NovelToon NovelToon
My Senior, Single Mom

My Senior, Single Mom

Status: tamat
Genre:Romansa / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 24-th Paroline Benedicta adalah wanita yang paling banyak dibicarakan di kampusnya di Los Angeles. Menawan, kaya, dan penuh teka-teki, ia menyusuri lorong kampus bukan dengan tas desainer, melainkan dengan kereta bayi yang membawa Andreas Sunny yang berusia dua tahun. Rumor yang beredar sangat kejam, mereka bilang dia adalah sosialita yang jatuh, seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya setelah melakukan kesalahan yang ceroboh.
Kenyataannya, Paroline adalah wanita yang memegang teguh janjinya, membesarkan putra yatim piatu dari mendiang sahabatnya seolah anaknya sendiri. Ia telah menukar malam-malam liarnya dan gaun pesta sutranya dengan kekuatan tenang dari seorang ibu, mengubur masa lalu pemberontaknya demi memberikan kehidupan yang sempurna bagi Andreas.
Masuklah Fharell Desmon, mahasiswa baru berusia sembilan belas tahun sekaligus pewaris karismatik dari Desmon Group.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Pagi itu, Mansion Benedicta tampak lebih megah dari biasanya, namun bagi Fharell, setiap pilar marmer yang menjulang terasa seperti hakim yang sedang mengawasi langkahnya. Ia datang bukan sebagai mahasiswa yang sekadar mampir, melainkan sebagai seorang pria yang membawa seluruh harga diri dan masa depannya di dalam saku kemejanya.

Fharell mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, memberikan kesan matang yang kontras dengan usianya yang baru menginjak kepala dua. Di sampingnya, Paroline menggandeng lengannya erat, jemarinya sedikit dingin karena gugup. Di gendongan Paroline, Andreas Sunny tampak tenang, seolah bayi kecil itu tahu bahwa hari ini adalah penentuan besar bagi Papa-nya.

Tuan Benedicta duduk di kursi kebesarannya di ruang tamu utama. Wajahnya tetap datar, sedingin es, dengan mata elang yang tidak pernah lepas menatap Fharell sejak pemuda itu menginjakkan kaki di atas permadani Persia miliknya.

Fharell melepaskan kaitan tangan Paroline sejenak, melangkah maju satu langkah, lalu membungkuk hormat dengan sangat sopan namun tetap menjaga wibawanya.

"Tuan Benedicta," suara Fharell berat dan stabil, tidak ada getaran ragu di sana. "Saya datang ke sini dengan niat yang paling tulus. Saya mencintai putri Anda, Paroline, dan saya sudah menganggap Andreas sebagai darah daging saya sendiri. Saya ingin meminta restu Anda untuk meminang Paroline sebagai istri saya."

Hening menyelimuti ruangan itu. Detik jam dinding kuno terdengar seperti dentuman keras di telinga Paroline. Tuan Benedicta menyesap kopinya perlahan, meletakkannya kembali ke meja dengan denting yang tajam.

"Kau masih dua puluh tahun, Fharell," ujar Tuan Benedicta, suaranya parau namun berwibawa. "Dunia luar menganggap mu bocah yang sedang terobsesi pada wanita dewasa. Apa yang menjamin kau tidak akan bosan dalam dua atau tiga tahun ke depan saat beban rumah tangga mulai terasa nyata?"

Fharell menatap langsung ke mata calon mertuanya. "Jaminannya adalah kehormatan nama Desmon dan janji yang saya buat pada diri saya sendiri saat pertama kali melihat Paroline berjuang sendirian. Saya tidak meminta restu Anda hanya untuk mencoba-coba. Saya memintanya karena saya tahu, tanpa Paroline, masa depan saya tidak akan pernah lengkap."

Paroline menahan napas. Ia melihat ayahnya terdiam cukup lama, menatap Fharell seolah sedang menembus isi kepala pemuda itu. Hingga akhirnya, Tuan Benedicta menghela napas panjang, sebuah tanda menyerah yang jarang ia tunjukkan.

"Bawa orang tuamu untuk makan malam nanti malam, Fharell," ucap Tuan Benedicta tiba-tiba. "Jika Tuan dan Nyonya Desmon memiliki keberanian yang sama dengan mu untuk menerima putriku, maka aku tidak punya alasan lagi untuk menghalangi mu."

Begitu mereka keluar dari ruang tamu, Paroline langsung menghambur ke pelukan Fharell. "Rell! Ayah setuju! Dia mengundang orang tuamu!"

Fharell tertawa lega, mengangkat tubuh Paroline dan memutarnya di udara, membuat Andreas yang melihat mereka ikut bertepuk tangan riang. "Aku sudah bilang padamu, Sayang. Ayahmu hanya butuh sedikit gertakan dari pria sejati."

"Gertakan atau nekat?" canda Paro sambil mencubit hidung Fharell.

"Keduanya. Tapi sekarang masalahnya adalah..." Fharell melirik jam tangannya, wajahnya berubah menjadi konyol lagi. "Aku harus menelepon Bunda sekarang juga. Dia pasti akan histeris dan mungkin menyiapkan sepuluh koper perhiasan untuk seserahan nanti malam."

Sisa hari itu dihabiskan dengan persiapan yang luar biasa heboh. Fharell kembali ke apartemen Paroline untuk menjemput Andreas agar mereka bisa bersiap bersama. Sementara Paroline sibuk memilih gaun di kamarnya, Fharell justru asyik di ruang tengah bersama Andreas.

"Dengar Jagoan," Fharell berjongkok di depan Andreas yang sedang mencoba memakai sepatu kecilnya. "Nanti malam kau harus tampan, oke? Kita akan bertemu Opa dan Oma Desmon. Kau harus panggil Papa yang keras supaya Ayah Paro tahu kalau kita sudah satu tim."

Andreas hanya tertawa, air liurnya sedikit menetes karena ia sedang tumbuh gigi lagi. "Pa... Pa...!"

Fharell dengan telaten mengusap dagu Andreas dengan tisu, lalu mulai menggoda bayi itu lagi. "Dan ingat pesan Papa semalam, Sunny. Kalau nanti malam suasana sedang sepi, kau harus menunjuk perut Mamamu dan bilang Adik!. Biar kakek-kakek itu tahu kalau proyek Papa sedang berjalan sukses."

Paroline keluar dari kamar dengan gaun emerald yang sangat elegan, mendengar ucapan Fharell. "Fharell! Berhenti mencuci otak anakku dengan pikiran mesum mu!"

"Hey! Itu bukan mesum, itu strategi pemasaran agar pernikahan kita dipercepat!" Fharell berdiri, lalu memeluk Paroline dari belakang, menatap pantulan mereka di cermin besar. "Lihat kita, Paro. Kita terlihat sangat serasi. Satu keluarga kecil yang hampir lengkap. Tinggal menunggu adik kecil untuk Sunny saja."

Fharell mencium pundak terbuka Paroline, tangannya mengusap perut Paroline yang masih rata dengan gerakan menggoda. "Apa kau merasa ada sesuatu di dalam sini, Sayang? Mungkin pasukan Papa sudah ada yang sampai ke garis finish?"

"Fharell! Kau benar-benar tidak bisa serius ya?" Paroline membalikkan badan, namun tangannya justru mengalung di leher Fharell.

"Aku serius mencintaimu, tapi aku bercanda soal stres," bisik Fharell lembut. "Aku ingin kau menikmati malam ini. Jangan takut pada Ayahmu, jangan takut pada orang tuaku. Malam ini adalah awal dari segalanya."

Malam pun tiba. Keluarga Desmon datang dengan iring-iringan mobil mewah ke Mansion Benedicta. Bunda Fharell turun dengan senyum lebar, membawa kotak perhiasan besar sebagaimana yang diduga Fharell.

Saat kedua keluarga besar itu bertemu di meja makan panjang, suasana yang tadinya kaku perlahan mencair berkat kepiawaian Bunda Fharell dalam berbasa-basi dan tingkah lucu Andreas yang tidak mau lepas dari pangkuan Fharell.

Tuan Desmon dan Tuan Benedicta akhirnya bersulang, membicarakan masa depan perusahaan yang akan menyatukan dua kekuatan besar di Los Angeles. Namun bagi Fharell dan Paroline yang duduk berdampingan di bawah meja, tangan mereka saling bertautan erat.

"Sayang," bisik Fharell di tengah makan malam, mendekatkan bibirnya ke telinga Paroline.

"Ya?"

"Setelah acara ini selesai, kita harus menyicil lagi. Aku rasa Bunda sudah sangat tidak sabar ingin melihat versi kecil dari dirimu."

Paroline hanya bisa menggigit bibir bawahnya, menahan tawa sekaligus malu yang luar biasa, sementara kakinya di bawah meja memberikan tendangan kecil pada tulang kering Fharell. Namun dalam hatinya, ia tahu bahwa ia telah menemukan pria yang tepat, pria muda yang konyol, namun memiliki cinta yang setua waktu untuk menjaganya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
awesome moment
sll punay senjata disaat yg kritis
awesome moment
slese. saat pisah.
awesome moment
kekuatan cinta yg tdk biasa. skrg...kemana danesha? kemana org yg sdh diberi pengorbanan bgitu besar oleh paro, fharell dan andreas? ttp jd pecundang? ttp jd pengecut? yg tdk mengakui darahnya sndiri?
awesome moment
namanya jg digosok makin sip. tu lah gosip
awesome moment
smg andreas ttp jd beteng utk boo dan babynya
awesome moment
kenyataan mmg hrs dihadapi. sepahit p pun. andreas g sepenuhnya salah. bgitupun Boo. Paro jg g salah kecewa. tp...skrg d nyawa yg hrs lbh diperhatikan. toch andreas dan boo g sedarah. g sesusuan jg. takdir kak author mmg rada istimewa. restui mrk lbh aman. krn boo sdh ditangan yg tpt. tangan yg sdh paro dan fharell bentuk dan asuh. yg sdh jelas
awesome moment
duh...bnr2 nekat n boo
awesome moment
smg fharell dan paro menerima dan memahami
awesome moment
duh malah q yg 😭😭😭
ros 🍂: Harap tenang ini ujian kak😭
total 1 replies
awesome moment
leganya...mrk punya rasa yg sama. dan...smg paro dan fharell paham dan merestui
awesome moment
labelnya...bntar lg brubah
awesome moment
antara gumush dan cemas. jd 1. 7 hr lho. lumayan lama.
awesome moment
scra g sadar...boo jg punya rasa yg sama
awesome moment
jgn smp kebablasan y. mendingan bicara terbuka. krn akan menyakitkan banyak org. terutama paro dan fharell
awesome moment
duh...wor2 klo d badai
awesome moment
bnr2 anak dgn hati yg lembht dan teguh bersamaan
awesome moment
😄😄😄andreas mencintai boo. skrg tinggal boo gmn. klo mrk punuabrasa saling, g masalah. toch tdk ada ikatan darah dan...berarti hrs buka kotak pandora yg slama n disimpan rapat dan rapi
awesome moment
sifat melindunginya kloningan fharell bgts.
awesome moment
👍👍👍👍👍
awesome moment
perlindungan dan cinta yg tpt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!