NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Hari demi hari berlalu tanpa terasa. Sudah hampir lima bulan sejak Melisa merawat Evan dan Ethan. Kini kedua bayi itu tumbuh dengan cepat—semakin aktif, mulai mengoceh dalam bahasa mereka sendiri, dan mulai berusaha membalikkan tubuh setiap kali diletakkan di atas kasur. Gerakan kecil mereka sering membuat Melisa panik, terutama saat ia harus meninggalkan mereka sejenak hanya untuk ke kamar mandi.

Selama waktu itu juga, Riki dan Diana selalu ada. Dua sahabatnya itu bukan hanya membantu dalam tenaga, tapi juga materi. Riki, tanpa pernah mengeluh, menanggung semua biaya daycare, susu, popok, dan perlengkapan lain yang dibutuhkan kedua bayi. Ketulusan itu membuat Melisa kerap merasa bersalah, seolah-olah dia terlalu bergantung pada orang lain.

Seperti hari ini—di akhir pekan yang tenang, tanpa tugas kampus yang mendesak—mereka bertiga berkumpul di kamar kost milik Melisa. Seperti biasa, suara tawa dan celoteh memenuhi ruangan, berpadu dengan ocehan bayi yang tampak bahagia melihat tiga wajah familiar di sekelilingnya.

“Nih dua bocah makin lama makin gembrot aja kayak kuda nil,” celetuk Riki sambil menggelitik perut Ethan yang tertawa-tawa kegirangan.

“Mulut lo! Ganteng begini dibilang kuda nil,” balas Diana cepat, tak terima dua bayinya di katakan mirip kuda Nil.

Riki mendengus. “Aelah sensi amat sih buk!”

Saat kedua sahabatnya sibuk berdebat, Melisa hanya duduk diam, memandangi Evan yang menggeliat di atas bantal. Wajahnya terlihat serius, seperti tengah menimbang sesuatu yang sudah lama tersimpan dalam pikirannya.

“Guys, aku mau minta saran kalian,” ucapnya akhirnya, memotong debat kecil itu.

Diana langsung menoleh. “Apaan, Mel?”

Melisa menarik napas pelan sebelum menjawab, “Aku... aku ada rencana mau ambil kerja part time di rumah makan yang ada di ujung lorong kos-kosan ini.”

Kedua sahabatnya langsung terlihat kaget.

“Lho? Ngapain? Lo lagi kelilit utang? Lo masih kuliah, Mel. Nanti nambah stres, mana tugas banyak banget kaya hutang negara.” ujar Riki cepat, dengan nada penuh kekhawatiran.

Diana ikut mengangguk. “Iya, kenapa tiba-tiba lo mau kerja sih?”

“Aku udah mikirin ini dari jauh-jauh hari,” ucap Melisa dengan nada lembut. “Lagi pula kerjanya nanti kok, pas libur semester. Sekarang aku cuma ngajuin dulu. Aku... aku cuma nggak enak sama kalian. Masa semua ini terus kalian yang biayain?”

Riki menggeleng pelan, lalu mencibir sambil tetap bermain dengan Ethan. “Yaelah, Mel. Gue kira masalah gede. Udah berapa kali gue bilang, gue nggak keberatan. Lagi pula ini buat dua bocah kesayangan kita semua, kan?”

Diana menimpali dengan senyum hangat. “Iya, Mel. Kita sayang banget sama Evan dan Ethan. Kita bantu karena kita peduli, bukan karena terpaksa. Jadi nggak usah dipikirin terlalu dalam.”

“Tapi... aku tetap pengen punya andil. Aku juga ibu mereka sekarang, setidaknya secara tanggung jawab. Kalian udah bantu banyak, dan aku tahu... bantuan ada batasnya,” ucap Melisa pelan, menunduk.

Hening sebentar. Diana dan Riki saling bertatapan sejenak, lalu Diana menepuk bahu sahabatnya itu.

“Kalau emang itu keputusan lo dan lo udah mikir matang-matang, ya kita dukung. Tapi janji satu hal, jangan maksain diri. Nanti kalau lo kerja, kita masih bisa gantian jagain Evan dan Ethan pas kita lagi free,” ujar Diana tulus.

Riki, yang sedari tadi diam sambil mencubit pipi Ethan, tiba-tiba angkat bicara. “Gue setuju lo kerja... dengan satu syarat.”

“Apaan sih, gaya banget lo kaya bapaknya aja,” cibir Diana cepat.

“Buset na, serius dulu napa. Lo ribut terus,” ucap Riki sambil melotot kecil ke Diana, lalu kembali menatap Melisa. “Lo boleh kerja, tapi biaya daycare dan susu tetap gue yang tanggung. Titik.”

Melisa mengerutkan kening. “Terus aku kerja buat apa dong?”

“Ya udah, nggak usah kerja. Simpel, kan?” jawab Riki santai, mengangkat bahu sambil tersenyum geli.

Melisa menghela napas panjang, matanya berkaca-kaca, namun senyumnya mengembang. Di tengah peliknya hidup, Tuhan ternyata menghadiahkan dua sahabat luar biasa yang selalu siap menopang ketika dunia terasa runtuh.

Namun sebesar apa pun niat baik yang diberikan Riki dan Diana, Melisa tetap teguh pada keputusannya. Ia telah memikirkan semuanya dengan matang. Meski dua sahabatnya itu ngotot ingin tetap menanggung biaya daycare, susu, dan kebutuhan lainnya, Melisa tahu... ini saatnya ia mulai berdiri dengan kaki sendiri.

“Setidaknya... aku harus mulai menabung untuk hari-hari ke depan,” gumamnya lirih sambil merapikan selimut tipis yang menutupi tubuh Evan dan Ethan yang sudah tertidur lelap.

Ia tahu, kebaikan Riki dan Diana tak mungkin dibayar dengan kata “terima kasih” saja. Tapi lebih dari itu, Melisa sadar—tidak mungkin selamanya ia bergantung pada mereka. Hidup terus berjalan, dan ia harus bersiap, bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk dua bayi yang kini sudah menjadi bagian dari hidupnya.

“Kalian berdua sekarang udah jadi anak kakak,” bisiknya pelan, suaranya nyaris tenggelam di antara suara kipas angin yang berputar malas. Ia menyentuh lembut pipi Evan yang mengerucut seperti sedang bermimpi. “Jadi... kalian tanggung jawab kakak, apa pun yang terjadi.”

Hening. Melisa menatap mereka dalam-dalam, seolah mencoba menyimpan setiap lekuk wajah mungil itu di dalam hatinya.

“Anak siapa sebenarnya kalian ini?” tanyanya lagi pada keheningan, sebuah pertanyaan yang entah sudah berapa kali muncul dalam pikirannya. “Kalian seperti misteri yang Tuhan taruh begitu saja di tengah jalan hidupku. Tapi...” ia menarik napas panjang, senyum kecil terukir di bibirnya, “Apa pun asal-usul kalian... karena kalian di sini, karena kalian bersamaku... maka kalian adalah anakku.”

Tak ada keraguan sedikit pun dalam suaranya. Ia tahu, mungkin dunia akan terus memandang rendah anak-anak ini jika kebenaran tentang mereka terungkap. Tapi bagi Melisa, cinta bukan tentang darah. Bukan tentang siapa yang melahirkan atau siapa yang punya nama di akta. Cinta adalah keberanian untuk memilih, untuk bertahan, dan untuk memperjuangkan.

Ia sudah jatuh cinta pada Evan dan Ethan sejak malam pertama menemukan mereka di dalam kotak itu. Kini, perasaan itu telah menjelma menjadi janji di dalam hati.

“Aku nggak peduli kalian anak siapa. Aku nggak peduli orang bilang kalian anak haram, anak buangan, atau apalah itu...” bisiknya lirih, air mata mengambang di pelupuk mata. “Yang aku tahu, kalian adalah titipan terindah yang pernah Tuhan berikan padaku. Dan aku berjanji... selama aku masih bernapas, aku akan merawat kalian, melindungi kalian, dan mencintai kalian sepenuh hati.”

Dan malam itu, di dalam kamar kost sederhana yang sempit namun penuh cinta, Melisa meneguhkan hatinya. Ia kini adalah seorang ibu—meski tanpa gelar, tanpa status, dan tanpa pengakuan dunia.

1
kiu kiu
apa ingatan melisa bisa kembali thor...kasihan banget wanita itu...adrian apa kamu bisa mempertanggung jawabkan ini semua.klu bukan tekanan darimu melisa tk akan seperti itu...dan bukankah kau pula yg melakukan perjanjian dg melisa utk menyerahkan adiknya.klu ketahuan ethan.pasti semarah apa dia nanti...bisa bisa benci sama adrian...
Nunung Elasari
kutukan rifky terjadi....🤣🤣🤣🤣
Alya Hafidz
Terbaikkk
Kana
Kaka up lagi ya 🙏🙏 aku ga kuat nunggu besok ,semangat ya
kiu kiu
wow....ganteng banget adrian....😍😍😍😍.si ethan tampan juga seperti abangnya nggk thor..🤣🤣🤣 .ak jadi kepo nih...🤭🤭🤭
Nunung Elasari
sekarang up nya 1 ya kak?
kiu kiu
😄😄😄 adrian nih semakin lucu...melisa amnesia dia yg ketakutan .takut meli melupakan kembar beda ortu🤣🤣🤣.jika ethan tau melisa amnesia gimna reaksinya ya...pasti terkejut.apalagi si evan yg manja...pasti bakalan nangis lagi tuh anak...semoga ada saatnya mereka bertemu thor...jgn pisahin mereka dong.
Rochman Syah
lanjut thoor💪
kiu kiu
tuh...kan...si author bikin nangis gue aja..😭😭😭 kapan si melisa bangun thor...apakah mereka akan bertemu si kembar kesayangannya...tp ,si riki sama diana makin lengket aja tuh...apa mereka menikah thor..
Nunung Elasari
hayooo kak udah 3 tahun aja nih, apa melisa masih blm sadar dr komanya?
Evi Lusiana
tamat....tapi bo ong
Evi Lusiana
jgn gtu dong thor,bwt ending yg bahagia bwt smuany,udh sring mewek nih
Reni Anggraeni
kasihan Melisa tor teka teki kmana
Dewiendahsetiowati
yah endingnya bikin sedih Thor,masak dari awal cerita Melisa gak pernah bahagia... terima kasih ceritanya walaupun gak sesuai harapan
kiu kiu
thor..beneran cerita si kembar ini selesai...jadi nggk ada kelanjutannya dong..😭😭😭😭padahal thor.ak antusias banget sama cerita ini.dan apa adrian nggk punya perasaan sama wanita cantik seperti melisa.padahal episod lalu barusan di bahas.tau tau di tamatin beneran.yeah...
Susiajaaa: aku bercanda aja kok, bakalan ada S2 nya dan... lebih plot twist lagi hehe🤭
total 1 replies
Nunung Elasari
ada session 2 nya ga kak?
Anto D Cotto
gada season 2 nya Thor?
Ayunda
kasih karma buat tuh dua org yg tega pisahin anak sama emaknya
Rochman Syah
bonchap donk Thor... pengen tau Melisa dimna
kiu kiu
lanjut thor... bagaimna nasib melisa nantinya.apakah akan semakin rumit.atau apakah ada kisah cinta dlm hidup melisa mantinya.sementara 2 bocil beda ortu itu begitu bucin sama mama melisa.semangat thor..ini pasti menguras pikiran si author..🤣🤣🤣 sebab episod sebelomnya bawaanya mewek terus sampai mataku tk bisa melek gara gara nangisin perpisahan dua bocil kesayangan melisa itu...🤭🤭🤭.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!