Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Secara kebetulan Berjumpa dengan kelompok Itu Lagi
"HMM..Mengapa terasa sangat kebetulan berjumpa dengan kelompok itu juga di sini!' Ucap SING KANG tersenyum penuh makna.
Di dalam ruangan VIP nomor dua belas, Tetua sembilan belas dan Tetua dua puluh saling menatap satu sama lainnya. Mereka berdua sangat penasaran dengan Bocah yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua.
Di dalam ruangan VIP nomor satu juga demikian, orang yang ada di dalam ruangan tersebut juga sangat penasaran dengan identitas Bocah yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua.
Begitupun dengan orang yang ada di dalam ruangan VIP nomor tiga. Mereka juga sangat penasaran siapa sebenarnya Bocah yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua.
Tiba tiba terdengar sebuah suara yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua belas.
"Enam puluh ribu koin emas!" Ucapnya.
"Apakah ada lagi yang mau menaikkan harganya?" Tanya Orang yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua belas.
"HAH..." SING KANG menghela nafas berat, sebenarnya dia tidak ingin berurusan lagi dengan orang-orang dari aliansi KANDOLE. Tetapi mereka terus saja mencari masalah dengan dirinya. Apa boleh buat.
"Tujuh puluh ribu koin emas!'
Ucap SING KANG, suaranya menggema di dalam gedung HARTA dan SUMBERDAYA.
"HUH..." Tetua dua puluh yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua belas mendengus kesal dan segera berteriak marah.
"Delapan puluh ribu koin emas! Kami dari Aliansi KANDOLE menginginkan benda itu" Ucapnya penuh penekanan.
"Tetua! Apa perlu aku menyelidiki siapa BOCAH yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua itu,?" Tanya salah satu bawahan yang ada di belakangnya.
"HMM..Oke!" Tetua dua puluh menganggukkan kepalanya sembari melihat kearah belakang tempat seorang pemuda berbadan kekar berotot berdiri.
Di dalam ruangan VIP nomor satu juga demikian. Seorang pria paruh baya kira kira berumur lima puluh tahun lebih dengan setelan Tonik khas kerajaan memerintahkan bawahannya untuk mencari tahu siapa Bocah yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua.
Begitupun dengan orang yang ada di dalam ruangan VIP nomor tiga. Seorang pria tua dengan penampilan sangat rapi juga menyuruh salah satu tetua yang ada di sampingnya untuk mencari tau siapa sebenarnya Bocah yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua.
"Seratus ribu koin emas!" Ucap SING KANG dengan santai
"HAH..!" Tetua dua puluh menghela nafas semakin tambah kesal, terlihat mukanya jadi memerah menahan kesal.
Dia menatap kearah Tetua sembilan belas yang ada di sampingnya. Tetua sembilan belas mengerti akan tatapan temannya dan segera memerintahkan bawahannya yang ada di sampingnya.
Cepat selidiki dia, aku ingin tau Bocah dari tempat mana yang begituan berani mau melawan Kelompok dari Aliansi KANDOLE" Ucap tetua sembilan belas dan..."Cari tau juga dari keluarga mana" Ucapnya.
Orang yang ada di samping Tetua sembilan belas segera berdiri dan berkata.
"Baik! Perintah segera di laksana"
"WHUSSSSS..." Sosok pemuda bertubuh tinggi kurus segera melesat meninggalkan tempat tersebut.
"HMM..Hei Bocah, apa kamu tidak tau sedang berhadapan dengan siapa!" Suaranya mengema di tempat tersebut.
"Okelah kalo kamu sangat menginginkan benda tersebut. Biarlah aku Tetua dari Aliansi KANDOLE, MO DANG mengalah"
Sekali lagi suaranya menggema mengejutkan semua orang yang belum mengenal siapa sebenarnya MO DANG itu.
Namun di setiap kata katanya mengandung makna tersendiri, makna kemarahan, tak terima dan makna peringatan.
"Jika begitu aku mengucapkan terimakasih kepada Tetua MO DANG dari Aliansi KANDOLE, oleh karena mau mengalah dengan Bocah kecil ini" Ucap SING KANG bercanda.
"HUH..." Tetua MO DANG mendengus semakin kesal mendengar ejekan dari Bocah itu.
"Baiklah, karena tidak ada lagi yang mau menaikkan harga, dengan ini aku nyatakan bahwa peserta yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua adalah pemenangnya"
Ucap Nona MENG DISE tersenyum kearah SING KANG yang ada di dalam ruangan VIP nomor dua.
Acara lelang kembali berlanjut ke sesi berikutnya. Dimana sesi ini adalah sesi puncak dari lelang tahun ini.
Baiklah, kita sekarang akan memasuki barang utama. Item pertama dari beberapa barang utama.
"Bawa kemari!" Ucap Nona MENG DISE.
Dari arah belakang kembali terlihat beberapa gadis cantik membawa kotak yang tertutup.
Nona MENG DISE mengambil salah satu kotak dan langsung membukanya. Terlihatlah sebuah inti monster yang sangat besar.
"Kalian semua sudah lihatlah kan..,! Ini adalah inti monster Buaya Darat tingkat Suci dan sudah tau khasiat dan kegunaannya" Ucap Nona MENG DISE.
Semua orang langsung mengalihkan perhatiannya keatas panggung lelang. Ini adalah barang barang yang mereka nanti nantikan.
Meskipun banyak peserta dari keluarga bawah dan menengah tidak dapat bersaing untuk mendapatkan benda tersebut, akan tetapi mereka sangat bersemangat.
Mengapa demikian, karena mereka ingin melihat orang orang yang ada di ruangan VIP bersaing. Itu terasa sangat luar biasa bagi mereka.
"Baik, untuk inti monster Buaya Darat ini aku menawarkan harga awal Lima ratus ribu koin emas!" Ucap Nona MENG DISE.
"Enam puluh ribu koin emas!" Ucap peserta yang ada di ruangan VIP nomor lima puluh.
"Tujuh puluh ribu koin emas!" Peserta ruang VIP nomor lima juga tidak mau kalah.
"Delapan puluh ribu koin emas!"
"Sembilan puluh ribu koin emas!"
"Seratus lima puluh ribu koin emas!" Peserta Ruang VIP nomor satu langsung menaikkan harga yang sangat tinggi.
Di dalam ruangan VIP nomor dua Tetua MENG DI menatap kearah SING KANG dan bertanya.
"Apakah Tuan Muda SING KANG tidak tertarik dengan inti monster Buaya Darat itu?" Ucapnya.
HEHEHE..Maaf Tetua MENG DI, aku memiliki banyak di dalam cincin penyimpanan" Jawab SING KANG sembari terkekeh menatap kearah Tetua MENG DI.
Tetua MENG DI mengagukkan kepalanya pelan. Tanda mengerti. Tapi dalam hatinya membatin.
"Seberapa kuat kah kekuatanmu Tuan Muda SING KANG?"
Harga inti monster Buaya Darat itu terus naik semakin meningkat hingga mencapai dua ratus ribu koin emas. Dimana ruangan VIP nomor satu memimpin.
Suasana menjadi hening, tidak ada lagi yang mau menaikkan harga.
"Apakah tidak lagi yang menaikkan harga,?" Tanya Nona MENG DISE.
Setelah di tunggu beberapa menit tidak ada lagi yang mau menaikkan harga.
"Baiklah, untuk item ini jatuh kepada peserta yang ada di ruangan VIP nomor satu, dengan harga dua ratus ribu koin emas!" Ucap Nona MENG DISE dengan senyum terkembang di wajahnya.
Kita akan lanjutkan lagi dengan barang selanjutnya, Nona MENG DISE berjalan kearah salah satu gadis yang berdiri di belakangnya. Kemudian ia mengambil kota yang ada di tangannya.
Ia tidak langsung membukanya dan menatap kearah semua peserta dengan tersenyum sangat manis.
Terdengar tepuk tangan dari para peserta dan juga teriakan.
"Buka, ayo buka"
Mereka semua sangat antusias mengikuti lelang kali ini. Terlihat jelas dari wajah mereka dan dari teriakan teriakan mereka. Itu menandakan..
Barang kedua pada sesi kali ini adalah...
Nona MENG DISE dengan perlahan membuka kotak di tangannya dan memperlihatkan kepada seluruh peserta.
"Apa...?"
Dukung terus cerita ini dengan cara sebagai berikut..
Like.
Vote.
Hadiah.
Iklan.
Suka.
Jangan lupa masukan dan sportnya...
Ada kelanjutannya pada halaman sebelah kanan tunggu aja...