek kemudian mengusulkan perjodohan denganmu.” Komat-kamit arabella bercerita dengan mulut dipenuhi oleh kue kering. Kue kering yang diambil darinya dari toples di atas meja.
“Lalu bagaimana tanggapanmu?” Xavier menelan ludahnya penuh harap. Berharap wanita ini akan menerimanya.
“Ya…tidak apa-apa. Aku sama sekali tidak memberikan tanggapan terhadap omong kosong kakek. Lagi pula, Aku adalah cucu kesayangannya. Kamu juga kan…setelah terbebas dari perasaan aneh terhadap Angel, kamu jadi burung yang terbang di langit. Dapat mencari wanita manapun. Mana mungkin aku mengurungmu.” Wanita yang mengucapkannya tanpa dosa. Wajahnya tersenyum riang ketika memakan kue kering itu membuat Xavier hanya dapat menghela nafasnya.
“Kurung aku…” gumam Xavier dengan suara kecil, kembali meraih cangkir tehnya kemudian sedikit meminumnya.
“Kurung aku?” arabella mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.
“Perjodohanmu dengan Cakra sudah selesai. Kedua orang tua Cakra mungkin berharap dapat menjalin persahabatan dengan keluarga Mahendra. Menggunakannya sebagai transaksi bisnis. Angel lebih dihargai oleh kedua orang tuamu, tentu saja kedua orang tua Cakra mau tidak mau akan menyetujui Angel. Walaupun mereka masih menjaga jarak darinya, karena kecewa dengan keputusan Cakra. Tapi…satu hal yang harus kamu ingat.” Xavier mengatakannya dengan nada yang begitu dingin. Tatapan matanya benar-benar tajam ketika menikmati teh.
“A…apa?” Arabella tergagap.
“Kakekmu, ketika kakekmu yang murka mengusir kedua orang tuamu. Lalu melemparkan Angel ke jalanan, kedua orang tua Cakra akan bergerak, menggunakan perjanjian pernikahan agar Cakra yang sudah duda menikah lagi denganmu. Mereka akan memburumu dengan berbagai cara nanti…satu-satunya jalan bagimu adalah memiliki pasangan.” Xavier tersenyum menyeringai, inilah saatnya untuk memiliki arabella sepenuhnya.
“Kalau begitu aku harus memasang lowongan pencarian jodoh.” Arabella menghela nafas sembari mengangguk-ngangguk.
Sedangkan Xavier menatap jenuh. Wanita ini benar-benar menyebalkan terkadang.
“Karena kamu memerlukan bantuan. Aku bersedia, bersedia mengorbankan diriku untuk menikah kontrak denganmu. Lagi pula aku juga sudah tidak lagi muda. Kedua orang tuaku menuntutku untuk menikah, padahal aku belum ingin menikah.” Sebuah alasan yang disusun secara sistematis. Memiliki wanita ini, tapi tidak boleh secara gamblang menyatakan I love you. Karena itu tidak dramatis dan memalukan.
“Benarkah?” Tanya arabella begitu antusias.
“Tentu saja…status sebagai istriku boleh kamu pinjam untuk melindungi diri.” Ketika Xavier mengatakannya dengan cepat arabella melompat ke dalam pelukannya.
“Xavier temanku yang paling pengertian. Aku cinta kamu…” arabella mengecup pipinya gemas.
Sementara Xavier menoleh ke arah lain, telinganya memerah.
Wanita yang setelah sadar dengan tingkah gilanya, segera melepaskan tangannya yang memeluk Xavier. Dirinya menghela nafas merapikan penampilan.
“Sebenarnya beberapa tahun ini aku lumayan sedih. Kamu selalu membela Angel, kamu selalu menyuruhku mengalah demi Angel. Kamu bahkan melindungi Angel dengan berbagai cara. Saat aku mengeluarkan uang agar orang-orang itu membully Angel dengan melemparinya menggunakan telur busuk. Kamu yang biasanya antibakteri, malah bersedia menjadikan punggungmu sebagai tempat untuk melindungi Angel. Memeluknya di hadapan semua orang, membiarkan tubuhmu dikotori oleh telur busuk yang menjijikan. Bertahun-tahun ini kamu menyebalkan…” wanita yang menghela nafas berkali-kali.
“Kamu pikir kamu tidak menyebalkan? Jika aku mengingat-ingat saat kamu memberikan kotak bekal kepada Cakra. Sedangkan pada Aku tidak pernah sama sekali. Aku temanmu, mengenalmu dari mulai memakai popok, kita bahkan pernah dimandikan bersama ketika berumur 3 tahun. Tapi kamu tidak pernah membuatkan bekal untukku.” Xavier mengangkat sebelah alisnya.
“Sudahlah! Anggap saja kejadian memalukan itu karena kita kesurupan. Sekarang kita sudah normal…tapi kamu harus janji ya, kita jadi nikah kontrak.” Wanita yang menyipitkan matanya.
“Janji…” Xavier menyodorkan jari kelingkingnya.
Seketika begitu banyak komentar melayang. Benar-benar begitu banyak tulisan.
‘Kenapa aku merasa hubungan arabella dan Xavier lebih romantis daripada pemeran utama ya?’
‘A….aa! Mereka best couple!’
‘Tapi bukankah Novel ini sudah beberapa hari lalu diberikan label tamat. Kenapa ceritanya masih berlanjut?’
‘A…. Aaa! Xavier ku, akhirnya kamu menemukan cintamu.’
Arabella mengangkat sebelah alisnya membaca komentar-komentar itu. Apanya yang the best couple, dirinya dan Xavier hanyalah sahabat dari dulu. Plot cerita ini saja yang mengendalikan mereka untuk jatuh cinta kepada protagonis.
Namun arabella menyipitkan matanya. Ketika komentar-komentar aneh terlihat melayang.
‘Apa yang dilakukan oleh Angel? Dia mengambil kalung dari kamar ibunya?’
‘Kenapa aku merasa Angel menjadi menjijikan ya? Dia meletakkan kalung Melda di kamar arabella.’
‘Benar! Bukankah seharusnya Angel kita adalah wanita yang baik lugu dan murni?’
‘Apa ini perubahan karakter!?’
Komentar-komentar yang membuat arabella mengerutkan keningnya. Meletakkan kalung ibunya di kamar arabella?
Karakter Angel yang lugu dan murni…ternyata bisa melakukan ini.
“Xavier, kamu mau ikut ke rumahku? Aku rasa akan ada hal yang menarik nanti.” Arabella tertawa kecil seperti orang gila.
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.