Mengisahkan seorang gadis yang berjuang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
Di umurnya yang ke 25 tahun, dia harus rela menyandang status sebagai janda.
Bagaimana kisah selanjutnya Sob.
Tetep pantengin nih novel, karena author insya alloh akan rajin update.
Budayakan tinggalkan Like and comment, karena itu sangat berarti for Author.
By. YINGJUN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PESTA PENYAMBUTAN
Selepas menemui Lusi, Jon berlalu pergi ke hotel Arcana menjemput sang Sultan yang sebentar lagi akan menunggunya disana.
Laksana angin yang berhembus cepat dan tak terlihat, Jon mengendarai mobilnya dengan lincah dan cepat, tak butuh waktu yang banyak bagi Jon untuk menuju hotel tersebut.
Di sisi lain Sultan Abdulloh yang baru saja menyelesaikan pertemuannya, sedang berjalan menuju lobi hotel arcana, dia di kawal oleh beberapa orang kepercayaannya yang berjalan di samping dan di belakangnya.
"Asalamu alaikum ya Sultan Abdulloh"sapa Jon sambil membungkuk sesaat tanda hormat.
"Wa'alaikum ya Jon"jawabnya sambil tersenyum lepas memandang pria tampan yang akan menjemputnya.
Saking spesialnya Sultan abdulloh di mata seorang Jon, dia tdak menggunakan jasa supirnya untuk membantu dirinya menjemput Sultan.
"Silahkan Sultan"ucap Jon yang telah membukakan pintu mobil mewahnya untuk Sultan.
Sultan Abdulloh hanya tersenyum melihat kesetiaan seorang Jon yang tidak pernah berubah kepadanya.
Dengan perlahan dan berhati hati Jon mengendarai mobilnya membawa Sultan keluar dari hotel Arcana menuju rumah kediamanya.
Sesampai di rumah Jon langsung mematikan mesin dan memparkir mobilnya dengan cantik, dia keluar dan berlari kecil menuju bangku penumpang untuk membukakan pintu Sultan.
"Silahkan Sultan"ucap Jon yang telah membuka pintu mobilnya.
Karpet panjang berwarna merah telah terhampar dari arah Sultan turun sampai depan pintu kediaman Jon.
Seluruh pengawal dan pelayan, semua tersenyum dan membungkukan badanya sesaat tanda hormat menyambut kedatangan sang tamu agung.
Sepanjang perjalanan Sultan tersenyum ramah, dia tak menyangka bahwa kedatanganya akan di sambut semeriah ini.
Tiba lah sang Sultan berada tepat di depan pintu masuk, Jon yang yang berada di samping Sultan tersenyum mempersilahkanya untuk membuka.
Sang Sultan terkesiap setelah mendapati dua bidadari cantik berbalutkan busana muslimah nan ayu, telah tersenyum menyambutnya di dalam.
"Asalamu alaiku Sultan"ucap Lusi dan Jumira🙏
"Wa'alaikum salam, Subhanalloh"Jawab Sultan yang merasa kagum akan kecantikan dua bidadari yang menyambutnya.
Sultan tertawa sambil memalingkan pandangannya melihat Jon di sampingnya.
"Siapa kedua bidadari itu Jon?"tanya Sultan pada Jon.
"Yang sebelah kiri itu calon istri saya dan sebelah kanan calon mertua saya"jawab Jon dengan lugas.
"Kamu luar biasa Jon"Puji sultan sambil menepuk pundak Jon.
Jon langsung menepuk kedua tanganya sebagai sebuah isyarat atau kode kepada semua pelayan yang berada di rumahnya agar langsung bekerja sesuai skenario.
Jon mengajak Sultan yang di ikuti Jumira dan lusi di belakangnya untuk langsung menuju tempat ruang makan kebesarannya.
"Silahkan Sultan "Ucap Jon sambi menggeser kursi untuk Sultan.
Jon langsung menepuk kedua tanganya lagi memberi isyarat pada semua pelayan, seketika datanglah semua pelayan membawa segala Jenis makanan dan menyiapkanya di meja.
"Wah luar biasa Jon, terima kasih"ucap Sultan sambil tertawa puas.
"Sama sama Sultan, jangan sungkan"Jawabnya sambil tersenyum tampan.
John mengangkat kedua jempol👍 tanganya kepada kepala pelayan tanda kepuasan pekerjaan.
Akhirnya Sultan makan bersama di temani Jon dan dua bidadari yang cantiknya tidak kepalang.
Acara makan berlangsung hikmat ditutup oleh makanan penutup yang lezat.
"Jujur aku senang dengan caramu memanjakanku"ucap Sultan sambil mengelap mulutnya dengan tissue.
"Anda senang kami pun riang"jawab Jon.
Tak hanya itu Jon mengajak Sultan berkeliling taman rumahnya yang indah nan permai yang menyejukan bagi siapa saja yang singgah di taman tersebut.
Hingga pada akhirnya Jon mengajak sang Sultan untuk beristirahat sejenak di sebuah Gazebo yang besar indah yang sedap di pandang mata.
"Ayo Sultan kita beristirahat sejenak dulu"ajak Jon pada Sultan yang di ikuti Lusi dan Jumira di belakangnya.
Setelah mereka semua duduk, entah mengapa Jumira yang menatap kagum kepada sang Sultan tiba tiba terlihat kepo.
"Maaf ya Sultan, apakah anda sudah mengenal lama dengan Mochamad Jon Abdillah"tanya Jumira yang terlihat serius
"Ceritanya panjang, di ceritakan sehari tidak culup sehari, dan apabila di ceritakan semalam tidak cukup semalam"Jawabnya Sultan sambil tertawa.
Jon meminta izin kepada Sultan untuk menceritakan kisah masa lalu pertemuan dengan Sultan agar Lusi dan Jumira bisa mengetahui sejarahnya.
"Silahkan Jon, calon mertuamu harus mengetahui bibit bebet dan bobotmu"jawab sang Sultan.
GOOD😳❤
Semangat!🙏🙏🙏❤❤
sm dgn kenyataan hidup.disaat keingnan tercapai disertai kehilangan yg lain