NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekuatan Ilahi

Perlahan Igris menempelkan kedua telapak tangannya ke permukaan pohon suci. Ia memusatkan kekuatan hingga muncul lambang matahari di dahinya dan mengeluarkan cahaya. Dewi itu mulai konsentrasi penuh, matanya mulai tertutup meresap kekuatan jahat yang samar-samar terasa dari dalam pohon. Sentuhan jari jemari lentik dan putih itu membuat gelombang udara bersemangat.

Seketika angin berputar kencang mengelilingi Igris dan sekitar pohon. Menerbangkan semua benda yang ada di sekitar pohon tersebut hingga naik ke udara. Terbesit ingatan di masa lalu dalam kepalanya. Igris tiba-tiba pusing sesaat. Bayang-bayang kejadian perang besar seribu tahun lalu muncul di benak sang dewi saat ini.

"Ingatan apa ini?" batinnya.

Kala itu tiga alam berperang habis-habisan dengan waktu yang berabad-abad lamanya. Penampakan tubuh dewa yang agung dengan kekuatan maha dasyat melancarkan serangan bertubi-tubi ke arah alam manusia dan Iblis dari atas langit.

Serangan saling balas tak terelakkan. Pasukan iblis dan raja manusia saat itu saling hantam. Akibatnya hantaman bola-bola api dari perang itu menghancurkan banyak sekali kerajaan di alam manusia. Gunung-gunung yang semula tinggi kini luluh lantak rata dengan daratan. Sungai-sungai yang indah membeku menjadi bongkahan es yang dingin dan keras akibat amukan dewa air yang tak terbendung.

Tanah-tanah terbelah menjadi beberapa bagian, itulah yang memisahkan masing-masing daratan yang kini menjadi berbagai kota kerajaan kecil di sana. Semburan api dari alam iblis membuat alam manusia menjadi ladang hangus yang tak memiliki harapan hidup lagi. Keadaan dunia kacau balau. Penuh pertumpahan darah dan segunung mayat jadi pemandangan biasa saat itu.

Perang besar yang terjadi seolah hanya alam manusia yang terkena imbasnya. Manusia menjadi makhluk yang paling lemah saat itu. Hanya sedikit ksatria tangguh yang memiliki kekuatan dewa.

Banyak kerajaan dari bangsa manusia hancur lebur. Namun tak sedikit juga kerajaan yang bisa bangkit dan memperbaiki kerajaan mereka secara perlahan setelah perang mereda. Beda halnya dengan kerajaan Ornebic yang hanya mengandalkan berkah dari pohon suci sebagai sumber daya mereka, hal itu yang membuat Ornebic perlahan menuju penderitaan panjang lintas generasi. Kehancuran itu menjadikan kiamat perlahan bagi penduduk Ornebic yang masih bertahan.

Tak ada satupun kerajaan di daratan Lumina yang mau menampung mereka. Bukan karena kejam, tapi kerajaan lain juga mengalami masa sulit akibat perang. Makanan hanya sedikit, manusia saling bunuh demi bertahan hidup. Rebutan wilayah subur terus memicu perang berkelanjutan. Akhirnya Ornebic memilih bertahan di atas tanah mereka, walau harus menempuh kematian di setiap harinya.

Mengetahui masa lalu yang begitu menyedihkan, igris semakin geram, ia menyalurkan energi kehidupan matahari miliknya pada pohon suci itu. Urat-urat nadinya di seluruh tubuh memancarkan cahaya emas menyala. Rambut peraknya semerbak tegang, dari balik punggungnya mengeluarkan akar-akar sulur yang sangat banyak dan menancap satu persatu ke tanah mengikat akar pohon suci.

Igris menghentakan tangannya dengan kekuatan penuh di permukaan pohon itu hingga menembus isi dalam pohon. Seketika tekanan gelombang kekuatan dasyat menyala di udara. Alam bergetar hebat, guncangan seperti gempa menghantam kaki orang-orang yang berdiri di sana.

Sontak penduduk menjadi panik, suasana tak terkendali dan mencekam. Awan-awan gelap berkumpul di atas pohon suci menyebabkan menjadi gelap. Seolah langit hendak runtuh menimpa mereka saat itu. Rasa panik dan terancam kian mencekam jiwa. Angin membentuk badai topan mengitari sekeliling membuat ketakutan penduduk menjadi lebih histeris. Suara kegelisahan dan jerit tangis ketakutan menjadi kebisingan yang bersamaan dengan guntur yang menyambar.

Tanah bergejolak dasyat. Rombongan raja Ornebic terombang ambing di buatnya. Retakan tanah semakin melebar hampir melahap orang-orang di atasnya. Secepat kilat Igris melukai ujung jarinya, tetesan darah emas perlahan jatuh ke tanah. Seketika darah emas itu meresap ke dalam retakan, mengeluarkan cahaya terang benderang yang menyilaukan mata.

Cahaya itu mencuat ke langit, membentuk jaring-jaring yang mengikat pucuk pohon suci di atasnya.

Angin topan tak henti menerpa, hembusan berat angin mampu menerbangkan beberapa orang yang tak memiliki kekuatan spiritual di sana. Igris terus memaksakan kemampuan miliknya yang belum stabil ke atas punggung pohon. Cahaya kuning penuh seketika menyelimuti tubuh dewi itu. Bulatan formasi besar di atas langit kembali muncul. Segel kekuatan ilahi sang dewi tampak jelas memancarkan cahaya panas sang matahari.

Formasi itu mengeluarkan akar-akar merambat dari atas langit yang menjerat setiap ranting pohon suci itu. Sontak pohon suci itu bercahaya. Kulit-kulit hangusnya satu persatu di telanjangi dan menyisakan batang pohon yang licin bagai kemarik yang mengkilap.

Perlahan keluar ranting-ranting baru dari sela-sela pohon. Semakin kuat Igris menekan kekuatannya, semakin banyak pula ranting pohon yang bermunculan. Satu persatu keajaiban di pertontonkan. Rasa takjub dan tak percaya tentu saja memicu ketegangan yang melihatnya.

Putik-putik daun mulai muncul dan perlahan melebar hingga menjadikan pohon suci hidup kembali seperti sedia kala. Daun-daun yang semula nihil kini membentuk rangkaian rimbun dan subur di pelupuk mata.

Igris terus mengalirkan kekuatan miliknya, hingga paha putih nya sebelah kiri menimbulkan corak harimau putih hasil dari kultivasi ganda. Jelas saja corak itu tampak nyata dari belahan gaun siluet yang ia pakai. Pangeran Zean yang memandang dari kejauhan tersenyum lebar dan bangga.

"Dewi, kini tanda dariku telah membekas di tubuhmu, artinya kau tidak bisa menyangkal keberadaan harimau ini lagi." gumamnya.

Igris mengerang, memaksakan kekuatan kristal tanah miliknya hingga titik penghabisan. Cahaya kristal jiwa di dadanya bersinar pelan. Tiba-tiba Atmosfer alam berubah, cahaya hitam pekat dengan kekuatan dasyat menekan tubuh mereka dari udara. Igris berusaha mempertahankan posisnya. Tekanan kuat dari Atmosfer itu kian berat hingga penduduk tak tahan lagi. Mereka ambruk. Rombongan raja Ornebic tak berdaya, mereka ikut terhempas ke tanah. Lutut mereka gemetar menahan kekuatan dasyat yang memaksa mereka untuk tunduk secara paksa.

Igris merasakan kekuatan jahat yang semakin meningkat.

"Keluar ... keluarlaaaaaaahhhh ... " teriak Igris pecah.

Seketika cahaya matahari tertutup awan gelap. Langit berlubang tanpa sebab. Sosok bayangan raksasa keluar dari dalam pohon secara mengejutkan. Monster ganas dengan mata merah menyala dan bertanduk banteng menampakkan diri di udara. Monster itu berusaha merenggut kekuatan milik sang dewi.

Tangan monster itu terus menjambak sulur akar yang membelit pohon suci. Tarik menarik adu kekuatan tak terhindari.

Teriakan ketakutan tak henti terdengar menyambut kehadiran Monster super menakutkan di atas sana. Itu adalah Monster Jurak, seekor Monster kuno yang bersembunyi saat perang tiga alam kala itu. Monster itu memiliki kekuatan manipulasi bentuk, hingga tak ada yang bisa menyadari kehadirannya saat dia menyatu dengan pohon suci.

Dia bersembunyi di dalam pohon suci dan perlahan menyerap kehidupan lain sebagai makanan untuknya. Pantas saja keadaan Ornebic tak pernah membaik, semakin hari banyak penduduk yang mati karena kekeringan. Rupanya kekuatan jahat monster itu telah menyerap kehidupan makhluk lain untuk kepentingan pribadinya.

Sosok seram diiringi kabut hitam itu muncul dan berteriak.

"Beraninya kau membangunkan kuuuu...!!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!