NovelToon NovelToon
Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Takdir Yang Dipaksakan Cinta Yang Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Misteri
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: noel_piss

Alya, seorang mahasiswi cerdas dan mandiri, dipaksa menerima perjodohan dengan dosennya sendiri.

Arka, pria dingin dan tegas yang menyimpan masa lalu kelam. Hubungan yang awalnya penuh penolakan berubah menjadi konflik batin, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap.

Di antara kewajiban, harga diri, dan cinta yang tumbuh diam-diam, mereka harus memilih: bertahan dalam keterpaksaan, atau memperjuangkan perasaan yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noel_piss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Pagi itu, kampus terasa lebih hidup dari biasanya. Namun bagi Alya, suasana itu justru menimbulkan kegelisahan. Ia menatap keramaian mahasiswa dari jauh, mencoba menenangkan pikirannya. Sejak pertemuan resmi dengan orang tua Arka beberapa hari lalu, hatinya tidak pernah benar-benar tenang.

Di kelas, Alya duduk di bangku tengah. Hatinya berdebar setiap kali Arka masuk. Pria itu tetap dengan tatapannya yang tegas, namun kali ini, sesekali matanya menatap Alya dengan sesuatu yang berbeda—seakan menanyakan perasaannya tanpa kata-kata. Alya menahan napas, mencoba tetap fokus pada pelajaran, tapi pikirannya melayang.

Setelah kelas selesai, Arka menghampirinya. “Alya, ikut aku sebentar, ya?” katanya pelan.

Alya mengangguk, jantungnya berdetak lebih cepat. Mereka berjalan menuju taman kampus yang sepi, jauh dari keramaian mahasiswa lain. Udara sejuk sore itu seakan menenangkan sedikit ketegangan dalam dirinya, tapi tetap ada rasa canggung.

“Alya… aku tahu ini sulit. Kita dijodohkan, dan aku tahu kau merasa terpaksa,” Arka memulai. “Aku juga merasa begitu. Tapi aku ingin kita belajar saling mengerti, setidaknya memahami satu sama lain. Tidak harus cinta sekarang, tapi kita bisa mencoba.”

Alya menunduk, menelan ludah. “Aku… aku ingin mencoba, Pak. Meski sulit, aku ingin mengerti juga.”

Arka tersenyum tipis, jarang terlihat seperti itu. “Bagus. Langkah pertama ini penting. Kita tidak perlu terburu-buru. Semua butuh waktu.”

Hari-hari berikutnya, Alya mulai lebih sering bertemu dengan orang tua Arka. Ibu Arka selalu menyapa dengan hangat. “Alya, bagaimana kabarmu? Jangan merasa terbebani dengan semua ini. Kami ingin kau nyaman.”

Alya tersenyum, merasa lega. Kata-kata itu membuatnya merasa dihargai, bukan sekadar dipaksa. Ia mulai memahami bahwa orang tua Arka peduli, bukan hanya pada formalitas perjodohan, tapi juga pada perasaannya.

Namun, tidak semua orang di sekitarnya menerima hubungan ini dengan mudah. Beberapa teman kampus mulai berseloroh, menebar komentar ringan tapi menusuk hati. “Alya, serius nih sama Pak Arka? Itu dosenmu lho…”

“Kayaknya aneh deh, dijodohin gitu.”

Alya mencoba menenangkan diri. “Aku… aku hanya harus belajar menerima keadaan,” bisiknya dalam hati.

Arka tetap tegas, namun halus. Ia sering memberi senyum kecil atau anggukan ringan pada Alya, seakan berkata: “Aku di sini. Kita bisa hadapi ini bersama.”

Suatu sore, Arka mengajak Alya ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas bersama. Mereka duduk bersebelahan, buku berserakan di meja. Percakapan mereka lebih panjang kali ini.

“Alya, kau terlihat tegang belakangan ini. Apakah teman-teman membuatmu merasa tidak nyaman?” tanya Arka, menatap Alya dengan serius.

Alya menunduk, mencoba menenangkan dirinya. “Mereka… hanya bertanya-tanya, Pak. Tapi aku tahu aku harus kuat. Aku tidak ingin gagal dalam hubungan ini, meski awalnya dipaksakan.”

Arka mengangguk. “Bagus. Itu yang penting. Jangan biarkan komentar orang lain mengubah perasaanmu. Kita yang harus saling mengerti.”

Mereka menghabiskan beberapa jam di perpustakaan, berbagi cerita tentang masa kecil, hobi, dan harapan masing-masing. Arka mulai membuka sedikit sisi lembutnya—tentang bagaimana ia dulu canggung dengan teman sebaya, bagaimana ia menghargai keluarganya, dan bagaimana ia belajar menjadi tegas namun peduli.

Alya perlahan mulai melihat sisi lain dari Arka: bukan hanya dosen tegas di kelas, tapi pria yang memiliki hati dan peduli pada orang-orang dekatnya. Rasa hormat dan perhatian itu mulai menumbuhkan kenyamanan diam-diam dalam hati Alya.

Sore itu, setelah perpustakaan, mereka berjalan di taman. Udara sejuk membuat suasana lebih tenang. Arka berhenti di bangku taman dan menatap Alya. “Alya, aku ingin kau tahu… aku peduli padamu. Bukan karena perjodohan ini, tapi karena aku mulai menghargai cara kau menghadapi semua ini. Kesabaranmu, keteguhanmu… aku menghargainya.”

Alya terdiam, hatinya berdebar. Ia tersenyum pelan, menunduk. “Aku… aku juga mulai merasa nyaman, Pak. Meski awalnya terpaksa, aku ingin mencoba mengerti dan menerima keadaan ini.”

Malamnya, Alya pulang dengan pikiran bercampur aduk. Ia menatap jendela kamar, memikirkan semua yang terjadi hari itu. Ia sadar, perjodohan ini masih penuh tantangan: tekanan teman, harapan keluarga, dan konflik batin sendiri.

Tapi satu hal jelas: Arka menunjukkan perhatian tulus, meski diam-diam dan tegas. Alya mulai merasakan bahwa hubungan ini memiliki potensi berkembang menjadi sesuatu yang nyata, jika mereka mau belajar mengerti satu sama lain.

Di sisi lain, Arka duduk di ruang tamunya, menatap langit malam. Ia tersenyum kecil. Ia sadar bahwa hubungan ini tidak mudah, tapi ada sesuatu yang tumbuh rasa peduli dan hormat yang diam-diam membuatnya ingin menjaga Alya, bukan memaksa.

Pertemuan dengan orang tua Arka menjadi titik balik. Alya menyadari bahwa hubungan ini bukan sekadar formalitas, tapi juga uji kesabaran dan pengertian. Ia mulai belajar menerima keadaan, sementara Arka tetap menunggu Alya perlahan membuka hatinya.

Dan di tengah ketegangan batin itu, satu hal menjadi jelas bagi Alya: meski awalnya dipaksakan, hubungan ini memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi nyata tentu jika mereka berdua mau menghargai dan mengerti satu sama lain.

1
Forta Wahyuni
sdh mnikah koq tdk satu rmh
noel_piss: mohon d baca dari awal kak🙏kalau dari alurnya belum menikah kak🙏
semoga kk suka sama alur ceritanya ya☺️♥️
total 1 replies
Agnes💅
semangat kak ayok aku selalu nungguin kk up 😄
noel_piss: iya kak, sekarang belum bisa up lg kak soalnya lagi sakit🙏 nanti kalau udah sembuh ak langsung up banyak♥️
total 1 replies
Agnes💅
lanjut kak bgus cerita nya suka🙏
noel_piss: syukurlah kalau kakak sukaa😍semoga teman-teman yang lain suka juga sama cerita perdana ak yang ini kak 😭
total 1 replies
Agnes💅
maaf kak sedikit saran, penulis nya udah menarik udah rapi tapi kurang rapi kayak novel novel yang lain nya, kalo bisa di kasi rapi lagi kak

maaf lancang🙏🙏🙏
noel_piss: makasih banyak kak sarannya 🙏 sangat membantu banget saran dari kakak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!