Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.
Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 35
Setelah menunggu hampir 15 menit, Celina dan Andin akhirnya masuk ke ruangan pemeriksaan dokter kandungan. Meskipun tanpa didampingi Azka yang masih dalam perjalanan.
Di dalam Celina mendapatkan penjelasan mengenai kondisi kehamilannya. Selang 20 menit kemudian, Celina dan Andin keluar dari ruangannya.
"Azka belum juga datang, apa Mama telepon saja biar tidak usah ke sini?" Andin meminta saran menantunya.
"Iya, telepon saja, Ma!" kata Celina.
Andin lalu menghubungi putranya, tersambung tapi tak direspon. "Mungkin dia lagi di jalan!"
"Kalau begitu, kita pulang saja, Ma. Nanti aku hubungi lagi dia!" ucap Celina.
"Baiklah!" kata Andin dan mereka berjalan menuju parkiran rumah sakit.
Beberapa meter langkah Celina terhenti ketika matanya melihat Elma menangis dan memeluk Azka.
Hal sama juga dilihat Andin, langkahnya berhenti setelah Celina tampak diam dan berdiri. Lima detik lalu dia baru menyelesaikan pembicaraannya dengan temannya lewat telepon.
"Azka?" ucap Andin.
Azka melepaskan pelukan Elma lalu membalikkan badannya dan terkejut. Ibu kandungnya dan istrinya ada dibelakangnya.
"Kak Celina, aku bisa jelaskan!" Elma mendekati kakak sambungnya.
"Kenapa kamu masih berani mengganggu putraku, hah??" Andin membentak Elma.
"Ma, ini tak seperti yang kalian lihat!" Azka mencoba membela diri.
"Tante, Azka cuma mau menolongku. Suamiku ketahuan selingkuh, kami bertengkar hebat!" jelas Elma meneteskan air matanya.
Ya, memang di sana ketika Celina dan Andin melihat Elma memeluk Azka ada Martin yang terduduk di lantai dengan beberapa sudut wajah memar dan dibantu seorang wanita muda berdiri.
"Tapi, kamu tak perlu memeluk putraku!!" marah Andin.
"Aku minta maaf, Tante!" Elma masih menangis.
"Ayo pulang, Ma!" ajak Celina yang sedari tadi diam, ia lalu melangkah.
"Celina, jangan salah paham. Aku cuma mau membantunya saja!" Azka lantas mengejar langkah istrinya.
"Awas saja sekali lagi kamu mengganggu rumah tangga anakku, aku tidak akan pernah tinggal diam!!" Andin memberikan peringatan kepada Elma, ia lalu menyusul anak dan menantunya.
Sementara itu, Celina sudah berada di dekat mobil dan Andin yang ada dibelakang menarik lengan Azka agar menjauhi mobilnya dan menantunya.
"Ma, tolong aku ini semua hanya salah paham!" mohon Azka agar Andin bersedia menjelaskannya kepada Celina.
"Bicarakan saja nanti di rumah!" kata Andin menyusul Celina yang sudah terlebih dulu masuk ke mobil.
Azka bergegas berlari menuju mobilnya, dia ingin menjelaskan kepada istrinya bahwa yang dilihatnya hanya kesalahpahaman saja. Dia tak mau Celina marah dan membencinya.
Selang 30 menit, mobil yang ditumpangi Celina dan Andin tiba di rumah. Andin membantu Celina turun dari mobil. Tak lama kemudian, mobilnya Azka pun muncul.
Azka pun melangkah cepat mengejar istrinya. "Celina, jangan marah padaku!" mohonnya.
"Kamu melakukan kesalahan besar lagi!" kata Andin.
"Ma, aku hanya menolong Elma. Dia hampir saja terjatuh karena didorong suaminya!" jelas Azka.
"Tapi, tak perlu dia memeluk kamu!" kata Andin kecewa.
"Dia hanya melerai saja!" ucap Azka menjelaskan lagi.
"Seharusnya kamu tidak perlu membantunya!" Andin yang kesal kemudian berlalu.
Azka lalu menyusul istrinya yang memilih masuk ke kamar daripada mendengar penjelasannya.
"Apa kamu marah?" Azka duduk di sofa tepat disamping istrinya yang sedang memainkan ponselnya.
Celina hanya diam.
"Aku hanya membantunya, aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Tolong, jangan diam seperti ini!" mohon Azka menoleh ke arah istrinya yang tak menatapnya.
"Apa kau sudah selesai bicara?" Celina menoleh ke arah suaminya.
Masih cinta km sama si upik abu elma tercintamu