Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan dia yang baru
Hari ini kedatangan dia yang baru, hasil PO ku selama satu Minggu. Yang dinanti-nanti akhirnya ada sedikit alasan untuk aku tersenyum. Jangan jadi masalah ya Hitam.
Penyerahan kunci di Jam 10:00 pagi, sedikit terlambat ke kantor, tapi tidak mengapa ya sesekali perlu. "Ini untuk surat-suratnya, dan ini kuncinya kak." Kami tidak lupa bersua selfie berjabat tangan kemudian bukti terima barang ku tanda tangani. Perdana motor ku bawa ke kantor, ya sekarang hanya perlu keluar dana untuk bensin dan parkir.
Kebahagiaan ini kemana ku bagikan, cukup dinikmati sendiri aja kah. Ya Tuhan aku rindu Mama Papa tapi kenapa mereka tidak merasakan hal yang sama padaku, dimana orang tua dengan penuh kepedulian itu. Aku rindu mereka, tapi egois ku masih tinggi saat ini.
"Miwa, untuk ibu Acen gimana kredit nya? Sudah aman? Dan infoin aset lelang ke anak ya." Kata kepala devisi padaku. Ia menekankan untuk aku follow up customer secepat mungkin. "Untuk hari ini kamu ada interview tempat ya, dekat kok jalan Gatot tu. Ruko dua pintu."
"Baik pak, setelah jam makan siang ya saya kesana."
"infoin aja nanti." Belum lagi masuk sudah di hajar tugas, semangat Miwa!! Demi gaji diatas 2 kali lipat UMR. Susun berkas dan bawa dokumen penting untuk nanti siang cek lokasi pinjaman kredit skala besar. "Ini yang di anggung kan ruko dengan jaminan mata pencaharian usaha di ruko tersebut.
Cek-cek transaksi dan yapp surat-surat kian selesai di print dan langsung menuju lokasi lebih cepat menggunakan motor, untungnya akomodasi sudah menunjang kinerja ku. "Kalau kamu bisa bawa mobil, mobil perusahaan aja tuh dibelakang ngapain pakai kendaraan pribadi." Kata atasan ku ketemu di tempat parkiran, ia naik kembali mengambil kunci mobil untuk ku pakai bersama dengan dia pergi aku juga pergi membawa ajudan bersama ku.
Ajudan disini ialah staff kredit dari bank cabang terdekat, mereka sudah siap dengan kedatangan ku, bersama dengan itu aku yang staff kredit di Bank pusat masih kalah kalau di lapangan, ku pikir ilmu ku sudah cukup sejauh ini. Dua laki-laki ini amat hormat padaku, mereka saling bercerita kinerja mereka dan cara atasan menanggapi nya, ilmu baru ku terima seperti survei tempat dapat bonus data-data analisis, dan ya bagaimana perhitungan dana yang dapat dikeluarkan dengan permintaan harus koperatif.
"Maaf ya Dri bukannya jaminan ini sudah pernah di ambil Bank kok di anggung kan lagi?"
"Enggak, ini disebelahnya. Beda kalii," kata mereka bicara secara pribadi.
Langkah kami meninggalkan tempat, aku hanya membawa berkas-berkas laporan setelah nya mereka yang akan andil dalam proses selanjutnya. Enak juga kalau punya mobil, hujan gak ke hujanan; panas gak kepanasan. Mungkin Tahun depan biarlah dulu lunas satu-satu hutang mengelilit pinggang sebelum semakin kecil namun melilit leher.
"Gimana-gimana," ternyata atasan sudah menunggu kedatangan ku, laporan ku serahkan tidak ada kesalahan. Dia minta untuk aku belajar lebih giat lagi dalam masa percobaan ini, ini kesempatan bagiku untuk maju lebih baik lagi.
Mengetik dan mengetik itulah kerjaan sekilas mata memandang namun bila di lihat ada jurnal-jurnal yang harus di susun laporan keuangan yang harus dilengkapi, dan juga pertanggung jawaban atas laporan analisis lapangan tadi harus dikirim kepada beberapa devisi. Capek memang kerja ini, mau gimana ini sudah bagian dari hidup. Jangan banyak ngeluh,kalau banyak ngeluh mana tau dimana rasa nikmatnya.
Tapi ini enggak enaknya, kalau banyak laporan yang harus dipersiapkan untuk presentasi. Ribet oyyy, sebenarnya setres ditambah masalah hidup,kuat banget diriku bisa bertahan sejauh ini."Untuk masa uji coba kami nanti di awal September ya." Waduhh harus banget dibulan itu, baru masuk kampus Lohh itu pak, ada aja gebrakan hidup.
"Baik pak," jawaban template budak korporat, siap gak siap seharusnya jawab baik pak. Mending secangkir kopi bisa menenangkan ini enggak gimana lagi coba.
Josua:[ Sampai ketemu besok ya, jangan lupa.] Pesan Josua di jam pulang kantor, aku tersenyum kecil namun senyum itu luntur mengingat ini bukan pertemuan yang ku impikan.
Hanya membaca pesan Josua hari ini, selebihnya dijalan macet. Dan waktu lebih hemat ketimbang naik angkutan umum. Langsung sampai ke perumahan lagi kan enak. "Yakin kan aku Tuhan dia bukan milik ku," datang lagi pekerjaan baru dari temanku si penggila nyanyian galau, Pekerjaan nya cukup rapih dan tidak ada kesalahan. Yakin aku dapat menjadi pimpinan yang baik kedepannya.
"Miwa, nanti kamu selesaikan laporan kredit dari cabang A*** ya, saya tunggu sampai jam 21:00" Waduhhh benar-benar gak pulang nih, lagi-lagi dengan jawaban template korporat "Siap pak" melanjutkan buka laptop, siap sedia dengan segala tugas-tugas yang ada.
Riweh banget ya Tuhan, mana belum bisa fokus lagi. Ya ampun bisa enggak sih ini cepat selesai, pusing aku.
Jam menunjukkan pukul 20:37, waktu semakin menipis sementara pengerjaan masih setengah jalan, gimana nih. Semakin ku gencar semakin fokus ku entah kemana sampai akhirnya aku sendiri bingung sampai dimana tadi. Pukul 21:37 baru selesai pengerjaan aku siap bila penilaian ku buruk kedepannya. "Maaf pak pengerjaan saya melebihi waktu." Kataku dengan nada yang gemetar, dia diam namun masih menilai hasil laporan ku.
Aku kembali ke meja, menyusun tas untuk kembali pulang, Jam menunjukkan pukul 22:16 PM, waktu nya untuk tidur cuman tidak bisa secepat itu furguso. Aku harus me time dengan memanjakan tubuh ku pada salon kecantikan di mall terdekat dengan kantor, aku bisa kenapa tidak.
Waduh pantang banget kalau sudah masuk mall pasti ada aja yang nyangkut, ini tas Rp 100.000- Rp 200.000 an cocok banget di aku, sikat dua biji tas untuk ke kantor, ada juga baju tidur imut-imut ku dapati. Belanja memang obat dari segala stres, enggak lupa aku reservasi salon untuk sekedar pijet sama potong rambut, treatment aku tidak begitu mengikuti, hanya perawatan wajah ringan karena kulit ku juga termasuk yang tau diri.
"Ih tebal kali rambut kakak ini," puji bencong sang pemilik salon, ia bahagia dengan rambut ku bahkan kami bisa nyambung bercerita tentang haircare dan juga bodycare, dapat ilmu baru.
Entah kenapa aku anaknya terlalu friendly, setiap ketemu orang pasti ada aja yang dibahas, ketemu tukang ojek ya cerita, ketemu orang baru ya cerita. Cuman kadang ada masanya aku pengen sendiri, sama seperti saat ini cuman Tuhan engkau kasih aku galau, ada aja orang ngajak ngobrol buat aku lupa akan masalah rumit di hidup ku.
Sampai ketenangan ku berubah ketika seorang ibu muda mungkin keturunan Chinese datang menemaniku di dalam salon ini, dia juga ingin dipegang langsung oleh owner salon, ya mau gak mau harus menunggu aku selesai dulu dong baru dia. Dia koperatif, menunggu bersama anak laki-laki nya mungkin berkisar 7/8 tahun gitu.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰