NovelToon NovelToon
Mahar Kebebasan

Mahar Kebebasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabilah

Setelah 8 tahun mendekam dalam penjara, selama
8 tahun juga tidak pernah ada yang datang menjenguknya. Arlan, pria penuh kuasa yang haus akan balas dendam, tiba-tiba datang menjemputnya.

Bukan untuk menyelamatkan, melainkan untuk menjadikan Adira tawanan dalam ikatan suci pernikahan.

Arlan bersumpah akan menghancurkan hidup Adira hingga ayahnya muncul untuk menyerahkan diri. Dalam istana kemegahan yang dingin, Adira menyadari bahwa "Mahar Kebebasan" yang diberikan Arlan hanyalah awal dari hukuman mati yang berjalan perlahan.

Apakah cinta bisa tumbuh di atas tanah yang disirami kebencian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia dibalik

Keesokan harinya, saat Adira terbangun, ia tidak lagi menemukan Zo di rumah minimalis tersebut. Wanita itu mengedarkan pandangan dengan heran saat menyadari dirinya terbangun di atas tempat tidur yang empuk, lengkap dengan selimut lembut yang menyelimuti tubuhnya.

"Bukannya semalam aku tidur di sofa, ya?" gumamnya pelan, mencoba mengingat-ingat kejadian semalam.

Tak ingin ambil pusing, ia segera beranjak keluar kamar. Ternyata di ruang tamu, asisten Wira sudah berdiri menantinya dengan sopan.

"Selamat pagi, Nyonya," sapa pria itu.

"Pagi, kapan Anda datang? Dan di mana Tuan Zo?" Adira sengaja mencari pria itu karena tidak melihat keberadaannya di mana pun.

"Baru saja Nyonya. Dan Tuan Zo sudah pergi duluan, Tuan juga meminta saya untuk menjemput dan mengantar Anda pulang sekarang," jelas Wira.

"Oh, benarkah? Kalau begitu, ayo kita berangkat," jawab Adira lega.

"Mari, Nyonya."

Mereka pun bergegas meninggalkan rumah minimalis itu. Namun, di dalam mobil, jantung Adira mulai berdegup kencang. Ia tahu, setelah ini ia harus mempersiapkan diri untuk bertemu Arlan, pria yang terkenal kasar itu.

Sesampainya di kediaman Arlan, Adira langsung masuk dan segera membersihkan diri. Setelah siap, ia memberanikan diri menuju kamar utama tempat suaminya berada. Ia mengatur napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu kencang. Dalam hati, ia berdoa semoga Arlan bisa diajak bekerja sama demi nasib kedua dokter yang kariernya kini bergantung penuh di tangan pria itu.

Tok.. tok.. tok..

Meski rasa ragu dan takut menghantuinya, Adira tetap melangkah maju. Ia siap menghadapi apa pun risikonya.

"Tuan Arlan, bolehkah saya masuk?" panggilnya pelan namun jelas.

Hening. Tak ada sahutan sedikit pun dari balik pintu tebal itu. Adira mengeratkan genggaman di ujung bajunya, lalu kembali mengetuk pintu itu dengan lebih berani.

Tok.. tok.. tok..

Namun lagi-lagi, tidak ada sahutan dari dalam kamar. "Ke mana dia? Apa dia tidak ada di dalam?" batin Adira.

"Nyonya? Nyonya Adira sudah pulang?" tanya Bibi Suri yang tiba-tiba muncul dari lorong.

"Iya, Bi. Oh ya, Bi, di mana Tuan Arlan? Apa dia ada di kamarnya?" tanya Adira dengan raut wajah tidak sabar sekaligus cemas.

Bibi tersenyum, kemudian menjawab, "Tuan Arlan katanya tidak mau diganggu, Nyonya. Tadi pagi Tuan menghubungi saya, katanya jangan ganggu Tuan untuk hari ini."

"Memang kenapa, Bi?" tanya Adira cepat dengan raut penasaran.

"Saya kurang tahu, Nyonya," sahut sang pembantu.

Adira terdiam sejenak, namun tiba-tiba ia tersentak. Ingatannya melayang pada kejadian mengerikan semalam saat ia disekap oleh sekelompok mafia. Jantungnya berdegup kencang saat menyadari satu hal yang sangat berharga tertinggal di sana.

"Astagfirullah! Semalam aku terlalu terburu-buru sampai lupa mengambil kalung ayahku!" serunya dalam hati.

Tanpa membuang waktu, ia langsung bergegas berlari menuruni anak tangga. Bibi Suri yang melihat majikannya tampak tergesa-gesa segera menyela dengan wajah khawatir.

"Nyonya? Nyonya mau ke mana?"

"Aku mau keluar sebentar, Bi!"

"Tapi... Tuan Arlan berpesan kalau Nyonya tidak boleh ke mana-mana setelah sampai di rumah," cegat Bibi Suri dengan nada takut-takut.

Langkah Adira terhenti. Ia menoleh ke arah Bibi Suri. "Dia bilang begitu?"

"Iya, Nyonya. Katanya Anda tidak diizinkan keluar rumah sama sekali kalau sudah pulang." Bibi Suri menatapnya dengan harap-harap cemas; takut Nyonya-nya tidak bisa diajak bicara dan justru menimbulkan kekacauan yang nantinya harus ia tanggung.

Adira terdiam membeku. Pikirannya berputar mencari akal. Kalung ayahnya adalah satu-satunya kenangan yang ia miliki, dan ia harus mengambilnya kembali. Namun, ia tiba-tiba teringat pada Teo dan Cindy yang kariernya terancam hancur karenanya. Jika ia memaksa pergi, itu artinya Bibi Suri dan pelayan lain juga akan terancam dipecat.

Ia hanya bisa menarik napas panjang, mengurung niatnya untuk pergi demi keselamatan orang lain.

"Baik, Bi." ujarnya lemas dan terpaksa kembali ke kamarnya.

Kasihan sekali Nyonya Adira, terpaksa harus terkurung di dalam sangkar emas ini. Batin bibi Suri simpati pada nyonyanya.

***

 

Di sebuah hotel berbintang lima, tiga pria tampan tampak duduk bersantai di ruang VIP. Ruangan mewah itu memang dikhususkan untuk para petinggi seperti mereka. Sambil menikmati minuman, ketiganya tampak asyik berdiskusi ringan.

"Gimana, Kak Arlan? Sampai kapan Kak Arlan mau pakai identitasku terus?"

1
partini
tuh berani ga kamu ar,,
Salsabilah: dia mah cemen 😆
total 1 replies
Salsabilah
Terima kasih pada semua yang mampir di novel author ya🥰🙏🙏😊 salam hormat pada kalian semua🥰
partini
kasih bantuan dikit temanmu Sean biar bisa hamil secara alami 🤭
Salsabilah: waduh 😆
total 3 replies
Azka Putra
bagus ceritanya, bikin greget dan penasaran 😁😁😁
Salsabilah: makasih rate nya say🥰 terus membaca karya recehan aku dan beri support ya say 😘😘
total 1 replies
partini
Arlan shine Dira Charlotte
Anbu Hasna
Arlan ngaku2 jadi Zo...
Salsabilah: "Makasih banget ya udah mampir dan support karya aku, say! 🥰 Jangan bosen-bosen ya kawal terus karya aku sampai kelar nanti. 😘 Btw, salam kenal ya! 🙏🙏🤭"
total 1 replies
kartini aritonang
lanjuut thor...
Salsabilah: makasih udah mampir, dan support karya aku say🥰🥰🥰🥰 sekalian, salam kenal ya say🙏🙏 jangan lupa terus beri dukungannya ya say🥰
total 1 replies
partini
dihh tuan kepo kali kau mau gagal ke berhasil ke is nothing to do with you Bang Ke ,,aku ga panggil zo lah Thor kurang ngena BangKe aja Kenzo 🤭
Salsabilah: kejam kali bha sama si bangke😆😆😆
total 1 replies
partini
posisi nya kaya duduk di pangkuan zo ya Thor ini kalau ad visual anime keren 👍👍👍
partini: iya aku juga tau siapaa penulisannya banyak cewek kan Thor, imajinasi lunarrrr binasaahhhhhh and then yg baca langsung otaknya traveling 🤣🤣
total 12 replies
partini
saya juga curiga 🤭🤭
partini
Dira ini agak" Ono dikit apa terlalu sayang sama ayahnya ya Thor
Salsabilah: kamu pasti tahu kan say, dimana kita akan tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang tua kita salah, kalau yang selama ini kita kenal mereka adalah sosok yang sangat penyayang.😥
total 1 replies
partini
bab ini aku bingung,,
Salsabilah: tunggu aja kelanjutannya say.
total 1 replies
partini
dorr dorr paling ujung tenyata
partini
wah berani sekali dira
partini
sepupu bisa mirip Banggt ya Thor
Salsabilah: bisa dong say 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
wkwkkwkwk berani buka ga yah
ahhh ga berani dia Cemen 🤣🤣
Salsabilah: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
partini
aihhh berharap Dira mati rasa saja lah
partini
duhhh apes kamu Dira
partini
Kalimat yg sama yg di ucapkan suami mu kan,,
ko aku jadi negatif thinking sana ayah nya dira jangan" ayah lucknat dia" kalau pengorbanan mu Dira kalau ayahmu ayah' durhakim
Salsabilah: makasih sudah mampir, dan mendukung karya aku kak😘 jangan lupa tinggalkan jejak lagi ya kak🥰
total 2 replies
partini
kecacatan yah,,Dira luka kaya gitu mah bisa di bikin
i hope sih beda orang buka satu orang
Salsabilah: Wah, tebakannya menarik Terus ikuti bab selanjutnya ya untuk tahu jawabannya. Terima kasih dukungannya!"🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!