NovelToon NovelToon
Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Ruang Ajaib
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.

Namun, semuanya berubah malam itu ...

Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!

Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!

Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.

Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.

Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.

Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...

Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.

"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"

"ARRRGHHHH!!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19: Dunia Kecil 'Neraka Jahanam'!

***

Angin malam di dalam Kota Hitam itu semakin panas, ketika rombongan Mo Yuyan akhirnya meninggalkan gerbang bagian Utara kota tersebut.

Di arah belakang mereka, cahaya api terlihat membumbung tinggi di beberapa sudut wilayah Inti. Dan suara keributan terdengar samar, layaknya gemuruh badai yang baru saja lahir.

Namun Mo Yuyan tidak menoleh lagi ke arah belakang.

Langkahnya terlihat tenang, walaupun denyutan di dalam dadanya masih belum reda.

Sementara Li Shen berjalan disampingnya dengan wajah muram.

"Aku masih tidak percaya, Kak ... jika pria itu benar-benar Paman kita dari pihak Ibu," ujarnya pelan.

"Aku juga masih tidak percaya ..." sahut Mo Yuyan sambil menganggukkan kepalanya.

"Dan dia pula pelaku atas hancurnya Klan Shang di masa lalu, hanya demi sebuah kekuatan besar yang tidak alami ..." lanjut Li Shen mengungkapkan rasa tidak puasnya.

"Benar ..." sahut Mo Yuyan, singkat.

Li Shen menghela napas panjang.

"Jika begitu ... saat waktunya tiba nanti, apakah Kakak sendiri yang akan membunuhnya?" tanya Li Shen.

Angin malam meniup rambut hitamnya yang dikuncir tinggi, dia tidak bisa langsung menjawab pertanyaan adik sepupunya itu.

"Jika itu memang satu-satunya jalan, aku tidak bisa menahannya," jawab Mo Yuyan pada akhirnya.

Duan Xue yang berjalan di depan mereka bersama Nenek Du tertawa pelan, saat mendengar percakapan kedua orang itu.

"Hahahahaha! Kalian berdua ini benar-benar keluarga yang menarik," ujarnya sambil melirik ke arah belakang.

"Menarik bagaimana maksud Kak Duan?" tanya Li Shen sambil sambil mengerutkan alisnya.

"Paman kalian yang hampir menjadi Iblis, dan keponakan yang mungkin suatu hari nanti, harus membunuhnya dengan tangan sendiri. Benar-benar bagus untuk sebuah cerita 'Legenda' yang tidak terlupakan ... Hahahaha!" jawab Duan Xue sambil tertawa.

Nenek Du memukulkan tongkatnya ke atas tanah, guna mengusir energi aneh di sepanjang perjalanan mereka.

"Cerita Legenda itu biasanya selalu berakhir tragis, karena diakhiri oleh banyak kematian orang-orang di dalamnya ..." sahut Nenek Du.

Mo Yuyan menatap jalan lurus yang panjang di depan mereka dengan pandangan yang sedikit ... kosong.

Setengah hatinya merasa bimbang, karena itu adalah 'Paman' yang tidak pernah raga aslinya temui sejak lahir.

Namun di sisi lainnya, benih 'Iblis Asing' yang tertanam ditubuhnya akan bermutasi, dan pria yang dia panggil 'Paman' itu akan kehilangan logikanya serta melupakan segalanya.

Saat itu terjadi, maka satu-satunya cara adalah dengan 'Membunuhnya', agar tidak membahayakan manusia lainnya.

"Oleh karena itu, kita harus bisa menjadi lebih kuat, sebelum hari itu datang ..." ujar Mo Yuyan.

" ... Lembah Emerald Hitam ..." gumam Duan Xue.

"Di sanalah kita ajan menemukan, apa yang kita butuhkan untuk menjadi 'Legenda', sebelum kita bisa naik ke dunia tengah dan dunia atas ..." sahut Nenek Du.

Mo Yuyan menoleh ke arah Nenek Du.

"Dunia tengah dan dunia atas, Nek?" beo Mo Yuyan.

"Benar! Kehidupan di dua dunia itu berbeda dengan bumi, energi spiritual disana lebih pekat dan dengan tingkatan kultivasi yang berbeda pula. Tujuan akhir kultivasi adalah 'Alam Surgawi', dimana manusia yang terkuat dan sudah ditakdirkan, akan menjadi sosok 'Dewa dan Dewi' di sana," jawab Nenek Du, menjelaskan.

Mo Yuyan semakin bersemangat, saat mendengar penjelasan Nenek Du.

Mungkin kedua orangtuanya ada di dalam dua dunia itu, dan sedang menunggu kedatangannya.

"Aku akan menjadi kuat dan naik ke dunia tengah, untuk mencari orangtuaku! Dan Li Shen, kejarlah ketinggalan itu! Ayo, kita sama-sama menjadi kuat, agar bisa pergi bersama!"

"Baik, Kak Yuyan!"

_

Perjalanan menuju Lembah Emerald Hitam memakan waktu sekitar sebulan, jika dilakukan dengan berjalan kaki.

Semakin jauh mereka dari Kota Hitam, semakin sunyi pula dunia disekitar mereka.

Pegunungan semakin terlihat menjulang tinggi di depan mereka, dan hutan yang mereka lewati semakin lebat.

Pada malam ketiga perjalanan mereka, mereka berhenti di sebuah lembah kecil yang dipenuhi oleh kabut tipis berwarna hijau.

Untung saja Li Shen sudah ditempa tubuhnya menjadi seperti Mo Yuyan yang anti segala racun, sehingga tidak ada masalah yang berarti untuknya.

"Tempat ini cukup bagus untuk tempat kita beristirahat," ujar DUan Xue sambil menyipitkan matanya.

Li Shen melihat kabut itu dengan sikap waspada.

"Aku tidak menyukai kabut seperti ini ..." sahutnya.

"Kamu tidak menyukainya, karena tidak tahu apa yang bersembunyi di dalamnya, kan?" ujar Duan Xue, menggoda Li Shen.

"Ya ... semakin misterius, maka semakin berbahaya tempat tersebut ..." sahut Li Shen dengan wajah datar.

Mo Yuyan tersenyum tipis, saat dia menarik kembali kekuatan mentalnya, yang dia sebarkan sebelumnya untuk memeriksa wilayah itu.

"Kali ini, intuisi kamu benar ..." ujar Mo Yuyan.

"Benarkah?"

Mo Yuyan menganggukkan kepalanya.

"Tempat ini memiliki racun alami yang sangat tinggi, jika itu manusia atau pendekar biasa yang tidak kebal racun, maka dia akan langsung tewas dengan mengenaskan di tempat ini," ujar Mo Yuyan menjelaskan.

"Hahahahaha! Dasar gadis gila! Jadi, kamu memang sengaja memilih tempat ini untuk beristirahat, huh?!" ujar Nenek Du sambil tertawa.

"Tentu saja, Nek! Sebagai 'Ratu Racun' ... ini adalah tempat yang tepat untuk berlatih membuka ruang 'Dunia Kecil', yang baru aku pelajari beberapa bulan lalu di ruang dimensiku," sahut Mo Yuyan dengan dagu terangkat.

"Hahahahahaha! Baiklah! Perlihatkan kepada kami kemampuanmu, Yang Mulia Ratu!"

"Um ... Bersiaplah!"

_

Mo Yuyan mengangkat tangannya perlahan, membuat udara disekitarnya bergetar pelan.

Swosssh!

Dari tanda 'Uar Kobra' yang ada di pergelangan tangannya, muncul sebuah artefak kecil yang berbentuk kotak berwarna hitam dengan lilitan ular dan simbol-simbol kuno.

Mata Duan Xue terbeliak saat melihatnya, karena dia mengenali artefak tersebut.

"Dunia Kecil Neraka Jahanam!" seru Duan Xue dengan suara tertahan.

Gluk!

Li Shen menelan salivanya dengan gugup, saat mendengar nama dunia kecil yang baru saja dikeluarkan oleh Mo Yuyan.

"Apakah ini dunia tempat latihan gila itu, Kak Duan?" tanya Li Shen.

"Ya, kamu sangat ... sangat ... benar!"

Klik!

Mo Yuyan membuka segel yang ada diatas kotak tersebut, membuat udara disekitarnya berputar dengan liar.

Wusssh! ... Wusssh! ... Wussh!

Kabut hijau di sekitar mereka tertarik masuk seperti sebuah pusaran badai.

Dan~

WOSSSH!

Sebuah gerbang masuk dunia kecil itu, perlahan terbuka di depan mereka.

Dibalik gerbang tersebut, terlihat dunia yang penuh dengan kabut racun berwarna hijau kehitaman.

Aroma racun yang pekat, langsung menyengat indera pembauan mereka.

Li Shen langsung memundurkan langkahnya kebelakang.

"Kita benar-benar akan masuk ke dalam sana, Kak Yuyan?" tanya Li Shen.

Mo Yuyan menolehkan kepalanya ke arah Li Shen, dan menatap pemuda itu dengan tatapan tajam.

"Apakah kamu takut, Adik Sepupu?" tanya Mo Yuyan.

Melihat tatapan maut Mo Yuyan, Li Shen mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

"T-Tentu saja tidak!" jawab Li Shen.

"Bagus! Karena kita akan tingal sementara di sana untuk beberapa waktu," ujar Mo Yuyan.

[Note: Satu tahun di dunia kecil, satu bulan di dunia luar]

Duan Xue tertawa, saat mendengar pengaturan Mo Yuyan.

"Ah, akhirnya! Sudah lama aku ingin berlatih di tempat itu, sejak mendengar namanya bergaun diluar sana! Hahahaha ..."

Mendengar celotehan Duan Xue, Nenek Du hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.

"Dasar anak-anak tidak waras!"

"Kalau waras, kita tidak akan bisa sekuat ini sekarang, Nek! Hahahaha!" sahut Duan Xue.

Mo Yuyan melangkah masuk terlebih dulu ke dalam dunia kecil tersebut.

SLAB!

Begitu kakinya menyentuh tanah di dalam dunia kecil itu~

WUSSSH!

Udara beracun langsung menyerang dirinya seperti badai.

Mo Yuyan menarik napas panjang, dan udara beracun itu mengalir masuk ke dalam tubuhnya, dan menjadi makanan bergizi untuk semua sel da-rah di dalam sana.

Li Shen melihat pemandangan itu dengan rasa kagum.

"Setiap kali aku melihatnya ... aku selalu merasa, jika Kak Yuyan ini bukanlah manusia biasa ..." ujar Li Shen.

Puk!

Duan Xue menepuk bahunya pelan.

"Dia memang bukan manusia biasa ... Dia adalah sebuah 'badai bencana' yang berjalan!" ujar Duan Xue.

"Aku bisa mendengar ucapanmu dengan jelas, DUAN ... XUE ...!!!" ujar Mo Yuyan dengan nada dingin.

"Baguslah! Itu artinya, kedua telingamu masih berfungsi dengan baik! Hahahahaha!" sahut Duan Xue sambil tertawa senang.

"Hmmp!!!"

Nenek Du masuk terakhir, sekaligus menutup pintu dunia kecil dengan kekuatannya.

SLAB!

"Karena kita semua sudah berada di dalam sini, sebaiknya kita mulai berlatih!" ujar Nenek Du dengan nada tegas.

"Baik, Nek!" jawab mereka bertiga, serempak.

"Tempat ini memiliki tiga lapisan beracun. Dari yang ringan, sampai yang berat."

"Kita mulai darimana dulu?" tanya Li Shen.

"Lapisan pertama, yang paling ringan dulu ..." jawab Mo Yuyan.

Duan Xue mengangkat salah satu alisnya.

"RIngan menurut standar siapa?" tanya Duan Xue.

"Standarku ..." jawab Mo Yuyan.

Duan Xue langsung menghela napas panjang.

"Haaaaaah! Jika itu menurut standarmu, maka salah satu diantara kita pasti akan mati duluan!" keluh Duan Xue.

Mo Yuyan tersenyum tipis, saat mendengar keluhan Duan Xue.

"Iblis kok takut mati? Hahahahaha! Tenang saja, aku tidak akan membiarkan kalian mati secepat itu ..." ujar Mo Yuyan sambil tertawa.

Mereka berjalan semakin dalam di dunia kecil itu, dimana kabut beracun semakin tebal.

Tanah yang mereka pijak berwarna hijau kehitaman, dan itu bukanlah lumut biasa ... itu adalah lumut yang mengeluarkan uap racun ganas.

Terkadang mereka mendengar suara mendesis dari arah dalam kabut, membuat tangan Li Shen bersiaga di atas gagang pedangnya.

"Suara apa itu, Kak?" tanya Li Shen.

"Beast Beracun ..." jawab Mo Yuyan.

Li Shen langsung berhenti, dan dia menatap horor Kakak Sepupunya itu.

"Beast ... Beracun ...??!!"

"Iya! Kenapa? Takut?" tanya Mo Yuyan dengan nada tidak sabar.

"Tidak!"

"Kalau tidak, lanjutkan langkahmu! Cerewet sekali, sih?!" bentak Mo Yuyan.

"Oke ...oke!"

Duan Xue dan Nenek Du terkekeh, saat melihat perdebatan kedua saudara itu.

"Sepertinya sekarang latihan kita menjadi lebih menarik ..."

"Hmm ..."

Tidak berapa lama kemudian~

SRAK!

Seekor ular raksasa berwarna hijau, muncul dari dalam kabut.

Matanya bersinar merah.

SSSSHHHH ....!

Li Shen langsung menarik pedangnya dengan cepat.

SRING!

"Dia datang!"

Ular itu langsung menyerang Li Shen dengan gerakan cepat.

WOOSSH!

Namun, sebelum Li Shen sempat bergerak~

Duan Xue sudah melompat duluan ke depannya, dan menyerang ular raksasa itu dengan brutal.

"Hiaaaat!"

Sreet!

Blam!

Kepala ular raksasa itu langsung terbelah dua dengan cepat, tubuhnya langsung terkulai diatas tanah dengan suara berat.

BRUGH!

Li Shen menatap Duan Xue dengan wajah kesal.

"Itu seharusnya bagianku, Kak Duan!! Aku juga ingin mengasah kemampuanku!" protesnya kepada Duan Xue.

Duan Xue hanya mengangkat kedua bahunya untuk menanggapi.

"Refleks kamu terlalu lambat ..." jawabnya dengan acuh.

Mo Yuyan berjongkok di dekat bangkai ular itu, dia menekan tangannya ke tubuh makhluk beast tersebut.

Energi racun perlahan terserap ke dalam tubuhnya, membuat dantian racunnya dipenuhi oleh energi itu.

"Hm, racun yang cukup murni untuk asupan dantian racunku ..." gumamnya pelan.

Nenek Du hanya mengamati 'Ratu"-nya dengan tenang.

"Kamu menyerapnya langsung?" tanya Li Shen.

"Ya."

"Tidak takut mati?"

"Tubuhku sudah terbiasa dengan semua itu ..." jawab Mo Yuyan, sambil berdiri kembali.

Li Shen menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aku benar-benar tidak mengerti sampai sekarang, bagaimana tubuh Kakak bisa menahan semua racun itu?" ujar Li Shen dengan penuh tanya.

"Karena aku adalah "Ratu Racun" ..." jawab Mo Yuyan singkat.

Dia berdiri menatap kabut yang ada di depan mereka.

"Racun bukanlah musuhku ... Mereka adalah jalanku ..."

Duan Xue menyeringai, saat mendengar jawaban Mo Yuyan.

"Jika begitu, mari kita lanjutkan perjalanannya. Masih banyak racun yang menunggu kita di depan sana!"

_

Mo Yuyan berjalan lebih dalam lagi ke dalam kabut tersebut.

"Di dalam lapisan kedua, racun akan menyerang jiwa kita. Siapkan mental kalian kuat-kuat, agar tidak menjadi gila!" ujar Mo Yuyan memperingatkan mereka semua.

Gluk!

Li Shen menelan salivanya dengan berat.

"Menyerang ... jiwa ...?" beo Li Shen.

"Ya ... sesuai dengan tahap kekuatan kita masing-masing," jawab Nenek Du.

"Itulah alasannya, tempat ini dinamakan 'Neraka Jahanam'. Karena bukan hanya fisik kita yang diserang, mental kita juga akan diserang oleh tempat ini ..." lanjut Nenek Du menjelaskan.

Duan Xue hanya terkekeh, saat mendengar penjelasan Nenek Du.

Baginya, yang terpenting adalah kekuatan ... agar dia bisa melindungi orang-orang yang dia perdulikan.

Langkah Mo Yuyan mendadak terhenti, tatapan matanya menembus lapisan kabut hijau yang tebal.

Nun jauh di dalam dunia kecil itu~

Dia merasakan ada aura racun yang sangat kuat.

Aura yang bahkan bisa membuat da-rahnya sedikit bergetar.

Mo Yuyan menyipitkan matanya sambil menyeringai tipis.

"Hmm, ... Menarik!"

"Mungkin tempat ini tidak se-sederhana yang aku pikirkan ..." gumamnya pelan.

Li Shen menoleh ke arahnya dengan wajah bingung.

"Kak ...??!"

"Um ... Ada sesuatu yang menarik di dalam sini ..." ujar Mo Yuyan sambil tersenyum misterius.

Duan Xue langsung bersemangat mendengarnya.

"Sesuatu seperti apa?" tanya Duan Xue.

"Sesuatu yang mungkin bisa ... membantu kita mencapai tahap berikutnya," jawab Mo Yuyan.

"Atau sesuatu yang bisa membunuh kita semua!" sahut Nenek Du tajam, sambil menatap Mo Yuyan.

Mo Yuyan langsung tertawa, saat mendengar sahutan Nenek Du.

"Hahahahahaha! Itulah bagian yang paling menarik, Nek! Jika mau kuat, maka harus siap menerima resiko terbesarnya!"

Kemudian, dia melangkahkan kakinya lebih dalam ke arah kabut beracun itu.

Dan tanpa mereka sadari~

Di lapisan terdalam dunia kecil Neraka Jahanam~

Ada sepasang mata berwarna hijau gelap, yang perlahan terbuka di dalam kegelapan.

Makhluk itu telah lama tertidur di sana, dan dia terbangun karena kehadiran Mo Yuyan.

Da-rah miliknya baru saja membangunkannya ...

☣☣☣

1
Diah Susanti
lha emang iya dia udah mati, kan itu jiwa baru dari dunia lain
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Diah Susanti
baru kali ini, ada novel penjaga ruang dimensinya nenek nenek😄😄😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤭🤭🤭🤭🤭 ... Kalau sudah berusia ratusan tahun, bukankah namanya nenek ya Kak Diah? 😂😂😂. Terima kasih hadirnya Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
saya berharap double sih thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mau bagaimana lagi, Ya Kak biar bisa dobel? Otaknya pas2an soalnya ...🤣🤣🤣🤣. Terima kasih Kak Maria atas dukungannya ...😊🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ipeh tiga Putra
siapa dia thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hayooo tebak, Kak Ipeh ...😁😁😁. Siapa, ya? 🫢🫢🫢
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya Kak Murni ...🙏🏻😊😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 3 replies
MataPanda?_
ceritanya seru kak semangat trus 😀
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasi dan dukungannya, Kak Panda ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Murni ...🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
salah cari lawan boz
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga berpikiran begitu, Kak Dewi ...😂😂😂😂
total 1 replies
Dania
semangat tor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Dania ...🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Juvita Lin
up yg bnyk kak..👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Maunya begitu, Kak Lin ... apa daya, otakku tak.mampu ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Andira Rahmawati
absen dulu yahhh
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aduh, sampai absen dulu, Kak Dira ini ...🤭. Jadi malu aku ..😁. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Dira ...🙏🏻🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Enah Siti
hadir thor 😍😍😍💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Siti ... Terima kasih hadirnya dan dukungannya ... 🤗🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
lgi ya thor plisss
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap Kak Maria ...🤗
total 1 replies
Maria Lina
ok siap thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Maria ... Setiap hari update bab panjang untuk kak Maria, biar puas bacanya ...🙏🏻🤗😊💖💖💖💖
total 3 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Selamat datang Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya. Semoga suka.dengan cerita barunya ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
yetiku86
semangat up kak Aurora 💪💪💪😊
yetiku86: kembali kasih Kak 😊🙏
total 2 replies
azka aldric Pratama
absen dl 🤭🤭
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Azka ... Simpan dulu ya Kak, biar banyak ...🤣. Terima kasih hadirnya, Kak ...🙏🏻🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!