NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10—Rubah Pencuri

“Apa kau ingin aku mati, hah?!” Yuofan melontarkan ketidaksetujuannya dengan ide dari Wuxu. Ia sebenarnya ingin melakukannya, tetapi melihat bahwa monster itu sepuluh kali lipat lebih kuat darinya ia langsung mengurungkan niatnya tersebut.

“Aku bis-” sebelumnya Wuxu menyelesaikan ucapannya, getaran disekitar mereka semakin dahsyat di tambah hawa panas yang memuncak.

Pandangan keduanya pun langsung tertuju pada gunung berapi dihadapan mereka. Disana, keluar sebuah bunga mawar dengan kelopak yang memancarkan kobaran api tipis serta energi yang sangat besar. Dari sana, keempat binatang buas segera berebut untuk mengambil bunga tersebut.

Sang kera raksasa bergerak lebih dulu. Dengan satu lompatan besar, tubuhnya melayang melewati bebatuan panas di sekitar kawah. Tangannya yang besar langsung meraih bunga itu dari tanah yang retak oleh panas gunung berapi. Namun ia belum sempat mengamankannya, beruang besar tiba-tiba datang dari samping. Dengan ayunan lengannya yang berat, ia menghantam tubuh kera itu hingga terdorong beberapa langkah. Pukulan itu cukup kuat untuk membuat kera tersebut kehilangan pegangan. Bunga itu terlepas dari tangannya. Beruang itu segera menyambar bunga tersebut dengan cakarnya yang besar.

Tetapi perebutan itu belum berakhir. Dari belakang, ular raksasa yang sejak tadi melingkar di tanah tiba-tiba melesat maju. Tubuh panjangnya bergerak cepat, lalu melilit tubuh beruang itu dengan kuat. Sisiknya yang keras bergesekan dengan bulu tajam sang beruang, menimbulkan suara gesekan yang kasar. Saat beruang itu berusaha melepaskan diri dari lilitan, kepala ular dengan cepat menjulur ke depan dan menyambar bunga yang masih berada di cakar beruang tersebut.

Bunga itu kini berpindah ke mulutnya, tetapi sebelum ular itu sempat menjauh, raungan keras menggema di sekitar gunung berapi. Harimau berkepala tiga bergerak. Ketiga kepalanya mengaum bersamaan, suaranya bergema berat di udara. Ekornya yang diselimuti api hitam diayunkan dengan kuat ke arah ular. Hembusan angin dari ayunan itu cukup kuat untuk menghempaskan tubuh ular yang sedang bergerak. Lilitan ular terlepas, dan tubuhnya terpental menjauh di atas batuan panas.

Dalam kesempatan singkat itu, harimau melangkah maju dengan cepat. Salah satu kepalanya langsung menyambar bunga tersebut sebelum ular sempat merebutnya kembali. Kini bunga itu berada di antara taring sang harimau, sementara keempat makhluk buas itu kembali saling menatap dengan waspada, siap melanjutkan perebutan berikutnya.

“KAU LIHAT ITU?!” Yuofan berbisik tetapi dengan nada tinggi. Ia meraih Wuxu yang bertengger dikepala, kemudian ia menunjuk kearah para binatang yang dengan brutal melakukan perebutan.

Wuxu menutup matanya, “Tidak, kenapa?” jawabnya membuat Yuofan kesal.

Cengkeramannya semakin kencang hingga membuat Wuxu merasa tercekik. “SERIUS LAH, RUBAH GOSONG!” Yuofan menggoyang-goyangkan Wuxu dengan rasa kesalnya.

“Iya, iya, iya!" Wuxu menepuk-nepuk tangan Yuofan untuk memintanya berhenti. “Tapi asal kau tahu, bunga itu sangat berharga. Manfaatnya bukan hanya membantu meningkatkan kekuatan, tetapi juga mampu menghangatkan rahim, melindungi janin dari gangguan qi luar, dan menumbuhkan benih kehidupan yang kuat di dalam kandungan. Bukankah ini yang kau perl-”

Yuofan melepaskan Wuxu. “Kau benar, tidak peduli seberapa kuat mereka, harta itu sangat berharga! Aku harus mendapatkannya!” Yuofan memotong dengan cepat, perubahan drastis yang membuat Wuxu terdiam. Ia melihat bola mata Yuofan mengeluarkan api semangat yang berkobar-kobar, serta tangannya yang mengepal kuat bersiap melakukan pertempuran.

Yuofan menyatukan kedua tangannya dan mengangkatnya hingga sejajar dengan dahinya. Ia terdiam tanpa suara, menutup diri dari kebisingan di sekitarnya, seolah hanya fokus pada satu hal. Hingga beberapa saat kemudian, ia membuka matanya dan anpa ragu ia melompat turun dari batang pohon dan mendarat di tanah. Begitu kakinya menyentuh permukaan, ia langsung berlari menuju arah perebutan bunga itu berlangsung.

“Hei, hei, apa kau mau bunuh diri?” Wuxu terbang disamping Yuofan dengan wajah panik.

“Tenang… aku sudah memilki rencana hebat yang bahkan tak akan terpikirkan oleh dewa sekalipun!” ucapnya dengan percaya diri.

Dengan langkah cepat tetapi stabil, ia mendekati wilayah terjadi perebutan. Ia bahkan cukup terkejut ketika melihat tubuh binatang buas itu jika dari dekat, tetapi hal itu tak membuatnya gentar sekalipun. Ia tetap melanjutkan niatnya, dengan cara mengendap-endap di bawah salah satu binatang buas. Saat ia mendapatkan sebuah celah, ia langsung melompat dan mendarat dikaki besar kera raksasa. Disana ia berpegang pada bebatuan yang menempel pada tubuh kera itu, tentu rasanya sangatlah panas karena kera itu tidak dilapisi oleh batu biasa.

Ia juga menyembunyikan energi qi serta keberadaannya. Ia menggunakan teknik [Zharvak] Hantu yang mana teknik ini adalah salah satu teknik yang ia pelajari seminggu lalu ketika ia hendak berburu. Teknik ini juga bukan hanya menyamarkan keberadaan dan energi dalam tubuh, tetapi juga meredam suara langkah, gerakan, napas, bahkan detak jantung. Sebuah teknik yang sangat efektif untuk menyelinap dan mengendap-endap, seperti yang sekarang dilakukan oleh Yuofan saat ini.

Dengan gerakan lincah, Yuofan mulai memanjat tubuh kera raksasa itu. Ia harus mencengkram kuat-kuat setiap bagian yang bisa dijadikan pegangan, menyesuaikan pijakan dengan pergerakan kera yang terus bergerak liar dalam perebutan herbal tingkat tinggi tersebut. Meski tubuh kera itu panas dan kasar, Yuofan tetap bergerak naik dengan hati-hati, menjaga keseimbangan dan ritme gerakannya agar tidak jatuh.

Akhirnya, ia sampai di atas kepala kera itu. Keberadaannya sama sekali tidak disadari oleh keempat binatang buas yang masih sibuk bertarung. Yuofan menunggu dengan tenang, memperhatikan pergerakan mereka dan mencari momen yang tepat.

Dan kesempatan itu pun datang.

Saat bunga tersebut terlempar ke udara akibat pergerakan ular yang tak sengaja melepaskannya, Yuofan langsung melompat dengan seluruh tenaga yang ia miliki dan menangkap bunga itu dengan tangan kosong. Panas dari energi yang dipancarkan bunga itu langsung terasa, membuat telapak tangannya melepuh seketika. Namun Yuofan tidak melepaskannya. Ia menahan rasa sakit itu, menggenggam bunga tersebut sekuat mungkin.

Tanpa berhenti, ia segera menginjak kepala ular bersisik baja yang berada tepat di bawahnya, memanfaatkan posisi itu untuk memutar tubuhnya dan menstabilkan arah jatuhnya membuat Yuofan mendarat dengan cukup baik di tanah. Tidak memberi waktu sedikit pun, Yuofan langsung berlari menjauh dari tempat itu menggunakan teknik Strav Schadara-Nistra—Langkah tanpa bayangan. Ia tahu, bertahan lebih lama hanya akan membahayakan dirinya sendiri.

Di belakangnya, keempat binatang buas itu terdiam sejenak. Mereka tampak terkejut, seolah baru menyadari adanya variabel lain yang tiba-tiba muncul di tengah perebutan mereka.

Wajah mereka mengeras, energi besar mulai menekan seluruh hutan. Keempatnya berteriak kesal kearah Yuofan yang kabur…

“RUBAH PENCURI!!”

1
KuntilTraanak
Maaf ya guys update bab nya telat, soalnya akhir-akhir ini disekolah sibuk banget. Buat permintaan maafnya, saya update 3 bab buat kalian.
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!