NovelToon NovelToon
King Mafia Di Zaman Kuno

King Mafia Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: BUBBLEBUNY

Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.

Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Kaisar dan Gadis Suci

Sore itu, langit di atas benteng megah Sekte Tianmo berwarna merah keemasan yang memancarkan cahaya kemerahan, seolah-olah langit sendiri sedang menyaksikan momen bersejarah yang akan mengubah takdir dunia persilatan selamanya. Cahaya matahari yang mulai terbenam menyinari dinding-dinding batu hitam yang kokoh, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang misterius dan gagah. Di dalam Aula Utama yang luasnya seluas lapangan tempur, suasana terasa begitu mencekam dan berat. Ruangan itu dipenuhi oleh ratusan orang yang merupakan pilar-pilar kekuatan sekte. Ada para tetua yang sudah berusia ratusan tahun dengan wajah penuh pengalaman dan bekas luka pertempuran, ada para komandan pasukan yang tubuhnya kekar dan memancarkan aura membunuh yang tajam, serta para pemimpin divisi yang masing-masing adalah ahli tingkat dunia. Seluruh aura kuat ini saling bertabrakan, berputar-putar di udara, menciptakan tekanan yang bisa membuat orang biasa langsung pingsan hanya dengan berdiri di sana. Namun, di tengah tekanan yang begitu dahsyat itu, ada satu titik yang paling tenang namun paling menakutkan. Di singgasana tertinggi yang terbuat dari batu giok hitam yang dipahat dengan bentuk naga raksasa, duduklah seorang pemuda dengan postur tubuh yang tegap dan sempurna. Itu adalah Ye Chen. Ia duduk dengan sangat tenang, kedua tangannya bertumpu pada sandaran tangan singgasana, wajahnya datar tanpa ekspresi. Jubah hitam pekatnya yang disulam dengan benang emas membentuk gambar naga yang tampak hidup seolah siap terbang kapan saja membuatnya tampak bukan lagi sebagai manusia biasa, melainkan seperti penguasa dunia bawah, seorang Kaisar Kegelapan yang memegang kendali atas kehidupan dan kematian. Di sebelah kirinya, duduklah Tianhong. Wajahnya tenang, matanya terpejam setengah, namun auranya tak kalah dahsyat, bagaikan gunung yang tak tergoyahkan.

"Selamat datang, saudara-saudaraku... Aku memanggil kalian berkumpul di sini bukan hanya untuk sekadar bersilaturahmi atau mengobrol santai. Hari ini, kita berkumpul untuk membahas masa depan kita, nasib seluruh Sekte Tianmo, dan langkah besar yang harus kita ambil menghadapi badai yang sedang datang melanda dunia." Ucap Ye Chen dengan suara rendah namun bergema jelas ke seluruh penjuru aula, memancarkan wibawa mutlak yang membuat seluruh hadirin menunduk hormat.

"Seperti yang kalian semua tahu, dunia persilatan saat ini sedang sangat bergejolak dan tidak tenang. Di wilayah timur, Sekte Hua Shan dan beberapa sekte besar lainnya yang mengaku sebagai penjaga kebenaran sedang giat sekali melakukan pertemuan rahasia dan mengumpulkan kekuatan. Mereka telah membentuk sebuah aliansi besar yang mereka namakan dengan nama yang terdengar sangat indah... Persekutuan Keadilan Semesta." Ucap Ye Chen dengan nada datar namun penuh selidik, matanya memancarkan kilatan dingin yang mampu melihat kepalsuan di balik nama megah itu.

"Hmph! Keadilan apa lagi yang bisa mereka bicarakan? Mereka itu hanyalah sekelompok munafik busuk yang suka memakai topeng putih untuk menutupi hati mereka yang hitam pekat!" Gerutu salah satu tetua tua dengan jenggot panjang, suaranya penuh kebencian.

"Benar sekali! Mereka hanya tahu menghakimi orang lain seolah-olah merekalah yang paling suci dan paling benar di dunia ini! Padahal, kotoran dan kebusukan yang ada di dalam hati mereka sendiri pun tidak sanggup mereka lihat dan akui!" Tambah salah satu tetua dengan suara penuh kebencian dan kemarahan, tidak tahan lagi dengan kemunafikan lawan-lawan mereka.

Ye Chen perlahan mengangkat tangan kanannya yang putih dan panjang, gerakannya begitu santai namun penuh dengan wibawa yang tak terlukiskan. Seketika itu juga, seolah-olah ada kekuatan magis yang menekan seluruh suara di udara, keributan dan gerutuan yang tadi memenuhi aula langsung lenyap seketika. Seluruh mulut terkatup rapat, seluruh mata kembali tertuju pada sosok di singgasana. Aula yang luas itu kembali hening total, sunyi senyap hingga suara napas orang lain pun bisa terdengar jelas. Gerakan sederhana itu memiliki kekuatan yang luar biasa, mampu menenangkan ribuan prajurit ganas dan pemberontak hanya dengan satu isyarat tangan belaka.

"Mereka mengirim surat-surat resmi dengan tinta emas. Mereka mengirim utusan-utusan yang bersikap sopan santun dan penuh senyum.Mereka menawarkan kita perdamaian abadi, mereka menawarkan kerja sama strategis, dan mereka berjanji memberikan tempat yang sangat terhormat dan tinggi di dalam aliansi besar mereka." Ucap Ye Chen dengan nada dingin dan mengejek, seolah sedang menceritakan lelucon yang sangat buruk di hadapan para penguasa kegelapan.

"Tapi... jangan pernah kalian tertipu oleh kata-kata manis dan janji-janji indah yang mereka ucapkan. Ingatlah selalu, di balik senyum ramah dan sikap sopan yang mereka tunjukkan, tersimpan belati tajam yang siap menikam punggung kita kapan saja tanpa ampun!" Ucap Ye Chen dengan suara berat dan dingin, matanya memancarkan kilatan kejam yang memperingatkan akan bahaya besar yang mengintai.

"Apa kalian tahu apa yang sebenarnya tersimpan di dalam hati dan pikiran mereka tentang kita? Apa sebutan hinaan yang mereka gunakan untuk kita di balik punggung kita?" Ucap Ye Chen dengan nada rendah dan penuh tekanan, matanya menyapu seluruh hadirin seolah ingin menembus jiwa mereka.

"Mereka memanggil kita... SEKTE IBLIS." Ucapnya perlahan namun setiap kata bergema seperti petir yang menyambar, menghantam kesadaran semua orang yang hadir dengan dahsyatnya.

Seolah ada petir yang menyambar tepat di tengah aula, kata-kata itu bergema dengan dahsyat. Udara di ruangan itu seketika berubah menjadi membeku. Xiao Ling berdiri diam di sana, menunggu gilirannya dipanggil. Jantungnya sudah berdegup kencang sejak tadi karena gugup menghadapi begitu banyak orang kuat. Namun, saat kata-kata itu meluncur dari mulut Ye Chen, tubuhnya terguncang hebat seolah dipukul oleh palu raksasa.

"Sekte... Iblis?" Gumamnya dalam hati dengan suara yang bergetar hebat, matanya membelalak luas tak percaya mendengar sebutan yang begitu menyeramkan dan penuh dosa itu.

"Apakah ini benar-benar nyata? Jadi selama ini aku berdiri dan berada di tengah sarang iblis? Di tengah kumpulan orang yang dianggap sebagai sumber segala kejahatan dan keburukan di dunia?" Batinnya berteriak panik, seluruh tubuhnya terasa dingin dan kaku seolah baru saja disambar petir dahsyat.

Kata itu bergema di dalam kepalanya, berputar-putar dan menghantam kesadarannya dengan keras. Jantungnya seakan berhenti berdetak sejenak, lalu mulai berpacu dengan sangat cepat, begitu kencang hingga ia merasa telinganya berdenging. Tangannya yang halus mencengkeram ujung bajunya erat-erat, hingga buku-buku jarinya memutih. Napasnya menjadi sedikit tersengal. Ia memang tahu sejak awal bahwa Ye Chen adalah pemimpin di sini. Ia tahu bahwa tempat ini dikenal sebagai pusat kekuatan gelap, tempat di mana hukum terkuat lah yang bertahan. Ia tahu bahwa tempat ini ditakuti oleh banyak orang. Tapi... mendengarnya disebut secara langsung dan gamblang sebagai Sekte Iblis... itu adalah sesuatu yang berbeda. Itu adalah istilah yang penuh dengan dosa, kejahatan, pembunuhan, dan segala hal buruk dalam dunia persilatan yang ia kenal sejak kecil. Selama hidupnya, di Sekte Lembah Bunga Suci, ia diajarkan bahwa Sekte Iblis adalah sumber dari segala keburukan. Mereka digambarkan sebagai monster yang tidak punya hati, pembunuh tanpa belas kasihan, pemakan manusia, dan musuh utama dari segala yang baik dan suci.

''Tubuhku gemetar... Apa ini benar? Apakah aku benar-benar berdiri di tengah sarang iblis? Di tengah kumpulan orang jahat?'' Batin Xiao Ling berteriak panik, matanya membelalak luas memandang punggung Ye Chen.

''Benci mereka... Benci tempat ini... Lari dari sini, Xiao Ling! Ini adalah tempat yang jahat! Ini adalah musuhmu!'' Suara di dalam kepalanya berteriak keras bagaikan guntur, mencoba memaksanya untuk mengikuti logika dan ajaran yang selama ini ia terima.

Logikanya mengatakan bahwa ia harus merasa jijik, ia harus merasa takut, dan ia harus menjauh sejauh mungkin dari tempat ini. Tapi... saat ia mengangkat kepalanya perlahan, dan matanya kembali menatap sosok pria yang duduk di singgasana itu... sesuatu yang sangat aneh dan ajaib terjadi di dalam hatinya. Hatinya... hatinya tidak merasakan kebencian sama sekali. Bahkan, ia tidak merasa takut sedikitpun.

"Mereka mencap kita sebagai Iblis hanya karena cara kita bertarung keras dan tanpa kompromi! Hanya karena kita tidak suka basa-basi dan berpura-pura lemah lembut! Hanya karena kita kuat dan tidak bisa mereka kendalikan!" Suara Ye Chen kembali terdengar, kali ini lebih tegas, lebih lantang, dan membara semangatnya.

"Mereka bilang kita kejam? Mereka bilang kita tanpa hati? Kita hanya menegakkan hukum alam yang sebenarnya! Di sini, di Sekte Tianmo, yang kuat yang akan bertahan hidup dan memimpin, yang lemah yang akan tertinggal atau hancur! Tidak ada tempat bagi orang-orang munafik yang berpura-pura suci di luar tapi hati dan pikiran mereka penuh dengan lumpur dan kebusukan!" Ucap Ye Chen dengan suara tegas dan membara, membela kehormatan sekte dan cara hidup mereka dengan penuh semangat yang menyala-nyala.

Ye Chen perlahan berdiri tegak dari singgasananya yang megah. Gerakannya lambat namun penuh dengan keanggunan yang mematikan, seolah-olah seekor naga raksasa yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Seketika itu juga, aura kekuatan yang selama ia tahan meledak keluar dengan dahsyatnya bagaikan tsunami yang menghantam pantai. Gelombang energi yang pekat dan berat itu menekan seluruh ruangan dengan kekuatan yang luar biasa, membuat udara di dalam aula terasa padat dan berat hingga lantai batu yang keras pun seolah bergetar dan berderit menahan beban itu. Di antara kegelapan yang mencekam, mata Ye Chen yang tajam bersinar terang, memancarkan cahaya merah keemasan yang begitu memukau dan menakutkan, bagaikan dua bola matahari kecil yang siap membakar segala sesuatu yang berani menghalangi jalannya. Ia tampak begitu agung dan tak tersentuh, sosok yang benar-benar layak disebut sebagai Kaisar Dunia Bawah.

"Ya! Biarkan mereka menyebut kita Iblis! Biarkan seluruh dunia menganggap kita jahat, biadab, dan menakutkan! Tapi ingatlah ini baik-baik dan tanamkan di dalam hati kalian semua... Iblis pun memiliki kode kehormatan yang tinggi! Iblis pun tahu apa itu kesetiaan! Dan Iblis pun tahu cara melindungi keluarga serta saudara sendiri dengan segenap kekuatan yang dimiliki!" Ucap Ye Chen dengan suara yang menggelegar dan penuh kebanggaan, membakar semangat seluruh hadirin dengan wibawa mutlaknya.

"Dan kami... kami lebih suka menjadi Iblis yang jujur, yang kuat, dan apa adanya tanpa topeng! Daripada menjadi dewa-dewa palsu yang berpura-pura suci, tapi hati dan pikiran mereka penuh dengan tipu daya, kebohongan, dan belati mematikan yang tersembunyi di balik lipatan jubah mereka!" Ucap Ye Chen dengan semangat yang membara dan membakar jiwa, menegakkan kepala tinggi-tinggi dengan kebanggaan yang tak tergoyahkan.

"HUAAAAA!!!!" Teriak seluruh hadirin serentak dengan suara yang menggelegar memekakkan telinga, penuh kegilaan, semangat, dan kebanggaan yang meledak-ledak menjadi bagian dari keluarga besar 'Sekte Iblis' ini.

Seolah-olah ada api suci yang menyambar dan membakar jiwa mereka semua, seluruh tetua, para komandan pasukan, dan setiap ahli yang hadir di sana seketika kehilangan kendali atas emosi mereka. Mereka berteriak serentak dengan suara yang begitu dahsyat, penuh dengan kegilaan, keberanian, dan kebanggaan yang meluap-luap. Suara mereka bergema memekakkan telinga, begitu keras hingga seolah mampu merobek langit dan mengguncang seluruh atap aula yang megah itu. Di mata mereka yang tadinya tajam dan dingin, kini terpancar api semangat yang membara. Mereka merasa bangga, sangat bangga, bisa menjadi bagian dari Sekte Iblis ini. Bangga menjadi kelompok yang kuat, jujur, dan berani menentang seluruh dunia yang munafik. Di sudut yang jauh dari pusat perhatian, di balik tirai tebal, Xiao Ling berdiri terpaku mematung. Ia tidak bisa bergerak, bahkan tidak bisa bersuara. Seluruh tubuhnya terasa kaku namun dadanya terasa begitu hangat dan sesak secara bersamaan. Tanpa ia sadari, matanya yang jernih dan suci mulai berkaca-kaca, dua butir air bening menggelinding turun membasahi pipinya yang putih. Ia menyaksikan pemandangan itu dengan hati yang bergejolak. Ia melihat ribuan orang yang dianggap jahat dan menakutkan itu bersatu hati, berteriak setia, dan membela satu sama lain. Sebuah pemandangan yang begitu harmonis dan indah, meski berada di tengah lautan kegelapan.

''Aku seharusnya membencinya... Aku seharusnya lari ketakutan...'' Gumamnya dalam hati, dadanya terasa sesak namun anehnya terasa hangat.

"Tapi kenapa... kenapa saat dia bicara dengan penuh semangat dan keyakinan seperti itu, aku justru merasa kagum dan terpesona.Kenapa di dalam lubuk hatiku yang paling dalam, aku justru merasa bahwa dia benar dan dia hebat?" Ucapnya lagi, matanya menatap sosok sang Kaisar dengan pandangan yang penuh makna dan cinta yang mulai tumbuh semakin kuat.

"Mereka bilang ini tempat iblis, tempat kejahatan... Tapi kenapa aku justru merasa aman? Kenapa aku merasa bahwa di sinilah tempat kebenaran berada? Bahwa merekalah yang sebenarnya jujur dan berani?Mungkin... apa yang selama ini yang diajarkan dan aku dengar tidak sepenuhnya benar. Mungkin label baik dan jahat itu tidak sesederhana itu." Batinnya berbicara perlahan namun pasti, menyadari perasaan indah yang mulai mekar di dalam jiwanya yang suci.

"Jahat atau baik... itu tidak bisa dilihat hanya dari nama sekte, tidak bisa dilihat dari warna jubah yang dipakai, dan tidak bisa dinilai hanya dari apa kata orang atau label yang mereka berikan. Semuanya... dilihat dari apa yang sebenarnya ada di dalam hati, dan apa yang dilakukan oleh tangan mereka dalam kehidupan sehari-hari." Gumamnya dalam hati dengan tenang, perlahan menemukan jawaban dan kedamaian di tengah gejolak yang ada di dalam dirinya.

"Ye Chen adalah pemimpin Sekte Iblis... Ya, aku tahu itu dengan sangat jelas. Dan itu berarti sekarang aku berdiri di sisi yang dianggap gelap, sisi yang ditolak dan dibenci oleh dunia persilatan yang selama ini aku kenal." Gumamnya dalam hati, namun tidak ada lagi rasa takut atau ragu di sana, hanya ada ketenangan yang luar biasa.

"Tapi aku tidak peduli sama sekali! Biarlah dunia memanggilnya Iblis, memanggilnya penjahat, memanggilnya monster... Selama dia tetap Ye Chen yang aku kenal. Selama dia tetap orang yang baik padaku, yang melindungiku dengan tulus, dan yang menghargaiku sebagai manusia... maka aku tidak akan pernah membencinya. Bahkan jika aku harus ikut menjadi jahat bersamanya, bahkan jika aku harus menentang seluruh dunia dan melanggar semua ajaran lama... aku tidak peduli! Aku akan tetap di sini, di sisinya!" Batinnya berteriak tegas dan bulat, cinta yang dimilikinya kini jauh lebih besar daripada sekadar label baik atau buruk.

Hatinya sudah mantap. Cintanya jauh lebih besar daripada sekadar label baik atau buruk. Ia menerima Ye Chen seutuhnya, termasuk sisi gelap, sisi menakutkan, dan sisi kejam yang dimiliki pria itu. Di panggung utama, Ye Chen seolah memiliki koneksi batin dengan gadis itu. Ia bisa merasakan ketegangan, kebingungan, namun juga kekuatan tekad yang memancar dari arah belakang tirai. Ia menoleh perlahan, menatap ke arah tempat Xiao Ling bersembunyi. Di antara wajah-wajah garang dan serius, sebuah senyum tipis namun hangat terukir di bibir Ye Chen. Sebuah senyum yang hanya bisa dilihat dan dimengerti oleh Xiao Ling. Seolah berkata: 'Tenanglah, aku di sini. Tidak ada yang akan menyakitimu.' Pandangan itu seakan memberikan kekuatan tak terbatas bagi Xiao Ling. Dan sekarang, saat seluruh emosi dan semangat para tetua berada di puncaknya, Ye Chen kembali membuka suara. Suaranya menjadi lebih rendah, lebih lembut namun tetap memancarkan wibawa mutlak seorang Kaisar.

"Dan sekarang... ada hal terpenting yang harus aku sampaikan kepada kalian semua hari ini. Ada seseorang yang sangat istimewa yang ingin aku perkenalkan secara resmi kepada kalian semua. Seseorang yang akan menjadi bagian penting dari masa depan Sekte Tianmo kita." Ucap Ye Chen dengan suara yang menjadi lebih rendah namun penuh wibawa dan kehangatan yang luar biasa.

"Masuklah, Xiao Ling." Serunya lantang dan jelas, memanggil nama gadis itu dengan penuh rasa bangga dan kasih sayang yang tak terlukiskan.

Perlahan namun pasti, tirai tebal itu disingkapkan. Semua napas di aula itu seakan tertahan di tenggorokan. Xiao Ling melangkah keluar. Ia berjalan dengan langkah yang tenang, anggun, dan penuh martabat. Meskipun di dalam hatinya ia baru saja melewati badai pertarungan batin yang besar, namun di luar ia tampak begitu tenang dan memancarkan cahaya yang luar biasa. Ia berjalan mendekat ke sisi Ye Chen, berdiri tepat di samping kiri singgasana. Kehadirannya... sungguh kontras namun sangat indah. Di tengah lautan kegelapan, di tengah aura yang keras, membunuh, dan kasar, kehadiran Xiao Ling bagaikan seberkas cahaya matahari pagi yang masuk ke dalam gua yang gelap. Ia bagaikan bunga lotus suci yang tumbuh megah di tengah bebatuan tandus. Aura suci, lembut, dan menenangkan yang dipancarkannya seakan meredakan sebagian tekanan dahsyat yang ada di ruangan itu. Para tetua ternganga. Mata mereka membelalak. Mereka yang biasanya sulit terkejut, kini tampak takjub melihat keindahan dan kemurnian yang dipancarkan gadis di hadapan mereka. Ye Chen menatap gadis itu sebentar, matanya penuh rasa bangga dan kasih sayang yang tersembunyi, lalu ia menoleh ke arah seluruh hadirin dan mulai berbicara dengan suara yang lantang, jelas, dan penuh wibawa.

"Hadirin sekalian, dengarkan baik-baik apa yang akan aku katakan!" Ucap Ye Chen dengan suara lantang dan penuh wibawa, memancarkan kebanggaan yang tak terlukiskan.

"Ini adalah Xiao Ling." Serunya tegas, menunjuk dengan penuh hormat kepada sosok gadis suci yang berdiri di sampingnya.

"Dia berasal dari Sekte Lembah Bunga Suci. Tempat yang dikenal di seluruh dunia sebagai tempat yang paling suci, paling lembut, dan paling jauh dari kekerasan. Dia membawa energi murni, energi kehidupan, dan energi penyembuh yang sangat langka dan berharga." Ucap Ye Chen dengan bangga, memperkenalkan latar belakang gadis itu dengan penuh hormat.

"Gadis dari sekte suci? Apa yang dia lakukan di sini? Di sarang iblis seperti kita?" Batin salah satu tetua bergumam bingung, matanya menyipit menatap sosok lembut yang berdiri di hadapan mereka.

"Apa dia tawanan perang? Atau hanya sekadar selir baru yang dibawa oleh Pemimpin kita untuk kesenangan sendiri?" Tanya yang lain dalam hati, masih belum bisa menerima kehadiran orang luar di tempat yang begitu sakral dan berbahaya ini.

"Apa gunanya orang yang terlihat begitu lemah dan rapuh seperti dia di tempat kita yang keras, penuh pertarungan, dan darah ini?" Gumam mereka serentak dalam pikiran, masih memandang rendah kemampuan gadis itu di tengah dunia yang keras ini.

Ye Chen mendengar dengan jelas setiap bisikan yang melayang di udara, atau lebih tepatnya, ia tidak perlu mendengarnya pun sudah bisa menebak dengan sempurna apa yang sedang berputar di dalam pikiran dan kepala mereka semua. Wajahnya yang tadi terlihat sedikit hangat saat menatap Xiao Ling, kini perlahan berubah kembali menjadi sedingin es dan setegas baja. Tatapan matanya kembali tajam dan menusuk, menyapu seluruh penjuru aula dengan wibawa yang menekan. Ia mengerti betul karakteristik orang-orang di hadapannya. Para tetua ini adalah orang-orang yang hidup dan mati di tengah pertarungan, mereka dibesarkan dengan hukum rimba yang keras, dan bagi mereka... hanya kekuatan lah yang mutlak. Mereka hanya akan menunduk hormat kepada yang lebih kuat, dan mereka akan dengan mudah meremehkan, memandang rendah, bahkan menginjak-injak apa pun yang terlihat lemah, rapuh, atau berbeda di mata mereka. Mereka tidak akan percaya hanya dengan kata-kata manis atau perkenalan biasa. Mereka butuh bukti. Mereka butuh penjelasan yang logis dan berat.

Dan inilah saatnya... saat yang paling tepat bagi Ye Chen untuk mematahkan prasangka mereka, untuk menghancurkan keraguan mereka, dan mengubah pandangan mereka terhadap gadis di sampingnya selamanya, mulai dari detik ini juga!

"Aku tahu apa yang sedang kalian pikirkan." Suara Ye Chen memotong pikiran mereka.

"Kalian berpikir, Apa gunanya gadis suci dan lembut seperti dia di sarang iblis seperti kita? Apa yang bisa dia lakukan selain berdiri cantik dan memancarkan cahaya palsu? Apakah dia bisa memegang pedang? Apakah dia bisa bertarung dan bertumpah darah demi sekte ini" Ucap Ye Chen dengan nada yang sedikit mengejek, seolah-olah ia bisa membaca setiap pikiran yang tersembunyi di benak para tetua itu dengan sangat jelas.

"Tapi... izinkan aku bertanya balik kepada kalian semua. Apakah kekuatan itu hanya diukur dari seberapa tajam pedang yang digenggam? Apakah kekuatan itu hanya diukur dari seberapa banyak darah yang bisa ditumpahkan? Atau seberapa keras pukulan yang bisa diluncurkan?" Ucap Ye Chen dengan suara berat dan penuh makna, menatap tajam satu per satu wajah para tetua di hadapannya.

"TIDAK!" Serunya tegas dan lantang, suaranya meledak seperti guntur yang membelah langit, memberikan jawaban mutlak yang tak terbantahkan.

"Kekuatan itu memiliki banyak wujud. Ada kekuatan untuk menghancurkan, dan ada kekuatan untuk MEMBANGUN. Ada kekuatan untuk mengambil nyawa, dan ada kekuatan untuk MENYELAMATKAN nyawa. Dan percayalah... kekuatan yang dimiliki oleh gadis ini... tidak kalah dahsyatnya dibandingkan pedang ter tajam atau tinju terkuat di dunia ini!" Ucap Ye Chen dengan penuh keyakinan, menaikkan derajat gadis itu setara dengan harta paling berharga di dunia.

"Kalian melihat dia lembut? Kalian melihat dia suci? Kalian melihat dia berbeda dari kita yang keras dan ganas? Kalian benar... dia memang berbeda. Tapi justru perbedaan itulah yang kita butuhkan! Justru itulah yang akan membuat Sekte Tianmo kita menjadi sempurna dan tak terkalahkan!" Serunya lantang, menjelaskan betapa vitalnya keberadaan Xiao Ling bagi keseimbangan kekuatan mereka.

"Dengarkan baik-baik sejarah dan fakta nyata yang akan aku sampaikan kepada kalian sekarang." Ucapnya dengan nada rendah namun berat, mempersiapkan semua orang untuk mendengar kebenaran yang akan mengubah pandangan mereka selamanya.

"Beberapa waktu yang lalu, saat aku sedang bertempur membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan di dunia luar, aku menemukan sesuatu yang sangat berharga dan langka. Aku menemukan bahwa di balik kekerasan dan kekejaman dunia ini, masih ada kebaikan yang begitu murni dan bersih. Dan orang itulah... yang sedang berdiri di hadapan kalian semua sekarang." Ucap Ye Chen dengan suara lembut namun penuh makna, mengenalkan asal mula pertemuan mereka yang tak terlupakan.

"Xiao Ling bukanlah orang biasa yang sembarangan. Dia bukan sekadar gadis cantik yang aku bawa pulang hanya untuk dijadikan hiasan atau pelengkap singgasana! Dialah orang yang memiliki energi kehidupan murni, energi suci yang luar biasa! Dia mampu menyembuhkan luka parah yang tak bisa diobati orang lain, menetralkan racun mematikan apa pun, dan bahkan mampu menyeimbangkan energi gelap serta ganas yang kita miliki agar tidak merusak tubuh dan jiwa kita sendiri!"Serunya lantang dan tegas, membeberkan kemampuan hebat gadis itu yang menjadi kunci kesempurnaan kekuatan mereka.

Mendengar penjelasan dahsyat itu, seolah ada petir yang menyambar kesadaran mereka. Mata para tetua yang tadinya tajam dan penuh keraguan, seketika membelalak lebar hingga tampak putih di sekelilingnya. Napas mereka tertahan di tenggorokan, tubuh mereka terasa kaku karena terkejut luar biasa. Terutama bagi mereka yang sudah berusia ratusan tahun, para pendiri dan pilar sekte yang tubuhnya sudah penuh dengan bekas luka pertempuran lama yang sulit sembuh, serta aliran energi dalam tubuh mereka yang mulai kacau dan tidak stabil karena menumpuknya kekuatan gelap selama puluhan tahun. Wajah mereka yang tadinya dingin dan sinis, perlahan berubah. Tatapan mereka yang tadinya memandang rendah dan meremehkan, kini berubah total menjadi pandangan yang terkejut, takjub, dan bahkan mulai memancarkan secercah harapan yang besar. Mereka mulai menatap Xiao Ling bukan lagi sebagai sosok yang lemah dan tidak berguna, melainkan seperti melihat sebuah harta karun surgawi yang paling berharga, sebuah obat mujarab yang selama ini mereka cari tanpa sadar untuk menyembuhkan penderitaan mereka sendiri.

"Bayangkan dengan baik-baik... jika salah satu dari kalian terluka parah dalam pertempuran, jika energi internal kalian kacau balau dan hampir meledak menghancurkan diri sendiri, atau jika racun mematikan sudah menjalar hingga ke sumsum tulang... Dialah satu-satunya obat yang paling ampuh! Dialah jaminan hidup nyata bagi kita semua!" Ucap Ye Chen dengan semangat yang membara, membuat mereka sadar betapa berharganya nyawa yang dimiliki gadis itu.

"Tapi itu belum semuanya!" Serunya tegas, mengangkat dagunya tinggi-tinggi dengan gagah, matanya memancarkan wibawa mutlak yang tak tertandingi dan menakjubkan.

"Karena ada alasan yang jauh lebih besar, jauh lebih dalam, dan jauh lebih penting mengapa dia ada di sini berdiri kokoh di sisiku hari ini." Ucapnya rendah namun penuh bobot, menyiapkan mental seluruh hadirin untuk mendengar pengumuman paling bersejarah dan menakjubkan.

"Dia bukan hanya sekadar penyembuh atau tabib bagi sekte ini. Dia adalah orang kepercayaanku! Dia adalah orang yang sangat dekat dengan hatiku! Dialah yang telah melelehkan es abadi yang membeku di dalam dadaku dan membuatku menyadari bahwa kekuatan sejati bukan hanya untuk menghancurkan, tapi juga untuk melindungi apa yang berharga!" Ucap Ye Chen dengan suara penuh emosi dan ketulusan, mengakui kedudukan gadis itu di dalam hatinya secara terbuka.

"Dengarkan aku baik-baik, para tetua yang terhormat, para komandan yang gagah berani, dan seluruh rakyat Sekte Tianmo!" Serunya lantang, suaranya bergema memenuhi seluruh ruangan dengan wibawa seorang Kaisar.

"Mulai detik ini juga, Xiao Ling adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar kita! Dia memiliki kedudukan yang setara dengan pemimpin sekte! Segala hak istimewa dan kehormatan tertinggi diberikan kepadanya sepenuhnya tanpa terkecuali!" Ucapnya tegas dan mutlak, mengangkat derajat gadis itu setinggi langit di hadapan seluruh dunia.

"Siapa pun yang berani menyakitinya, bahkan seujung rambut pun... Siapa pun yang berani meremehkannya, sekecil apa pun... Dan siapa pun yang berani memandangnya dengan mata jahat, dengan niat buruk... AKU AKAN MENGANGGAP ITU SEBAGAI PENGHINAAN TERBESAR TERHADAP DIRIKU SENDIRI! SEBAGAI TANTANGAN TERBUKA KEPADA SANG KAISAR! DAN HUKUMANNYA... INGAT BAIK-BAIK... HANYA SATU: KEMATIAN!" Ucap Ye Chen dengan suara yang sedingin es dan seringan bulu, namun setiap kata mengandung ancaman mutlak dan kekuatan yang mematikan, membuat seluruh hadirin gemetar ketakutan.

Seperti guntur yang menggelegar, kata-kata terakhir itu menghantam kesadaran semua orang. Seluruh tetua dan pemimpin pasukan yang ada di sana seketika berdiri serentak dari tempat duduk mereka. Wajah mereka yang tadinya mungkin ragu atau meremehkan, kini berubah menjadi penuh hormat dan ketakutan yang sesungguhnya. Mereka mengerti. Mereka mengerti sepenuhnya betapa pentingnya gadis ini bagi Kaisar mereka.

"KAMI MENGERTI, YANG MULIA!!! SELAMAT DATANG, NONA XIAO LING!!!" Teriak mereka serentak, suara mereka bergema memenuhi seluruh aula, penuh kepatuhan mutlak.

Xiao Ling berdiri tegak di samping Ye Chen. Wajahnya memerah menahan haru dan malu, matanya berkaca-kaca melihat betapa besarnya perlindungan dan cinta yang diberikan pria itu padanya di depan seluruh dunia. Rasa takutnya hilang sepenuhnya. Ia tidak lagi merasa asing. Ia merasa... inilah rumahnya. Di sisi sang Kaisar Kegelapan. Di singgasana, Tianhong tersenyum lebar melihat pemandangan itu. Api dan air, kegelapan dan cahaya, Iblis dan Gadis Suci... akhirnya bersatu dalam harmoni yang sempurna.

"Baiklah" Ucap Ye Chen dengan nada tenang dan datar, sorot matanya yang tajam melunak saat beralih menatap Xiao Ling. Ia perlahan duduk kembali di singgasananya yang megah, namun tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Xiao Ling, justru mengeratkan pegangan itu seolah memberikan jaminan penuh.

"Rapat dilanjutkan. Tapi ingat... masa depan kita sudah berubah mulai hari ini." Ucap Ye Chen dengan tenang, duduk kembali di singgasana sambil tetap menggenggam tangan Xiao Ling erat-erat.

1
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya ranah Kultivasi ada berapa ranah
BUBBLEBUNY: oh itu ada 6
total 3 replies
BUBBLEBUNY
Bener 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
sekte Hua Shan sedang mengali kubur sendiri🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⒋ⷨ͢⚤zc❖Aisyah Chris
baru singgah.. keren thor ceritanya.
BUBBLEBUNY: bagus kalo suka dengan ceritanya
total 1 replies
BUBBLEBUNY
betul 👍
🌹Widian,🧕🧕🌹
ohhh ternyata Ye tianhong adalah ayahnya Ye. Chen ?
BUBBLEBUNY
sabar masih permulaan
🌹Widian,🧕🧕🌹
sekte iblis, tapi pemimpinnya masih punya rasa kemanusiaan..... gimana inih ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!