NovelToon NovelToon
TINDER LOVE

TINDER LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Kontras Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Apung Cegak

Swipe kanan, lalu berharap. Begitu sederhana, tapi selalu berakhir rumit. Dari sekian banyak pertemuan di Tinder, aku belajar satu hal: cinta digital bisa terasa nyata, tapi tak selalu bertahan. Aku jatuh, aku percaya, aku terluka-berulang kali, seakan ini adalah pola yang tak pernah selesai.

Tulisan ini bukan sekadar kisah tentang aplikasi kencan, melainkan tentang perjalanan hatiku sendiri. Tentang bagaimana aku terus mencari seseorang yang benar-benar tinggal, di antara banyak yang hanya singgah. Dan tentang keberanian untuk tetap membuka hati, meski patah hati selalu menunggu di ujung swipe.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apung Cegak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minggu terakhir moses dibali

Minggu terakhir Moses di Bali terasa cepat. Setiap hari bersamanya membuatku senang, tapi juga campur aduk karena aku tahu waktu kami terbatas. Kali ini, kami memutuskan untuk tidak keluar terlalu jauh. Tidak ada klub, tidak ada jalanan ramai, hanya kami di rumah, menikmati kebersamaan sederhana.

Saat Moses datang sore itu, aku sudah menyiapkan camilan kecil dan menyalakan Netflix. Kami memilih film komedi ringan dan duduk bersebelahan di sofa.

Moses: “This is nice… just relaxing, no plans, no stress.”

Nanas: “Yeah… I like it too. Sometimes the simplest moments are the best.”

Film berjalan, tapi perlahan kami mulai bercanda dan saling menyentuh sedikit, tertawa bersama. Aku merasa nyaman berada di dekatnya, tanpa harus berpura-pura. Ketika adegan romantis muncul di layar, aku sengaja menyenggol lengannya.

Nanas: “Hey… you’re paying too much attention to the movie. Aren’t you distracted?”

Moses: laughs “Maybe… but you’re distracting me more.”

Aku tersenyum nakal. Moses menatapku, dan dengan ringan, tangannya menyentuh tanganku. Detak jantungku meningkat, tapi aku juga merasa hangat dan aman. Suasana menjadi lebih intim, lebih dekat.

Kami mulai bercumbu ringan, masih dengan tawa kecil, tapi jelas ada ketegangan yang menyenangkan. Beberapa kali aku menggoda dengan sentuhan di lengan atau bahu, dan Moses membalas dengan pelukan singkat.

Moses: “You’re teasing me, huh?”

Nanas: “Maybe… just a little.”

Tawa kami bergema di ruang tamu yang tenang. Tidak ada musik keras, tidak ada keramaian, hanya sofa, camilan, Netflix, dan kehangatan yang tumbuh perlahan di antara kami.

Setelah beberapa episode, aku merasakan Moses memelukku dari belakang saat aku mulai mengobrol tentang hari-hari kami sebelumnya.

Moses: “I’m going to miss this… miss you.”

Nanas: “I’ll miss you too… but let’s enjoy tonight.”

Aku tertawa, sambil menoleh dan menatapnya sebentar. Malam itu terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya: tidak ada klub, tidak ada pesta, hanya kami, tidur, dan sentuhan kecil yang membuat kami semakin dekat.

Ketika malam semakin larut, aku menyarankan agar kami tidur lebih awal. Moses setuju, tapi masih dengan senyum nakal. Kami berbaring di tempat tidur yang sama, bercanda, saling berbisik, dan sesekali saling menyentuh dengan cara yang lebih intim tapi tetap ringan.

Moses: “I wish this week could last forever.”

Nanas: “Me too… but we’ll keep these memories with us.”

Sambil tertawa dan berpelukan, aku menyadari sesuatu. Keintiman tidak selalu tentang kemewahan atau pesta. Kadang, perhatian kecil, sentuhan lembut, dan keberanian untuk dekat dengan seseorang bisa meninggalkan kesan lebih kuat daripada semua hal lainnya.

Kami tertidur dengan tenang, saling memeluk, dan malam itu terasa begitu hangat dan nyaman.

Selama minggu terakhir, tidak ada jalan-jalan jauh atau acara mewah, hanya Netflix, camilan, bercanda, dan adegan nakal ringan yang membuat kami merasa lebih dekat.

Sebelum tidur sepenuhnya, Moses menatapku serius tapi lembut.

Moses: “Thank you for everything, Nanas. This week was unforgettable.”

Nanas: “Me too… I’ll remember it. You made it special.”

Aku menutup mata sambil tersenyum, menyadari betapa berartinya minggu ini.

Malam sederhana, adegan nakal ringan, dan perhatian yang tulus membuatku merasa dihargai dan dicintai. Aku tahu, walau jarak akan memisahkan kami ketika dia kembali ke Australia, kenangan ini akan tetap melekat, hangat, dan membuatku tersenyum setiap kali mengingatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!