NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alamatnya salah?

"Aku nggak tahu," geleng Aliya sebagai jawaban.

"Jadi, kamu masih ada perasaan sama dia?" tanya Aufar lagi.

Aliya menghela napas panjang. Soal perasaan... hal seperti itu sudah Aliya buang jauh-jauh sejak hari dimana dia dan Ibas bercerai.

"Nggak ada," jawab Aliya.

*****

Dua bulan kemudian....

Pada waktu yang tepat, Ibas akhirnya membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa dia mampu.

Kini, dia benar-benar sudah menjadi seseorang yang bisa diandalkan. Posisinya naik. Dari seorang asisten manager, kini sudah resmi menduduki posisi manager itu sendiri.

"Selamat ya, Bas! Saya bangga sama kamu," ujar Bu Inggar dengan ekspresi yang tampak menahan haru. Sebagai orang yang dipercaya oleh Pak Ikhsan untuk membimbing Ibas, tentu dia merasa sangat bangga dengan pencapaian Ibas saat ini.

"Terimakasih, Bu. Semuanya juga berkat bimbingan Ibu," sahut Ibas. "Ibu juga selamat! Selamat sudah jadi direktur pemasaran yang baru!"

Bu Inggar tertawa kecil. Dia mengangguk sambil menerima buket bunga yang disodorkan Ibas kepadanya.

"Terimakasih ya, Bas!" ucap Bu Inggar tulus. "Nanti, kamu harus kerja lebih keras! Jangan salah gunakan posisi kamu. Semakin tinggi jabatan kita, maka semakin banyak pula tanggung jawab yang harus kita emban. Mengerti?"

Ibas mengangkat tangannya, memberi hormat. "Siap, dimengerti Bu Direktur!"

"Kalau gitu, saya tinggal dulu ya, Bas! Saya mau ngobrol sama suami dah anak saya dulu."

"Silakan!" Ibas memberi jalan.

Setelah tak ada lagi yang mengajaknya berbicara, Ibas pun segera menghampiri orangtuanya. Wajahnya terlihat cerah. Hari ini, dia akan menagih janji pada sang Ibu.

"Bunda!" panggil Ibas.

Perempuan paruh baya itu menoleh. "Ibas," sapanya dengan senyuman teduh. Dipeluknya sang putra dengan bangga. Akhirnya, Ibas benar-benar sudah dewasa.

"Bun, aku berhasil," kata Ibas bersemangat.

"Ya, Bunda tahu," angguk Saraswati. "Kamu memang hebat!" pujinya dengan bangga.

"Gimana sama janji Bunda? Apa sekarang Bunda sudah bisa tepati janji itu?"

Sesaat, ekspresi wajah Saraswati berubah tegang. Namun, sepersekian detik berikutnya, dia tersenyum kecil kemudian mengangguk.

"Ya," angguk Saraswati. "Bunda akan kasih alamat Aliya ke kamu. Tapi, Bunda punya satu syarat lagi."

"Apa, Bun?" tanya Ibas.

"Kalau hati Aliya sudah berubah, jangan dipaksa untuk kembali seperti dulu!"

Degh!

Ada yang terasa sakit di dalam dada Ibas. Perkataan sang Ibu bagai sebuah isyarat bahwa Aliya mungkin sudah bersama yang lain.

Tapi... Itu tidak mungkin, kan? Tidak mungkin, Aliya bisa melupakannya secepat ini. Bukankah, Aliya mencintainya sejak SMA? Cinta selama bertahun-tahun itu, mana mungkin bisa hilang hanya dalam beberapa bulan.

"Bas, kamu dengar apa kata Bunda, kan?"

Pertanyaan Saraswati menyentak Ibas dari lamunan.

"I-iya, Bun," angguk Ibas sambil tersenyum simpul.

"Alamatnya Bunda kirim lewat WA aja, ya!"

"Iya."

Tak berselang lama, ponsel Ibas berbunyi. Layar pop-up menampilkan pesan dari nomor sang Ibu.

"Makasih, Bun."

Ibas pun pergi menjauh dari sang Ibu. Mungkin, saat ini dia memang belum bisa bertemu langsung dengan Aliya.

Jabatan baru, tak mungkin ia tinggalkan begitu saja. Dia harus bekerja keras dulu untuk mempelajari banyak hal, baru boleh mengambil cuti.

"Loh, alamat ini... bukannya alamat Aufar, ya? Nama kota sama jalannya sama."

Kening Ibas tampak berkerut heran. "Apa jangan-jangan... Bunda salah kirim alamat?" lanjutnya bermonolog.

Dia pun memutuskan untuk kembali mencari sang Ibu. Mungkin... benar-benar salah kirim alamat.

"Bun..."

"Loh, Bas? Ada apa?" tanya Saraswati heran.

Dia sedang menemani suaminya mengobrol dengan beberapa karyawan yang juga baru dilantik dengan jabatan baru.

"Bun, kayaknya Bunda salah kirim alamat, deh. Ini tuh alamatnya Aufar, Bun. Bukan alamat Aliya."

Ibas menyodorkan ponsel pintarnya. Ia memperlihatkan alamat yang baru saja dikirimkan oleh sang Ibu.

Sejenak, Saraswati menghela napas. Mau disembunyikan seperti apapun, pada akhirnya Ibas akan tahu juga.

"Alamatnya nggak salah. Itu memang alamatnya Aliya," jawab sang Ibu.

"Bukan, Bun. Ini tuh alamat Aufar. Aku yakin." Ibas bersikeras.

"Itu alamat Aliya. Perhatikan nama blok dan nomor rumahnya. Jelas berbeda sama alamat Aufar."

Degh!

Ibas tiba-tiba merasa syok. Ia tak percaya, hal kebetulan seperti ini bisa terjadi. Jadi... Selama ini, Aufar juga membohonginya?

Sang sepupu bilang dia tak pernah bertemu dengan Aliya. Tapi, pada kenyataannya, Aufar ternyata jauh lebih dekat dengan Aliya dibanding yang bisa diduga oleh Ibas.

"Jadi, selama ini Aufar dan Aliya tetanggaan?" tanya Ibas.

"Bisa dibilang begitu," jawab sang Ibu.

"Dan... Bunda tahu?"

"Iya," angguk Saraswati.

Hening sejenak. Otak Ibas masih berusaha mencerna semuanya.

"Jadi, kalian semua kerjasama buat bohongin aku? Gitu?"

"Maaf, Nak!" lirih Saraswati.

Ibas tersenyum getir. Sejahat itukah dirinya, sehingga orang-orang harus bekerja sama untuk menjauhkan Aliya darinya?

1
Kar Genjreng
cinta di tolak bogem. bogem bertindak ya Bas,,,,jangan minta saja baik baik gitu ngomong secara baik jangan TREMOSI. juga ya sama Aufar. karena Aufar juga baik,,,bershujud Bas siapa tau dapat di mengerti oleh Aliya dan Aufar niatmu baik ya semoga ya ,,, tetapi luka Aliya memang dalam si Bas,,,,Yo berusahalah sekuat jiwa ragamu


👍😮👍👍👍💪
Ilfa Yarni
siapa yg bakal alya pilih augara atau balik ke iBas ya
sunaryati jarum
Tidak tahu malu dan menjilat ludahnya sendiri Ibas
Jangan sampai Aliya balikan sama Ibas.Seperti memperlakukan barang untuk uji coba, setelah dengan mantannya tidak enak mau coba istri yang telah dibuang dan dihina seperti barang dagangan dengan satu milyar, Alhamdulillah Aliya hanya mengambil 200 juta.
Kar Genjreng: kodrat kebanyakan laki laki kan seperti punya daya sendiri ,,,,setelah kehilangan baru lah menyesali,,,,
total 1 replies
partini
enak bener jadi Ibas,udah nyakitin menyesal minta rujuk
untung mantan istri cintanya tulus dan mulus jadi gampang rujuknya
Kar Genjreng
entah perasaan apa yang Aufar rasakan tetapi keliatan sangat menyayat hati,,,sedih campur lemes seketika. apakah nasibnya akan menjadi jomblo kembali dan cinta terpendam nya tidak pernah terealisasi 😭😭 tapi jodoh kadang kita tidak tahu,,,mungkin Ibas memang pernah gagal menjadi pasangan Aliya ,,, ya karena pengaruh dan belum tau rasanya kehilangan dan dalam keadaan terpuruk,,,nah sekarang baru menyadari ternyata wanita yang ada di samping nya dan telah di buang kini menjadi tempat untuk di rindukan,,,,maaf Aufar pasti akan ada gadis yang baik di tempat lain ,,,dan tentunya bisa menjadi rumah buat pulng untuk mu,,, biarlah asal. sepupu mu bisa bersatu ,,,kasih ultimatum bila menyakiti Aliya kembali tidak ada ampun,,, Ok lanjut
Ilfa Yarni
siapa yg akan dipilih alya aufar atau iBas penasaran
Aidil Kenzie Zie
nggak usah sok-sokan drama wong masalah ini kamu yang buat
Kar Genjreng
bas jangan TREMOSI dulu lo kan memang Aufar yang jaga Alya tetapi rupanya Aufar jaga adak
Kar Genjreng
😮 bagaimana ya kasih kesempatan tidak ya kalau ibas ngajak balikan,,,tapi kan tidak harus balikan to terserah juga si Aliya yg menguntungkan
Ilfa Yarni
.mknya bas jd laki2 itu jgn macam2 setelah sadar baru nyesel tp semua udah terlambat gmn sakit kan
Ilfa Yarni
bingung ya hrs milih siapa klo aku sih mending aufar tp ga tau jg kasian jg sebenarnya ibas
sunaryati jarum
Aufar nggak merebut tapi Aliya sudah kau lepaskan, lagian PD amat kamu jika.Aliya masih mau sama kamu
Kar Genjreng
cinta Aufar terkenzel kembali ya Allah melas men😄 deketin mantan sepupu nya di abaikan sekarang justru mantannya sedah berusaha sangat keras 💪 semangat Basss jangan kendor insyaf sudahan makanya lain kali punya wanita setia jangan di tipu dan ganjen abis haduuh rempes feh😮😮
Ilfa Yarni
m menyesalkan kmknya jd cowok itu yg benar iBas udah rasakan dulu apa yg dirasakan alya dulu
RaisyaMOM
Hai author mau nanya aja aku juga penulis dari 2020 waktu puncak jaya nya author ni mangatoon… sekarang masih kayak dulu gak si pambacanya 🥲 kangen nulis lagi
Kar Genjreng
ya karena Ibas sudah berubah dan ingin serius memperbaiki kembali bersama Aliya,,,,ya semoga saja Allah masih memberikan kesempatan buat orang yang sudah menyakiti tetapi sekarang sudah insyaf dan bertaubat. ,,,
Aidil Kenzie Zie
mana ada rebut Aliya dari kamu Bas kalian kan udah cerai
Arbaati
menarik, selalu ditunggu updatenya
Ilfa Yarni
imas knp dia sakit apa sebenarnya kasian jg iBas tp mau gmn lg itu udah konsekwensi dr perbuatannya pd alya dan skr baru menyesal
sunaryati jarum
Benar ikhlaskan Aliya itu konsekuensi dari perbuatamu padanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!