NovelToon NovelToon
CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kekasih misterius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kazuki Taki

𝐑𝐢𝐳𝐮𝐤𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚. 𝐡𝐚𝐫𝐢-𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚. 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚. 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuki Taki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 26 - JANJI DI ANTARA POHON PINUS

Hari Kedua di Avermont, Pagi kedua di Avermont terasa berbeda. Jika hari pertama dipenuhi rasa kagum dan kegembiraan, maka pagi ini membawa ketenangan yang lebih dalam—namun juga emosi yang perlahan menekan dada. Udara masih dingin, kabut tipis turun rendah di antara hutan pinus, dan cahaya matahari pagi menembus celah-celah daun dengan warna keemasan lembut.

Vhiena dan Rizuki berjalan menyusuri jalur setapak yang sempit. Tanah di bawah kaki mereka sedikit lembap, beraroma pinus dan tanah basah. Di kanan kiri, pohon-pohon pinus menjulang tinggi, sunyi, seolah menjadi saksi diam dari langkah dua manusia yang hatinya sedang belajar saling mengenal lebih jauh.

Mereka tidak banyak bicara. Genggaman tangan Rizuki masih sama seperti pagi tadi—tegas, hangat, dan menenangkan. Vhiena sesekali menatap tangan mereka, lalu menunduk lagi, menyembunyikan senyum kecil yang terus muncul tanpa diminta.

Setelah berjalan cukup jauh, mereka sampai. Di tengah hutan pinus itu berdiri sebuah gubuk kecil—bangunan kayu sederhana dengan atap miring, tampak tua namun terawat. Di depannya ada bangku kayu panjang, menghadap ke hamparan hutan dan lembah kecil yang tertutup kabut.

Vhiena terdiam. “Tempat ini…” gumamnya. “Indah sekali.”

Rizuki mengangguk pelan. “Tenang,” katanya singkat. “Tidak banyak orang ke sini.”

Mereka duduk berdampingan di bangku kayu. Angin dingin bertiup pelan, membuat Vhiena menarik jaketnya sedikit lebih rapat. Beberapa menit berlalu dalam diam.

Lalu, tanpa menoleh, Vhiena berbicara. “Ki…”

“Hmm?” rizuki menoleh sedikit ke arah vhiena.

“Kalau kamu nanti pergi… aku pasti sedih.” Kalimat itu keluar begitu saja. Jujur. Tidak dibungkus. Tidak ditahan.

Rizuki menoleh sepenuhnya pada vhiena.

Vhiena menatap hutan di depan mereka, bukan ke arah Rizuki. Matanya sedikit berkaca, meski ia berusaha tersenyum. “Aku tahu… aku nggak berhak nahan kamu,” lanjutnya pelan. “Itu masa depanmu. Pendidikanmu. Aku cuma… takut.”

“Takut apa?” tanya Rizuki dengan serius.

“Takut dilupakan,” jawabnya vhiena jujur “Takut aku cuma jadi bagian kecil sebelum kamu pergi jauh.”

Rizuki merasakan dadanya mengeras. Ia berdiri perlahan, lalu berdiri tepat di depan Vhiena. Dengan satu gerakan pelan, ia menunduk sedikit agar sejajar dengan pandangannya.

“Kamu tidak kecil,” katanya tegas namun lembut. “Dan kamu tidak akan dilupakan.”

Vhiena mengangkat wajahnya. “Tapi kamu akan jauh,” katanya lirih.

Rizuki tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah lebih dekat, lalu menarik Vhiena ke dalam pelukan hangatnya. Gerakannya tidak tiba-tiba. Tidak memaksa. Tapi cukup dekat untuk membuat Vhiena terkejut—napasnya tertahan sejenak.

“K-Ki…” gumamnya.

Rizuki memeluknya erat, satu tangan di punggung Vhiena, satu lagi menahan kepalanya ke dadanya. “Kamu aman,” katanya pelan. “Selama aku ada. Aku hanya pergi sebentar bukan untuk meninggalkan melainkan untuk kembali ".

Vhiena perlahan membalas pelukan itu. Tangannya mencengkeram jaket Rizuki, seolah takut momen ini akan hilang jika dilepas. Air matanya akhirnya jatuh, membasahi kain jaket hitam itu.

“Aku nggak mau ini cuma liburan,” katanya terisak. “Aku nggak mau ini cuma kenangan.”

Rizuki menutup matanya. Ia menunduk sedikit, mendekatkan wajahnya ke kepala Vhiena. “Aku janji,” katanya dengan suara rendah namun penuh keyakinan. “Aku akan kembali.” suara rizuki lirih samar-samar terdengar.

Vhiena mengangkat wajahnya, mata cokelatnya basah. “Janji apa?” tanyanya.

Rizuki menatapnya dalam-dalam. “Janji akan kembali,” katanya. “Hanya untuk kamu.”

Waktu seolah berhenti. Angin berhenti berhembus. Hutan pinus sunyi. Tanpa rencana, tanpa hitungan, Rizuki menunduk sedikit lagi.

Dan di antara napas yang tertahan dan jantung yang berdetak cepat, ciuman pertama itu terjadi. Lembut. Singkat. Gugup.

Bibir Rizuki menyentuh bibir Vhiena dengan ragu—seolah bertanya izin. Vhiena terdiam sesaat, lalu menutup matanya, membalasnya dengan getaran halus yang jujur. Tidak ada nafsu. Tidak ada tergesa. Hanya dua hati yang sedang mengikat janji dalam diam.

Saat mereka berpisah, Vhiena terengah pelan, pipinya memerah. Rizuki menempelkan keningnya ke kening Vhiena. “Maaf,” katanya pelan. “Kalau terlalu cepat.”

Vhiena menggeleng. “Tidak,” katanya cepat. “Aku… bahagia.”

Mereka kembali duduk di bangku kayu, masih saling bersentuhan, masih dalam keheningan yang hangat.

Beberapa saat kemudian, Rizuki berdiri. “Kita harus kembali,” katanya. “Hotel sudah menunggu sarapan.”

Vhiena tersenyum kecil, mengangguk. Dalam perjalanan kembali, tangan mereka kembali saling menggenggam—kali ini lebih yakin.

Hotel menyambut mereka dengan aroma kopi hangat dan roti panggang. Restoran hotel tampak elegan, namun tidak terasa asing bagi Vhiena lagi. Ia berjalan berdampingan dengan Rizuki, masih membawa sisa kehangatan dari pelukan dan ciuman tadi.

Mereka duduk di meja dekat jendela. Sambil menunggu makanan, Vhiena menatap Rizuki dan tersenyum.

“Ki…” ucap vhiena dengan lembut.

“Ya?” rizuki mengerutkan alisnya.

“Apa pun yang terjadi nanti,” katanya pelan, “Terima kasih sudah membawaku ke Avermont.”

Rizuki menatapnya. “Terima kasih sudah datang,” jawabnya singkat.

Di luar jendela, kabut mulai menghilang. Dan di antara sarapan pagi, janji, dan kebahagiaan sederhana itu—tak satu pun dari mereka tahu, bahwa dunia Rizuki yang besar dan berbahaya perlahan mendekat.

Namun pagi ini, di Avermont, mereka hanya dua orang muda yang saling jatuh cinta tanpa pernyataan.

1
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Vhiena malu-malu kucing/Proud/
Tinggal bilang nunggu si dia apa ssh nya si?/Slight/
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧: Iyaa/Smirk/
total 2 replies
Andik Rifai
sukaa bangeeettt. biasanya tuh alur percintaan CEO sama orang biasa kan ntah di jodohin tapi ditolak ntah dramanya harus diculik, atau keluarga berantakan broken home dll. tp ini tuh mengalir damai tanpa banyak drama. ini real cowok dingin sih ga banyak bacot atau suka ngancem ceweknya. fav banget cerita ini.. btw aku cewek yaa
Kazuki Taki: terimakasih kk
total 1 replies
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Penyamaran yg bagus🙏😭

SMA kls 3, trnyta CEO😌
Kazuki Taki: 🥰❤, terimakasih kk
total 5 replies
Ananda Andin Angraini
Kebanyakan titik dan banyak lanjutan kata, alangkah baiknya jika d sambung jadi satu.

cnth
"Tuan Rizuki, maaf mengganggu! Saya lihat lampu masih menyala." kata Mira./Smile/
tapi tergantung masing-masing cerita sih, hehehe
Ananda Andin Angraini: Wokeh /Tongue//Facepalm/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
koreksi dkit ah
Kazuki Taki: koreksi di persilahkan kk 😀
total 1 replies
Ananda Andin Angraini
setinggi apa ya? /Shy/
Ananda Andin Angraini
/Doge/
Ananda Andin Angraini
berisik tapi ngangenin ya. /Joyful/
Ananda Andin Angraini
Untungnya bukan kata 'Y' doank /Facepalm/
Ananda Andin Angraini
"Mungkin." bisa iya, bisa tidak. /Chuckle/
Kazuki Taki: yang jelas iya, soalnya penasaran sama tu cwe🤭
total 1 replies
Kazuki Taki
sudahh kan 🤣
Ananda Andin Angraini
Tanda kutip kurang dan salah tempat kak, harusnya "Rizuki!" /Applaud/
Ananda Andin Angraini
Ah berharap pas dia jatuh d belakangnya ada Rizuki, /Proud/
Ananda Andin Angraini
iya nunggu ayank beb /Joyful/
Ananda Andin Angraini: hilal THR masih belum nampak /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
hmmm,
Ananda Andin Angraini
Da emnk bos muda. /Proud/
Ananda Andin Angraini
Singkat, jelas dan minta di lempar sendal. /Joyful/
Ananda Andin Angraini: Wah ternyata seperti itu /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
udah tanda2 nih Rizuki. /Proud/

kak skip titiknya /Whimper/
Ananda Andin Angraini
bagian akhir, kalau narasinya di satuin lebih baik kak. 🙏/Bye-Bye/
Ananda Andin Angraini
lebih menantang ya Vhin? /Grin/

Skip titiknya kak. /Bye-Bye/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!