Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.
Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.
Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.
Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.
Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.
Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.
Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.
Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?
Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bai Rong beraksi
"Nona muda, kau sangat cantik..!" puji pelayan setia Bai Rong terharu.
"Lihat, kulitmu sekarang begitu halus dan bersinar. Obat nona Qing sangat mujarab." pekik pelayan itu gembira.
Bai Rong menatap wajahnya dengan netra memanas. Jemari lentiknya menyusuri inci demi inci lekukan rupa yang kini bersemu manis.
Meski baru satu bulan ia menggunakan prodak racikan Qing Lizi, tapi perubahan itu sudah nampak jelas terlihat.
Totol-totol diwajahnya memudar. Kerutan yang seperti luka bakar menghilang, menyisakan bekas putih samar. Leher jenjangnya mulus putih merona.
Yang lebih mengesankan, seluruh kulit tubuhnya dari ujung kaki hingga kepala, putih halus nan mulus merata. Kenyal, lembab dan berseri cerah.
"Suyi, ini sungguh wajahku..?" tanya bergetar Bai Rong.
"Benar nona muda, ini wajahmu. Nona sembuh, nona tidak perlu lagi memakai cadar-cadar itu."
Bai Rong terisak, ia menekan dadanya yang berdebar kencang karena saking bahagianya.
Kriet
Pintu terbuka, nyonya Bai masuk kekamar sang putri dengan wajah penuh syukur bahagia.
Begitu diberitahu oleh salah satu pelayan Bai Rong, nyonya Bai langsung gegas berlari mendatangi paviliun sang putri.
"Rong'er...!"
Bai Rong berbalik, tangannya terulur mengundang sang ibu untuk mendekat.
"Ibu, aku sembuh..!" seru serak Bai Rong antusias.
"Ya Dewa, putriku...!"
Nyonya Bai berlari kecil, menubruk tubuh kurus putrinya.
"Rong'er, kau cantik sekali...!"
Kedua tangan nyonya Bai menangkup lembut wajah putrinya. Rinai airmata mengalir deras, mengiringi tatapan takjub bahagia penuh harunya.
Semua beban yang ia pikul selama sepuluh tahun luruh lantah sirna. Keceriaan putrinya kembali, begitu juga dengan kebahagiaan rumah keluarga Bai.
Ini kali pertama nyonya Bai melihat sang putri tak memakai penutup wajah setelah memulai perawatan. Karena sebulan ini Bai Rong selalu mengunci diri dikamar, bahkan sekedar makan pun dilakukan dikamar.
"Sekarang wajahmu sudah membaik, kulitmu juga sangat sehat. Jadi pergilah keluar, jalan-jalan, berbelanja. Lakukan apa pun yang selama ini kau inginkan." titah nyonya Bai bersemangat.
Bai Rong pun mengiyakan.
Gadis itu bersiap, mengenakan busana sutra terbaik dan berdandan cantik.
Dengan ditemani tiga pelayan setianya, Bai Rong pergi kepusat kota guna menikmati dunia luar yang selama sepuluh tahun ini tak ia lihat.
Sangkar kemewahan yang menjerat tubuhnya, kini tak lagi ada. Bai Rong bebas, ia bisa menikmati hidupnya dengan normal.
"Kita pergi ketoko perhiasan, aku ingin membeli sesuatu untuk nona Qing." komando riang Bai Rong pada sang kusir.
"Baik nona muda...!"
Disepanjang jalan, jendela kereta berpanjikan keluarga Bai terbuka lebar. Wajah Bai Rong menyembul keluar, terpampang jelas oleh khalayak ramai.
Semua menoleh terperangah, melihat menganga terpesona.
"Siapa gadis cantik itu..?"
"Hei, bukankah itu kereta keluarga tuan menteri Bai..?"
"Iya benar, tapi siapa gadis cantik itu..?"
"Tuan kepala menteri Bai hanya memiliki satu putri, apa mungkin dia-----
"Mana mungkin..? nona Bai Rong cacat, bahkan sudah sejak lama terkurung dirumah."
"Benar, aku dengar wajahnya sangat menyeramkan, jelek."
"Iya, bahkan dirumah saja dia selalu memakai penutup wajah karena saking buruk rupanya."
Suara sumbang para pengguna jalan setiap kali kereta yang ditumpangi Bai Rong melintas.
Sesampainya ditoko perhiasan. Dengan kepala tegak dan dagu terangkat tinggi, Bai Rong berjalan anggun memasuki bangunan megah dua lantai didepannya.
Didalam toko suasana sangat ramai. Banyak pengunjung yang mayoritas adalah nyonya dan nona muda kaya raya sedang sibuk memilih perhiasan dan beraneka macam asesoris.
Saat Bai Rong menghampiri satu etalase, semua mata tertuju padanya dengan alis mengkeret bingung, menebak siapa nona muda cantik itu.
"Selamat datang nona muda..! Apa yang nona muda butuhkan, mungkin aku bisa membantu..?"
"Berikan aku koleksi terbaru toko ini." ucap Bai Rong tersenyum ramah.
"Baik, mohon ditunggu sebentar."
Ketika pelayan sedang mengeluarkan semua asesoris limited edition, seorang nyonya dan nona muda mendekatinya. Ibu, anak itu tak bisa menahan jiwa kepo yang dimiliki, terlebih melihat bagaimana sehat berserinya kulit Bai Rong.
"Permisi nona muda, maaf jika sikapku ini tidak sopan. Tapi bolehkah aku tahu siapa kau ini..?" tanya nyonya Xu, istri menteri perpajakan cabang ibukota Nanmu.
"Salam nyonya Xu..!" sapa Bai Rong menundukkan kepala tanda hormat.
"Kau mengenalku..?"
"Tentu saja nyonya, aku putri sulung kepala menteri hukum Bai, Bai Rong."
"Apa...?"
Pekikan itu bukan cuma berasal dari nyonya Xu dan putri ketiganya saja, tapi nyaris dari bibir semua pengunjung toko.
Bahkan para pelayan yang sibuk bekerja pun tersentak kaku sesaat.
Semua mata menguliti raga Bai Rong dari ujung kaki hingga kepala. Mereka seperti melihat hantu yang baru dibangkitkan dari neraka.
"Kau sungguh nona muda pertama Bai..?" tanya nona Mu Xia, putri jenderal besar Mu.
"Benar nona muda..!" Bai Rong menunjukkan token identitasnya.
"Tapi, bagaimana bisa..? menurut rumor kau-----
"Iya benar, aku bahkan pernah melihatmu sembilan tahun lalu ketika wajahmu-----
Bai Rong tersenyum ranum, menyimpan tokennya kembali.
"Aku bertemu seorang tabib yang memberikan perawatan baik dari luar dan dalam satu bulan lalu, ibuku juga. Oleh sebab itu aku bisa sembuh."
"Nyonya Bai juga..?" tanya nyonya Xu.
"Benar nyonya..!"
Nyonya Xu dan putrinya bertukar tatapan.
"Pantas saja, kapan hari aku bertemu ibumu ditoko kain Zhong. Ibumu terlihat jauh lebih cantik, kulitnya sehat dan awet muda. Jadi kalian ada perawatan khusus..?" oceh nyonya Xu.
"Benar nyonya..! kalau prodak yang aku pakai untuk pengobatan. Kalau ibu----
Bai Rong berujar panjang lebar, mempromosikan produk perawatan buatan Qing Lizi.
Semuanya dijabarkan oleh gadis itu. Mulai dari jenisnya apa saja, bisa dikonsumsi oleh siapa saja dan manfaatnya apa.
"Lalu dimana kami bisa mendapatkannya..? em, tabib itu, dimana dia tinggal..?" tanya bersemangat Xu.
"Iya, dimana tabib itu..?"
"Dimana aku bisa membelinya..?"
Untuk sesaat, toko perhiasan itu malah beralih menjadi ajang presentasi Bai Rong dan mengacuhkan semua deretan asesoris indah yang berkilau cantik.
"Untuk sekarang prodaknya belum ada dipasaran, tapi tidak lama lagi kami akan membuka toko khusus produk kecantikan tersebut. Nyonya dan nona muda semua bisa membelinya disana."
"Benarkah..?"
Bai Rong mengangguk bersemangat.
"Jangan terlalu lama ya nona muda Bai..? aku juga ingin terlihat awet muda seperti ibumu."
"Iya, aku juga ingin membelikan untuk sepupuku yang memiliki luka diwajah sepertimu."
"Tidak akan lama, kurang dari sepuluh hari toko itu akan beroperasi."