NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Undangan paksa

Asap sisa pertempuran masih membubung tipis di cakrawala Kota Linyi saat Yan Bingchen melangkah keluar dari reruntuhan gerbang arena.

Di belakangnya, Mo Ran berjalan dengan langkah gontai, tangannya masih gemetar hebat sementara Si Hitam mengikuti dengan bulu yang masih menyisakan bercak darah kering.

​"Kita harus segera meninggalkan kota ini, Mo Ran," ujar Yan Bingchen tanpa menoleh. Suaranya rendah, namun matanya yang dualitas terus berdenyut, memindai setiap bayangan di gang-gang gelap. "Penghianatan di arena tadi hanyalah awal. Linyi bukan lagi tempat yang aman."

​"T-tapi Kak Bingchen ... Hadiah emasnya? Dan makan malam kemenangan kita?" Mo Ran mencoba mencairkan suasana, meski wajahnya masih sepucat kertas.

​Langkah Yan Bingchen tiba-tiba terhenti.

​Udara di depan mereka mendadak membeku, bukan karena kekuatan es milik Yan Bingchen, melainkan karena tekanan gravitasi yang luar biasa berat.

Dari balik pilar gerbang yang hancur, muncul seorang pria paruh baya dengan jubah sulaman naga perak. Pria itu tidak membawa senjata, namun setiap langkahnya membuat lantai batu retak halus.

​"Tuan Muda Bingchen," suara pria itu lembut, namun bergema langsung di dalam gendang telinga mereka seperti lonceng raksasa. "Kaisar Shan tidak terbiasa membiarkan pahlawannya pergi begitu saja tanpa penghormatan."

​Yan Bingchen menyipitkan mata. Ia secara insting meletakkan tangan di gagang Pedang Langit Penembus Awan.

Namun, saat ia mencoba mengalirkan Qi, ia merasakan hambatan besar. Matanya yang dualitas berkilat, mencoba membaca ranah pria di depannya.

​Deg!

​Pandangannya bergetar. Aliran energi pria itu tidak lagi berbentuk cair di Dantian, melainkan mengalir masuk ke dalam sumsum tulangnya, menyatu dengan struktur selubung tubuhnya.

​‘Tahap Transformasi Sumsum ... Ranah ke-5!’ batin Yan Bingchen tercekat.

​Selisih dua tingkat ranah adalah jurang yang mustahil diseberangi hanya dengan teknik pedang.

Di depan seorang ahli Tahap Transformasi Sumsum, seorang pendekar Pembentukan Fondasi seperti Yan Bingchen hanyalah seekor belalang yang mencoba menahan kereta kuda.

​"Aku menolak," jawab Yan Bingchen dingin, meski keringat dingin mulai membasahi punggungnya. "Aku hanya ingin pergi dari kekacauan ini."

​Pria berjubah perak itu tersenyum tipis, namun tekanan Qi-nya justru meningkat.

Mo Ran langsung jatuh berlutut, napasnya tersengal karena paru-parunya seolah dihimpit beban ribuan ton.

Si Hitam mengerang rendah, perutnya menempel ke tanah karena tak sanggup berdiri tegak.

​"Ini bukan tawaran, Tuan Muda," ujar sang utusan. "Kaisar ingin memberikan hadiah tambahan atas keberanianmu menyelamatkan martabat turnamen ini. Menolak undangan beliau di tengah kota ini ... akan dianggap sebagai tindakan permusuhan."

​Yan Bingchen menatap Mo Ran yang mulai membiru karena sesak napas.

Ia tahu, jika ia memaksakan diri untuk bertarung, bukan hanya dirinya yang hancur, tapi temannya akan tewas hanya karena tekanan udara dari pertempuran itu.

​Ia melepaskan genggamannya dari pedang emasnya. Tekanan di udara seketika mengendur, membiarkan Mo Ran menghirup oksigen dengan rakus.

​"Sebutkan namamu," tuntut Yan Bingchen sambil menatap tajam sang utusan.

​"Panggil aku Jenderal Zhu. Aku adalah pedang pribadi Kaisar," jawab pria itu sambil membungkuk kecil, sebuah gestur formalitas yang tidak sebanding dengan kekuatannya yang mengerikan. "Kereta kuda Kekaisaran sudah menunggu di ujung jalan. Harap kerja samanya."

​Yan Bingchen melirik ke arah Mo Ran, lalu ke arah Si Hitam. Ia sadar bahwa di Benua Tiandi ini, kekuatan adalah hukum tertinggi. Untuk saat ini, ia harus mengikuti arus jika ingin tetap hidup.

​"Ayo, Mo Ran. Berdirilah," ujar Yan Bingchen sambil membantu temannya bangkit.

​"Kak ... orang itu ... dia monster," bisik Mo Ran dengan suara bergetar. "Aura kakek tua di hutan dulu terasa hangat, tapi orang ini ... dia terasa seperti gunung yang akan runtuh menimpa kita."

​"Aku tahu," jawab Yan Bingchen pendek.

​Mereka pun berjalan mengikuti Jenderal Zhu menuju pusat kota, ke arah Istana Shan yang megah dan menjulang tinggi.

Yan Bingchen menggenggam erat kartu kayu emas di sakunya. Ia tahu, pertemuan dengan Kaisar ini bisa menjadi berkah, atau justru penjara emas yang baru baginya.

​Di tengah perjalanan, matanya yang dualitas kembali berdenyut.

Ia bisa merasakan mata-mata dari klan asalnya masih mengintai dari kejauhan, namun mereka tidak berani mendekat karena keberadaan sang utusan ranah ke-5 tersebut.

​Untuk sementara, ia terlindungi. Namun di dalam hatinya, Yan Bingchen bersumpah: ia tidak akan pernah membiarkan dirinya ditekan oleh ranah siapa pun lagi. Ia harus segera mencapai Tahap Inti Sejati.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!