Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.
Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?
Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Postingan IG
Ditengah kehebohan keempat orang yang saling tuduh itu----
"Mainakaaaa!" Seru Jeevika menyeru masuk ke dalam ruang OSIS membuat mereka kembali menoleh ke arah kehadiran gadis sekertaris ke-2 OSIS itu---yang datang sambil menenteng paper bag kecil berwarna merah muda, "nihh, tadi gue lagi jajan eh malah ketitipan ini dari Andin kelas X D katanya buat Kaka ketos Mainaka yang suka onigiri sama roti coklat!"
Uhuyyyy!
Naka masih mengunyah dessert box miliknya, bukan Naka yang heboh menerima tapi Lutfi yang sudah siap menampung. Jeevika menjauhkan paper bag dari tangan Lutfi, ingin menyampaikan amanah itu langsung pada orangnya.
Dan voalahhh, Naka menerima itu meski kemudian Vero langsung menyerbunya.
"Sini gue liat, coba kita baca sticky notenya.." Mereka langsung membentuk kerumunan kecil di depan Naka termasuk Pandu yang juga penasaran.
"Dear Kaka Mainaka, asik!" baca Vero.
Jeevika terkekeh seraya mengambil pulpen miliknya yang tertinggal saat rapat tadi.
Nabila, ia sampai tak beres-beres mengerjakan tugasnya sebab terganggu oleh aksi para lelaki OSIS ditambah Canza ini.
"Deer tuh rusa bukan, an jirr Ka...Lo disebut rusa, marah dong Ka!" Canza mengoceh sebelum Vero melanjutkan bacaannya, "Saravv, dear tuh tersayang bang ke..." ralat Pandu.
"Maklum aja lah anjirrr, gue anak IPS bukan anak Obama..."
"Lah gue kira Lo anak singkong. Makanya kaki Lo panjang-panjang kaya akar."
"Suutthh! mau gue bacain ngga nih?!" Vero angkat bicara, sementara si empunya barang masih anteng saja memakan dessert box buatan calon mama mertuanya itu, hmmm, lemon--cheese, yummy! Ia suka.
"Lanjuttt pake K..."
Canza mendorong kepala Lutfi, "an jing."
"Kaka semangat ya, kinerja Kaka sejak aku datang pertama kali ke sini oke banget, Kaka keren," mereka menatap Naka sejenak.
"Berkharisma...." mereka kembali menatap Naka lagi untuk sejenak.
"Kaka juga ganteng." Oke, untuk yang ini mereka tak perlu menatap Naka kembali, sebab sudah tau jawabannya.
"Kaka ngga gentar, cakap dan pinter banget nanggepin setiap pertanggung jawaban etos kerja di depan pihak sekolah, MPK dan siswa-siswi Budi Pekerti X. Aku pendukung kaka, pengen masuk OSIS tapi ternyata ngga masuk kualifikasi dan gugur kemaren...sedih deh, tapi ngga apa-apa...aku tetep bisa liat dan dukung Kaka dari jauh, semangat ;)" pungkas Vero yang kini sudah melihat ke arah paper bag, benar...isinya ada dua roti sandwich coklat dan dua onigiri isi ayam pedas.
"Lah, Ka ...mau lanjut dapil 1 DKI atau Bogor kagak, mumpung banyak pendukungnya?" tanya Lutfi memantik tawa tergelak mereka.
"Dikira anggota dewan," cibir Pandu yang sejurus kemudian ia menyeru kaget melihat Vero sudah membuka bungkusan roti sandwich coklat satu untuk ia makan, "si anjirrr Lo main capluk aja, punya orang..."
"Lah, yang bilang punya mo nyet siapa?" tanya Vero, "lagian Naka ngga pernah makan kalo dikasih begini..jadi daripada mubazir..."
Oh ya? Pandu melirik Naka yang masih anteng sampai suapan terakhir, lantas yang dipegang dan dimakannya apa? Bukankah itu juga pemberian salah satu barusan fans Naka?
"Kenapa, nah itu Lo makan sampe abis." Tunjuk Pandu.
"Naka takut ada peletnya. Jadi sebelum Naka yang makan, kita-kita dulu yang makan..."
Nabila mengehkeh bersama Jeevika, "jadi kalo ada peletnya Lo bertiga dulu yang kena gitu?" tanya Jee.
"Saravv." Pandu tertawa, tapi tak urung menangkap refleks saat Canza melempar onigiri ke arahnya, "makan dulu Kaka ipar. Biar restu buat Naka turun..."
Dan baru saja dibicarakan langkah beberapa pasang sepatu terdengar mendekat ke arah ruang OSIS.
Dua orang siswi dengan pakaian yang telah berganti menjadi seragam olahraganya kini menyembul dari balik pintu ruangan.
"Sorry ada Lut---Pandu, Lo masih disini astaga?!" Shanum dan Jemima, keduanya menyusul dan mencari Lutfi.
"Num."
"Hey Num sini--sini gabung, lagi pada makan-makan nih..."
Jemima terkikik, "Ndu, makan disini Lo?"
Tatapan Shanum mengarah pada kotak yang telah kosong dan habis isinya di tangan Naka.
"Lutfi, Lo ngga denger bel masuk? Pak Ilham nyuruh Lo ngambil bola voli ke ruang Olga. Buru!"
"Lah, udah masuk ya?! Ka...biasanya Lo alarm..." mereka terlihat hectic dan panik bubar jalan dari tempatnya masing-masing termasuk Naka.
"Num, mau ngga? Onigiri punya Naka, hasil dikasih fansnya?!" tawar Vero yang langsung digeplaki Canza. Naka merotasi bola matanya.
Ia sudah beranjak dan bersiap memakai sepatunya.
"Engga." Shanum menolak ketus.
"Ya, mubazir loh Num... Naka ngga makan, soalnya abis ngabisin dessert box istimewa dari orang istimewa..."
Dan Pandu masih menatap mengernyit, orang istimewa?
Ada kepakan kupu-kupu di pipinya, tapi Shanum berusaha untuk terlihat biasa saja. Sampai Naka berdiri tepat di depannya membuat Shanum menatapnya sengit takut jika Naka menangkap wajah salah tingkahnya, "apa?"
"Sorry, sepatu gue Lo injek Sha..." tunjuk Naka ke arah kaki Shanum.
Jemima tertawa, "Num, Lo injek sepatu Naka..."
Shanum langsung terjengkat pindah posisi, "eh sorry..ngga sengaja, ngga keliatan."
Shanum menggeleng merutuki dirinya sendiri yang kemudian ia berbalik, segera pergi saja...dibanding lebih bodoh lagi nantinya.
"Ya udah, balik yu Mima..." ajaknya.
"Bye Panduuu!" seru Mima.
"Mima! Ini Canza ngga Lo dadahin?" tanya Lutfi.
"Bye mo nyettt!" jawab Jemima.
"Dasar cewek mumi!" balas Canza.
Pandu menggaruk kepalanya gatal, tugasnya dan Nabila baru saja beres, "nih Ka, tugas gue udah beres ya...jadi pulang sekolah gue udah ngga punya lagi utang."
"Sip."
"Jee...bawa." Pinta Naka berdiri dari duduknya bersiap masuk kelas kembali.
"Ini gue bikin jadi berapa lembar Ka?" tanya Jeevika.
"Buat yang ini bikin jadi 4, buat yang susunan acara ini bikin sejumlah peserta rapat gabungan aja nanti. Minta bantu Airani."
"Oke."
"Kapan rapat gabungan, Ka?" tanya Canza.
"Minggu depan. Setelah kita ngantongin ijin dari kepsek, tanda tangan dari Bu Selli sama MPK." Jawabnya sembari sibuk mengetik sesuatu di ponselnya.
Mainaka
Bilangin bunda, makasih buat dessert boxnya.
Squad Ceriwis
(Pandu_winata) Chik, Dit...ditanyain Naka tuh tugas Lo berdua. Gue sih udah selesai ya...
(Chika_ika) Lo ngga gadein nama temen kan, Ndu? Gue bogem ya...👊
(Aditya Jegrek) beneran itu? Kok gue sulit percaya ya...
(Frizka freeze) pada ngomongin apa sih? Temen mana yang namanya laku digadein? Info donggg, pegadean mana yang Nerima nama temen, soalnya setau gue pegadean terima gade emas sama alat elektronik doang.
(Pandu_winata) Num--num, oh num--num...harus gue bilang anugrah apa musibah yaa...
(Mala Shanum) ??
(Chika_ika) masih kemungkinan loh, tadi kan Lutfi bilang tipe-tipe, modelan...bukan berarti beneran Shanum. Toh Naka udah kasih kode bukan, yang di-posting dia kan ceweknya bocil bukan Shanum. Gue sih lebih percaya bukti ketimbang ucapan trio libel.
(Jemima Mima) kenawhyy sama Shanum? Ada gosip baru lagi ya?
(Mala Shanum) apa sih?
(Aditya Jegrek) gosipnya, Naka suka sama cewek modelan tipe Shanum.
(Mala Shanum) 🫠
(Frizka freeze) maygat 😱
(Chika_ika) kok gue berasa ngga ikhlas ya bayangin kalo sampe iya. Terus Shanum mesti makan hati terus kalo bareng Naka. 🤒
(Mala Shanum) dapat info darimana??
(Aditya Jegrek) Trio Vero, Canza sama Lutfi yang bilang.
(Jemima Mima) semoga di luar sana ada yang modelan Shanum 🤲soalnya kasian Shanum nanti, banyak saingannya. Naka banyak fansnya.
(Pandu_winata) tapi kok gue mulai ngerasa kalo Naka itu sebenernya baik ya...🤔
(Chika_ika) 😱 efek makan bareng tadi istirahat ya?! Muntahin ngga, Ndu....
Tapi ada yang samaan ngga sih sama gue. Latar foto Naka itu kaya ngga asing gitu...tapi dimana ya 🤔
(Mala Shanum) perasaan aja kali, Cik...
(Pandu_winata) asli, bener kan?! Gue ngerasa gitu juga...kaya pernah tau.
Shanum baru saja membaca pesan dari Naka termasuk teman-temannya itu selepas pelajaran olahraga, keringat masih bercucuran hingga ia harus menyekanya dengan tisu.
Masih dibuat kebingungan sekaligus khawatir tentang foto yang di posting Naka itu.
Shanum
Kamu ada posting foto di Ig? Dapet darimana?
Hapus Naka...
.
.
.
.