NovelToon NovelToon
Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Membalas Pengkhianatan Mu Di Dunia Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.

"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.

Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.

Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.

Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.

Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.

Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.

Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.

Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Melangkah memijak tanah yang tandus kehitaman. Dirinya masih berjalan bersama pemuda ini. Di tangannya masih terdapat senjata api, hari seharusnya sudah mulai siang. Tapi tetap saja bagaikan malam, mengingat abu vulkanik yang menutupi atmosfer bumi.

Dalam novel tertulis dengan jelas, bom nuklir yang tidak sengaja tersasar ke salah satu gunung super volcano purba, menyebabkan ledakan, yang membuat atmosfer bumi ditutupi oleh abu vulkanik selama 10 tahun. Membuat cahaya matahari tidak dapat menembusnya. Dalam artian, dunia berada dalam kegelapan total selama 10 tahun.

Jadi, seperti dalam novel, sudah pasti 10 tahun ini, dunia akan diselimuti kegelapan total. Tanaman akan kesulitan tumbuh, syukurlah dalam bunker miliknya, baterai didesainnya untuk bertahan selama 10 tahun, memberikan penerangan kepada tanaman yang ada di sana. Setidaknya dirinya memiliki stok makanan yang dapat diperbaharui.

Dirinya menginjak puing-puing bangunan, suasana ada dalam ketegangan setiap saat.

Hingga...

"Seluruh kota merupakan tempat bermain yang asik, oh senangnya aku senang sekali. Kalau begini akupun jadi sibuk berusaha mengejar-ngejar dia. Matahari menyinari semua perasaan cinta tapi mengapa hanya aku yang dimarahi---" Nyanyian Ren terhenti, kala Sarah menatap tajam padanya mengacungkan jari telunjuk pada bibirnya sendiri. Pertanda Ren harus diam.

Seketika pemuda itu diam, menghentikan suara nyanyiannya. Ya...sejauh ini benar-benar orang gila yang penurut.

Kriaauk...kriaauk...

Seperti suara kunyahan yang terdengar, dirinya menelan ludahnya."Ren matikan umurnya!" perintah Sarah padanya.

"Ada beberapa jenis hewan yang takut pada api secara naluriah." Itulah yang diucapkan Ren pada Sarah, membuat Sarah tidak mengerti.

Mereka mengintip dari celah bangunan yang telah roboh, seekor monster raksasa berada di sana. Dengan wujud seperti harimau putih besar yang mengerikan.

"Kita harus melangkah pelan dan pergi." Peringatan yang diucapkan oleh Sarah, mana ada harimau yang besarnya seperti gajah. Setidaknya ini sudah pasti adalah monster level A.

Tapi, harimau itu terlihat mengendus-endus ke arah sekitarnya.

"Ren sembunyi!" perintah dari Sarah, jantungnya berdegup cepat kala, harimau putih raksasa itu mendekat ke arah mereka. Mengendus-endus ke arah sekitar mereka, jujur saja dirinya menelan ludah berkali-kali.

Monster dengan level tertinggi yang pernah dibunuh olehnya adalah level B. Sedangkan monster ini mungkin monster level A.

"Ada apa?" tanya Ren yang memang tidak sempat mengintip kecelah bangunan.

Sarah hanya mengacungkan jari telunjuk di bibirnya sendiri pertanda Ren harus diam. Dan benar saja, monster itu semakin dekat dan semakin mengendus.

Sarah sudah bersiap mengeluarkan granatnya, tangannya gemetar saat ini, tangan kirinya memegang senjata api.

"Nanti kamu harus bersembunyi. Tidak boleh menjadi beban dariku saat bertarung." peringatan dari Sarah kepada Ren.

Tapi, Ren melanggar perintah malah mengintip.

"Miau! Miau!" teriak Ren seperti memanggil.

Monster itu berlari mendekat, Sarah mencoba melindunginya.

"Ren! Awas!" teriaknya.

Tapi.

Monster itu malah berguling-guling di tanah, terlihat bagaikan kucing yang begitu bahagia, saat Ren mengelus-ngelus perutnya.

"Miau...miau..." monster itu berguling manja.

Hal yang membuat Sarah tidak dapat berkata-kata.

"Miau! Kamu bertambah gemuk saja, Kamu makan apa si bulatku sayang?" pertanyaan dari Ren mengelus kucing raksasa tersebut, bahkan sempat membuka mulutnya secara paksa.

"Dia makan Hunter, dia makan tentara. Astaga!" Sarah tidak dapat berkata-kata, melihat sisa tubuh yang dimakan oleh monster tersebut. Sudah jelas itu adalah seragam tentara elit pasukan khusus, dan juga seragam Hunter (pemburu monster).

Tapi, harimau raksasa itu menjilati Ren."Miau!" monster raksasa itu terlihat jinak pada pemuda ini.

"Kenapa bisa?" tanya Sarah tidak percaya melihatnya.

"Oh ini... perkenalkan namanya Miau-Miau, kucing peliharaanku. Ayahku memberikan hadiah padaku saat ulang tahunku yang ketiga. Dia adalah kucing manis yang jinak. Saat bencana radiasi nuklir terjadi, aku dan miau-miau terpisah, sudah setahun dan kami baru saja bertemu. Untung saja aku mengikuti Nona Sarah sehingga dapat bertemu dengan Miau-miau." ucap sang pemuda, memeluk kucing kesayangannya yang manja. Lebih tepatnya harimau putih, seukuran gajah.

"Tapi bukankah kamu bisa menetralkan radiasi nuklir? Lalu kenapa kucingmu tidak berubah seperti semula?" tanya Sarah tidak mengerti.

"Oh... Miau-miau tidak terkena radiasi. Dia memang dari awal adalah ras monster. Miau-miau, kembali!" perintah pemuda ini.

Dan benar saja, harimau putih seukuran gajah itu, berubah menjadi seekor kucing putih kecil. Kemudian naik ke atas bahu Ren.

"Kucing baik! Kucing baik!" Ren mengelus-elusnya.

Ini begitu aneh, amat sangat aneh. Dirinya memang pernah mendengar, tentang monster yang begitu mengerikan memiliki kemampuan khusus. Diburu oleh para Hunter seseorang yang memiliki kekuatan khusus juga.

Tapi, para monster menghilang sekitar 25 tahun lalu. Begitu juga dengan profesi para Hunter, menjadi di bawah tentara biasa. Tapi ternyata masih ada monster alami yang tersisa.

Sedangkan monster-monster lainnya, sudah pasti adalah hewan yang tercipta dari radiasi nuklir, hingga mengalami kerusakan genetik.

"Apa dia makan banyak?" tanya Sarah menelan ludah.

Dengan cepat Ren menggeleng."Miau-miau, begitu jinak, dia hanya makan sedikit. tentara tadi dimakan bukan karena lapar, tapi mungkin menembak Miau-miau yang hanya ingin bermain dan berteman dengan mereka."

"Miau-miau! Perkenalkan dirimu pada Sarah, Sarah Ini orang baik." ucapnya kepada kucing putih kecilnya.

Kucing itu turun dari bahunya, kemudian mendekati Sarah. Mengendusnya pelan, barulah mulai berkeliling di kakinya, bertingkah manja layaknya kucing biasa.

"Miau-miau boleh ikut kita ya?" pinta Ren memelas, menunjukkan matanya yang berkaca-kaca.

Kucing itu juga mengeong dengan suara nyaring, seolah-olah juga meminta untuk dibawa, meminta untuk dikasihi.

"Seberapa banyak dia makan?" pada akhirnya itulah pertanyaan Sarah.

"Satu ikan kecil sehari, tapi jika tidak dapat memberinya makan. Dia dapat mencari makan sendiri, mungkin ada beberapa tikus mengganggu yang bisa dimakan olehnya." jawaban ringan dari Ren penuh senyuman.

"Miau-miau, katakan pada Sarah Kamu dapat mencari makanan sendiri." Perintah Ren pada kucingnya.

"Miau..." kucing itu menatapnya penuh harap.

Bagaimana caranya menghadapi pemuda ini dan kucing manis ini. Andai saja dirinya tidak tahu wujud kucing ini aslinya monster level A yang mengerikan.

"Baik!" pada akhirnya itulah jawaban dari Sarah.

"Hore!"

"Miau!"

Ren dan kucingnya berteriak gembira, membuat Sarah hanya dapat memijit pelipisnya sendiri.

Tapi memang benar, keberadaan kucing ini mungkin berguna, untuk melawan Kelvin, dan final bos nanti. Walaupun dirinya juga tidak yakin, akan dapat mengalahkan final boss.

Tapi hanya untuk mengalahkan Kelvin, dirinya memiliki banyak stok dan peralatan persenjataan yang disembunyikan olehnya.

Hanya ingin menguras perbekalan Kelvin terlebih dahulu. Membuatnya buta oleh kekuasaan dan rasa hormat.

Tapi.

Ren dan kucing itu menempel padanya, dua makhluk yang begitu ceria. Berbanding terbalik dengannya, seorang Sarah yang menggunakan pakaian kemiliteran, berambut merah dan memiliki persenjataan. Selalu berwajah serius, ingin tetap hidup di dunia kiamat ini.

1
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍💪💪💪💪😍😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍💪💪💪😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪😍😍😍😍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍👍👍👍👍👍
^ã^😉
saya selalu terhibur di setiap akhir bab miau muncul dengan dialog betina
yesi yuniar
miau... saat kau dilempar itu artinya komenmu ngena dihati ren 😆
yesi yuniar
sarah terlalu gengsi aedangkan ren kurang peka dgn perasaannya
Lidiya Sari
seru cerita nya kata2 nya bikin 🤣🤣🤣
Sulati Cus
🤣sarah berkata " dikira q kucing di ksh sekaleng sarden langsung meneong🤣" tak semudah itu ferquzo🤣
Biyan Narendra
Nyesel ga tuh Kelvin
Biyan Narendra
Nah ini baru bener..
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
Biyan Narendra
Meleng dikit..
up nya udah ada aja nih,thor.
Biyan Narendra
Sarah betina keren lho,Miau..
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
nur
sarah jg gk bkalan mau lg sma km vin
nayla tsaqif
Bayangin miau di lempar ke langit sampai hilang berubah jd bintang kecil berbunyi,, cliiiinngggg... 😄
vj'z tri
jangan cem macem kau /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
wes ancang ancang terbang miaw/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ufiyyyy
miaow brmulut netijen🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
wokeh miau miau seperti kamu ada kawan mengkompori /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!